The World Within
Author : Jingga8
Genre : Romance
Rating : M ( 18+ )
Cast : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNBLUE, SNSD
Poster By : Ismi Nuraulia
Heal The Wound
Chapter 15
Bunga sakura putih sedang
bermekaran. Yonghwa berjalan disepanjang jalan yang dulu sering dia lewati
bersama Seohyun. Udara musim semi begitu menyegarkan. Yonghwa merentangkan
tangannya sambil menutup kedua matanya. Perlahan, dia menghirup udara senja
itu. Hingga dia merasakan sepasang tangan tiba-tiba melingkar dipinggangnya dan
memeluknya dari belakang.
“Hyun....” Yonghwa memanggil nama
perempuan yang sangat dikenalnya dan tidak akan ada orang lain lagi yang memeluk
tubuhnya seperti ini selain Seo Joohyun, istrinya. Seohyun tidak menjawabnya.
Yonghwa bermaksud memutar tubuhnya dan menatap wajah Joohyun-nya. Tapi kedua
tangan itu seperti enggan terlepas dari tubuhnya.
“Eiii.. weire, Yeobo? Apa kau
begitu mencintaiku... hingga tak ingin melepaskanku?”
Tanya Yonghwa penuh percaya diri.
Tapi lagi-lagi Seohyun tidak bergeming. Yonghwa merasa bingung dan aneh dengan
sikap istrinya itu. Hingga sekali lagi dia berusaha untuk berbalik badan dan
akhirnya, dia berhasil menatap wajah malaikat itu. Seo Joohyun... mungkin dia
bukan perempuan paling cantik di belahan bumi ini. Tapi untuknya, Seo Joohyun
adalah satu-satunya perempuan yang membuatnya ingin menetap dan mengakhiri
pencariannya.
Yonghwa menatap wajah Seohyun
penuh cinta. Begitupun Seohyun. Dengan senyum diwajahnya, Seohyun terlihat
begitu bersinar dengan bening matanya yang membuat Yonghwa jatuh berkali-kali
dalam tatapan itu.
“Joohyun ah... neol.. neomo
yeppoda....! Jinjja yeppoda...!” Setengah berbisik, Yonghwa mengucapkannya.
Mulutnya bisa berubah menjadi mesin otomatis yang akan mengucapakan kalimat itu setiap kali matanya tenggelam
dalam tatapan teduh Seohyun.
Namun Seohyun masih tetap diam.
Selain senyum diwajahnya, Yonghwa tidak mendapatkan apapun lagi disana. Yonghwa
tidak peduli. Dia benar-benar dalam pengaruh sihir kecantikan Seohyun yang
perlahan membimbing wajahnya untuk semakin mendekati wajah malaikat
dihadapannya. Hanya butuh beberapa detik untuk bibirnya bersatu dengan bibir
Seohyun. Lagi! Untuk ribuan kalinya Yonghwa merasakan bibir itu, namun baru
kali ini dia merasakan sesuatu yang berbeda. Ciuman itu, begitu manis, hangat,
tapi juga terasa begitu sepi. Belum pernah dia merasakan perasaan seperti itu
saat mencium Seohyun. Ciuman itu, terasa seperti akan merenggut sesuatu yang
berharga dalam hidupnya. Hingga meski betapapun nikmatnya bibir itu dibibirnya,
Yonghwa masih tetap bisa merasakan rasa sakit yang begitu nyata dihatinya.
Perlahan, Yonghwa melepaskan
kecupannya. Mata sayunya berusaha menangkap binar wajah itu dan mencari apa
gerangan yang membuat ciuman tadi terasa begitu menyakitkan. Namun saat dia
membuka mata, dihadapannya kini, tidak ada siapapun lagi. Seohyun tak lagi ada
disana.
“Hyun....”
“Joohyun...”
“Seo Joohyun....”
Yonghwa mulai panik. Matanya berusaha mencari kesekelilingnya
namun Seohyun tak ada disana. Yonghwa berlari kencang. Dia mencari Seohyun ke
semua tempat tapi tak ditemukannya. Yonghwa terus memanggil-manggil nama
Seohyun seperti hampir gila. Disela isak tangis dan peluhnya, Yonghwa terus
mencari. Hingga...
“Appa.....!”
Sebuah suara kecil
menghentikannya. Yonghwa terdiam sesaat.
“Appa....” Sekali lagi suara itu
tertangkap telinganya dan kali ini membuatnya yakin bahwa dia tidak sedang
berhalusinasi. Yonghwa memberanikan dirinya untuk berbalik badan untuk melihat
siapa yang baru saja berbicara.
Seorang gadis kecil dengan
babydoll berwarna pink sedang berdiri ditengah sebuah taman sambil tersenyum
menatapnya. Yonghwa memastikan kesekelilingnya, barangkali ada orang lain
disana yang anak itu memanggilnya Appa. Tapi tak ada seorangpun. Hanya ada dia
dan gadis kecil itu. Dengan ragu, Yonghwa perlahan mendekati gadis kecil itu.
Saat tiba tepat dihadapannya, Yonghwa bersimpuh dengan satu lututnya untuk
membuat tubuhnya nyaris sejajar dengan gadis kecil itu.
“Appa....” Sekali lagi gadis itu
memanggilnya.
“Appa?”
Yonghwa bertanya disela
kebingungannya. Gadis itu kembali menampakan senyum indahnya sambil
menganggukkan kepalanya. Senyum itu..! Yonghwa ingat, dia pernah jatuh cinta
pada senyum seperti itu sebelumnya. Dan mata itu.... kenapa semakin Yonghwa
menatap mata gadis itu, semakin Yonghwa merasa sangat mengenalnya? Kedua mata
gadis kecil itu sama persis seperti kedua mata miliknya.
Tak lama kemudian, gadis itu
memeluk Yonghwa. Yonghwa terpaku. Membeku. Dia merasakan sepasang tangan kecil
melingkar di pundaknya. Dan lagi-lagi Yonghwa merasa bahwa seseorang juga pernah
memeluknya seperti itu dan menciptakan perasaan yang sama dalam hatinya.
Perlahan, Yonghwapun memeluk gadis kecil dalam dekapannya. Tangannya mengusap
lembut punggung kecil itu. Dan air matanya kembali mengalir.
“Appa mianhae, Aga...! Appa
jongmal mianhae! Appa bersalah padamu, sayang!”
Lirih, kalimat itu mengalun dari
bibirnya. Kemudian Yonghwa mulai merasakan tangan kecil itu menepuk-nepuk
punggungnya dengan lembut seolah gadis itu ingin mengatakan bahwa semua akan
baik-baik saja. Lalu Yonghwa melepas pelukannya. Sekali lagi, Yonghwa menatap
wajah gadis kecil itu. Gadis itu masih tersenyum padanya. Lalu kedua tangan
kecilnya menyeka air mata dari pipi Yonghwa. Gadis kecil itu lalu mengambil
sekuntum bunga sakura yang berjatuhan ditanah. Kali ini, tangan kecil milikya
meraih tangan kanan Yonghwa. Perlahan, dia letakan sakura tadi ditangan Yonghwa
dan kembali melemparkan senyum untuk Yonghwa.
“Saranghaeyo.... Appa....” Suara
kecil itu menggetarkan hatinya.
Dan....
“Agaaaa!!!” Seketika Yonghwa
mendapati dirinya duduk dan terbangun dari tidurnya. Jantungnya berdegub
kencang. Peluh terasa bercucuran membasahi T-shirt yang dia kenakan. Begitupun dengan air mata yang tanpa dia
sadari sudah membasahi wajahnya. Yonghwa berusaha mengatur ritme nafasnya,
karena rasa sakit itu masih terasa nyata dalam hatinya. Mimpi tadi... Gadis
itu... gadis kecil dengan sepasang mata yang mirip dengan mata
miliknya....
Yonghwa menyeka air mata di
wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Sejenak, dia metatap Seohyun yang kini
tertidur lelap disampingnya. Hhh... meski dalam tidurnyapun, malaikatnya masih
tampak begitu terluka. Wajahnya tampak lebih tirus. Dan kantung matanya
terlihat lebih besar. Dengan lembut, Yonghwa mengusap kepala Seohyun-nya.
Membayangkan betapa rapuhnya Seohyun saat itu. Bahkan kehilangan ini terasa
amat berat untuknya, apalagi untuk Seohyun? Seohyun pasti ratusan kali lebih
terluka. Meski Seohyun terus berusaha
untuk terlihat kuat dihadapannya, tapi berkali-kali Yonghwa menemukannya sedang
menangis sendiri dikamarnya. Bagaimanapun, bayi itu adalah buah cinta pertama
mereka.
Yonghwa perlahan meninggalkan
kamarnya. Dia berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air minum. Dia
membuka lemari es untuk mengambil botol air mineral tapi tangannya tiba-tiba
tertahan.
“Saranghae Appa...”
Kalimat merdu itu kembali
terngiang ditelinganya. Putri kecilnya...
Hhh... bahkan Yonghwa tidak tahu
apakah calon bayinya itu akan menjadi seorang putri atau putra karena dia harus
kehilangannya sebelum Yonghwa menyadari kehadirannya. Yonghwa benar-benar tidak
tahu, bahwa malaikat kecil itu sudah hadir ditengah hidupnya. Jika saja dia
tahu, mungkin seharusnya Yonghwa tidak mengajak Seohyun untuk menerima tawaran
iklan itu. Jika saja Yonghwa tahu, bahwa dalam perut Seohyun saat itu sudah ada
kehidupan kecil, maka dia akan melarang Seohyun untuk melakukan Bunjee Jumping
dalam iklan itu.
Tangannya kembali bergetar. Tanpa
dia sadari, sepasang mata sedang menatapnya dari belakang. Seohyun terbangun
dan menyadari suaminya tidak ada lagi disampingnya. Lalu dia turun dari tempat
tidurnya dan bermaksud untuk mencari Yonghwa. Dan Seohyun menemukan Yonghwa
sedang berdiri dihadapan lemari es yang salah satu pintunya terbuka dengan
tatapan kosong. Saat kakinya akan melangkah mendekati suaminya, Seohyun
terhenti. Dia melihat pundak Yonghwa terguncang, lalu beberapa saat kemudian
Yonghwa bersimpuh dilantai. Seohyun mendengarnya terisak. Yonghwa-nya menangis.
Dan luka dalam hatinya yang
selama 2 minggu ini berusaha Seohyun sembuhkan, malam itu berdarah lagi.
Yonghwa-nya selama ini menguatkan dirinya dihadapan Seohyun dan selalu menjadi
suami yang mengagumkan untuk Seohyun. Tapi malam itu Yonghwa-nya menangis.
Seohyun selama ini hanya disibukan oleh lukanya sendiri tanpa menyadari bahwa
Yonghwa pun sama terluka karena kehilangan ini. Seohyun akhirnya berlari dan
bersimpuh memeluk suaminya dari belakang. Air matanya kembali tumpah disana.
Dalam isakannya Seohyun memeluk
erat punggung Yonghwa. Pada mulanya, Yonghwa kaget karena Seohyun tiba-tiba
hadir dan melihatnya rapuh. Padahal selama ini Yonghwa selalu berusaha
menyembunyikan kesedihannya demi agar Seohyun berehenti merasa bersalah pada
dirinya.
Yonghwa menarik nafas panjang.
Dia segera menyeka air matanya agar Seohyun tidak melihatnya dan kembali merasa
khawatir. Tapi pelukan Seohyun justru membuat luka itu semakin jelas terasa.
Belum lagi, mimpi tadi masih terasa nyata dalam ingatannya. Akhirnya Yonghwa
gagal menyembunyikan kerapuhannya. Malam itu, dia benar-benar gagal. Dia hanya membiarkan istrinya kembali
menumpahkan tangis dan sedihnya dipunggungnya. Begitupun dirinya. Biar saja.
Hanya sampai malam ini saja. Biar tangis malam ini menjadi cara mereka
menyembuhkan luka mereka.
~To Be Continue~
Somehow,
let your tears falling could be the right and the best way to heal your wounds.
When nobody can help you, then you have to help yourself. And crying out all
your pains is the only choice….
Mungkin
selama ini yang kita tahu, keguguran itu hanya meninggalkan bekas luka untuk
sang ibu. Karena biasanya, sang ayah akan kelihatan lebih kuat dan tegar
dihadapan semua orang. Tapi kadang kita lupa, bahwa anak yang sebelumnya ada
dirahim sang ibu, adalah anak sang ayah juga. So… dalam hal ini saya pengen
reader juga tahu bahwa Yonghwa juga
terluka karena kehilangan ini. Yonghwa loved his baby too! Of course… he’s a
good Appa to be… But… Yonghwa and Seohyun will pass this hurtful circumstance
soon…. Don’t worry…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar