The World Within
Author : Jingga8
Genre : Romance
Rating : M ( 18+ )
Cast : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNBLUE, SNSD
Poster By : Ismi Nuraulia
A Messy Surprise…
Chapter 3
Matanya terbuka saat dia melihat
kearah jam digital disamping meja tempat tidurnya menunjukkan pukul 06:25.
Yonghwa terjaga lebih awal. Saat dia melayangkan pandangannya kesisi kirinya,
dia dapati Seohyun masih tertidur pulas. Dengan lembut, Yonghwa menyisir rambut
istrinya dengan jarinya lalu mencium keningnya.
Perlahan, Yonghwa menyibakkan
selimut yang menutupi tubuhnya. Dengan hati-hati dia bangun dan berusaha untuk
tidak membangunkan Seohyun yang masih terlelap dengan begitu cantik. Hari ini,
Yonghwa ada pekerjaan yang harus dia selesaikan di Busan. Tapi karena dia
menggunakan pesawat untuk pergi kesana, maka dia tidak harus tergesa.
Usai mandi dan merapihkan diri,
Yonghwa melihat Seohyun masih terlelap ditempatnya semula. Hhm.. mungkin
latihan koreografi kemarin telah menguras habis staminanya, hingga dia tidak
menyadari bahwa hari mulai terang. Yonghwa tidak berniat untuk membangunkannya
dan memberinya waktu untuk beristirahat dengan cukup. Dia melangkahkan kakinya
menuju dapur dan mulai menyiapkan sarapan untuk dirinya dan juga Seohyun.
Dari kamar, Seohyun terperanjak
saat didapati suaminya sudah tidak lagi terbaring disana. Dia juga mendengar
suara dari dapur dan dia segera menyadari bahwa suaminya telah bangun lebih
dulu dari dirinya.
“Ah… shit!! Kenapa aku tidur
seperti mayat?” Seohyun bergegas bangkit dan mengikat rambut panjangnya. Dan
benar saja, saat pintu kamarnya terbuka, dia mendapati suaminya yang sedang
‘menari ria’ dengan serokan di tangan kanannya sementara tangan kirinya
memegang gagang pan berisi omlete. Seohyun merasa bersalah pada awalnya, karena
suaminya harus melakukan pekerjaan yang seharusnya menjadi bagiannya. Tapi
melihat Yonghwa menari-nari dan bernyanyi dengan apron pink dibajunya, Seohyun
tak kuasa menahan tawanya. How cute… uri Yong… bisiknya dalam hati.
“Aigoo… Mr. Jung… sejak kapan
Oppa terlihat cute dengan apron didadamu seperti itu?” Seohyun menutup pintu
kamarnya lalu berjalan mendekati Yonghwa. Yonghwa yang menyadari istrinya sudah
bangun langsung melemparkan senyum termanisnya untuk Seohyun.
“Good Morning, Mrs. Jung? Sudah
bangun rupanya.” Yonghwa kembali pada aktifitas menggorengnya. Kali ini bisa
dibilang ada kemajuan. Dia sudah bisa membuat omlete dan menggulungnya dengan
rapih. Seohyun lalu berdiri disamping suaminya dan menyandarkan kepalanya
dengan manja di pundak Yonghwa.
“Oppa… bukankah seharusnya Oppa
membangunkanku? Kau masih belum sepenuhnya pulih dari cederamu akibat
kecelakaan minggu lalu. Dan lagi, bukankah sekarang sudah waktunya untuk
check-up?” Yonghwa tersenyum hingga menampakkan tekstur giginya mendengar
Hyun-nya kembali mencerewetinya tentang Check-up! Kata yang paling dia benci.
“Aku baik-baik saja kok! Untuk
apa check-up segala? Lagi pula, aku sibuk, Hyun. Dan kau tahu bahwa untuk
melakukan check-up itu akan menghabiskan waktu yang tidak sebentar. Aku malas
menunggu antrian di rumah sakit!” Yonghwa mengangkat omlete buatannya lalu
menyajikannya dipiring yang sudah dia siapkan dimeja makan. Seohyun
mengikutinya lalu duduk di salah satu kursi makan.
“Tapi tetap saja, Oppa… kau harus
melakukannya. Semalam kau mengeluh lagi kalau kepalamu terasa sakit. Tapi
gilirannya aku menyuruhmu untuk periksa, Oppa selalu saja membantahku.” Seohyun
akan menjadi sangat ‘menyebalkan’ bila itu menyangkut masalah kesehatan Yonghwa.
Dia tidak peduli bila suaminya akan merasa kesal tiap kali dia mencerewetinya
seperti itu.
“Oh.. Hyun.. hari ini kau ada
jadwal? Aku mungkin bisa pulang awal, karena pekerjaanku di Busan hanya
membutuhkan waktu 2 jam. Setelah itu, aku akan segera kembali ke Seoul.”
“Jangan mencoba untuk merubah
topik pembicaraan, Oppa!”
“Okay.. aku tahu, Hyun! Bila ada
masalah dengan tubuhku, aku pasti akan segera memeriksanya tanpa harus kau
cereweti. But now.. look at me.. I’m totally fine!” Yonghwa membusugkan dadanya
demi mencoba membuktikan betapa saat ini dia baik-baik saja.
“Jaashik…” Seohyun bergumam.
“Mwo? Apa yang kau katakan
barusan?” Yonghwa membalikan tubuhnya dan menghadap kearah Seohyun.
“Ani! Kau adalah choding yang
keras kepala, Oppa!”
“Mwo? Choding? Yak… Seo Joohyun
Ssi… bagaimana mungkin aku seorang choding bila aku bisa membuatmu mendesah
hebat tadi malam? Bagaimana mungkin seorang choding bisa membuat seorang Seo
Joohyun tidak ingin melepaskan tubuhnya dan terus mengiba padaku untuk…”
“Geumanhae, Jung Choding!! Satu
kata lagi kau teruskan maka…”
“Wae?” Dalam hitungan detik,
tiba-tiba wajah Yonghwa sudah berjarak hanya beberapa inci dari wajah Seohyun
hingga membuat tubuhnya terseret kesandaran kursi yang dia duduki. Dengan suara
lembut dan sedikit mendesah, Yonghwa mulai menggoda istrinya dengan nakal.
“Wae? Apa yang akan kau lakukan
bila aku meneruskan kalimatku? Huh? Apa yang kau lakukan bila kukatakan bahwa
Joohyun-ku bisa lunglai tak berdaya saat setiap inci tubuhnya aku telusuri.
Saat bibirku mulai menari dibibirnya, menelusuri tengkuknya, lehernya, dadanya,
dan tanganku… aahh… betapa aku menyukai setiap lekuk tubuhnya…” Yonghwa bisa
merasakan ekpresi ketegangan diwajah Seohyun. Tampak semakin jelas saat Seohyun
menggigit bibir bawahnya. Benar-benar cute dimata Yonghwa.
“O..Oppa… neol…”
“Wae? Kau tidak menyukainya? Kau
tidak suka bila kukatakan bahwa aku benar-benar mencintai segala yang ada pada
dirimu, Seo Joohyun? Kau tidak suka bila kukatakan bahwa aku selalu ingin
mengehentikan waktu setiap kali tubuhmu berada dalam dekapan tubuhku dan
kusadari bahwa kita bukan lagi dua orang yang terpisah?” Yonghwa kian
mendekatkan wajahnya ke wajah Seohyun hingga kini, hidungnya beradu dengan
hidung Seohyun. Seohyun semakin tersudut. Deru nafasnya memacu seiring degup
jantung yang tak kalah cepatnya. Harus dia akui, Yonghwa menguasainya. Dia
kalah dan menyerah saat cintanya untuk laki-laki dihadapannya kini lebih
berkuasa dibanding akal sehatnya.
“Kau harus bekerja, Oppa… ini
sudah terlambat.” Dengan nafas sedikit terengah dan suara lemah, Seohyun
berusaha untuk menarik kembali akal sehatnya dan juga suaminya yang ‘menggila’.
“I don’t care! I wan’t my
breakfast first!” Yonghwa mengecup bibir istrinya yang kala itu hanya berjarak
beberapa inci dari bibirnya. Seohyun yang semula berusaha mengingatkan
suaminya, mendapat serangan tiba-tiba itu malah membuatnya tidak berdaya. Dia
tidak bisa melakukan apa-apa selain membiarkan bibir itu menari menelusuri tiap
rongga mulutnya. Entah sejak kapan, aroma Mac Jaccobs ditubuh Yonghwa menjadi
seperti opium yang bisa membiusnya seketika hingga tak jarang dia kehilangan
kesadarannya lalu mengikuti permainan yang dimulai suaminya. Yonghwa adalah
candunya.
“Oppa…” Seohyun menghentikannya.
Yonghwa menatap Seohyun dengan mata sayunya.
“Wae…” Sedikit merengek, Yonghwa
benar-benar frustasi saat Seohyun harus menghentikannya seperti itu.
“Busan, Oppa! Busan! Kau harus
bergegas atau… kau akan ketinggalan pesawatmu.” Seohyun tersenyum nakal sambil
mencubit hidung suaminya. Yonghwa menegakkan badannya dengan muka kusut.
Seohyun semakin geli saat laki-laki itu mengerutkan bibirnya seolah dia
benar-benar marah pada istrinya.
“Aigoo… uri Yong… you look so
cute when you pouted! Aish… bila bukan karena Oppa harus bergegas ke Busan,
mungkin saat ini aku sudah melahapmu hingga kau memelas mohon ampunanku! Tapi
Oppa kan harus bekerja. So.. we can have the other breakfast next time, Okay?”
Seohyun mengedipkan mata kanannya dan itu justru menyiksa Yonghwa lebih hebat
lagi.
“Aish… hentikan aegyeomu, atau
aku batalkan penerbanganku pagi ini!” Seohyun terkekeh mendengarnya.
“Arrasso.. arraso! Mian, Oppa!”
Seohyun bangkit dari duduknya lalu membuat Yonghwa duduk manis dikursi
dihadapannya. Seohyun menyajikan masakan Yonghwa tadi tepat di hadapan Yonghwa.
“Here.. please.. enjoy your REAL
BREAKFAST, Mr. Jung!” Seohyun melebarkan senyumnya dan membuat Yonghwa tidak
berdaya menerima kenyataan bahwa pagi ini, pesawat tidak mungkin menunggunya
bila dia terlambat.
“Lebih baik kau siapkan dirimu,
Mrs. Jung! Karena nanti malam, kau tidak akan bisa melakukan ini lagi padaku.
Tak akan kubiarkan kau lari, Nyonya!” Yonghwa menatap Seohyun dengan tatapan
seolah mengancam.
“Arraso, Oppa! Aku tidak akan
lari kemanapun. Kau pulang cepat kan?”
“Huh. Aku akan langsung pulang
begitu pekerjaanku selesai. Kita bisa berkunjung ke tempat orang tuaku lain
waktu saat aku bisa mengajakmu juga.”
“Okay. I’ll be waiting…”
***
Seohyun tiba dirumah setelah
membeli beberapa bahan untuk dimasaknya. Tidak lupa dia membeli sebuah tiramisu
cake lengkap dengan tulisan ‘Happy Birthday, My Star..’ diatasnya. Yah.. besok
adalah hari ulang tahun Yonghwa. Yonghwa sendiri bahkan tidak menyadarinya.
Terlebih saat ponselnya dalam perbaikan karena Yonghwa lupa mengeluarkannya
dari saku celananya dan Seohyun memasukannya kedalam mesin cuci tanpa dia
periksa lebih dulu.
“Okay… aku akan mulai membuat
soup rumput laut dan membumbui daging sapi ini. Aku tahu, suamiku sangat
menyukai black paper steak buatanku.”
Seohyun begitu excited. Dia
merencanakan untuk memberi kejutan ulang tahun untuk suaminya. Dan ini adalah
pertama kalinya dia merayakan ulang tahun Yonghwa setelah mereka resmi menjadi
suami istri. Dia berencana untuk melakukan semua ini sendiri. Mulai dari
memasak, dekorasi, hingga skenario makan malam romantis nanti.
Beberapa waktu berlalu dan hampir
semuanya selesai Seohyun siapkan. Masakannya sudah dia tata rapi di atas meja
makan dengan hiasan liin dan mawar putih. Kamar mereka pun telah Seohyun sulap
bak kamar pengantin. Penuh bunga dan juga lilin-lilin kecil di setiap sudutnya.
"Percect! Aku akan mandi
dulu sekarang sebelum dia datang. Hhm.. satu jam lagi. Aku rasa itu
cukup!" Lagi-lagi dia bergumam pada dirinya sendiri. Lalu ia pun bergegas
menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya.
Seohyun memilih gaun backless
panjang berwarna peach. Warna yang lembut yang memang menggambarkan karakter
dirinya. Karena ini adalah backless gown, Seohyun tidak memerlukan bra untuk
dia gunakan. Dan ide cerdasnya untuk memberi Yonghwa 'hadiah' ulang tahun
terindah, adalah dengan menggunakan g-string ivory yang Yonghwa belikan saat
CNBLUE menggelar konser di Paris beberapa bulan yang lalu. Selama ini Seohyun
enggan memakainya karena model seperti ini tidak nyaman dia gunakan. Selain
itu, alasan lainnya adalah, karena dia masih malu-malu. Under garment jenis itu
tidak biasa dia gunakan bahkan bisa dikatakan, Seohyun tidak pernah memakainya.
Bayangkan saja, Seohyun melihat wanita-wanita penghibur di film-film barat yang
memakai pakaian seperti itu. Dan kini dia harus memakainya? Seohyun? Seo
Joohyun dengan G-string?
Hhhh... Tapi malam ini, Seohyun
akan melakukan apapun yang akan membuat suaminya menjadi laki-laki paling
bahagia didunia.
Riasan wajahnya sudah sempurna
kini. Dengan make up tipis dan tatanan rambut yang dia biarkan tergerai,
Seohyun benar-benar menjelma seperti seorang malaikat. Dia melirik kearah jam
dinding dan kini waktu menunjukkan pukul 9.30 malam. Yonghwa nya masih belum
juga datang. Harusnya Yonghwa sudah berada di rumah sejak pukul 7 tadi. Tapi
lalu dia menelepon Seohyun bahwa dia akan terlambat beberapa saat dan berjanji
untuk sampai di rumah pukul 9 malam.
Yonghwa terlambat setengah jam.
Satu jam.
Dua jam.
Kini tepat pukul 11.00 dan
Seohyun tidak bisa tinggal diam lagi. Dia mengambil ponsel nya dan segera
menghibungi Yonghwa. Beberapa kali nada dering terdengar olehnya, tapi Yonghwa
tak kunjung menjawab. Seohyun mulai gusar. Apa yang terjadi hingga Yonghwa
terlambat hingga selarut ini dan dia bahkan tidak menjawab ponselnya.
"Ya Tuhan, Oppa... kumohon
angkat ponselmu!" Dalam kegusarannya, Seohyun bergumam. Kakinya kini mulai
melangkah dari ujung ruangan ke ujung ruangan yang lain. Kuku telunjukknya yang
sudah terbalut indah lapisan kutek putih, tanpa dia sadari dia mulai
mengigitnya.
Yonghwa masih belum menjawab
ponselnya. Seohyun menghempaskan tubuhnya kesofa ruang tengah. Makan malam
romantis, dan rencana hadiah terindahnya kini tak lagi diinginkanya. Fikirannya
hanya terpaut pada wajah suaminya yang kini entah berada dimana.
Beberapa menit kemudian, ponsel
ditangannya berdering dan Seohyun segera menjawabnya.
"Yeoboseo?" Dengan nada
khawatir Seohyun menjawab.
"Hyun.. ini aku. Sayang, aku
minta maaf, sepertinya aku tidak bisa pulang cepat. Data yang sudah kurekam
bersama anak-anak mendadak hilang. Beberapa orang sedang memperbaiki software
nya, berharap kami tidak harus take ulang. Mianhae, yeobo. Aku tidak bisa
memenuhi janjiku untuk pulang cepat. Gwaenchanna?"
Ada rasa lega dalam hati Seohyun
begitu dia mendengar suara Yonghwa dan ternyata dia baik-baik saja disana. Tapi
disisi lain, perasaan kecewapun tak dapat dia pungkiri. Betapa dirinya sudah
menyiapkan semua ini sejak pagi tadi dengan harapan bisa memberikan sesuatu
yang indah untuk suaminya. Tapi.... inilah dunianya dan Yonghwa. Dia sadar, di
industri ini, mereka tidak bisa hidup sebagaimana orang biasa jalani. Mereka
memiliki jam kerja diluar jam biasa orang-orang pada umumnya. Seohyun menghela
nafas panjang sebelum dia menjawab suaminya.
"Setidaknya kabari aku,
Oppa! Kau tidak tahu betapa aku hampir gila memikirkan bermacam-macam hal buruk
yang mungkin terjadi padamu. Aku benar-benar takut Oppa!" Diujung sana, Yonghwa bisa
merasakan betapa khawatirnya Seohyun dan itu membuanya semakin merasa bersalah.
"Arra, Yeobo! Hanbondo
mianhae! Aku benar-benar panik karena data recording yang sudah berjalan 90%
terancam hilang, Hyun. Hasil kerja keras kami selama berbulan-bulan ini akan
sia2 bila data ini tidak berhasil dipulihkan. Sekarang kau tidur saja, yah..
tidak usah menungguku. Aku akan pulang dengan kereta terakhir malam ini."
Seohyun terdiam tak menjawab. Dia memejamkan matanya menahan rasa kecewa yang
terasa menghimpit didadanya.
"Hyun.... Honey.. kau
mendengarku?"
"Arraso..." Sepenggal
kata itu yang mampu Seohyun ucapkan sementara tangannya sibuk menyeka air mata
yang tanpa terasa menetes di pipinya.
"Okay baby! See you at home!
I love you..."
Seohyun tidak menjawabnya. Dia
langsung menutup ponselnya setelah itu. Dengan langkah gontai, Seohyun menyeret
kakinya ke kamarnya. Sejenak, dia berdiri didepan cermin. Menatap bayang
dirinya dalam balutan gaun yang telah dia persiapkan khusus untuk malam ini.
Riasan wajahnya pun mulai pudar. Ntar karena terlalu lama menunggu, atau karena
air matanya barusan. Tak lama kemudian, Seohyun mengganti bajunya dengan piyama
yang biasa dia kenakan lalu tidur.
Pukul 5.25 pagi, Yonghwa tiba
dirumahnya. Betapa terkejutnya dia, saat memasukin ruang tengah dan didapatinya
meja makan yang berisi berbagai macam makanan dan juga sebuah cake dengan
tulisan Happy Birthday. Setelah beberapa saat berfikir, akhirnya Yonghwa
menyadarinya.
"Ya Tuhan... apa yang sudah
kulakukan...." Yonghwa mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Rasa bersalah benar-benar terasa menekan dadanya. Hyun-nya... dengan susah
payah menyiapkan semua ini untuknya, dan dia baru datang sepagi ini? Yonghwa
bergegas menuju kamarnya. Dia mendapati Seohyun yang terlelap tidur disudut
tempat tidur mereka. Perlahan, dia menghampirinya dan duduk di sisi lain tempat
tidur mereka tepat menghadap malaikatnya kini. Dengan lembut tangannya mengusap
rambut Seohyun.
"Apa yang sudah kulakukan
padamu, Hyun? Aku benar-benar tidak tahu kalau kau melakukan semua ini untukku.
Maafkan aku, sayang... kau pasti lelah menungguku. Hhhh... meski aku tahu bahwa
kau akan mengerti, tapi kau pun pasti kecewa, Joohyun ah!"
Yonghwa menyusuri setiap inci
wajah istrinya dengan kedua matanya. Betapa sempurnanya wajah ini. Wajah cantik
yang semakin sempurna dengan hati yang cantik.
"Saranghae, Buin ah..."
Tak lama kemudian, Yonghwa pun
akhirnya merebahkan tubuhnya yang terasa amat lelah, lalu tidur disamping
istrinya.
~ To Be Continue ~
Hmmm...
saya dah masih warning yah... kl cerita ini rada kurang cocok buat pelajar.
Berhubung kali ini saya mengangkat cerita tentang Yongseo after their marriage,
so.. mungkin akan banyak hal yang saya tulis tentang apa yang biasa terjadi
dalam kehidupan berumah tangga. Termasuk sesuatu yang lebih intimate and
romantic from the point of view a married couple. Saya coba buat me
deskripsikannya dengan cara yang romantis dan bukan erotis. So... very welcome
buat kritik dan saran yah...
Hope
you enjoy guys... ^_^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar