Jumat, 29 Mei 2015

The World Within Chapter 13






The World Within

Author               : Jingga8
Genre                 : Romance
Rating                : M ( 18+ )
Cast                    : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNBLUE, SNSD
Poster By           : Ismi Nuraulia







Second Honeymoon

Chapter 13

Seohyun  terbangun setelah sinar mentari mulai menyinari wajahnya dari jendela hotel yang tirainya sudah tersibak. Dia menemukan dirinya terjaga sendiri. Seingatnya, seorang vocalist tampan tengah terbaring disisinya beberapa jam lalu. Dimana dia kini?

Mata sayu setengah mengantuknya dia paksakan untuk mencari sosok itu disekeliling kamar hotel tempat dia menginap selama liburan ini. Lalu dia menemukan pintu menuju ke balcon kamar itu terbuka. Setelah meregangkan otot tangan dan pinggangnya, Seohyun mengikat rambutnya lalu berlajan menuju balcon.

Segera setelah dia melewati pintu, dia langsung disuguhi dengan pemandangan indah yang luar biasa memanjakan matanya. Dari atas balcon, hijaunya pegunungan Alpen benar-benar seperti sihir yang membuat lidahnya terasa kelu. Tapi bukan itu! Satu hal yang membuatnya begitu terpesona adalah ketika dia melihat punggung seseorang tengah berdiri menghadap pegunungan dihadapannya. Ribuan hari dia lewati bersama lelaki itu, namun baru kali ini dia tersadar bahwa... bahkan punggungnya pun terlihat begitu indah. Terlebih saat view itu menyatu dengan hamparan pegunungan Alpen, Seohyun benar-benar terpaku dibuatnya.

Sepertinya Yonghwa juga sedang berada dalam perngaruh sihir Sang alam hingga dia tidak menyadari bahwa Seohyun sedang menikmati ‘lukisan’ punggung suaminya. Sampai dia merasakan sepasang tangan melingkar dipinggangnya dan punggungnya mulai terasa hangat. Yonghwa tersenyum. Matanya menatap jemari Seohyun diperutnya. Dengan lembut, Yonghwa menggenggamnya.

“Sudah bangun.. ternyata...” Lembut, dia menyapa malaikatnya.

“Hmm...” Seohyun menjawab singkat. Dia masih menikmati punggung itu seolah tidak akan pernah rela melepaskannya.

“Aigoo.. my baby... pasti kamu masih mengantuk.” Yonghwa tertawa kecil mendengar jawaban singkat istrinya.

“Ani. Geunyang..... bogoshiposeo, Yong...!”

Hening. Kata-kata yang baru saja merdu terucap dari bibir Seohyun, berhasil membuat debar jantung Yonghwa berdegup kencang. Setiap kali dia mendengar kata-kata manis penuh cinta terucap dari bibir Seohyun, setiap kali pula perasaan seperti itu hadir. Seolah itu adalah pertama kalinya Yonghwa mendengar Seohyun mengatakannya. Happy, fluttering, exciting, touching, love, seperti semua rasa itu bercampur aduk dalam satu waktu.

Yonghwa menghela nafas panjang, sebelum akhirnya dia membuat tangan Seohyun terlepas dari tubuhnya. Yonghwa berbalik dan menghadap tepat kearah perempuan yang meski tanpa make up seperti itupun dia terlihat luar biasa cantik. Dengan lembut, Yonghwa mengusap kepala Seohyun. Dalam setiap usapan, ada banyak doa dan kata yang Yonghwa tak mampu mengucapnya dengan bibirnya. Beberapa waktu, Yonghwa hanya menikmati indahnya wajah itu dihadapannya.

“Bogoshiposeo, Hyun...! Aku merindukanmu lebih dari kamu merindukanku. Bahkan setiap detik, meski aku sedang menatapmu seperti ini, aku masih saja merindukanmu. Dan mungkin seumur hidupku aku akan melewati hari-hari seperti ini. Selalu merindukanmu.” Teduh, Yonghwa menyelami bening mata perempuan yang sudah dinikahinya selama setengah tahun ini.

“Na do, Oppa! Meski kini aku menikahimu, tetap saja.... rasa takut kehilanganmu bahkan kian membesar setiap waktunya. Aku takut, saat suatu hari aku terjaga dan menemukan dalam matamu tidak ada lagi cinta untukku. Aku takut, waktu akan merubahmu dan membuatmu tersadar tentang betapa tidak sempurnanya aku. Aku takut, waktu akan mencurimu dariku.” Entah kenapa, tiba-tiba perasaan sendu seperti itu tiba-tiba hadir setelah melihat punggung Yonghwa tadi. Yonghwa mengerutkan keningnya disela senyumnya.

“Omo... wae kamjagie, Angel? Kenapa tiba-tiba  kamu terdengar melancholic sepagi ini? Apa maksudmu dengan waktu akan mencuriku darimu? Huh?” Yonghwa menatap istrinya masih dengan senyum diwajahnya.

“Hyun, listen... waktu tidak akan pernah mencuriku darimu. Kau tahu kenapa? Karena aku sudah terlebih dulu mencurimu darinya. Dan aku pastikan padanya, bahwa dia tidak akan pernah bisa menjauhkan kita sampai kapanpun.” Sejenak Yonghwa tertawa kecil lagi disela ucapannya.

“Dan tentang ketidaksempurnaanmu... Hhhh... Seo Joohyun....

Setelah apa yang terjadi pada cinta kita, kau fikir aku akan menyerah hanya karena ketidaksempurnaan yang kau miliki? Baby, bila kaupun menyadari bahwa dirimu tidak sempurna, lalu bagaimana denganku? Kau pasti bisa melihat dengan sangat jelas bahwa aku lebih tidak sempurna darimu, bukan?” Yonghwa mengusap pipi Seohyun.

“Joohyun ah, aku akui... bahwa aku jatuh hati padamu untuk pertama kali memang karena kecantikanmu pada awalnya. Tapi yang membuatku pada akhirnya memutuskan untuk bersamamu adalah karena aku tahu tentang betapa tidak sempurnanya dirimu. Dengan sinar yang kau pancarkan diatas panggung, kusadari, ternyata banyak sekali ruang kosong dalam hidupmu. Banyak sekali hal yang kau lewatkan saat kau sibuk mengejar mimpimu. Semua itu membuatku ingin mengisinya. Banyak hal yang ingin aku tunjukkan padamu bahwa dunia ini lebih indah dari sekedar nama SNSD dan SM yang selama ini mengelilingimu. Melihat betapa kaku dan kesepiannya kamu saat itu, aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak peduli padamu atau menganggapmu hanya sekedar co star biasa.

Aku ingin melindungimu dan melengkapi puzzle-puzzle yang hilang dalam hidupmu sebelum kita bertemu, Joohyun ah! Dan sejalan dengan itu, tanpa kusadari akupun sedang membuat diriku menjadi lelaki yang lebih bahagia. Untuk pertama kalinya, aku merasa bahwa aku harus hidup dengan baik dan tumbuh menjadi lelaki yang sukses untuk bisa membahagiakan seseorang yang ingin aku lindungi.

Dan itu adalah kamu.... Seo Joohyun...”

Mata Seohyun mulai berkaca-kaca dan Yonghwa tahu bahwa sebentar lagi perempuan cengeng ini akan kembali menangis seperti setiap kali dia usai menonton romantic drama.

“Aigooo... jebbal, Baby.. this is our honemoon, you know? What with those tears and sadness? Dengarkan aku, aku akan membuat peraturan selama kita disini. First... no sentimental conversation like before. Aku tidak suka mendengar kata-kata sedih seperti itu. Kedua, no tears. Bahkan saat kau mengantuk atau tertawapun, tahan air matamu dan jangan sampai aku melihatnya...”

“Mwo?!!!!” Seohyun menyela ucapan suaminya yang terdengar tidak masuk akal. Namun segera terhenti karena sebuah kecupan dibibirnya menghentikannya.

“Ketiga... jangan menyela saat suamimu membuat aturan... atau kau akan dihukum.” Yonghwa tersenyum nakal setelah mengecup bibir istrinya dan Seohyun kehilangan kata-katanya.

“Terakhir... kau harus bangun pagi, Ny. Jung!! Really.... ini adalah honemoon kedua kita dan kau selalu bangun siang seperti saat kita di Hawaii dulu. Aku ingin mengajakmu mengunjungi banyak tempat, tapi karena kau tidur seperti bayi kecil... aku pun jadi ikut-ikutan tertidur bersamamu. Dan honeymoon kita hanya terlewati diatas tempat tidur sampai waktunya kita kembali ke Seoul.”

Seohyun memutar bola matanya diringi senyum mengejek saat mendengar kalimat terakhir Yonghwa. Mulutnya perlahan menggerutu.

“Psss... seolah kau tidak menyukainya, Oppa! Siapa yang menyandera tubuhku di tempat tidur?” Suaranya terdengar samar, tapi Yonghwa mendengarnya.

“Mwo?!!! Apa kau bilang?”

“Mwo?!! Apa yang kukatakan salah? Oppa mengatakan itu, seolah akulah yang membuatmu menghabiskan waktu ditempat tidur. Pshh... Seolah Oppa lupa, bahkan saat aku perlu untuk mandi atau makan sekalipun kau selalu mengikutiku dan membuatku harus melakukannya dengan terburu-buru. And after that, Oppa kembali menyeretku ketempat tidur, kau ingat.. Tuan Jung?” Akhirnya mood ‘berdebat’ Seohyun kembali.

“Mwo?!! Aigoo... Ny. Jung... kau berkata seperti itu seolah kau tidak menikmatinya. Ah.. Chamm!!” Yonghwa melipat kedua tangannya didadanya, siap melayani ratu debat dihadapannya.

“Geurae!! Maja!! Aku menikmatinya. Saaangaaat menikmatinya bahkan. Kau tahu, tadinya aku berniat untuk memberimu banyak ‘kupon’ hari ini, Tuan Jung. Tapi sepertinya... kau mulai merasa bosan dengan ‘Bed Service’-ku. So... aku tarik lagi semua kupon-kupon itu. Heol... Rule number 5... NO BED GAME SESSION selama kita disini, TUAN JUNG YONGHWA....!!”

Seohyun tersenyum licik sambil memutar badannya lalu kembali kekamar mereka sesaat setelah mengibaskan rambutnya penuh semangat kemenangan. Yonghwa beberpa detik hanya terpaku dengan mulut menganga mendengar apa yang baru saja Seohyun katakan. Ini tidak benar! Mildang dengan Seohyun hanya akan berakhir dengan kesengsaraan untuk Yonghwa. Yonghwa segera menyadari itu dan segera berlari mengejar Seohyun ke kamar mereka.

Diam-diam Seohyun terkekeh sendiri melihat betapa shock-nya Yonghwa. Dia yakin, suaminya akan sangat menyesali kata-katanya.

“Napeun namja! Hhh... kau mencuri cinta pertamaku, ciuman pertamaku, malam pertamaku, dan banyak hal pertamaku yang berhasil kaudapatkan, Jung Yonghwa!! Mildang? Hah.. jinjja...! Geurae.. kau lupa bahwa aku sudah belajar banyak tentang itu.” Seohyun menggerutu selama dia berjalan menuju kamarnya dan Yonghwa mungkin tidak mendengarnya.

~To Be Continue~



Tidak ada komentar:

Posting Komentar