Kamis, 25 Agustus 2016

In Time With You Chapter 29



In Time With You
Cast                                     : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, Jung Jinwoon, Kim Hyoyeon, Suho, 
                                              Kim Hyunna, Lee Jonghyun, Kang Minhyuk, Lee Jungshin, Monday Couple
                                              Cho Kyuhyun
Genre                                   : Romance
Rating                                   : +15
Author                                  : Jingga8




Chapter 29

I Find You

Keempat lelaki itu kini sudah berada diatas stage untuk melakukan rehearsal mereka. Mereka tampak menakjubkan saat memegang alat musik masing-masing. Meski hanya dengan jeans dan T-shirt sederhana, juga peluh yang membasahi kepala mereka hingga membuat rambut dan wajah keempat pria itu tampak lusuh, tapi tetap saja.. CNBLUE tidak pernah kehilangan pesona nya.

Malam ini, konser pertama mereka di Amerika akan digelar. Sebuah cita-cita besar yang tanpa mereka sangka bisa terwujud diusia mereka yang bukan remaja lagi. Suara riuh gemuruh fans mereka sudah mulai terdengar diluar Medison square sejak beberapa jam yang lalu. Luar biasa, memang. Musik memang sebuah bahasa yang universal.

Yonghwa mengambil waktu istirahatnya, lalu duduk di tepi stage dengan kaki menjulur kebawah. Beberapa teguk air mineral dia habiskan. Musim panas di New York tidak lebih baik dari Seoul, ternyata. Sambil mengusap peluh dikepalanya, Yonghwa memeriksa ponselnya. Dua pesan masuk.

From : Lady Kim

'Nae adeuri.. himnae! Eomma mendoakanmu dari jauh. Mianhae, kami tidak bisa melihat konsermu kali ini karena Eomma harus menemani Appa-mu ke Hongkong. Jaga kesehatanmu, Maknae ah! Sukses ya.. ^^ Saranghae.....'

Senyumnya merekah usai membaca pesan dari Eomma-nya. He missed her so much, karena kini seiring kesibukannya sebagai musisi juga meningkat, kesibukan Appa dan Eomma nya juga kian bertambah. Sangat sulit untuk menemukan waktu yang tepat hanya untuk berkumpul dan makan malam bersama disatu meja. Kemudian jemarinya menekan opsi pesan lainnya. Dan dia membacanya.

From : Cho Kyuhyun

'She'll be there, Yonghwa ah. Hari ini, mungkin akan menjadi kesempatan terbaikmu. Fighting!!'

Lekat, lelaki itu menatap layar ponselnya. Senyum diwajahnya tadi perlahan sirna. Dia membaca isi pesan itu berulang-ulang hingga dirinya yakin bahwa dia tidak salah mengerti maksud kalimat itu.

'Seo Joohyun? Is she really come?' Batinnya.

Dia mulai menelusuri seisi gedung konser  yang masih lengang itu dengan kedua matanya. Joohyun-nya, satu diantara 5 ribu orang yang akan memenuhi gedung itu. Fikirannya mencoba menerka-nerka, dimanakah gadis itu akan berdiri selama konsernya? VIP box? Rasanya tidak mungkin. Jaraknya terlalu dekat dengan tempatnya berdiri dan Yonghwa bisa menemukan wajah cantiknya dengan mudah disana. Matanya lalu beralih pada area yang dibatasi high light berwarna hijau yang berada beberapa meter di hadapan stage. 'Disanakah?' Lagi-lagi batinnya bergumam. Rasanya juga mustahil. Saat dia berjalan ke ujung stage, maka dia pun bisa menemukan wajahnya disana.

Lelaki itu mendesah, lalu mengusap keringat diwajahnya setengah frustasi. Fikirannya belum berhenti menerka-nerka tentang dimana Seohyun akan berdiri. Ada perasaan aneh menekan dadanya. Seharusnya dia bahagia, mengetahui bahwa akhirnya gadis itu berhenti membentangkan jarak diantara mereka berdua. Setidaknya, kali ini Seohyun mulai membuka kembali pintu yang ditutupnya lebih dari dua tahun lalu itu. Ya, harusnya dia senang.

Tapi entah kenapa kegelisahan itu justru semakin mengganggu. Dia takut. Entah apa yang harus dia lakukan bila nanti dia menemukan bening mata itu dan menemukan Seohyun membalas tatapannya. Dia tak tahu harus melakukan apa.

'Nan.. jigeum ottokhaji? Bila aku menemukanmu, apa yang harus kulakukan? Aku tidak punya cukup percaya diri bahwa kali ini aku bisa mengendalikan diriku saat aku melihat wajahmu, Joohyun ah. Aku tidak yakin bila aku mampu menahan emosiku untuk tidak berlari kearahmu dan menyeret tanganmu untuk pergi bersamaku. Bagaimanapun... aku membutuhkan penjelasan atas semua luka yang kau sebabkan. Juga tentang cinta yang kau hempas seolah semua itu tak pernah berarti untukmu. Semua itu.... pantas kan, bila kupertanyakan?' Rintihnya dalam hati.

"Yonghwa ah..." Lamunannya seketika mengabur. Jonghyun menghampiri Yonghwa yang tengah 'tersesat' duduk sendiri di ujung depan stage. Mendengar sahabatnya memanggil, Yonghwa pun menoleh. Dan sebuah tepukan mendarat di bahunya, sebelum akhirnya Jonghyun duduk tepat disamping Yonghwa.

"Apa yang sedang kau lakukan? Kau tidak makan?" Jonghyun menyodorkan sebungkus hotdog ketangannya sambil menatap Yonghwa penuh tanya.

"Gomapta. Hhh... geunyang... semua ini terasa tidak nyata. Akhirnya, mimpi bodohku terwujud dan aku akan berdiri diatas panggung ini, Jong! Hhh..." Yonghwa menundukan kepalanya, lalu perlahan membuka bungkus hotdog di tangannya. Sekali lagi lelaki ini bersembunyi dibalik wajahnya. Bersembunyi dari resah yang menguasai hatinya.

"Na do! Aku juga berfikir hal yang sama. Amerika... dulu mimpi ini terasa begitu jauh. But you deserve it, Budy! You worked so fvckin hard these whole times. Well.. just enjoy your show and lets make it, Yonghwa ah! Tonight is yours!" Jonghyun meninju lengan sahabatnya disampingnya. Kali ini, senyum Yonghwa kembali lagi.

"Gomawo! I wouldn't be here without you, guys! And tonight is ours!" Yonghwa membalas tinjuan itu dilengan Jonghyun. Mereka pun tersenyum dan menikmati hotdog mereka bersama.

"Yonghwa ah..." Jonghyun kembali memecah keheningan.

"Hhm..." Yonghwa menyaut singkat dengan mulut yang masih di penuhi hotdog.

"Ada yg ingin aku lakukan malam ini ditengah konser nanti. Boleh aku meminta waktu satu lagu saja?" Sejenak, Yonghwa terdiam mencerna apa yang Jonghyun katakan barusan.

"Hhm? Apa yang akan kau lakukan?" Dia menatap sahabatnya yang sedang tersipu hingga menampakan lesung pipitnya dengan alasan yang tidak dia mengerti.

"Ani ah. Aku... " Jonghyun menatap Yonghwa dengan senyumnya. "Aku hanya merasa, malam ini adalah saat yang paling tepat. Aku tidak ingin menundanya lebih lama lagi. Geurigo.... aku mohon padamu, ijinkan aku menggunakan stage ini untuk urusanku itu. Aku janji, aku tidak akan berbuat bodoh." Yonghwa semakin mengerutkan keningnya. Mendengar penjelasannnya, malah justru semakin membuat Yonghwa kebingungan.

"Yak!! Berhenti berputar-putar dan katakan langsung, sebenarnya apa yang akan kau lakukan, huh?" Yonghwa menatap Jonghyun lebih tajam. Tapi Jonghyun justru tertawa kecil sambil menundukan kepalanya.

"Mianhae, Chingu ah. Aku belum bisa memberi tahumu saat ini, geundae jebbal... percayalah... sebagai seorang laki-laki, aku harus melakukan ini. Jebbal, Yonghwa ah! Aku tidak tahu, kapan kesempatan seperti ini akan datang lagi." Yonghwa masih tidak mengerti. Tapi melihat betapa kedua mata coklat itu memohon dengan tulus padanya, semua itu membuatnya tidak memiliki pilihan lain selain mengatakan 'oke' meski dia tidak tahu kebodohan apa yang akan dilakukan sahabatnya.

"Aish.. geun saekie ah! Neol jinjja!!!" Dengan ekspresi mengumpat, Yonghwa menatap Jonghyun. "Araso! Lakukanlah!"

"Yess!!! Gomapta, Leader-Nim! Saranghae...." Dengan kedua telapak tangannya, Jonghyun mengunci wajah Yonghwa dan membuat lelaki itu terbelalak kaget.

"Yak!!! Neol mitjoseo?! Kka!! Kka rago!!" Yonghwa mendorong tubuh Jonghyun hingga sahabatnya terbaring di lantai panggung sambil terkekeh. Sementara itu, sambil berlalu menuju back stage, Yonghwa sibuk mengusap-usap wajahnya dengan T-Shirt yang dia kenakan, seolah tangan Jonghyun tadi sudah menyisakan kotoran di wajahnya.

*****

Show time...

Kali ini, BOICE tampak sudah memenuhi Madison Square hingga suara riuh dan gaduh mereka bisa terdengar hingga ke Back Stage tempat Yonghwa, Jonghyun, Minhyuk dan Jungshin sedang menyiapkan diri mereka. Seperti biasa, CNBLUE tidaklah seperti para BOYSBAND kpop kebanyakan yang harus tampil dengan kostum, make up dan hair do yang wow dan cenderung over. Pria-pria ini cukup hanya dengan mengenakan casual jeans dan T-shirt sederhana tanpa make up dan hair do khusus. Toh yang akan mereka jual bukanlah performa luar mereka semata, melainkan kualitas musik yang akan mereka mainkan nanti.

"Boys... kajja!! Sudah waktunya." Yonghwa berdiri dari duduknya lalu melakukan peregangan-peregangan kecil. Ketiga member lain pun mengikutinya.

"Gomawo, yeorobun! Terima kasih, untuk hari yang luar biasa ini." Yonghwa menepuk pundak Jungshin dan Minhyuk yang sedang berdiri disamping kiri dan kananya.

"Geumanhae! Kau membuat bulu kudukku berdiri.. haissh..." Maknae Jungshin menjawab nyinyir hingga membuat Yonghwa terkekeh.

"Kau benar! Aku sendiri bahkan ikut merinding dengan apa yang baru saja aku katakan." Dan keempatnya tertawa sambil berjalan santai menuju stage. Tapi langkah Yonghwa terhenti sejenak. Ponsel dalam sakunya bergetar. Hampir saja dia lupa untuk menyimpan ponselnya. Namun lelaki itu termenung saat melihat satu pesan masuk di layarnya.

From : Cho Kyuhyun

'Sayap kiri atas, barisan kedua F 238. Mungkin adikku akan berdiri disana. Good luck, Yonghwa ah! Sukses untuk konsermu!'

Jantungnya berdegup kencang. Igae mwo ah?! Beberapa waktu lalu dirinya masih baik-baik saja dan bisa berjalan santai menuju stage. Tapi kini, mendadak keringat dingin keluar dari kening dan telapak tangannya. Tiba-tiba saja dia merasa gugup.

"Wae, Hyung? Ada apa?" Minhyuk yang menyadari perubahan ekspresi Yonghwa segera bertanya. Yonghwa tidak langsung menjawabnya. Dia terlebih dulu harus menenangkan dirinya dan menetralisir kegugupan itu dengan mengatur ritme nafasnya.

"Opso. Gwaenchanna. Aku hanya tiba-tiba merasa gugup." Yonghwa menundukan kepalanya sambil menggerak-gerakan kedua kakinya. Kedua matanya terpejam sambil memasukan doktrin-doktrin kedalam fikirannya bahwa apa yang sudah dengan susah payah dia lakukan untuk konser ini tidak boleh hancur hanya karena kegagalannya dalam menahan diri. Cukup cintanya yang terserak dan gagal dia pertahankan. Yang dia miliki saat ini hanyalah musik hingga membuatnya sanggup bertahan melewati semua luka itu. Andwe! Kali ini dia tidak boleh mengacaukan segalanya.

"Kajja..." Dan akhirnya, Yonghwa menengadahkan kembali kepalanya lalu dengan langkah pasti dia memasuki arena stage diikuti Jonghyun, Minhyuk dan Jungshin. Tentu saja, kemunculan 4 orang pria ini disambut dengan riuh gemuruh teriakan histeris para BOICE. Senyum cerah, lambaian tangan dan flying kisses yang mereka lemparkan, semakin membuat fans mereka menggila.

"Everybody..... lets go crazy with us tonight!!!!" Yonghwa langsung berteriak dengan semangat, dan musik mereka pun dimulai dengan 'Lets Go Crazy' sebagai lagu pembuka. Suasana riuh dan hangat sangat terasa. Senyum dan semangat di wajah Yonghwa berhasil menyembunyikan gemuruh dalam batinnya. Namun tetap saja, tanpa dia sadari arah pandangan matanya selalu saja tertuju pada sayap kiri panggung. Tempat dimana gadis itu mungkin sedang menatapnya kini.

Setengah laju konser pun akhirnya terlewati. Keempat pria ini memiliki waktu 15 menit untuk istirahat dan mengganti pakaian mereka. Minhyuk bahkan terlihat lari terbirit-birit mendahului member yang lain lalu meninggalkan stage. Bisa di pastikan, lelaki itu kini sedang bergegas mencari toilet. Yonghwa dan Jungshin menertawakannya. Sedang Jonghyun... dimana lelaki itu? Tiba-tiba anak itu menghilang tanpa Yonghwa dan Jungshin sadari.

Usai mengganti bajunya, Yonghwa sejenak meraih ponselnya di atas meja rias. Lagi-lagi satu pesan masuk.

From : Cho Kyuhyun

'She's wearing casual white T-shirt and a black-gold hat, Yonghwa. I mean it. I want you to find what once yours and bring her back to the place that she belong to be. She miss you so much, you know? And i know that you miss her too.'

Yonghwa menyandarkan tubuhnya di dinding ruang ganti sambil mendesah putus asa. Cho Kyuhyun. Kenapa lelaki ini terus mengirimkan pesan-pesan itu padanya?

"Where's your guitarist, for God's sake? We have to stand by in 3 minutes and i couldn't find him! Make sure you find him right now or... you have to sing Love Light by yourself, Jung!" Tiffany, seorang FD campuran Korea - Amerika datang keruangan mereka dengan wajah paniknya. Ketiga pria diruangan itu saling bertukar pandangan. Tak satupun dari mereka tahu kemana anak itu pergi. Tiffany benar, lagu pertama yang akan mereka nyanyikan setelah break ini adalah Love Light. Bagaimana mungkin Jonghyun menghilang disaat seperti ini? Lalu Yonghwa teringat dengan apa yang Jonghyun katakan saat rehearsal tadi.

"Geun saekie ah!! Apa ini yang dia maksud?" Jungshin dan Minhyuk segera bereaksi dengan apa yang Yonghwa katakan barusan.

"Moseumniri ah, Hyung? Wae geurae?" Kedua maknae itu tampak panik.

"Geun phabo ah, tadi siang meminta ijinku untuk melakukan sesuatu saat konser. Tapi dia tidak memberitahuku apa yang sebenarnya akan dia lakukan. Dan sekarang....." Belum sempat Yonghwa menyelesaikan kata-katanya.. tiba-tiba dia mendengar suara dentingan piano dari arah panggung.

"Mwo yah?" Ketiga pria itu serentak terbelalak.

"Jung Yong, Kang Min, Lee Jung, hurry up! Your friend is going crazy now!!" Tiffany berlari terengah. Serta merta, ketiga lelaki itu berlari ke arah stage.

Dan mereka terkejut, saat melihat Jonghyun sudah berada di atas hydrolic stage dengan memainkan grand piano kecil. Hydrolic stage itu berjalan mendekati area penonton VIP di samping kiri stage, lalu berhenti tepat dihadapannya. And he began to sing....

After a while,
when I recognized you
Everything was
clearly changing
My world separates to before
and after knowing you

Lampu dhimmer dari tengan gedung tampak menyorot pada sosok Jonghyun yang kala itu hanyut dengan nyanyiannya dan juga piano yang dia mainkan. He looked perfectly handsome with his suit. Sosok dirinya semakin terlihat jelas saat layar di atas stage utama menampilkan wajahnya disana. Yonghwa, Minhyuk dan Jungshin benar-benar terpana melihat moment itu. Tak terkecuali audience disana yang serentak berteriak histeris melihat penampilan tiba-tiba itu tanpa mereka tahu bahwa itu adalah penampilan Solo Jonghyun untuk dirinya sendiri.

When you breath, a warm wind blows
When you smile, dazzling sunlight shines

Lalu kejutan lain terjadi. Satu lagi lampu dhimmer menyala dan menyorot pada salah satu spot di kursi VIP. She was there. Im Yoona dengan wajah kalut, terkejut, sekaligus terharu kala itu membalas tatapan Jonghyun. Dari sana, barulah Yonghwa mengerti apa yang sebenarnya sedang di lakukan sahabatnya. Yonghwa tersenyum haru dari atas stage utama.

Because you stayed there,
Because it’s you
Because you sometimes
quietly lean on my shoulder
I’m really completely happy
I follow you as time flows and stops

Yoona tampak tidak mampu menutupi rasa harunya. Gadis itu menutup mulutnya dengan kedua tangan kecilnya seiring air mata yang gagal dia tahan. Saat itu, suasana gedung mulai tenang dan semua mata melihat moment indah itu tanpa ingin terlewatkan.

Sometimes, I gaze at you
Because I can’t do anything else but that
Every moment of you,
I hope it’ll be me

Just thinking of it overwhelms me,
filling me with you
When I’m looking at you,
you seem faraway like a dream
A starlight that has flown to me
for several light-years is you right now....

Jonghyun bernyanyi semakin merdu, membuat semua jiwa yang hadir malam itu ikut terhanyut. Tak terkecuali gadis yang berdiri disamping kiri hydrolic stage tempat Jonghyun bernyanyi malam itu. A girl, with her white T-shirt and black-gold hat.

Yonghwa menemukannya. He saw her. Wajah cantik itu....

"Seo Joohyun...." Rintihnya. Tak seorangpun akan mendengar suaranya. Tak akan ada yang mendengar jeritan hatinya karena semua mata dan telinga saat itu hanya tertuju pada suara nyanyian Jonghyun. Yonghwa terus menatapnya, sementara Seohyun masih hanyut menikmati moment Jonghyun dan Yoona. Dengan senyum dan kilauan matanya.

Because you stayed there, because it’s you
Because you sometimes quietly lean on my shoulder
I’m really, wholly thankful
I follow you as time flows and stops

Sometimes, I gaze at you
Because for me, looking at you is love
Every moment of you,
I hope it’ll be me

Just thinking of it overwhelms me
filling me with you
Every moment of you,
I hope it’ll be mine

Semua audience disana serentak berteriak begitu Jonghyun usai bernyanyi kemudian berdiri tepat disamping piano yang baru saja dia nyanyikan. Tangannya tampak gemetar memegang microfon. Yoona masih tersipu haru. Dan Seohyun pun masih belum beralih pandangannya dari moment itu. Tanpa dia sadari, sepasang mata tengah menatapnya sendu. Mengekang rindu sekuat hatinya, yang kian terasa menyiksa dan menghimpit dadanya.

"Tes..." Jonghyun mencoba me-recheck microfon ditangannya, meski hal itu sebenarnya tidak perlu karena untuk konser sebesar ini sound engenering mereka adalah para kru yang terbaik. Dia hanya melakukan itu untuk menghilangkan kegugupannya. Jonghyun lalu kembali menegakkan tubuhnya, dan kembali menatap lembut Im Yoona di hadapannya.

"Kau pasti terkejut, bukan?" Lelaki itu tersenyum lebar hingga menampakkan lesung pipitnya. Yoona masih berdiri ditempatnya dengan kedua mata sembab dan hidung memerah.

"Aku tahu, seharusnya aku tidak melakukan semua ini di moment yang seperti ini. Dan kau tahu bahwa aku bukanlah lelaki yang pintar melakukan hal-hal manis dan romantis. Aku bahkan malu untuk mengatakan padamu kata-kata seperti Saranghae, Bogoshipposeo, dan sebagainya, hingga aku nyaris tak pernah mengatakan itu padamu.

Mianhae, Im Yoona. For being such a jerk for you these whole times. Geurigo gomawo, karena kau tetap disisiku meski aku ini lelaki yang tidak peka dan tidak tahu bagaimana caranya untuk memperlakukanmu dengan pantas.

Dan malam ini, aku hanya merasa... ini sudah waktunya. Aku tidak ingin menyia-nyiakan satu detikpun lagi dengan rasa takut bahwa aku mungkin bisa kehilangan mu kapan saja." Senyum diwajah Jonghyun perlahan memudar namun tatapannya kian dalam kearah gadis dihadapannya.

"Saranghae, Im Yoona. Neomu saranghanda..." Seketika, teriakan audience menggema. Namun segera mereda saat Jonghyun tampak akan meneruskan kalimatnya.

"Aku tidak sanggup memikirkan apa yang akan terjadi padaku bila aku kehilanganmu. Andwe! Aku tidak pernah berfikir perempuan lain yang kelak akan melahirkan anak-anakku.

Karenanya....

Im Yoona... Please... marry me, Angel..."

Dan sekali lagi teriakan histeris seluruh audience menggema memekakkan telinga. Tidak sedikit yang menangis patah hati, namun banyak juga yang tersenyum haru melihat moment itu. Hingga akhirnya, puncak keriuhan itu terjadi saat Yoona menganggukan kepalanya dan Jonghyun berjalan mendekati Yoona untuk memeluk dan memberinya ciuman termanis. Kemudian lelaki itu melingkarkan diamond ring yang sudah dia siapkan disaku suitnya di jari manis Yoona.

Semua mata tertuju pada mereka. Kecuali Yonghwa. Tidak sedetikpun tatapannya beralih dari gadis itu. Rindu itu terasa semakin pahit saja. Bagaimana bisa Seo Joohyun tersenyum menikmati manisnya 'pertunjukan' cinta Lee Jonghyun dan Im Yoona usai dia berhasil menghancurkan kisah cintanya sendiri?

'Tsk... hatimu masih berfungsi dengan baik ternyata, Joohyun ah. Bagaimana bisa kau tersenyum seperti itu setelah apa yang kau lakukan padaku? Andai saja kau tetap berdiri ditempatmu, maka seharusnya moment itu menjadi milik kita. Kau mengacaukan semuanya, Joohyun ah! Jadi hentikan senyum itu!' Kedua matanya menyorot semakin tajam kearah Seohyun dan akhirnya, gadis itu mulai menyadari. He found her. Dirinya tertangkap!

Kedua mata mereka saling mengunci. Tanpa kata-kata, tatapan itu sudah cukup mengartikan segalanya. Tentang betapa hebatnya cinta itu melukai keduanya.

But the show must goon. Takdir memang ajaib. Mereka saling menemukan tepat disaat Love Light harus dimainkan. After these times, akhirnya lagu itu akan kembali dinyanyikan dihadapan pemiliknya. The one, the reason why this love song felt like a break up song.

Yonghwa menyanyikannya hingga usai dengan tanpa sedikitpun memutus pandangan mereka. Dan akhirnya Seohyun beranjak, lalu membalikan tubuhnya dan perlahan pergi menerobos kerumunan itu. Pergi meninggalkannya lagi. Lagi-lagi disaat kedua kakinya terkekang dan tak mampu menghentikannya.

Tiba-tiba.....

"Pergilah! Pergi saja! Sepertinya melarikan diri sudah menjadi keahlianmu yang lain saat ini." Sekali lagi audience mendapat kejutan lain dalam konser CNBLUE kali ini. Jonghyun, Minhyuk dan Jungshin serentak melayangkan tatapan mereka pada Yonghwa. Dan gadis itu terhenti, mematung ditempatnya.

"Kka!!! Kka rago! Kau tenang saja, kali ini aku benar-benar tidak akan mengejarmu lagi. Aku tak akan pernah menemukanmu lagi meski wajahmu tepat berada dihadapanku sekalipun. Itu keinginanmu kan?" Semua orang saling berbisik kebingungan dengan apa yang terjadi.

"Untuk apa kau datang bila pada akhirnya kau hanya meninggalkanku seperti ini? Tidakkah ini keterlaluan, Violet? Huh? Kenapa kau tulis kisah cinta yang begitu kejam? Apa salahku hingga aku pantas untuk mendapatkan ini?

Bila mencintaimu dengan segenap kesejatian jiwaku adalah sebuah kejahatan bagimu, maka harusnya sejak awal kau menghentikanku. Kau tidak seharusnya memelukku malam itu, Violet!!!"

Suaranya menggema, meremukan hati. Gumpalan air mata sudah menggumpal diujung matanya, namun tidak dia biarkan jatuh tertumpah.

Punggung gadis itu tampak rapuh dan lelah dimatanya. Rasanya Yonghwa tak mampu lagi mengunci tubuhnya, tapi.....

Ribuan pasang mata sedang menatapnya. Dan mereka menghabiskan uang mereka untuk bisa datang ke konsernya malam itu, hingga tak pantas rasanya bila dia bertingkah seperti seorang anak remaja. Tiba-tiba Yonghwa meledakkan tawanya dan membuat seisi ruang itu semakin bingung.

"Gotchaaa!!! Sepertinya aku sukses membuat kalian semua kebingungan, Guys!" Yonghwa tertawa semakin terpingkal dan kebekuan itu perlahan mencair. Fans mereka kembali riuh dengan tawa mereka dengan perasaan seolah yang Yonghwa lakukan barusan hanya sebuah joke untuk mengerjai mereka. Yah, Yonghwa berhasil mengecoh ribuan fansnya, tapi tidak dengan Jonghyun, Minhyuk, Jungshin, dan Yoona yang tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi. Juga Seo Joohyun. Tanpa membalikan tubuhnya lagi, gadis itu kembali menyeret langkahnya pergi meninggalkan keramaian konser. Meninggalkannya dengan luka yang sama yang ternyata tak pernah sembuh.



 Author Note :
Thank you for keep waiting this lack story, everyone. Selalu bilang maaf dalam tiap update-an karena memang telat nya ga kira-kra :D Beneran deh, rasanya kayak dikejar utang kl belom selesein cerita ini. Makasih yah, udah sabar nungguin.

9 komentar:

  1. Eonni jebal huaaaahhh ini sukses bikin aku nangis #aslinangisbeneran

    Huhu sweet part betwen im yoona jonghyun, hope soon it's a real 😂😂😂

    Ini yongseo kapan bahagianya atuh eonni huhu,, next partnya semoga ga lama yaa hehehe ✌✌✌

    Hwaighting eonni jingga, semangat saranghae 😘😘

    BalasHapus
  2. Gomawo eonni akhirx di update juga😘..tiap hari cek google utk lihat dah di update pa blm.di tunggu lanjutannya eonni Hwaighting 💪

    BalasHapus
  3. Unni penulis beneran yah? asli,,, gaya bahasa sama cara Unni menjabarkan cerita jempol banget pokoknya. Bikin kita yang baca ngerasa kaya ada disitu. Ini ga brasa baca, tapi brasa nonton drakor. seru banget. baca dari awal sampe chapter 29 ini cuma dalam waktu sehari semalem. pleae, update very soon----- i want to see both yonghwa and seohyun come back to their happiness track. uwaahhh... baru sekarang saya baca ff sampai nangis2 sakit hati.. Unni jjang!!!

    BalasHapus
  4. Eonni sukses bikin aku nangis,,oh violet kapan kah dirimu akan bersatu dengan pangeranmu??,,eonni ditunggu kelanjutannya dan fighting

    BalasHapus
  5. Maanhi Gomawoseoyo, Chingu-deul... ^^ Deep Bow....

    BalasHapus
  6. Unnie sukses bikin aku nangis ..unnie fighting aku selalu dukung unnie

    BalasHapus
  7. Unnie sukses bikin aku nangis ..unnie fighting aku selalu dukung unnie

    BalasHapus