The World Within
Author : Jingga8
Genre : Romance
Rating : M ( 18+ )
Cast : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNBLUE, SNSD
Poster : Ismi Nuraulia
Good
Morning, Sun Shine...
Chapter
1
Saat kau lihat cahaya mentari memantul pada jendela sebuah
gedung...
dialah malaikat...
Malaikat yang tidak pernah gagal membuat jantung ini berdegup
kencang...
Malaikat yang tiada hentinya menganggu tidur malamku dan memenjara
diriku dalam ketakutan...
Yah.. aku takut!
Aku takut ketika kubuka mataku...
Saat cahaya mentari menuntun mataku ketempatnya terlelap,
Namun aku tak lagi menemukannya disana...
Malaikatku...
Aku takut... karena aku hanya seorang pecinta... bukan Malaikat
sepertinya...
Seo Joohyun... Mantra apa yang telah kau tiupkan kedalam jiwaku?
Yonghwa
dengan takjub memandangi sosok bidadari yang masih terlelap begitu cantik
disampingnya. Rasanya tak akan pernah ada kata bosan untuk terus menatapnya
seperti itu. Meski seluruh hidupnya harus dia habiskan untuk terjaga dan
melakukan hal itu, dia rela. Terkadang, rasa takut itu masih lekat menghantui
dirinya. Dia takut. Benar-benar takut, bila suatu saat ketika dia membuka
matanya, Seohyun tak lagi berada disana. Seperti tahun lalu.
Andwee!!
Buru-buru ditepisnya fikiran mengerikan itu.
Semua itu
hanya masa lalu dan segalanya sudah berakhir. Mereka berhasil melewatinya meski
rasanya mereka nyaris kehilangan tenaga untuk berjuang dan bertahan. Dan kini...
cincin itu sudah kembali melingkar di jari manis mereka. Kali ini untuk janji
yang sesungguhnya...
“Seo Joohyun... aku Jung Yonghwa... dengan cincin ini, aku akan
mengikat takdirmu dengan takdirku. Sepanjang sisa hidupku untuk terus berada
disampingmu. Mencintaimu, menghormatimu, dan membuatmu selamanya dalam
penjagaanku. Janji ini mungkin bisa terkikis seiring perjalanan waktu. Tapi
cincin ini, akan selalu mengingatkanku kembali pada malaikat pemilik hatiku yang
bersamanya.. aku berhasil mengalahkan waktu dan masa mudaku. Cincin ini akan
selalu menuntunku kembali padamu betapapun dunia ini terus mencoba memisahkan
kita. Tidak akan! Selamanya aku tak akan pernah melepaskanmu dan membiarkanmu pergi
lagi.
Saranghae, Joohyun ah..”
“Jung Yonghwa.. aku Seo Joohyun.. Dengan cincin ini, aku relakan
takdirku selamanya terikat dengan takdirmu. Sepanjang hidupku untuk terus
disampingmu. Mencintaimu, menghormatimu, dan menjadikanmu kompas yang akan
menuntun hidupku. Yah.. janji ini mungkin akan pudar seiring waktu. Tapi cincin
ini akan selalu mengingatkanku pada laki-laki yang telah memiliki seluruh
diriku bahkan sejak awal kita bertemu. Cincin ini akan mengingatkanku tentang
seberapa kerasnya kita berjuang untuk bisa membuatnya melingkar di jari manis
kita. Selamanya, meski dunia mencoba membuatmu terpisah dariku, aku tak akan
pernah melepasmu dan berhenti berjuang untukmu.
Saranghae, Oppa..”
Geun Nal,
saat salju turun, Yonghwa memasangkan cincin itu di jari manis Seohyun dan
Seohyun pun melakukan hal yang sama di jari manis Yonghwa. Setelah penderitaan
yang nyaris membuat mereka ingin menyerah, akhirnya Yonghwa berhasil menikahi
Seohyun.
Tanpa
Yonghwa sadari, tangannya mulai menelusuri lekukan wajah Seohyun dan berlabuh
dipipi porcelainnya. Ternyata sentuhan itu membuat Seohyun membuka matanya.
Beberapa detik kemudian, sebuah senyum hangat menerekah di wajah mereka.
“Hai....”
Disela senyumnya, Seohyun menyapa lelaki yang sepertinya masih tersihir oleh
kecantikan dirinya.
“Hai...!
Good Morning, SunShine!” Dengan suara seraknya, Yonghwa berhasil membuat hati
Seo Joohyun bergetar saat mendengarnya.
“Good
Morning, Star Light...”
Dengan
suara yang tidak kalah serak, Seohyun kembali membalasnya. Dan sepenggal
kalimat sederhana itu mampu membuat Busan Namja ini melunglai dan kehilangan
pertahanannya. Dengan lembut, Yonghwa menarik tubuh “Undressed” istrinya lebih dekat lalu membiarkannya keplanya berlabuh dada kirinya. Tentu saja, gerakan ini
membuat Seohyun dengan leluasa
menggeser tubuhnya yang masih terasa mengantuk itu untuk lebih dekat ke tubuh
suaminya. Dan kemudian diapun berlabuh dengan nyaman disana. Peluknya, adalah
tempat dimana Seohyun merasa paling aman. Merasakan
hangatnya kulit tubuh suaminya bersatu dengan kulit tubuhnya, Seohyun merasa
seperti sebuah keajaiban. Dia tidak tahu bahwa semua akan terasa seindah ini.
“Aigoo...
kok tidur lagi? Ini sudah hampir jam 10, Angel...” Yonghwa mendapati istrinya
kembali menutup matanya dalam peluknya. Meski begitu, Yonghwa justru malah
mempererat pelukannya. Tentu saja, Seohyun semakin malas membuka matanya.
“Salahmu
sendiri... kenapa Oppa menarik tubuhku dan memelukku seperti ini? Ough.. aku
benar-benar masih ngantuk, Oppa!” Tanpa sedikitpun membuka matanya, Seohyun bergumam
manja dipelukan Yonghwa. Benar-benar cute. Yonghwa tak mampu menahan senyumnya
saat dia sadari betapa imutnya Seohyun SNSD yang dia idolakan dulu.
“Omo...
kau menyalahkanku untuk sifat pemalasmu? Eiii... igae mwo yah? Wake up... Mrs.
Jung!! We are in Hawaii Now. Benarkah honeymoon ini hanya akan kau habiskan di
hotel? Palli... ironaaa... Nae Yeoshiin...” Yonghwa mencubit pipi Seohyun. Seohyun
mulai mengerutkan bibirnya dengan matanya yang
masih tertutup. Tentu saja... tindakan itu mengundang tindakan
yang lain. Dan... kurang dari 10 detik, bibir itu sudah berada dalam kecupan bibir suaminya. Seketika Seohyun membuka
matanya.
“Oppa...!”
Sekali lagi Seohyun mengerutkan bibirnya.
“Wae?
Shiro?” Yonghwa mengangkat salah satu alisnya dan tersenyum nakal. Sementara
Seohyun masih tersipu dibuatnya.
“Aniya..
tapi itu terlalu tiba-tiba dan itu membuatku kaget.” Sekali lagi Seohyun
mengerutkan bibirnya. Siapa yang tidak akan kehilangan tembok pertahanannya,
bila dihadapanmu menjelma seorang malaikat dengan senyum dan aegyeo termanis
seperti Seohyun? Begitupun Jung Yonghwa. Meski kini 10 tahun sudah waktu
terlewati untuk mencintainya, tetap saja... setiap detik terasa seperti
pandangan pertama untuknya. Seohyun tidak henti-hentinya menaburkan sihir
kedalam jiwa Yonghwa.
“Siapa
yang menyuruhmu mengerutkan bibirmu? Huh? Lalu.. bila karena tindakanmu aku
kehilangan diriku.. apa semua itu salahku? Aah... Seo Joohyun... sampai kapan
kau akan berhenti memantraiku?” Yonghwa menelusuri
wajah Seohyun sambil menatap lekat wajah secantik malaikat dihadapannya. Kali ini lebih dalam dari
sebelumnya. Lewat tatapan itu, teruntai kata syukur yang dia yakini tidak akan
pernah bisa berhenti meski dia ucapakan sepanjang hidupnya.
“Aku tidak
tahu, kebaikan apa yang sudah aku lakukan dimasa lalu, Hyun.. hingga aku layak
mendapatkan kebahagiaan sebesar ini? Melihatmu seperti ini, merasakan
keberadaanmu didekatku, memiliki tubuh dan hatimu, semua ini adalah keajaiban
yang pernah terjadi dalam dunia kecilku.” Lembut.... tangannya kembali
menyusuri tiap centi wajah istrinya. Membelai
kepalanya, menelusuri hingga leher dan pundaknya yang kini telah nyata menjadi
miliknya. Dan kali ini, Seohyun pun melakukan hal yang sama. Tangan
kecilnya mengusap lembut wajah Yonghwa.
“Oppa
adalah laki-laki yang baik. Sejak awal aku bisa merasakannya. Kau tahu, Oppa?
Saat aku remaja dulu, aku memimpikan untuk bisa menikahi laki-laki yang seperti
Appa-ku. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku dengan laki-laki yang akan
mencintaiku seperti Appa mencintai Eomma. Dan saat pertama kali aku bersamamu,
entahlah... mungkin itu terlalu dini untuk dikatakan sebagai rasa suka. Lebih
tepatnya, aku merasa nyaman. Aku merasa aman. Dan aku percaya, bahwa Oppa akan
memperlakukanku dengan baik.
Dan
seiring berjalannya waktu, entah sejak kapan dan dimulai dari mana, aku
merasa... bahwa Oppa adalah seseorang yang tidak boleh tidak ada dalam hidupku. Sejak awal
hingga kini, perasaanku sama denganmu, Oppa. Bahkan mungkin Oppa tidak tahu,
bahwa aku mencintaimu melebihi hidupku sendiri hingga aku rela kehilangan
nyawaku untukmu seperti.....”
“Ssssh.....!!!”
Belum selesai kalimat itu, Yonghwa menaruh telunjuknya dibibir Seohyun dengan
maksud untuk menghentikannya agar tidak meneruskan cerita pilu itu lagi.
Yonghwa tidak ingin hari pertama bulan madunya dia isi dengan tangis. Dan dia
tahu pasti bahwa sebentar lagi.. bila Seohyun tidak menghentikan kata-kata nya,
maka air matanya akan segera meluncur
dari kelopak matanya.
“Geumanhae..
Jagie ah.. Aku tidak ingin mendengarnya lagi. Yang terpenting saat ini
adalah... bahwa kau kini ada bersamaku. Aku akan melindungimu dan tidak akan
membiarkan siapapun berani menyentuhmu lagi. Hhm?” Yonghwa mengusap kepala
Seohyun dengan jemarinya yang gemetar. Setiap kali kenangan buruk itu terlintas
dalam kepalanya, maka debar jantungnya akan memacu kencang. Dan rasa takut itu
seperti kembali menyusup melalui pembuluh darahnya.
“Arasso,
Oppa. Mianhae...” Seohyun merekahkan senyum terindahnya. Yonghwa menghela
nafasnya sebelum akhirnya dia mendekap erat tubuh Seohyun dipeluknya. Dengan
lembut, dia mengecup kepala istrinya.
“Saranghae,
Hyun... Neomu Saranghanda!” Lirih.. kata itu mengalun merdu ditelinga Seohyun.
“Na do
saranghae, Oppa...”
And another
round of make love is begin…..
To Be
Continue.... ^_^
Hallo… My
Fellow Gogumas…
Hmmm… aku
bikin lagi neh. Kali ini aku sengaja angkat kehidupan after married nya YongSeo
seperti orderannya Erna Ningsih Eonnie!
So… buat
anak-anak under age… aku dah kasih warning yah.. kalo fiksi ini buat 18 taun keatas.
Happy reading…
^_^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar