Jumat, 20 Maret 2015

The World Within Chapter 3






The World Within

Author               : Jingga8
Genre                 : Romance
Rating                : M ( 18+ )
Cast                    : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNBLUE, SNSD
Poster By           : Ismi Nuraulia




A Messy Surprise…

Chapter 3

Matanya terbuka saat dia melihat kearah jam digital disamping meja tempat tidurnya menunjukkan pukul 06:25. Yonghwa terjaga lebih awal. Saat dia melayangkan pandangannya kesisi kirinya, dia dapati Seohyun masih tertidur pulas. Dengan lembut, Yonghwa menyisir rambut istrinya dengan jarinya lalu mencium keningnya.

Perlahan, Yonghwa menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya. Dengan hati-hati dia bangun dan berusaha untuk tidak membangunkan Seohyun yang masih terlelap dengan begitu cantik. Hari ini, Yonghwa ada pekerjaan yang harus dia selesaikan di Busan. Tapi karena dia menggunakan pesawat untuk pergi kesana, maka dia tidak harus tergesa.

Usai mandi dan merapihkan diri, Yonghwa melihat Seohyun masih terlelap ditempatnya semula. Hhm.. mungkin latihan koreografi kemarin telah menguras habis staminanya, hingga dia tidak menyadari bahwa hari mulai terang. Yonghwa tidak berniat untuk membangunkannya dan memberinya waktu untuk beristirahat dengan cukup. Dia melangkahkan kakinya menuju dapur dan mulai menyiapkan sarapan untuk dirinya dan juga Seohyun.

Dari kamar, Seohyun terperanjak saat didapati suaminya sudah tidak lagi terbaring disana. Dia juga mendengar suara dari dapur dan dia segera menyadari bahwa suaminya telah bangun lebih dulu dari dirinya.

“Ah… shit!! Kenapa aku tidur seperti mayat?” Seohyun bergegas bangkit dan mengikat rambut panjangnya. Dan benar saja, saat pintu kamarnya terbuka, dia mendapati suaminya yang sedang ‘menari ria’ dengan serokan di tangan kanannya sementara tangan kirinya memegang gagang pan berisi omlete. Seohyun merasa bersalah pada awalnya, karena suaminya harus melakukan pekerjaan yang seharusnya menjadi bagiannya. Tapi melihat Yonghwa menari-nari dan bernyanyi dengan apron pink dibajunya, Seohyun tak kuasa menahan tawanya. How cute… uri Yong… bisiknya dalam hati.

“Aigoo… Mr. Jung… sejak kapan Oppa terlihat cute dengan apron didadamu seperti itu?” Seohyun menutup pintu kamarnya lalu berjalan mendekati Yonghwa. Yonghwa yang menyadari istrinya sudah bangun langsung melemparkan senyum termanisnya untuk Seohyun.

“Good Morning, Mrs. Jung? Sudah bangun rupanya.” Yonghwa kembali pada aktifitas menggorengnya. Kali ini bisa dibilang ada kemajuan. Dia sudah bisa membuat omlete dan menggulungnya dengan rapih. Seohyun lalu berdiri disamping suaminya dan menyandarkan kepalanya dengan manja di pundak Yonghwa.

“Oppa… bukankah seharusnya Oppa membangunkanku? Kau masih belum sepenuhnya pulih dari cederamu akibat kecelakaan minggu lalu. Dan lagi, bukankah sekarang sudah waktunya untuk check-up?” Yonghwa tersenyum hingga menampakkan tekstur giginya mendengar Hyun-nya kembali mencerewetinya tentang Check-up! Kata yang paling dia benci.

“Aku baik-baik saja kok! Untuk apa check-up segala? Lagi pula, aku sibuk, Hyun. Dan kau tahu bahwa untuk melakukan check-up itu akan menghabiskan waktu yang tidak sebentar. Aku malas menunggu antrian di rumah sakit!” Yonghwa mengangkat omlete buatannya lalu menyajikannya dipiring yang sudah dia siapkan dimeja makan. Seohyun mengikutinya lalu duduk di salah satu kursi makan.

“Tapi tetap saja, Oppa… kau harus melakukannya. Semalam kau mengeluh lagi kalau kepalamu terasa sakit. Tapi gilirannya aku menyuruhmu untuk periksa, Oppa selalu saja membantahku.” Seohyun akan menjadi sangat ‘menyebalkan’ bila itu menyangkut masalah kesehatan Yonghwa. Dia tidak peduli bila suaminya akan merasa kesal tiap kali dia mencerewetinya seperti itu.

“Oh.. Hyun.. hari ini kau ada jadwal? Aku mungkin bisa pulang awal, karena pekerjaanku di Busan hanya membutuhkan waktu 2 jam. Setelah itu, aku akan segera kembali ke Seoul.”

“Jangan mencoba untuk merubah topik pembicaraan, Oppa!”

“Okay.. aku tahu, Hyun! Bila ada masalah dengan tubuhku, aku pasti akan segera memeriksanya tanpa harus kau cereweti. But now.. look at me.. I’m totally fine!” Yonghwa membusugkan dadanya demi mencoba membuktikan betapa saat ini dia baik-baik saja.

“Jaashik…” Seohyun bergumam.

“Mwo? Apa yang kau katakan barusan?” Yonghwa membalikan tubuhnya dan menghadap kearah Seohyun.

“Ani! Kau adalah choding yang keras kepala, Oppa!”

“Mwo? Choding? Yak… Seo Joohyun Ssi… bagaimana mungkin aku seorang choding bila aku bisa membuatmu mendesah hebat tadi malam? Bagaimana mungkin seorang choding bisa membuat seorang Seo Joohyun tidak ingin melepaskan tubuhnya dan terus mengiba padaku untuk…”

“Geumanhae, Jung Choding!! Satu kata lagi kau teruskan maka…”

“Wae?” Dalam hitungan detik, tiba-tiba wajah Yonghwa sudah berjarak hanya beberapa inci dari wajah Seohyun hingga membuat tubuhnya terseret kesandaran kursi yang dia duduki. Dengan suara lembut dan sedikit mendesah, Yonghwa mulai menggoda istrinya dengan nakal.

“Wae? Apa yang akan kau lakukan bila aku meneruskan kalimatku? Huh? Apa yang kau lakukan bila kukatakan bahwa Joohyun-ku bisa lunglai tak berdaya saat setiap inci tubuhnya aku telusuri. Saat bibirku mulai menari dibibirnya, menelusuri tengkuknya, lehernya, dadanya, dan tanganku… aahh… betapa aku menyukai setiap lekuk tubuhnya…” Yonghwa bisa merasakan ekpresi ketegangan diwajah Seohyun. Tampak semakin jelas saat Seohyun menggigit bibir bawahnya. Benar-benar cute dimata Yonghwa.

“O..Oppa… neol…”

“Wae? Kau tidak menyukainya? Kau tidak suka bila kukatakan bahwa aku benar-benar mencintai segala yang ada pada dirimu, Seo Joohyun? Kau tidak suka bila kukatakan bahwa aku selalu ingin mengehentikan waktu setiap kali tubuhmu berada dalam dekapan tubuhku dan kusadari bahwa kita bukan lagi dua orang yang terpisah?” Yonghwa kian mendekatkan wajahnya ke wajah Seohyun hingga kini, hidungnya beradu dengan hidung Seohyun. Seohyun semakin tersudut. Deru nafasnya memacu seiring degup jantung yang tak kalah cepatnya. Harus dia akui, Yonghwa menguasainya. Dia kalah dan menyerah saat cintanya untuk laki-laki dihadapannya kini lebih berkuasa dibanding akal sehatnya.

“Kau harus bekerja, Oppa… ini sudah terlambat.” Dengan nafas sedikit terengah dan suara lemah, Seohyun berusaha untuk menarik kembali akal sehatnya dan juga suaminya yang ‘menggila’.

“I don’t care! I wan’t my breakfast first!” Yonghwa mengecup bibir istrinya yang kala itu hanya berjarak beberapa inci dari bibirnya. Seohyun yang semula berusaha mengingatkan suaminya, mendapat serangan tiba-tiba itu malah membuatnya tidak berdaya. Dia tidak bisa melakukan apa-apa selain membiarkan bibir itu menari menelusuri tiap rongga mulutnya. Entah sejak kapan, aroma Mac Jaccobs ditubuh Yonghwa menjadi seperti opium yang bisa membiusnya seketika hingga tak jarang dia kehilangan kesadarannya lalu mengikuti permainan yang dimulai suaminya. Yonghwa adalah candunya.

“Oppa…” Seohyun menghentikannya. Yonghwa menatap Seohyun dengan mata sayunya.

“Wae…” Sedikit merengek, Yonghwa benar-benar frustasi saat Seohyun harus menghentikannya seperti itu.

“Busan, Oppa! Busan! Kau harus bergegas atau… kau akan ketinggalan pesawatmu.” Seohyun tersenyum nakal sambil mencubit hidung suaminya. Yonghwa menegakkan badannya dengan muka kusut. Seohyun semakin geli saat laki-laki itu mengerutkan bibirnya seolah dia benar-benar marah pada istrinya.

“Aigoo… uri Yong… you look so cute when you pouted! Aish… bila bukan karena Oppa harus bergegas ke Busan, mungkin saat ini aku sudah melahapmu hingga kau memelas mohon ampunanku! Tapi Oppa kan harus bekerja. So.. we can have the other breakfast next time, Okay?” Seohyun mengedipkan mata kanannya dan itu justru menyiksa Yonghwa lebih hebat lagi.

“Aish… hentikan aegyeomu, atau aku batalkan penerbanganku pagi ini!” Seohyun terkekeh mendengarnya.

“Arrasso.. arraso! Mian, Oppa!” Seohyun bangkit dari duduknya lalu membuat Yonghwa duduk manis dikursi dihadapannya. Seohyun menyajikan masakan Yonghwa tadi tepat di hadapan Yonghwa.

“Here.. please.. enjoy your REAL BREAKFAST, Mr. Jung!” Seohyun melebarkan senyumnya dan membuat Yonghwa tidak berdaya menerima kenyataan bahwa pagi ini, pesawat tidak mungkin menunggunya bila dia terlambat.

“Lebih baik kau siapkan dirimu, Mrs. Jung! Karena nanti malam, kau tidak akan bisa melakukan ini lagi padaku. Tak akan kubiarkan kau lari, Nyonya!” Yonghwa menatap Seohyun dengan tatapan seolah mengancam.

“Arraso, Oppa! Aku tidak akan lari kemanapun. Kau pulang cepat kan?”

“Huh. Aku akan langsung pulang begitu pekerjaanku selesai. Kita bisa berkunjung ke tempat orang tuaku lain waktu saat aku bisa mengajakmu juga.”

“Okay. I’ll be waiting…”

***

Seohyun tiba dirumah setelah membeli beberapa bahan untuk dimasaknya. Tidak lupa dia membeli sebuah tiramisu cake lengkap dengan tulisan ‘Happy Birthday, My Star..’ diatasnya. Yah.. besok adalah hari ulang tahun Yonghwa. Yonghwa sendiri bahkan tidak menyadarinya. Terlebih saat ponselnya dalam perbaikan karena Yonghwa lupa mengeluarkannya dari saku celananya dan Seohyun memasukannya kedalam mesin cuci tanpa dia periksa lebih dulu.

“Okay… aku akan mulai membuat soup rumput laut dan membumbui daging sapi ini. Aku tahu, suamiku sangat menyukai black paper steak buatanku.”

Seohyun begitu excited. Dia merencanakan untuk memberi kejutan ulang tahun untuk suaminya. Dan ini adalah pertama kalinya dia merayakan ulang tahun Yonghwa setelah mereka resmi menjadi suami istri. Dia berencana untuk melakukan semua ini sendiri. Mulai dari memasak, dekorasi, hingga skenario makan malam romantis nanti.

Beberapa waktu berlalu dan hampir semuanya selesai Seohyun siapkan. Masakannya sudah dia tata rapi di atas meja makan dengan hiasan liin dan mawar putih. Kamar mereka pun telah Seohyun sulap bak kamar pengantin. Penuh bunga dan juga lilin-lilin kecil di setiap sudutnya.

"Percect! Aku akan mandi dulu sekarang sebelum dia datang. Hhm.. satu jam lagi. Aku rasa itu cukup!" Lagi-lagi dia bergumam pada dirinya sendiri. Lalu ia pun bergegas menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya.

Seohyun memilih gaun backless panjang berwarna peach. Warna yang lembut yang memang menggambarkan karakter dirinya. Karena ini adalah backless gown, Seohyun tidak memerlukan bra untuk dia gunakan. Dan ide cerdasnya untuk memberi Yonghwa 'hadiah' ulang tahun terindah, adalah dengan menggunakan g-string ivory yang Yonghwa belikan saat CNBLUE menggelar konser di Paris beberapa bulan yang lalu. Selama ini Seohyun enggan memakainya karena model seperti ini tidak nyaman dia gunakan. Selain itu, alasan lainnya adalah, karena dia masih malu-malu. Under garment jenis itu tidak biasa dia gunakan bahkan bisa dikatakan, Seohyun tidak pernah memakainya. Bayangkan saja, Seohyun melihat wanita-wanita penghibur di film-film barat yang memakai pakaian seperti itu. Dan kini dia harus memakainya? Seohyun? Seo Joohyun dengan G-string?

Hhhh... Tapi malam ini, Seohyun akan melakukan apapun yang akan membuat suaminya menjadi laki-laki paling bahagia didunia.

Riasan wajahnya sudah sempurna kini. Dengan make up tipis dan tatanan rambut yang dia biarkan tergerai, Seohyun benar-benar menjelma seperti seorang malaikat. Dia melirik kearah jam dinding dan kini waktu menunjukkan pukul 9.30 malam. Yonghwa nya masih belum juga datang. Harusnya Yonghwa sudah berada di rumah sejak pukul 7 tadi. Tapi lalu dia menelepon Seohyun bahwa dia akan terlambat beberapa saat dan berjanji untuk sampai di rumah pukul 9 malam.

Yonghwa terlambat setengah jam.

Satu jam.

Dua jam.

Kini tepat pukul 11.00 dan Seohyun tidak bisa tinggal diam lagi. Dia mengambil ponsel nya dan segera menghibungi Yonghwa. Beberapa kali nada dering terdengar olehnya, tapi Yonghwa tak kunjung menjawab. Seohyun mulai gusar. Apa yang terjadi hingga Yonghwa terlambat hingga selarut ini dan dia bahkan tidak menjawab ponselnya.

"Ya Tuhan, Oppa... kumohon angkat ponselmu!" Dalam kegusarannya, Seohyun bergumam. Kakinya kini mulai melangkah dari ujung ruangan ke ujung ruangan yang lain. Kuku telunjukknya yang sudah terbalut indah lapisan kutek putih, tanpa dia sadari dia mulai mengigitnya.

Yonghwa masih belum menjawab ponselnya. Seohyun menghempaskan tubuhnya kesofa ruang tengah. Makan malam romantis, dan rencana hadiah terindahnya kini tak lagi diinginkanya. Fikirannya hanya terpaut pada wajah suaminya yang kini entah berada dimana.

Beberapa menit kemudian, ponsel ditangannya berdering dan Seohyun segera menjawabnya.

"Yeoboseo?" Dengan nada khawatir Seohyun menjawab.

"Hyun.. ini aku. Sayang, aku minta maaf, sepertinya aku tidak bisa pulang cepat. Data yang sudah kurekam bersama anak-anak mendadak hilang. Beberapa orang sedang memperbaiki software nya, berharap kami tidak harus take ulang. Mianhae, yeobo. Aku tidak bisa memenuhi janjiku untuk pulang cepat. Gwaenchanna?"

Ada rasa lega dalam hati Seohyun begitu dia mendengar suara Yonghwa dan ternyata dia baik-baik saja disana. Tapi disisi lain, perasaan kecewapun tak dapat dia pungkiri. Betapa dirinya sudah menyiapkan semua ini sejak pagi tadi dengan harapan bisa memberikan sesuatu yang indah untuk suaminya. Tapi.... inilah dunianya dan Yonghwa. Dia sadar, di industri ini, mereka tidak bisa hidup sebagaimana orang biasa jalani. Mereka memiliki jam kerja diluar jam biasa orang-orang pada umumnya. Seohyun menghela nafas panjang sebelum dia menjawab suaminya.

"Setidaknya kabari aku, Oppa! Kau tidak tahu betapa aku hampir gila memikirkan bermacam-macam hal buruk yang mungkin terjadi padamu. Aku benar-benar takut  Oppa!" Diujung sana, Yonghwa bisa merasakan betapa khawatirnya Seohyun dan itu membuanya semakin merasa bersalah.

"Arra, Yeobo! Hanbondo mianhae! Aku benar-benar panik karena data recording yang sudah berjalan 90% terancam hilang, Hyun. Hasil kerja keras kami selama berbulan-bulan ini akan sia2 bila data ini tidak berhasil dipulihkan. Sekarang kau tidur saja, yah.. tidak usah menungguku. Aku akan pulang dengan kereta terakhir malam ini." Seohyun terdiam tak menjawab. Dia memejamkan matanya menahan rasa kecewa yang terasa menghimpit didadanya.

"Hyun.... Honey.. kau mendengarku?"

"Arraso..." Sepenggal kata itu yang mampu Seohyun ucapkan sementara tangannya sibuk menyeka air mata yang tanpa terasa menetes di pipinya.

"Okay baby! See you at home! I love you..."

Seohyun tidak menjawabnya. Dia langsung menutup ponselnya setelah itu. Dengan langkah gontai, Seohyun menyeret kakinya ke kamarnya. Sejenak, dia berdiri didepan cermin. Menatap bayang dirinya dalam balutan gaun yang telah dia persiapkan khusus untuk malam ini. Riasan wajahnya pun mulai pudar. Ntar karena terlalu lama menunggu, atau karena air matanya barusan. Tak lama kemudian, Seohyun mengganti bajunya dengan piyama yang biasa dia kenakan lalu tidur.

Pukul 5.25 pagi, Yonghwa tiba dirumahnya. Betapa terkejutnya dia, saat memasukin ruang tengah dan didapatinya meja makan yang berisi berbagai macam makanan dan juga sebuah cake dengan tulisan Happy Birthday. Setelah beberapa saat berfikir, akhirnya Yonghwa menyadarinya.

"Ya Tuhan... apa yang sudah kulakukan...." Yonghwa mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Rasa bersalah benar-benar terasa menekan dadanya. Hyun-nya... dengan susah payah menyiapkan semua ini untuknya, dan dia baru datang sepagi ini? Yonghwa bergegas menuju kamarnya. Dia mendapati Seohyun yang terlelap tidur disudut tempat tidur mereka. Perlahan, dia menghampirinya dan duduk di sisi lain tempat tidur mereka tepat menghadap malaikatnya kini. Dengan lembut tangannya mengusap rambut Seohyun.

"Apa yang sudah kulakukan padamu, Hyun? Aku benar-benar tidak tahu kalau kau melakukan semua ini untukku. Maafkan aku, sayang... kau pasti lelah menungguku. Hhhh... meski aku tahu bahwa kau akan mengerti, tapi kau pun pasti kecewa, Joohyun ah!"

Yonghwa menyusuri setiap inci wajah istrinya dengan kedua matanya. Betapa sempurnanya wajah ini. Wajah cantik yang semakin sempurna dengan hati yang cantik.

"Saranghae, Buin ah..."

Tak lama kemudian, Yonghwa pun akhirnya merebahkan tubuhnya yang terasa amat lelah, lalu tidur disamping istrinya.

~ To Be Continue ~

Hmmm... saya dah masih warning yah... kl cerita ini rada kurang cocok buat pelajar. Berhubung kali ini saya mengangkat cerita tentang Yongseo after their marriage, so.. mungkin akan banyak hal yang saya tulis tentang apa yang biasa terjadi dalam kehidupan berumah tangga. Termasuk sesuatu yang lebih intimate and romantic from the point of view a married couple. Saya coba buat me deskripsikannya dengan cara yang romantis dan bukan erotis. So... very welcome buat kritik dan saran yah...
Hope you enjoy guys... ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar