The World Within
Author : Jingga8
Genre : Romance
Rating : M ( 18+ )
Cast : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNBLUE, SNSD
Poster By : Ismi Nuraulia
I WARN YOU, yang masih
under 18, this story is not suit on you! kalo masih maksa baca, i had already
warned you yah!!!
Punish Me, Baby....
Chapter 16
”Oppa... i’m ready, now!” Yonghwa
mendengar Seohyun berteriak dari ruang tengah. Ya, dia mendengarnya, tapi dia
tidak sempat menjawabnya karena sampai saat ini mata dan tangannya masih sibuk
mencari cincin kawinnya disemua tempat. Yes...
their precious wedding ring! Mr.forgetful lupa dimana terakhir kali dia
menyimpannya.
“Oppaaa....!!!” Kali ini Seohyun
berteriak lebih kencang.
“Yes, baby... wait the
minutes...!” Yonghwa menjawabnya tanpa sedikitpun menghentikan aktifitas
pencariannya.
“Sedang apa sih? Satu jam lagi
kita take off loh...!” Seohyun tiba-tiba muncul dari balik pintu dan mendapati
suaminya sedang nungging dilantai.
“Omo.. Oppa... apa yang kau
lakukan?”
O..Owww... ketahuan!
Tidak ada pilihan lain selain
mengatakan sejujurnya pada Seohyun. Setidaknya, meski perempuan cantik itu akan
menghujaninya dengan cerewetan dan juga ocehannya, itu lebih baik dari pada
terus mencarinya sendirian dan tetap tidak menemukannya. Yup, 2 orang yang
mencarinya lebih baik, bukan?
Yonghwa duduk bersimpuh dilantai
menghadap Seohyun. Sebisa mungkin, dia menunjukan wajah termanis dan senyum
terindah yang akan dia tunjukkan pada istrinya.
“Baby... eeuh... apa... kamu
melihat cincinku?” Ragu, akhirnya Yonghwa mengatakannya diiringi senyum dan
mata puppy ala Kang Minhyuk.
“Cincin? Cincin yang mana?”
Seohyun melangkah mendekati Yonghwa. Dia
masih bereaksi normal dan tenang.
“Cincin.... cincin kawin-ku...”
Yonghwa menunjukkan jari manis kirinya yang tampak kosong. Seketika mata
Seohyun melotot hingga membuat Yonghwa meringis. Saat hidung Seohyun mendengus
disertai tatapan tajam seperti itu, maka Yonghwa harus bersiap untuk menerima
ledakannya sebentar lagi.
“MWO?!!!! Apa kau bilang?!!
Cincin kawinmu? Oppa... bagaimana bisa kau melepas cincin-mu dan khilangannya
begitu saja?” Benar saja perkiraan Yonghwa. That was the scary reaction yang
dia khawatirkan akan terjadi. Dan memang terjadi.
“Kapan terakhir Oppa
melepaskannya? Dimana?” Seohyun bertanya dengan nada tegas.
“Molla, Hyun! Jika saja aku
ingat, mana mungkin aku mencarinya sampai sekarang?” Yonghwa menundukan
pandangannya dengan maksud menghindari tatapan Seohyun yang tampak mengerikan
saat itu.
“MWO?!!! KAU LUPA KAPAN TERAKHIR
KAU MEMAKAINYA? YAKKKK... JUNG YONGHWA SSI!!! BAGAIMANA BISA KAU MELUPAKAN HAL
SEMACAM ITU?”
Boom!!! Meledaklah! Yonghwa hanya
bisa pasrah menerima telinganya di bombardir dengan segala ocehan dan cerewetan
Seohyun yang kala itu melepaskan lagi sepatunya lalu membantu suaminya yang
‘super pelupa’ itu untuk mendapatkan kembali cincin kawinnya.
“Aishh... chamm!! Di dunia ini
mungkin hanya ada satu orang lelaki yang membiarkan benda-benda penting
menghilang dengan ceroboh. Dan itu adalah suamiku!!!! Aigoo... aku bahkan sudah
cukup toleran padamu karena kau kehilangan scraft buatan tanganku sendiri dan
juga jam tangan limited edition seharga 50jt Won yang kubeli untuk ulang
tahunmu! Tapi cincin kawin... Oh My God... kenapa aku punya suami yang super
ceroboh seperti ini?” Yonghwa hanya bisa membisu sambil terus mencari kesetiap
sudut ruangan. Begitupun Seohyun, meski mulutnya terus uring-uringan, tapi
tangannya tetap bergerak mencari cincin suaminya hingga keruang laundry.
10 menit kemudian...
“Jung Yonghwa Ssi....”
Yonghwa berhenti dari
aktifitasnya dan menoleh kearah datangnya suara.
“Niih!!!”
Seohyun berdiri diambang pintu
sambil menukikkan tangan kirinya dipinggangnya sementara tangan kanannya
menunjukkan cincin yang sejak tadi dicari Yonghwa. Namun tatapannya masih
‘segalak’ sebelum cincin itu ditemukan. Raut lega dan sumbringah langsung
tergambar jelas diwajah Yonghwa. Bergegas dia berjalan ke arah Seohyun dan
hendak memeluk istri sekaligus malaikat penolongnya. Tapi tangan Seohyun lebih
sigap dan menahan dada Yonghwa.
"No Hug, No Kiss, No Making
Love, and No Sleep With Me selama 3 hari kedepan! Those are your punishment,
Mr. Forgetful! Reflect yourself and make sure you won't make another mistake in
the future!"
Seohyun membuat Yonghwa terpaku
ditempatnya berdiri. Sementara itu, thanks to Mr. Forgetful, Seohyun harus
berganti pakaiannya karena kini T-Shirt nya basah dengan keringat. Seohyun
membuka bajunya tanpa ragu. Dia tidak sadar (atau mungkin sangat sadar), bahwa
lelaki malang yang sedang menerima hukumannya tengah melihat keindahan tubuhnya
sambil menelan ludahnya.
Punggungnya dengan kulit putih
mulus seperti susu... laki-laki mana yang sanggup mengabaikannya? Tidak cukup
hanya dengan melepas T-shirt nya, Seohyun bahkan kini melepas bra nya juga
hingga kini punggungnya tampak begitu terbuka dan hanya tertutup oleh gerai rambut
panjangnya. Dan perempuan itu tanpa ragu dan malu berjalan melewati suaminya
yang malang hanya dengan hipless jeans yang menampakan tulang pinggul dan juga
pusarnya. Sementara bagian atasnya dia biarkan terbuka tanpa satu helai
benangpun menutupinya. Seohyun meraih tisu basah diatas meja riasnya lalu
'sekali lagi' tanpa ragu dan malu, Seohyun berdiri didepan cermin meja riasnya
kemudian mengusap leher, dada dan kedua payudaranya dengan tisu itu.
Bagi Seohyun, mungkin dia melakukan gerakan itu hanya untuk menyeka
keringat ditubuhnya. Tapi bagi Yonghwa, istrinya melakukan itu untuk
menyiksanya. Lengkap sudah penderitaan Yonghwa.
Waktu beberapa menit itu terasa
seperti neraka untuk Jung Yonghwa yang hanya bisa melihat istrinya
mengusap-usap bagian-bagian terfavoritnya. Sesuatu yang seharusnya menjadi
‘pekerjanya’. Rasanya ingin sekali Yonghwa berkata... 'Let me help you,
Darling... i'm willing to wipe all of your body with my own hand...' Tapi...
Yonghwa memejamkan matanya.
Jantungnya berdegup kencang ditengah usaha kerasnya mengontrol tekanan dalam
otaknya yang mulai menjalar kearea yang paling krusial dan sulit untuk
dikendalikan. Yonghwa mengatur nafasnya tapi.....
Who cares with those freakin punishment?!
Hanya butuh beberapa detik saja
untuk Yonghwa mengunci Mrs. Perfect itu dalam cengkramannya. Dia meraih her S
line dan secepat kilat membuat tubuh ramping Seohyun berputar menghadapnya.
Kini, wajah mereka hanya berjarak beberapa inci saja, sedang tubuh mereka...
tak berjarak sedikitpun.
Seohyun terbelalak kaget
mendapati dirinya sudah berada dalam pelukan Yonghwa. Begitu dekat, hingga dia
bisa merasakan deru nafas suaminya menyapu wajahnya. Tatapan itu.... Tatapan
yang selalu Seohyun lihat dimata Yonghwa saat setiap kali suaminya terjatuh
dalam pesonanya. Tatapan yang menunjukan betapa Yonghwa menginginkannya. His
lust, His desire, His strength, His love, everything shown through the way he
stared at her.
"Op...Oppaa..." Tidak
seharusnya Seohyun merasa gugup. It wasn't her first time!
"Oppa... kau sedang dihukum,
ingat?!" Sekuatnya, Seohyun berusaha mengendalikan diri demi prestisenya.
Meski sejujurnya, kini jantungnya pun berdegup tak kalah kencangnya.
"I know, baby! I'll take the
punishment after i done with my business! But now, aku tidak akan membiarkanmu
menjadi pemenang dalam mildang ini!" Suaranya bergetar dan terdengar
serak. Tatapnya kian tajam dan mengunci Seohyun dalam perangkap yang dia buat
sendiri.
Tanpa peringatan, Yonghwa tak
ingin menyia-nyiakan lagi surga yang kini sudah ada dalam dekapannya. Desahan
lembut mulai terdengar dari bibir Seohyun seiring inci demi inci dia rasakan
saat bibir Yonghwa menghujani lehernya dengan ciuman. Tidak sampai disitu,
Yonghwa bahkan menginvasi hingga tulang selangkanya. Tangan kanannya menopang
tengkuk Seohyun sedang tangan kirinya dia biarkan menari menikmati lembutnya
kulit punggung bidadarinya. Untuk beberapa saat Yonghwa membiarkan bibirnya
bermain ditengkuk dan telinga Seohyun. Dan serangan itu sudah cukup membuat
Seohyun lupa dengan hukuman yang sebelumnya dia berikan dan hanya membiarkan
dirinya menjadi yang terhukum dengan serangan itu. Seohyun menyerah, dan hanya
membiarkan Yonghwa memiliki apa yang diinginkannya.
Seperti Seohyun pun menginginkan Yonghwa.
Semakin sering Yonghwa mendengar
malaikatnya mengerang, semakin tak ingin dia hentikan. Tidak satu incipun
Yonghwa sisakan. Seohyun adalah miliknya. Seutuhnya hanya miliknya. Dari ujung
rambutnya hingga ujung kakinya, semua miliknya. Yonghwa menginginkan semuanya.
Yonghwa menyeret tubuh Seohyun
dalam dekapannya merapat kedinding terdekat dan itu memberinya akses lebih
mudah. Tanpa melepaskan ciumannya, tangan Yonghwa mencoba melepaskan kancing
dan resleting jeans yang Seohyun kenakan. Seohyun pun melakukan hal yang sama.
Satu persatu, dia melepas kancing kemeja yang Yonghwa kenakan. Untill there
were no one left except their naked bodies.
"Oppaaa... what.. about the
flight?" Dalam terengah, Seohyun tiba-tiba teringat bahwa mereka harus
tiba di airport kurang dari 1 jam lagi.
"Who cares with the flight,
bila saat ini didepanku maknae SNSD tampak begitu cantik tanpa satu helai
benangpun di tubuhnya? Aku mau yang ini!!" Tak kalah terengah, Yonghwa
menjawab. Sementara bibirnya terkunci dibibir Seohyun, tangannya dengan leluasa
bermain ditempat favoritnya. Dan itu membuat Seohyun tanpa sadar mengeluarkan
desahan lainnya.
"Opp..paa.. kita harus ke
Busan. Eomma.. Eomma.. sudah menunggu kita..." Disela desahannya, Seohyun
sekali lagi mencoba mengingatkan.
"I don't care! Semua ini
salahmu, karena kau tidak mengerti batas pertahananku! Blame it to your
seductive body! Damn.. i only want you right know, Seo Joohyun!! I want you and
i don't want the others! So just shut up and punish me!!!" Yonghwa
mengangkat pinggang Seohyun dan membuat tubuh Seohyun menggantung ditubuhnya.
Seohyun melingkarkan kedua kakinya ditubuh Yonghwa dan menopang sepenuhnya pada
Yonghwa. Dengan leluasa, Yonghwa membawa tubuh Seohyun keatas sofa disudut
kamar.
Dan akhirnya.... mereka
benar-benar ketinggalan pesawat, hingga terpaksa menggunakan kereta untuk bisa
sampai di Busan. Bukan hanya satu jam, Yonghwa membuatnya terlambat 3 jam. Dia
benar-benar enggan untuk pergi bila saja dia tidak terlanjur berjanji pada
orang tuanya. Hari itu, tidak cukup hanya di sofa. Mereka mengulangnya lagi di
dapur, dan bahkan di kamar mandi sesaat sebelum mereka pergi. He really
addicted to her!
'Who cares... i married her for
this thing, right? I love her and she love me in return. I want her like the
way she want me too!' Batin Yonghwa.
~To Be Continue~
Plissss....
don't scold me for writing this kind of story! And don't force me to write more
than this! This is my very limit! Kalo aja setingnya bukan 'after married life'
i'm not sure that i'm able to make this line. Hhhh.... YongSeo gue
ternodaaaaa!!! Gara2 Sulis, Suzan, Fitria, dan goguma2 yg otaknya penuh yadong.
Okay... enough for this time. Next.... aku fikirin lagi mesti gimana....
Semoga
kalian baca ini ngga disertai dengan dirty thought tentang Yongseo yah... aku
beneran nyoba banget buat bikin plot, alur dan bahasa yang bikin kalian ngerti
tentang betapa besar dan ga main2-nya cinta Yonghwa buat Seohyun. Dalam
pernikahan, (menurut pengalaman...) Skinship, dan beberapa intimate things itu
adalah cara untuk ungkapin cinta. The
more he wanted her, the more she knew how much he loves her. Nah... tujuan
aku nulis plot dan genre ini adalah untuk itu. Maapiin yaah, kalo ada bahasa
ato deskripsi yang ga sesuai. Ini pertama kalinya aku nulis genre ini. Kritik
dan saran sangat welcome.... ^_^
Time
to sleep eperibodih.... ^_~

