The World Within
Author : Jingga8
Genre : Romance
Rating : M ( 18+ )
Cast : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNBLUE, SNSD
Poster By : Ismi Nuraulia
Second
Honeymoon
Chapter 13
Seohyun terbangun setelah sinar mentari mulai
menyinari wajahnya dari jendela hotel yang tirainya sudah tersibak. Dia
menemukan dirinya terjaga sendiri. Seingatnya, seorang vocalist tampan tengah
terbaring disisinya beberapa jam lalu. Dimana dia kini?
Mata sayu setengah
mengantuknya dia paksakan untuk mencari sosok itu disekeliling kamar hotel
tempat dia menginap selama liburan ini. Lalu dia menemukan pintu menuju ke
balcon kamar itu terbuka. Setelah meregangkan otot tangan dan pinggangnya,
Seohyun mengikat rambutnya lalu berlajan menuju balcon.
Segera setelah dia
melewati pintu, dia langsung disuguhi dengan pemandangan indah yang luar biasa
memanjakan matanya. Dari atas balcon, hijaunya pegunungan Alpen benar-benar
seperti sihir yang membuat lidahnya terasa kelu. Tapi bukan itu! Satu hal yang
membuatnya begitu terpesona adalah ketika dia melihat punggung seseorang tengah
berdiri menghadap pegunungan dihadapannya. Ribuan hari dia lewati bersama
lelaki itu, namun baru kali ini dia tersadar bahwa... bahkan punggungnya pun
terlihat begitu indah. Terlebih saat view itu menyatu dengan hamparan
pegunungan Alpen, Seohyun benar-benar terpaku dibuatnya.
Sepertinya Yonghwa
juga sedang berada dalam perngaruh sihir Sang alam hingga dia tidak menyadari
bahwa Seohyun sedang menikmati ‘lukisan’ punggung suaminya. Sampai dia
merasakan sepasang tangan melingkar dipinggangnya dan punggungnya mulai terasa
hangat. Yonghwa tersenyum. Matanya menatap jemari Seohyun diperutnya. Dengan
lembut, Yonghwa menggenggamnya.
“Sudah bangun..
ternyata...” Lembut, dia menyapa malaikatnya.
“Hmm...” Seohyun
menjawab singkat. Dia masih menikmati punggung itu seolah tidak akan pernah
rela melepaskannya.
“Aigoo.. my baby...
pasti kamu masih mengantuk.” Yonghwa tertawa kecil mendengar jawaban singkat
istrinya.
“Ani. Geunyang.....
bogoshiposeo, Yong...!”
Hening. Kata-kata
yang baru saja merdu terucap dari bibir Seohyun, berhasil membuat debar jantung
Yonghwa berdegup kencang. Setiap kali dia mendengar kata-kata manis penuh cinta
terucap dari bibir Seohyun, setiap kali pula perasaan seperti itu hadir. Seolah
itu adalah pertama kalinya Yonghwa mendengar Seohyun mengatakannya. Happy,
fluttering, exciting, touching, love, seperti semua rasa itu bercampur aduk
dalam satu waktu.
Yonghwa menghela
nafas panjang, sebelum akhirnya dia membuat tangan Seohyun terlepas dari
tubuhnya. Yonghwa berbalik dan menghadap tepat kearah perempuan yang meski
tanpa make up seperti itupun dia terlihat luar biasa cantik. Dengan lembut,
Yonghwa mengusap kepala Seohyun. Dalam setiap usapan, ada banyak doa dan kata
yang Yonghwa tak mampu mengucapnya dengan bibirnya. Beberapa waktu, Yonghwa
hanya menikmati indahnya wajah itu dihadapannya.
“Bogoshiposeo, Hyun...!
Aku merindukanmu lebih dari kamu merindukanku. Bahkan setiap detik, meski aku
sedang menatapmu seperti ini, aku masih saja merindukanmu. Dan mungkin seumur
hidupku aku akan melewati hari-hari seperti ini. Selalu merindukanmu.” Teduh,
Yonghwa menyelami bening mata perempuan yang sudah dinikahinya selama setengah
tahun ini.
“Na do, Oppa! Meski
kini aku menikahimu, tetap saja.... rasa takut kehilanganmu bahkan kian
membesar setiap waktunya. Aku takut, saat suatu hari aku terjaga dan menemukan
dalam matamu tidak ada lagi cinta untukku. Aku takut, waktu akan merubahmu dan
membuatmu tersadar tentang betapa tidak sempurnanya aku. Aku takut, waktu akan
mencurimu dariku.” Entah kenapa, tiba-tiba perasaan sendu seperti itu tiba-tiba
hadir setelah melihat punggung Yonghwa tadi. Yonghwa mengerutkan keningnya
disela senyumnya.
“Omo... wae
kamjagie, Angel? Kenapa tiba-tiba kamu
terdengar melancholic sepagi ini? Apa maksudmu dengan waktu akan mencuriku
darimu? Huh?” Yonghwa menatap istrinya masih dengan senyum diwajahnya.
“Hyun, listen...
waktu tidak akan pernah mencuriku darimu. Kau tahu kenapa? Karena aku sudah
terlebih dulu mencurimu darinya. Dan aku pastikan padanya, bahwa dia tidak akan
pernah bisa menjauhkan kita sampai kapanpun.” Sejenak Yonghwa tertawa kecil
lagi disela ucapannya.
“Dan tentang
ketidaksempurnaanmu... Hhhh... Seo Joohyun....
Setelah apa yang
terjadi pada cinta kita, kau fikir aku akan menyerah hanya karena
ketidaksempurnaan yang kau miliki? Baby, bila kaupun menyadari bahwa dirimu
tidak sempurna, lalu bagaimana denganku? Kau pasti bisa melihat dengan sangat
jelas bahwa aku lebih tidak sempurna darimu, bukan?” Yonghwa mengusap pipi
Seohyun.
“Joohyun ah, aku
akui... bahwa aku jatuh hati padamu untuk pertama kali memang karena
kecantikanmu pada awalnya. Tapi yang membuatku pada akhirnya memutuskan untuk
bersamamu adalah karena aku tahu tentang betapa tidak sempurnanya dirimu.
Dengan sinar yang kau pancarkan diatas panggung, kusadari, ternyata banyak
sekali ruang kosong dalam hidupmu. Banyak sekali hal yang kau lewatkan saat kau
sibuk mengejar mimpimu. Semua itu membuatku ingin mengisinya. Banyak hal yang
ingin aku tunjukkan padamu bahwa dunia ini lebih indah dari sekedar nama SNSD
dan SM yang selama ini mengelilingimu. Melihat betapa kaku dan kesepiannya kamu
saat itu, aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak peduli padamu atau
menganggapmu hanya sekedar co star biasa.
Aku ingin
melindungimu dan melengkapi puzzle-puzzle yang hilang dalam hidupmu sebelum
kita bertemu, Joohyun ah! Dan sejalan dengan itu, tanpa kusadari akupun sedang
membuat diriku menjadi lelaki yang lebih bahagia. Untuk pertama kalinya, aku
merasa bahwa aku harus hidup dengan baik dan tumbuh menjadi lelaki yang sukses
untuk bisa membahagiakan seseorang yang ingin aku lindungi.
Dan itu adalah
kamu.... Seo Joohyun...”
Mata Seohyun mulai
berkaca-kaca dan Yonghwa tahu bahwa sebentar lagi perempuan cengeng ini akan
kembali menangis seperti setiap kali dia usai menonton romantic drama.
“Aigooo... jebbal,
Baby.. this is our honemoon, you know? What with those tears and sadness?
Dengarkan aku, aku akan membuat peraturan selama kita disini. First... no
sentimental conversation like before. Aku tidak suka mendengar kata-kata sedih
seperti itu. Kedua, no tears. Bahkan saat kau mengantuk atau tertawapun, tahan
air matamu dan jangan sampai aku melihatnya...”
“Mwo?!!!!” Seohyun
menyela ucapan suaminya yang terdengar tidak masuk akal. Namun segera terhenti
karena sebuah kecupan dibibirnya menghentikannya.
“Ketiga... jangan
menyela saat suamimu membuat aturan... atau kau akan dihukum.” Yonghwa
tersenyum nakal setelah mengecup bibir istrinya dan Seohyun kehilangan
kata-katanya.
“Terakhir... kau
harus bangun pagi, Ny. Jung!! Really.... ini adalah honemoon kedua kita dan kau
selalu bangun siang seperti saat kita di Hawaii dulu. Aku ingin mengajakmu
mengunjungi banyak tempat, tapi karena kau tidur seperti bayi kecil... aku pun
jadi ikut-ikutan tertidur bersamamu. Dan honeymoon kita hanya terlewati diatas
tempat tidur sampai waktunya kita kembali ke Seoul.”
Seohyun memutar
bola matanya diringi senyum mengejek saat mendengar kalimat terakhir Yonghwa.
Mulutnya perlahan menggerutu.
“Psss... seolah kau
tidak menyukainya, Oppa! Siapa yang menyandera tubuhku di tempat tidur?”
Suaranya terdengar samar, tapi Yonghwa mendengarnya.
“Mwo?!!! Apa kau
bilang?”
“Mwo?!! Apa yang
kukatakan salah? Oppa mengatakan itu, seolah akulah yang membuatmu menghabiskan
waktu ditempat tidur. Pshh... Seolah Oppa lupa, bahkan saat aku perlu untuk
mandi atau makan sekalipun kau selalu mengikutiku dan membuatku harus
melakukannya dengan terburu-buru. And after that, Oppa kembali menyeretku
ketempat tidur, kau ingat.. Tuan Jung?” Akhirnya mood ‘berdebat’ Seohyun
kembali.
“Mwo?!! Aigoo...
Ny. Jung... kau berkata seperti itu seolah kau tidak menikmatinya. Ah..
Chamm!!” Yonghwa melipat kedua tangannya didadanya, siap melayani ratu debat
dihadapannya.
“Geurae!! Maja!!
Aku menikmatinya. Saaangaaat menikmatinya bahkan. Kau tahu, tadinya aku berniat
untuk memberimu banyak ‘kupon’ hari ini, Tuan Jung. Tapi sepertinya... kau
mulai merasa bosan dengan ‘Bed Service’-ku. So... aku tarik lagi semua
kupon-kupon itu. Heol... Rule number 5... NO BED GAME SESSION selama kita
disini, TUAN JUNG YONGHWA....!!”
Seohyun tersenyum
licik sambil memutar badannya lalu kembali kekamar mereka sesaat setelah
mengibaskan rambutnya penuh semangat kemenangan. Yonghwa beberpa detik hanya
terpaku dengan mulut menganga mendengar apa yang baru saja Seohyun katakan. Ini
tidak benar! Mildang dengan Seohyun hanya akan berakhir dengan kesengsaraan
untuk Yonghwa. Yonghwa segera menyadari itu dan segera berlari mengejar Seohyun
ke kamar mereka.
Diam-diam Seohyun
terkekeh sendiri melihat betapa shock-nya Yonghwa. Dia yakin, suaminya akan
sangat menyesali kata-katanya.
“Napeun namja!
Hhh... kau mencuri cinta pertamaku, ciuman pertamaku, malam pertamaku, dan
banyak hal pertamaku yang berhasil kaudapatkan, Jung Yonghwa!! Mildang? Hah..
jinjja...! Geurae.. kau lupa bahwa aku sudah belajar banyak tentang itu.”
Seohyun menggerutu selama dia berjalan menuju kamarnya dan Yonghwa mungkin
tidak mendengarnya.
~To Be
Continue~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar