Sabtu, 21 Maret 2015

The World Within Chapter 1


The World Within

Author               : Jingga8
Genre                 : Romance
Rating                : M ( 18+ )
Cast                    : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNBLUE, SNSD
Poster                 : Ismi Nuraulia





Good  Morning, Sun Shine...

Chapter  1

Saat kau lihat cahaya mentari memantul pada jendela sebuah gedung...
dialah malaikat...

Malaikat yang tidak pernah gagal membuat jantung ini berdegup kencang...
Malaikat yang tiada hentinya menganggu tidur malamku dan memenjara diriku dalam ketakutan...

Yah.. aku takut!
Aku takut ketika kubuka mataku...
Saat cahaya mentari menuntun mataku ketempatnya terlelap,
Namun aku tak lagi menemukannya disana...

Malaikatku...
Aku takut... karena aku hanya seorang pecinta... bukan Malaikat sepertinya...

Seo Joohyun... Mantra apa yang telah kau tiupkan kedalam jiwaku?


Yonghwa dengan takjub memandangi sosok bidadari yang masih terlelap begitu cantik disampingnya. Rasanya tak akan pernah ada kata bosan untuk terus menatapnya seperti itu. Meski seluruh hidupnya harus dia habiskan untuk terjaga dan melakukan hal itu, dia rela. Terkadang, rasa takut itu masih lekat menghantui dirinya. Dia takut. Benar-benar takut, bila suatu saat ketika dia membuka matanya, Seohyun tak lagi berada disana. Seperti tahun lalu.

Andwee!! Buru-buru ditepisnya fikiran mengerikan itu.

Semua itu hanya masa lalu dan segalanya sudah berakhir. Mereka berhasil melewatinya meski rasanya mereka nyaris kehilangan tenaga untuk berjuang dan bertahan. Dan kini... cincin itu sudah kembali melingkar di jari manis mereka. Kali ini untuk janji yang sesungguhnya...

“Seo Joohyun... aku Jung Yonghwa... dengan cincin ini, aku akan mengikat takdirmu dengan takdirku. Sepanjang sisa hidupku untuk terus berada disampingmu. Mencintaimu, menghormatimu, dan membuatmu selamanya dalam penjagaanku. Janji ini mungkin bisa terkikis seiring perjalanan waktu. Tapi cincin ini, akan selalu mengingatkanku kembali pada malaikat pemilik hatiku yang bersamanya.. aku berhasil mengalahkan waktu dan masa mudaku. Cincin ini akan selalu menuntunku kembali padamu betapapun dunia ini terus mencoba memisahkan kita. Tidak akan! Selamanya aku tak akan pernah melepaskanmu dan membiarkanmu pergi lagi.

Saranghae, Joohyun ah..”

“Jung Yonghwa.. aku Seo Joohyun.. Dengan cincin ini, aku relakan takdirku selamanya terikat dengan takdirmu. Sepanjang hidupku untuk terus disampingmu. Mencintaimu, menghormatimu, dan menjadikanmu kompas yang akan menuntun hidupku. Yah.. janji ini mungkin akan pudar seiring waktu. Tapi cincin ini akan selalu mengingatkanku pada laki-laki yang telah memiliki seluruh diriku bahkan sejak awal kita bertemu. Cincin ini akan mengingatkanku tentang seberapa kerasnya kita berjuang untuk bisa membuatnya melingkar di jari manis kita. Selamanya, meski dunia mencoba membuatmu terpisah dariku, aku tak akan pernah melepasmu dan berhenti berjuang untukmu.

Saranghae, Oppa..”

Geun Nal, saat salju turun, Yonghwa memasangkan cincin itu di jari manis Seohyun dan Seohyun pun melakukan hal yang sama di jari manis Yonghwa. Setelah penderitaan yang nyaris membuat mereka ingin menyerah, akhirnya Yonghwa berhasil menikahi Seohyun.

Tanpa Yonghwa sadari, tangannya mulai menelusuri lekukan wajah Seohyun dan berlabuh dipipi porcelainnya. Ternyata sentuhan itu membuat Seohyun membuka matanya. Beberapa detik kemudian, sebuah senyum hangat menerekah di wajah mereka.

“Hai....” Disela senyumnya, Seohyun menyapa lelaki yang sepertinya masih tersihir oleh kecantikan dirinya.

“Hai...! Good Morning, SunShine!” Dengan suara seraknya, Yonghwa berhasil membuat hati Seo Joohyun bergetar saat mendengarnya.

“Good Morning, Star Light...”

Dengan suara yang tidak kalah serak, Seohyun kembali membalasnya. Dan sepenggal kalimat sederhana itu mampu membuat Busan Namja ini melunglai dan kehilangan pertahanannya. Dengan lembut, Yonghwa menarik tubuh “Undressed” istrinya lebih dekat lalu membiarkannya keplanya berlabuh dada kirinya. Tentu saja, gerakan ini membuat Seohyun dengan leluasa menggeser tubuhnya yang masih terasa mengantuk itu untuk lebih dekat ke tubuh suaminya. Dan kemudian diapun berlabuh dengan nyaman disana. Peluknya, adalah tempat dimana Seohyun merasa paling aman. Merasakan hangatnya kulit tubuh suaminya bersatu dengan kulit tubuhnya, Seohyun merasa seperti sebuah keajaiban. Dia tidak tahu bahwa semua akan terasa seindah ini.

“Aigoo... kok tidur lagi? Ini sudah hampir jam 10, Angel...” Yonghwa mendapati istrinya kembali menutup matanya dalam peluknya. Meski begitu, Yonghwa justru malah mempererat pelukannya. Tentu saja, Seohyun semakin malas membuka matanya.

“Salahmu sendiri... kenapa Oppa menarik tubuhku dan memelukku seperti ini? Ough.. aku benar-benar masih ngantuk, Oppa!” Tanpa sedikitpun membuka matanya, Seohyun bergumam manja dipelukan Yonghwa. Benar-benar cute. Yonghwa tak mampu menahan senyumnya saat dia sadari betapa imutnya Seohyun SNSD yang dia idolakan dulu.

“Omo... kau menyalahkanku untuk sifat pemalasmu? Eiii... igae mwo yah? Wake up... Mrs. Jung!! We are in Hawaii Now. Benarkah honeymoon ini hanya akan kau habiskan di hotel? Palli... ironaaa... Nae Yeoshiin...” Yonghwa mencubit pipi Seohyun. Seohyun mulai mengerutkan bibirnya dengan matanya yang masih tertutup. Tentu saja... tindakan itu mengundang tindakan yang lain. Dan... kurang dari 10 detik, bibir itu sudah berada dalam kecupan bibir suaminya. Seketika Seohyun membuka matanya.

“Oppa...!” Sekali lagi Seohyun mengerutkan bibirnya.

“Wae? Shiro?” Yonghwa mengangkat salah satu alisnya dan tersenyum nakal. Sementara Seohyun masih tersipu dibuatnya.

“Aniya.. tapi itu terlalu tiba-tiba dan itu membuatku kaget.” Sekali lagi Seohyun mengerutkan bibirnya. Siapa yang tidak akan kehilangan tembok pertahanannya, bila dihadapanmu menjelma seorang malaikat dengan senyum dan aegyeo termanis seperti Seohyun? Begitupun Jung Yonghwa. Meski kini 10 tahun sudah waktu terlewati untuk mencintainya, tetap saja... setiap detik terasa seperti pandangan pertama untuknya. Seohyun tidak henti-hentinya menaburkan sihir kedalam jiwa Yonghwa.

“Siapa yang menyuruhmu mengerutkan bibirmu? Huh? Lalu.. bila karena tindakanmu aku kehilangan diriku.. apa semua itu salahku? Aah... Seo Joohyun... sampai kapan kau akan berhenti memantraiku?” Yonghwa menelusuri wajah Seohyun sambil menatap lekat wajah secantik malaikat dihadapannya. Kali ini lebih dalam dari sebelumnya. Lewat tatapan itu, teruntai kata syukur yang dia yakini tidak akan pernah bisa berhenti meski dia ucapakan sepanjang hidupnya.

“Aku tidak tahu, kebaikan apa yang sudah aku lakukan dimasa lalu, Hyun.. hingga aku layak mendapatkan kebahagiaan sebesar ini? Melihatmu seperti ini, merasakan keberadaanmu didekatku, memiliki tubuh dan hatimu, semua ini adalah keajaiban yang pernah terjadi dalam dunia kecilku.” Lembut.... tangannya kembali menyusuri tiap centi wajah istrinya. Membelai kepalanya, menelusuri hingga leher dan pundaknya yang kini telah nyata menjadi miliknya. Dan kali ini, Seohyun pun melakukan hal yang sama. Tangan kecilnya mengusap lembut wajah Yonghwa.

“Oppa adalah laki-laki yang baik. Sejak awal aku bisa merasakannya. Kau tahu, Oppa? Saat aku remaja dulu, aku memimpikan untuk bisa menikahi laki-laki yang seperti Appa-ku. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku dengan laki-laki yang akan mencintaiku seperti Appa mencintai Eomma. Dan saat pertama kali aku bersamamu, entahlah... mungkin itu terlalu dini untuk dikatakan sebagai rasa suka. Lebih tepatnya, aku merasa nyaman. Aku merasa aman. Dan aku percaya, bahwa Oppa akan memperlakukanku dengan baik.

Dan seiring berjalannya waktu, entah sejak kapan dan dimulai dari mana, aku merasa... bahwa Oppa adalah seseorang yang tidak  boleh tidak ada dalam hidupku. Sejak awal hingga kini, perasaanku sama denganmu, Oppa. Bahkan mungkin Oppa tidak tahu, bahwa aku mencintaimu melebihi hidupku sendiri hingga aku rela kehilangan nyawaku untukmu seperti.....”

“Ssssh.....!!!” Belum selesai kalimat itu, Yonghwa menaruh telunjuknya dibibir Seohyun dengan maksud untuk menghentikannya agar tidak meneruskan cerita pilu itu lagi. Yonghwa tidak ingin hari pertama bulan madunya dia isi dengan tangis. Dan dia tahu pasti bahwa sebentar lagi.. bila Seohyun tidak menghentikan kata-kata nya, maka air matanya akan segera meluncur  dari kelopak matanya.

“Geumanhae.. Jagie ah.. Aku tidak ingin mendengarnya lagi. Yang terpenting saat ini adalah... bahwa kau kini ada bersamaku. Aku akan melindungimu dan tidak akan membiarkan siapapun berani menyentuhmu lagi. Hhm?” Yonghwa mengusap kepala Seohyun dengan jemarinya yang gemetar. Setiap kali kenangan buruk itu terlintas dalam kepalanya, maka debar jantungnya akan memacu kencang. Dan rasa takut itu seperti kembali menyusup melalui pembuluh darahnya.

“Arasso, Oppa. Mianhae...” Seohyun merekahkan senyum terindahnya. Yonghwa menghela nafasnya sebelum akhirnya dia mendekap erat tubuh Seohyun dipeluknya. Dengan lembut, dia mengecup kepala istrinya.

“Saranghae, Hyun... Neomu Saranghanda!” Lirih.. kata itu mengalun merdu ditelinga Seohyun.

“Na do saranghae, Oppa...”

And another round of make love is begin…..


To Be Continue.... ^_^

Hallo… My Fellow Gogumas…
Hmmm… aku bikin lagi neh. Kali ini aku sengaja angkat kehidupan after married nya YongSeo seperti orderannya Erna Ningsih Eonnie!
So… buat anak-anak under age… aku dah kasih warning yah.. kalo fiksi ini buat 18 taun keatas.
Happy reading… ^_^

 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar