Selasa, 02 Juni 2015

The World Within Chapter 15






The World Within

Author               : Jingga8
Genre                 : Romance
Rating                : M ( 18+ )
Cast                    : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNBLUE, SNSD
Poster By           : Ismi Nuraulia






Heal  The Wound

Chapter 15

Bunga sakura putih sedang bermekaran. Yonghwa berjalan disepanjang jalan yang dulu sering dia lewati bersama Seohyun. Udara musim semi begitu menyegarkan. Yonghwa merentangkan tangannya sambil menutup kedua matanya. Perlahan, dia menghirup udara senja itu. Hingga dia merasakan sepasang tangan tiba-tiba melingkar dipinggangnya dan memeluknya dari belakang.

“Hyun....” Yonghwa memanggil nama perempuan yang sangat dikenalnya dan tidak akan ada orang lain lagi yang memeluk tubuhnya seperti ini selain Seo Joohyun, istrinya. Seohyun tidak menjawabnya. Yonghwa bermaksud memutar tubuhnya dan menatap wajah Joohyun-nya. Tapi kedua tangan itu seperti enggan terlepas dari tubuhnya.

“Eiii.. weire, Yeobo? Apa kau begitu mencintaiku... hingga tak ingin melepaskanku?”

Tanya Yonghwa penuh percaya diri. Tapi lagi-lagi Seohyun tidak bergeming. Yonghwa merasa bingung dan aneh dengan sikap istrinya itu. Hingga sekali lagi dia berusaha untuk berbalik badan dan akhirnya, dia berhasil menatap wajah malaikat itu. Seo Joohyun... mungkin dia bukan perempuan paling cantik di belahan bumi ini. Tapi untuknya, Seo Joohyun adalah satu-satunya perempuan yang membuatnya ingin menetap dan mengakhiri pencariannya.

Yonghwa menatap wajah Seohyun penuh cinta. Begitupun Seohyun. Dengan senyum diwajahnya, Seohyun terlihat begitu bersinar dengan bening matanya yang membuat Yonghwa jatuh berkali-kali dalam tatapan itu.

“Joohyun ah... neol.. neomo yeppoda....! Jinjja yeppoda...!” Setengah berbisik, Yonghwa mengucapkannya. Mulutnya bisa berubah menjadi mesin otomatis yang akan mengucapakan  kalimat itu setiap kali matanya tenggelam dalam tatapan teduh Seohyun.

Namun Seohyun masih tetap diam. Selain senyum diwajahnya, Yonghwa tidak mendapatkan apapun lagi disana. Yonghwa tidak peduli. Dia benar-benar dalam pengaruh sihir kecantikan Seohyun yang perlahan membimbing wajahnya untuk semakin mendekati wajah malaikat dihadapannya. Hanya butuh beberapa detik untuk bibirnya bersatu dengan bibir Seohyun. Lagi! Untuk ribuan kalinya Yonghwa merasakan bibir itu, namun baru kali ini dia merasakan sesuatu yang berbeda. Ciuman itu, begitu manis, hangat, tapi juga terasa begitu sepi. Belum pernah dia merasakan perasaan seperti itu saat mencium Seohyun. Ciuman itu, terasa seperti akan merenggut sesuatu yang berharga dalam hidupnya. Hingga meski betapapun nikmatnya bibir itu dibibirnya, Yonghwa masih tetap bisa merasakan rasa sakit yang begitu nyata dihatinya.

Perlahan, Yonghwa melepaskan kecupannya. Mata sayunya berusaha menangkap binar wajah itu dan mencari apa gerangan yang membuat ciuman tadi terasa begitu menyakitkan. Namun saat dia membuka mata, dihadapannya kini, tidak ada siapapun lagi. Seohyun tak lagi ada disana.

“Hyun....”

“Joohyun...”

“Seo Joohyun....”

Yonghwa mulai panik.  Matanya berusaha mencari kesekelilingnya namun Seohyun tak ada disana. Yonghwa berlari kencang. Dia mencari Seohyun ke semua tempat tapi tak ditemukannya. Yonghwa terus memanggil-manggil nama Seohyun seperti hampir gila. Disela isak tangis dan peluhnya, Yonghwa terus mencari. Hingga...

“Appa.....!”

Sebuah suara kecil menghentikannya. Yonghwa terdiam sesaat.

“Appa....” Sekali lagi suara itu tertangkap telinganya dan kali ini membuatnya yakin bahwa dia tidak sedang berhalusinasi. Yonghwa memberanikan dirinya untuk berbalik badan untuk melihat siapa yang baru saja berbicara.

Seorang gadis kecil dengan babydoll berwarna pink sedang berdiri ditengah sebuah taman sambil tersenyum menatapnya. Yonghwa memastikan kesekelilingnya, barangkali ada orang lain disana yang anak itu memanggilnya Appa. Tapi tak ada seorangpun. Hanya ada dia dan gadis kecil itu. Dengan ragu, Yonghwa perlahan mendekati gadis kecil itu. Saat tiba tepat dihadapannya, Yonghwa bersimpuh dengan satu lututnya untuk membuat tubuhnya nyaris sejajar dengan gadis kecil itu.

“Appa....” Sekali lagi gadis itu memanggilnya.

“Appa?”

Yonghwa bertanya disela kebingungannya. Gadis itu kembali menampakan senyum indahnya sambil menganggukkan kepalanya. Senyum itu..! Yonghwa ingat, dia pernah jatuh cinta pada senyum seperti itu sebelumnya. Dan mata itu.... kenapa semakin Yonghwa menatap mata gadis itu, semakin Yonghwa merasa sangat mengenalnya? Kedua mata gadis kecil itu sama persis seperti kedua mata miliknya.

Tak lama kemudian, gadis itu memeluk Yonghwa. Yonghwa terpaku. Membeku. Dia merasakan sepasang tangan kecil melingkar di pundaknya. Dan lagi-lagi Yonghwa merasa bahwa seseorang juga pernah memeluknya seperti itu dan menciptakan perasaan yang sama dalam hatinya. Perlahan, Yonghwapun memeluk gadis kecil dalam dekapannya. Tangannya mengusap lembut punggung kecil itu. Dan air matanya kembali mengalir.

“Appa mianhae, Aga...! Appa jongmal mianhae! Appa bersalah padamu, sayang!”

Lirih, kalimat itu mengalun dari bibirnya. Kemudian Yonghwa mulai merasakan tangan kecil itu menepuk-nepuk punggungnya dengan lembut seolah gadis itu ingin mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja. Lalu Yonghwa melepas pelukannya. Sekali lagi, Yonghwa menatap wajah gadis kecil itu. Gadis itu masih tersenyum padanya. Lalu kedua tangan kecilnya menyeka air mata dari pipi Yonghwa. Gadis kecil itu lalu mengambil sekuntum bunga sakura yang berjatuhan ditanah. Kali ini, tangan kecil milikya meraih tangan kanan Yonghwa. Perlahan, dia letakan sakura tadi ditangan Yonghwa dan kembali melemparkan senyum untuk Yonghwa.

“Saranghaeyo.... Appa....” Suara kecil itu menggetarkan hatinya.

Dan....

“Agaaaa!!!” Seketika Yonghwa mendapati dirinya duduk dan terbangun dari tidurnya. Jantungnya berdegub kencang. Peluh terasa bercucuran membasahi T-shirt yang dia kenakan.  Begitupun dengan air mata yang tanpa dia sadari sudah membasahi wajahnya. Yonghwa berusaha mengatur ritme nafasnya, karena rasa sakit itu masih terasa nyata dalam hatinya. Mimpi tadi... Gadis itu... gadis kecil dengan sepasang mata yang mirip dengan mata miliknya.... 

Yonghwa menyeka air mata di wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Sejenak, dia metatap Seohyun yang kini tertidur lelap disampingnya. Hhh... meski dalam tidurnyapun, malaikatnya masih tampak begitu terluka. Wajahnya tampak lebih tirus. Dan kantung matanya terlihat lebih besar. Dengan lembut, Yonghwa mengusap kepala Seohyun-nya. Membayangkan betapa rapuhnya Seohyun saat itu. Bahkan kehilangan ini terasa amat berat untuknya, apalagi untuk Seohyun? Seohyun pasti ratusan kali lebih terluka.  Meski Seohyun terus berusaha untuk terlihat kuat dihadapannya, tapi berkali-kali Yonghwa menemukannya sedang menangis sendiri dikamarnya. Bagaimanapun, bayi itu adalah buah cinta pertama mereka.

Yonghwa perlahan meninggalkan kamarnya. Dia berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air minum. Dia membuka lemari es untuk mengambil botol air mineral tapi tangannya tiba-tiba tertahan.

“Saranghae Appa...”

Kalimat merdu itu kembali terngiang ditelinganya. Putri kecilnya...

Hhh... bahkan Yonghwa tidak tahu apakah calon bayinya itu akan menjadi seorang putri atau putra karena dia harus kehilangannya sebelum Yonghwa menyadari kehadirannya. Yonghwa benar-benar tidak tahu, bahwa malaikat kecil itu sudah hadir ditengah hidupnya. Jika saja dia tahu, mungkin seharusnya Yonghwa tidak mengajak Seohyun untuk menerima tawaran iklan itu. Jika saja Yonghwa tahu, bahwa dalam perut Seohyun saat itu sudah ada kehidupan kecil, maka dia akan melarang Seohyun untuk melakukan Bunjee Jumping dalam iklan itu.

Tangannya kembali bergetar. Tanpa dia sadari, sepasang mata sedang menatapnya dari belakang. Seohyun terbangun dan menyadari suaminya tidak ada lagi disampingnya. Lalu dia turun dari tempat tidurnya dan bermaksud untuk mencari Yonghwa. Dan Seohyun menemukan Yonghwa sedang berdiri dihadapan lemari es yang salah satu pintunya terbuka dengan tatapan kosong. Saat kakinya akan melangkah mendekati suaminya, Seohyun terhenti. Dia melihat pundak Yonghwa terguncang, lalu beberapa saat kemudian Yonghwa bersimpuh dilantai. Seohyun mendengarnya terisak. Yonghwa-nya menangis.

Dan luka dalam hatinya yang selama 2 minggu ini berusaha Seohyun sembuhkan, malam itu berdarah lagi. Yonghwa-nya selama ini menguatkan dirinya dihadapan Seohyun dan selalu menjadi suami yang mengagumkan untuk Seohyun. Tapi malam itu Yonghwa-nya menangis. Seohyun selama ini hanya disibukan oleh lukanya sendiri tanpa menyadari bahwa Yonghwa pun sama terluka karena kehilangan ini. Seohyun akhirnya berlari dan bersimpuh memeluk suaminya dari belakang. Air matanya kembali tumpah disana.

Dalam isakannya Seohyun memeluk erat punggung Yonghwa. Pada mulanya, Yonghwa kaget karena Seohyun tiba-tiba hadir dan melihatnya rapuh. Padahal selama ini Yonghwa selalu berusaha menyembunyikan kesedihannya demi agar Seohyun berehenti merasa bersalah pada dirinya.

Yonghwa menarik nafas panjang. Dia segera menyeka air matanya agar Seohyun tidak melihatnya dan kembali merasa khawatir. Tapi pelukan Seohyun justru membuat luka itu semakin jelas terasa. Belum lagi, mimpi tadi masih terasa nyata dalam ingatannya. Akhirnya Yonghwa gagal menyembunyikan kerapuhannya. Malam itu, dia benar-benar gagal.  Dia hanya membiarkan istrinya kembali menumpahkan tangis dan sedihnya dipunggungnya. Begitupun dirinya. Biar saja. Hanya sampai malam ini saja. Biar tangis malam ini menjadi cara mereka menyembuhkan luka mereka.

~To Be Continue~


Somehow, let your tears falling could be the right and the best way to heal your wounds. When nobody can help you, then you have to help yourself. And crying out all your pains is the only choice….
Mungkin selama ini yang kita tahu, keguguran itu hanya meninggalkan bekas luka untuk sang ibu. Karena biasanya, sang ayah akan kelihatan lebih kuat dan tegar dihadapan semua orang. Tapi kadang kita lupa, bahwa anak yang sebelumnya ada dirahim sang ibu, adalah anak sang ayah juga. So… dalam hal ini saya pengen reader juga tahu  bahwa Yonghwa juga terluka karena kehilangan ini. Yonghwa loved his baby too! Of course… he’s a good Appa to be… But… Yonghwa and Seohyun will pass this hurtful circumstance soon…. Don’t worry…



Tidak ada komentar:

Posting Komentar