Senin, 09 Januari 2017

In Time With You Chapter 32 - END



In Time With You
Cast                                     : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, Jung Jinwoon, Kim Hyoyeon, Suho, 
                                              Kim Hyunna, Lee Jonghyun, Kang Minhyuk, Lee Jungshin, Monday Couple
                                              Cho Kyuhyun
Genre                                   : Romance
Rating                                   : +15
Author                                  : Jingga8







Let's Falling In Love Again

Seohyun kehilangan dirinya untuk beberapa waktu. Tersihir oleh kehadirannya yang tiba-tiba itu. Jiwanya seperti tersekat diantara ilusi dan kenyataan yang tidak siap dia hadapi. Tidak secepat itu!

Kedua matanya masih lekat menatap wajah indah sempurna disampingnya. Bening mata yang dulu begitu nyaman untuk diselami. Bening mata yang sama, yang pernah memancarkan cinta yang lembut dan menyejukkan. Tatap teduh itu masih belum berubah. Tidak sedikitpun. Caranya menatapnya, dan cinta itu, semua masih terasa sama.

"I'm so glad to see you here, Joohyun ah. Aku senang, karena Laut Busan, Sunset, dan kehadiranmu bukan hanya sebuah ilusi semata. Ddaengida... Kau benar-benar nyata dan kini berdiri di hadapanku." Sebentuk senyum hangat merekah di bibir lelaki itu. Seohyun masih terpaku menatapnya. Suara lelaki itu membuai jiwanya selembut kabut pagi. Seperti mimpi yang enggan dia sadari.

Ya, lelaki itu tersenyum teduh menatap luasnya laut dihadapan mereka, seolah dia lupa pada rasa sakit dan pahit yang selama ini sudah merubah dunia indahnya menjadi sebuah neraka. Bahkan dia lupa bahwa perempuan disampingnya itu adalah perempuan yang sama yang telah melukiskan luka itu dalam hidupnya.

Yonghwa membiarkan dirinya lupa. Karena yang kini dia rasa dan dengan sekuat hatinya dia tahan meski dadanya terasa akan segera meledak, adalah rasa yang berbeda. Rasa yang lebih penting dan lebih besar yang lahir dari deretan peristiwa pahit itu.

Rindu.

Rindu di jiwanya teramat kuat meraja, hingga luka-luka itu terasa tak penting lagi.

Beberapa waktu berlalu, lelaki itu menyadari keheningan yang masih tercipta diantara mereka. Dia menolehkan kepalanya dan mendapati Seohyun masih menatapanya penuh tanya. Bukan! Lebih tepatnya, Seohyun masih tersesat di ruang ilusinya.

"Mwo ya? Kenapa kau menatapku seperti itu?" Yonghwa mendekatkan wajahnya ke wajah Seohyun hingga keduanya bisa saling merasakan hangatnya hempasan nafas dari hidung mereka. Tentu saja Seohyun seketika terhenyak dan kembali pada kesadarannya. Gadis itu berpaling. Dengan debar jantung yang menggila dalam dadanya, Seo Joohyun berusaha untuk tetap tenang. Wajahnya memerah, dan tangannya dingin gemetar.

Menyadari apa yang dirasakan gadisnya, Yonghwa tersenyum lebih lebar. She didn't change at all. Still so cute with all those innocent charms.

"Ah.. kau pasti terkejut melihatku ya? Mianhae, Hyun... aku tidak bermaksud mengagetkanmu seperti itu." Yonghwa menghela nafas panjang, kemudian kembali menatap laut yang terlihat seperti sedang menelan sang mentari secara perlahan.

"Aku hanya tiba-tiba melihat sosok tubuh yang aku rasa aku sangat mengenalnya. Dari jauh, aku melihat punggungmu dan geraian rambutmu yang sesekali terhempas angin. Semula aku ragu. Aku ragu untuk melangkahkan kakiku dan berjalan mendekatimu, meski aku yakin mata dan hatiku tidak akan pernah salah mengenalimu. Entahlah... Untuk sesaat, aku hanya merasa bahwa Laut, Sunset dan kehadiranmu adalah pemandangan yang terlalu sempurna untuk menjadi kenyataan. Aku takut, bila aku terlalu tamak, keindahan ini bisa saja lenyap dalam sekejap. Dan aku.. harus kembali menapaki ruang sepi yang mengerikan itu." Sekali lagi, sekeping senyum teduh merekah di wajah lelaki yang kini tampak lebih dewasa dan matang. Sisa kepahitan itu sekelebat masih tergambar disana.

Seohyun mendundukkan wajahnya, namun beberapa saat kemudian, dia berhasil mengumpulkan keberaniannya untuk kembali menatap wajah lelaki disampingnya.

'Igae mwo ya? Apa yang sebenarnya sedang Yonghwa lakukan?' Batinnya, sambil menatap lekat wajah Yonghwa.

"I missed you like hell, Seo Joohyun. I missed you for every single days and kept on waiting untill the time would eventually heal our wounds or... untill the day you decieded to come back here again." Masih dengan tatapan teduhnya dan setitik senyum itu, Yonghwa seakan tahu apa yang baru saja terlintas dalam fikiran gadis itu. Seohyun kembali menatapnya dengan bening mata rapuh yang dia coba untuk tetap terlihat tegar. Mulutnya masih terkunci didalam benteng pertahanan diri tadi.

"Welcome home, Seo Joohyun..." Lembut, lirih, kalimat itu mampu menerobos dinding hati gadis itu. Benteng itu tak sekokoh yang dia kira, rupanya. Bulir hangat yang dia tahan sejak tadi, akhirnya mencair diluar kuasanya. Membasahi pipi merahnya. Meremas perasaan lelaki yang sedang berdiri di sampingnya, menatapnya penuh rindu.

"Na... waseo, Oppa." Lirih, nyaris tak terdengar, Seohyun berhasil membuat mulutnya berbicara. Yonghwa mengangguk pelan. Sesak itupun sama kuatnya mendesak dadanya hingga membuat tenggorokannya terasa sakit. Genangan air pun seketika menggumpal di kedua kelopak mata lelaki itu. Lembut, jemarinya yang gemetar perlahan meraih pipi gadis-nya. Diusapnya air mata itu.

"Ara. I know, Baby... Gomapta...." Suaranya tak kalah lirih. Dia tak mampu meneruskan kalimatnya karena sesuatu terasa semakin mendesak hingga terasa nyaris akan meledak di dalam dadanya. Dia tak bisa menunggu lagi. Yonghwa menarik tubuh itu kedalam peluknya. Mendekapnya erat berharap rasa rindu itu akan segera terbayar. Dia tak peduli lagi dengan segala penghakiman yang selama ini telah dia siapkan andaikan dia bertemu lagi dengan gadis ini. Semua itu tak berarti lagi. Demi untuk bisa mendekapnya seperti ini, Yonghwa rela menyerahkan segala yang dia miliki. Untuk bisa terus bersamanya dan tak akan kehilangannya lagi, Yonghwa akan melakukan segalanya. Ya, dia rela melupakan hari-hari menyakitkan itu, asalkan Seohyun tak pernah menghilang lagi.

"Mianhae, karena membutuhkan waktu cukup lama untukku bisa kembali kesini,  Oppa. Aku tidak punya cukup percaya diri dan berfikir bahwa orang-orang sedang menungguku." Ditengah isaknya dalam dekapan Yonghwa,  Seohyun meneruskan kata-katanya. Semakin dia sadari, betapa bodohnya dia, membuat waktu menjadi sia-sia dan pergi meninggalkan pelukan sehangat ini. Membuat dirinya dan juga lelaki yang paling dia cintai di dunia ini harus mengecap rasa sakit itu.

"Ijae gwaenchanna, Hyun! Thank you for coming back to me. Neomu gomawo..." Yonghwa mendekapnya lebih erat. Mengecup lembut bahu gadisnya hingga dia bisa mencium aroma rambut yang pernah menjadi favoritnya. Wangi yang sama, yang membuat rasa rindunya menggila. Rasanya, dia tak ingin melepaskannya untuk alasan apapun.

*****

Keduanya berjalan bergandengan tangan, menyusuri pantai yang langitnya mulai meredup.

"Kau tampak sehat, Oppa. And..... as cool as always. Kulit wajahmu tampak lebih bersinar dan terawat. I wonder if those fangirls of yours had totally changed you to be this awesome. Aku sempat berfikir, ah.. tanpaku, ternyata Uri Yonghwa hidup dengan baik."

Yonghwa kembali melebarkan senyumnya hingga menampakkan tekstur giginya yang unik. Segalanya terasa ironis saat dia melayangkan ingatannya ke masa-masa itu.

"Really? Ah.. my fangirls.. hhhh.. aku juga tidak pernah tahu bahwa memiliki ribuan fans seperti mereka bisa membuatku sangat bersemangat sekaligus merasa lelah diwaktu yang sama. But.. maybe you were right, Hyun. Profesiku menuntutku untuk keluar dari zona nyamanku. Uri Sajang-nim tidak akan berhenti mencerewetiku sampai aku menuruti perintahnya untuk melakukan perawatan di salon kecantikan and you know that i hate it. Aigoo...." Keduanya tersenyum semakin lebar sambil menatap satu sama lain sebelum akhirnya mereka berdua menghentikan langkah. Keduanya kembali berdiri menatap sunset yang nyaris tenggelam. Langit pun mulai gelap.

"Aku senang melihatmu disini, Joohyun ah." Lagi, kalimat itu mengalun dari mulut Yonghwa. Keduanya masih melihat keujung lautan dihadapan mereka.

"Gomawo, Oppa. Aku tahu, seharusnya aku pulang lebih cepat. Terlalu banyak waktu yang terbuang sia-sia karena kebodohanku." Mata malaikat itu masih lekat menatap sunset.

"Hhh... Kau tahu, Hyun? Hari dimana aku menemukan suratmu dikamarku.. Saat itu aku menggila mencarimu. Seperti pesakitan aku mendatangi setiap tempat yang memungkinkan untukku bisa menemukanmu. Meski semua orang mengatakan padaku bahwa kau tidak lagi berada di negara ini, aku seperti orang dungu yang tidak mau mempercayainya. Aku menolak untuk menyerah.

Saat itu, aku bingung memisahkan mana di dalam duniaku yang benar-benar nyata terjadi dan mana yang menjadi ilusiku saja. Setiap pagi aku terbangun dan mendapati tubuhku tertidur di kamarmu. Kemudian aku bangkit dan mulai mencarimu diseluruh ruangan rumahku. Aku menangis menggila karena aku tidak menemukanmu. Dan esoknya aku terus melakukan hal yang sama."

Mendengarnya, tiba-tiba kedua kaki Seohyun terasa begitu lemas hingga tubuh kecilnya ambruk diatas hamparan pasir pantai tempatnya berdiri. Yonghwa terhenyak, dan dengan sigap meraih tubuhnya.

"Hyun.. Gwaenchanna?" Keduanya kini bersimpuh diatas pasir pantai. Sedikit panik, Yonghwa memeriksa keadaan Seohyun. Gadis itu semakin tertunduk dengan isakan tanpa suara. Kedua bahunya berguncang hebat menahan ledakan tangis dengan sekuat tenaganya.

"Hyun...." Lirih. Yonghwa menyadari, bahwa semua itu pun tidak mudah untuk Seohyun. Membayangkan bagaimana cinta abadinya berjuang melawan penyakit dalam tubuhnya seorang diri, ditambah dengan sakit dalam hatinya karena harus meninggalkannya, Yonghwa tahu, gadis itu pun menderita. Lelaki itu pun kembali menarik tubuh Seohyun dan menguncinya dalam dekapnya.

"Mianhae, Oppa. Jinjja mianhae! Mianhae..!!" Akhirnya, tangis itu pun pecah. Gadis itu tersedu dalam pelukan Yonghwa membuat lelaki itu pun gagal menahan tangisnya.

"Ssst... Uljima! Geumanhae, Baby! Mianhae, aku tidak bermaksud menghakimimu dengan kata-kataku tadi." Suaranya tercekat. Yonghwa menguatkan dirinya.

"Hyun... Dengar... " Yonghwa melepas peluknya. Lembut, dia mengusap air mata di wajah Seohyun.

"Kita sudah melewati banyak hal. I mean, those were enough. Kehilangan dan perpisahan harusnya membuat kita sadar, betapa kita harus membayar mahal untuk bisa kembali bersama seperti ini. Yang ingin kukatakan padamu....

Sayang, aku tahu kita terlalu muda saat itu. Dan yang terjadi adalah takdir Tuhan yang bagaimana pun tak akan pernah mampu kita hindari. Aku harap, mulai saat ini.. Mulai sekarang, jangan pernah pergi lagi dengan rahasia yang kau sembunyikan dariku. Huh?! Jangan memilih untuk menanggung rasa sakit sendiri, tanpa membiarkanku tahu. Jangan memustuskan sendiri sesuatu yang kau bahkan tidak bertanya pendapatku. Semua itu sudah cukup, Hyun! Terlalu kejam rasanya, bila kau melukaiku seperti itu hanya untuk membuktikan bahwa aku benar-benar mencintaimu dan aku tak sanggup kehilanganmu.

Arratji?"

Kedua mata mereka saling menatap. Berharap segala perih itu akan tersudahi dengan semua itu. Berharap tak akan ada lagi hari-hari dimana mereka akan menjalani hidup tanpa satu sama lain.

Seohyun mengangguk pelan. Perlahan, gadis itu meraih tangan Yonghwa dan menguncinya diantara genggamannya. Lekat, dia menatap jemari tangan Yonghwa lalu dengan lembut Seohyun mengecup punggung tangannya. Gadis itu kembali menatap Yonghwa.

"Araso, Oppa. Aku tidak akan pernah melakukannya lagi. Aku juga tidak ingin lagi merasakan hari-hari mengerikan itu lagi. Ani ah! Aku benar-benar tidak ingin mengalaminya lagi." Tatapannya semakin dalam menyelusup ruang hati Yonghwa. Dengan jemari kecilnya, lembut... Seohyun mengusap dan merapihkan rambut laki-laki dihadapannya.

"Lebih baik aku mati daripada aku harus merindukanmu seperti itu lagi.. "

Tiba-tiba Seohyun merasa mulutnya terkunci oleh sesuatu yang terasa begitu lembut dan hangat. Dia tak mampu meneruskan kata-katanya dan hanya mampu memejamkan kedua matanya, membiarkan kehangatan itu mengunci bibirnya lebih lama. She didn't want to stop. No! If she have to beg, she'd beg him for never stop it forever!!

"Jangan pernah mati tanpa seijinku, Seo Joohyun!" Yonghwa menatapnya tajam, hingga tatapan itu terasa menusuk kedalam jantung Seohyun. He loves her so much! He missed her! And he wanted her as he felt his heart was burning with the flame of desires. Andwe! Dia tidak boleh kehilangannya lagi. Dia tidak bisa!

Yonghwa kembali menarik tubuh Seohyun kedalam rangkulannya. Tapi kali ini, gerakannya terasa lebih tergesa. Dan bibirnya kembali menguasai bibir Seohyun seolah dia tidak ingin mempedulikan apapun lagi. He just wanted her to pay for all the tears she made. He wanted her to pay for all the times she wasted. And for those scary nights he got when he didn't know where the hell she hid.

He bites her lips with the remnant of his anger. But then he kissed her tenderly with all the loves he had and the promise that he'd never let any tears come back to their life.

"Saranghae, Seo Joohyun..." She could see how painful that lust in his eyes.

"Na do, Saranghae, Jung Yonghwa..." But she gave him the same gaze. The way she wanted him like he did.

*****

Author Note :

Fuiih..... Rasanyooohhhh... Berabad-abad gini nyelesein satu judul ajah. Maaaf... Bgt karena kalian harus nunggu lama ampe kalian pasti lupa lagi sama cerita di chapter sebelom nya, hihihi.....

But well... You can count this chapter as a happy ending. Kepikiran buat bikin epiloge, tapi ga bisa janjiin juga mengingat kesibukan yang ga terprediksi. I hope this chapter is enough to pay all your times of waiting dengan segala roller coaster alur cerita ff ini. Sebagai author amatiran, saya sadari banyak banget kekurangan, kesalahan, atau ketidak seimbangan plot dalam tulisan saya. Makasih, udah mau baca meski cuma roman picisan ala shipper doang. Hehehe....

So... Enjoy it, yah...

Eh... Kl ada yg hobby nulis juga, bisa looh... Isi blog saya yg garing ini dengan ff kalian juga. Kalian bisa email ke petualanganjingga@gmail.com ntar sama saya di post di sini plusssss nama author nya juga. (DARI PADA NIH WARUNG SEPI.. Kekekek...)

Skali lagi,
Neomu kamsahapnida, Goguma-deul.... #DeepBow









13 komentar:

  1. Udahan? Auhhh,,,
    Ngga punya ff indo yg bisa di tungguin lagi dech 😞
    Btw, sumpaahhh, tetehhhh aku hanyut. Hanyut di bagian akhirnya. Kissing scene nya indah bingoowww,,,, bikin baperrrr 😘😘😘😘

    BalasHapus
  2. Huwaaaaaa!!!!
    I never read any ff (in bahasa) that made me feel like this. Serius, Unni, ini ff terkeren yg pernah saya baca. Saya sebetulnya bukan fans nya yongseo, tapi sempet ngikutin juga karena saya adam couple shipper. Tapi baca ff ini, saya beneran nambah suka sama Yongseo. Keren banget. Setiap karakter tokoh di sini punya peran yg penting. Dan yg paling saya suka adalah Unni men-set Jung Yonghwa menjadi lelaki yang beda dari pribadi asli dia. Apalagi Seohyun. Wuiih beda bangettt. Keren pokonya, Unni. I hope you don't stop writting. I'll be waiting for the next yongseo's story of yours. Fighting!!!!

    BalasHapus
  3. Btw, Unni fans deerburning juga? Boleehhh dong, ff nya! 😁😁😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... cuma biar gampang cast nya, Say...
      CNBLUE dan SNSD. jadi ga begitu banyak alur yg ga harus di ceritain..

      Hapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Aku harap kamu ngak berhenti nulis ff tentang yongseo

    BalasHapus
  6. Finally eonni,,,,, puluhan tahun aku menunggu untuk akhir yang indah ini... Ditambah pemandangan menarik selama GDA kemarin... Love love love deh...
    Masih ada satu judul yang blm yerselesaikan,,,, berharap moment mereka kemarin bisa jadi inspirasi ya eonni...
    Kepikiran buat kirim ff juga,,, InsyaAllah

    BalasHapus
    Balasan
    1. aseeeeekkk....
      di tunggu looohhh....
      kalo udah email, inbox di fb saya yah... Jingga Oranye.

      Hapus
  7. Sista, semoga dpt bnyk inspirasi di ff selanjut nya stlh yongseo di golden disk 🙏👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wadduuhh... rencana mau pensiun.. kok malah banyak yg minta ff ttg GDA yah? Hahahah... Goguma emang pada serakah yah. udah di kasih moment ngemsi bareng, masih minta nambah...

      Hapus
    2. Berharap yongseo bisa drama bareng dgn cerita se sweet ff sis 🙏 liat mereka mc kmrn kyk memberikan para goguma harapan lagi 😁 supaya bisa drama bareng

      Hapus