In Time With You
Cast : Jung Yonghwa, Seo Joohyun,
Jung Jinwoon, Kim Hyoyeon, Suho,
Kim
Hyunna, Lee Jonghyun, Kang Minhyuk, Lee Jungshin, Monday Couple
Cho Kyuhyun
Genre : Romance
Rating : +15
Author : Jingga8
Chapter 14
The Story Of MR. BLUE, MR. RED, MR. GOLD and MR. BLACK
Yonghwa kembali mengajak Seohyun
memasuki kamarnya. Saat itu, Seohyun baru tersadar sepenuhnya tentang keadaan
kamar itu dan segala isi didalamnya. Semalam, saat dia menerobos masuk kesana,
pandangan dan perhatiannya langsung tertuju pada Yonghwa tanpa sempat
memperhatikan sekelilingnya. Terlebih, semalam terlalu gelap untuk bisa melihat
apapun.
Kali ini, Seohyun dibuat terpana
saat dia melihat sebuah rak tinggi menempel di dinding gypsum yang memisahkan
kamar Yonghwa dengan kamarnya. Dalam rak itu berderet rapi sejumlah action
figure dari beberapa tokoh super hero dunia. Juga miniatur motor sport dengan
berbagai bentuk dan warna. Semua itu hanya akan ditemui didalam kamar anak remaja.
Dia tidak menyangka, bahwa kamar itu milik seorang vocalis karismatik yang
dikaguminya.
Pandangannya kemudian melayang
pada meja hitam di samping rak itu. Yonghwa sudah terlebih dahulu berdiri
disana. Disamping meja itu. Memandang bingkai-bingkai foto yang berderet
diatasnya.
Tanpa Yonghwa minta, Seohyun pun
berjalan mendekatinya. Yonghwa masih terdiam menatap benda-benda dihadapannya.
Seohyun berdiri disampingnya, dan melihat apa yang sedang Yonghwa lihat.
Deretan foto dua orang lelaki.
Yang satu, Seohyun mengenalinya, meski tubuh lelaki itu lebih kecil dari yang
dia kenali kini. Dan yang satu lagi, Seohyun baru pertama kali melihatnya.
Keduanya memiliki mata dan senyum yang sama. Bermacam spekulasi berkecamuk
dalam benaknya tentang siapa laki-laki yang selalu tertawa bersama Yonghwa
dalam foto-foto itu? Mungkinkah lelaki ini adalah Hyung-nya yang dia tangisi
semalam?
"Namanya Jung Yongdo. Uri
Hyung. Dia 4 tahun lebih tua dariku." Akhirnya, seolah Yonghwa mampu
membaca fikiran Seohyun, dia menjawab tanda tanya itu. Benar dugaannya.
"Ah... pantas, aku merasa
wajah kalian begitu mirip." Seohyun masih memandangi satu-persatu
foto-foto itu. Melihat foto-foto itu, Seohyun seperti melihat rangkaian
peristiwa yang sudah Yonghwa dan Hyung nya lalui bersama. Mereka tampak sangat
bahagia. Teramat bahagia hingga semua itu terlalu ironis bila dibandingkan
dengan sedu sedan Yonghwa tadi malam.
Ah... dan ada Mr. Red juga
disana. Dengan satu lagi motor serupa berwarna hitam. Rupanya, Yonghwa dan
Hyung nya memang sangat menyukai jenis motor sport seperti itu.
"Jeongmal?" Dengan nada
pelan, Yonghwa bertanya.
"Hmm. Kalian benar-benar
mirip." Seohyun tersenyum. Yonghwa pun merekahkan senyum yang sama.
"Dulu, aku tidak pernah
terima saat orang mengatakan bahwa kami berdua punya wajah yang serupa. Aku
pasti akan menjadi orang yang pertama protes tentang hal itu." Seohyun
menoleh ke arah Yonghwa dan lelaki itu masih tersenyum sambil melihat foto
kakaknya.
"Wae? Bukankah semua itu
benar? Aku yang baru melihatnya saja langsung menyadari itu. Kalian benar-benar
memiliki senyum yang sama." Yonghwa tidak langsung menjawabnya. Dia
menoleh kearah Seohyun yang masih menatapnya penuh tanya. Kemudian Yonghwa
tersenyum lebih lebar. Bahkan kali ini, Seohyun mendengar suara tawa kecilnya.
"Yak.. Oppa.. kenapa malah
tertawa?" Seohyun semakin bingung. Yonghwa lalu mengacak rambut Seohyun
perlahan.
"Ani ah! Aku hanya merasa
kau benar-benar cute, Joohyun ah. Aku fikir kau lebih penasaran dengan apa yang
terjadi padanya kini dan dimana dia sekarang. Tapi ternyata, yang pertama menarik perhatianmu justru tentang betapa
miripnya aku dengan Hyungku. And it was so nice, mendengar seseorang bereaksi
seperti itu saat aku mulai menceritakan tentangnya." Sekali lagi, Seohyun
melihatnya tertawa kecil.
Ya, Seohyun tahu, orang lain
mungkin akan langsung bertanya tentang siapa dia, apa yang terjadi padanya,
dimana dia sekarang, dan mengapa Yonghwa menangis hebat setiap kali dia
bermimpi tentang Hyung-nya.
Tapi dia tidak akan melakukannya.
Dia tidak akan langsung mengorek ke sumber rasa sakit itu berasal. Seohyun
tahu, Jung Yongdo adalah titik terperih dari rangkaian luka itu.
"Itu karena aku sangat yakin
bahwa kalian benar-benar mirip. Dan aku sangat penasaran apa alasanmu menolak
fakta itu. Terlebih karena Hyung-mu lebih tampan darimu. Bukankah seharusnya
kau bersyukur, karena orang menilaimu mirip dengan orang tampan? Setidaknya kau
nyaris setampan dia, bukan?"
Dan kali ini Yonghwa dibuatnya
terbahak. She made it! She really made it! Yonghwa tidak menyangka bahwa dia
bisabisa tertawa saat dia membuka kenangannya bersama Jung Yongdo.
"Aigoo... geun yeoja ga!!
Syukurlah, Hyung tidak mendengarnya. Bila sampai Mr. Blue mendengarnya,
habislah popularitasku!" Yonghwa menggeleng-gelengkan kepalanya dalam sisa
tawanya.
"Mr. Blue?" Seohyun
bertanya dengan wajah innocent nya. Dan tawa Yonghwa pun berakhir, berganti
dengan senyum tipis disudut bibirnya. Lelaki itu merotasi tubuhnya dan
menghadap tepat kearah Seohyun. Dengan begitu, Seohyun pun melakukan hal yang
sama. Kini mereka saling berhadapan.
"Maja, Hyun. Mr. Blue.
Dialah Mr. Blue yang sebenarnya." Senyum diwajahnya terasa satir.
"Geurae? Mianhae, Oppa...
aku terus memanggilmu begitu. Aku tidak tahu dan tidak bermaksud untuk..."
"It's okay, Baby! Saat
pertama kali aku mendengarmu memanggilku begitu, sejujurnya aku sangat
terkejut. Aku berfikir, apa mungkin kau tahu sesuatu tentang Mr. Blue? Aku juga
heran, kenapa aku tidak merasa terganggu karena kau memanggilku begitu. Bahkan
Jonghyun, Minhyuk dan Jungshin pun tidak berani menyebut nama itu
didepanku."
Yonghwa kembali menatap foto-foto
itu. Lalu dia mengambil satu foto dimana dia dan Yongdo sedang menaiki motor
mereka. Yongdo menaiki Mr. Red, dan Yonghwa menaiki satu yang berwarna hitam.
"Here. Hyung bersama Mr.
Red, dan aku.... menaiki Mr. Black." Dengan foto itu ditangannya, Yonghwa
berjalan perlahan menuju tempat tidurnya, lalu duduk disalah satu tepiannya.
Seohyun mengikutinya, lalu duduk disamping Yonghwa.
"Kalian sepertinya sangat
dekat." Seohyun mencoba untuk memulai cerita itu dengan pertanyaan
terhalus yang mampu dia fikirkan.
"Kau benar. Selain sebagai
Hyung, Mr. Blue juga sahabat terbaikku.
Tak peduli bagaimana pun, dia akan selalu mengalah padaku dan melakukan apa
yang aku mau. Sejak kecil, kami punya banyak kode rahasia yang hanya dimengerti
oleh kami berdua. Tujuannya adalah, agar Appa dan Eomma tidak tahu rencana
nakal apa yang akan kami lakukan. Ya.. seperti yang kau tahu.. Mr. Blue, Mr.
Gold, Mr. Red dan Mr. Black, itu hanya sebagian code yang kami miliki. Masih
banyak yang lainnya.
Selama ada Hyung, aku tidak
pernah mengkhawatirkan apapun. Hyungku adalah seorang yang genius. Bila kau
melihat nilai akademiknya, kau pun pasti akan tercengang. Tapi lebih dari itu,
Mr. Blue adalah lelaki yang baik. Jonghyun bahkan selalu iri padaku karena aku
memiliki Hyung sepertinya.
Ya, dia benar-benar seperti
Superman, superhero favorit nya. Dan semua action figure itu, semua itu
miliknya." Yonghwa menunjukkan tangannya ke arah rak kayu yang sempat
menarik perhatian Seohyun tadi.
"Begitukah? Aah... pantas
saja, Hyungmu menamakan dirinya Mr. Blue, dan motornya Mr. Red. Mungkinkah
karena warna kostum Superman juga berwarna biru dan merah?" Dan sekali
lagi Yonghwa terbahak dibuatnya hingga membuat Seohyun bingung.
"Seo Joohyun, neol jinjja!!
Darimana kau mendapatkan ide itu? Huh? Ani... bagaimana kau bisa langsung
menebaknya? Dan lagi-lagi... pertanyaanmu membuatku terpukau." Beberapa
waktu, akhirnya Yonghwa berhenti tertawa.
"Kau tidak penasaran tentang
dimana dia sekarang?" Matanya menatap Seohyun sendu. Tentu saja Seohyun
menunggunya. Selama ini sudah cukup teror-teror Yonghwa disetiap malam memicu
rasa ingin tahunya.
"Pelan-pelan saja, Oppa.
Ceritakan saja semua yang ingin kau ceritakan. Aku akan mendengar
semuanya." Lewat tatapan matanya, Seohyun ingin Yonghwa tahu bahwa dia
berada di sampingnya bukan sekedar untuk menuntaskan rasa penasarannya. Lebih
dari itu, dia akan mencoba menjadi seseorang yang bisa Yonghwa jadikan teman
untuk berbagi apapun.
"Saat itu usiaku 20 tahun.
Dan Hyung-ku berumur 24 tahun. Tidak seperti Hyung, aku memutuskan untuk tidak
meneruskan sekolahku. Aku lebih memilih untuk menjadi....
Pembalap profesional."
Sesaat, Yonghwa seperti sedang
memikirkan sesuatu sambil terus memandangi foto ditangannya dan sesekali
mengusap wajah Hyung-nya dengan jemarinya.
"Lalu, kenapa kau tidak
mewujudkan mimpi itu?"
Yonghwa menghela nafas panjang
sebelum menjawab pertanyaan itu.
"Uri Aboji... tidak menyukai
impianku. Lebih tepatnya, Appaku menentang keras keinginanku. Appa menginginkan
Hyung dan aku menjadi penerusnya di perusahaan. Dia berhasil mengatur hidup
Hyung-ku sesuai dengan keinginannya. Hyung mengambil jurusan managemen bisnis
di Universitas Seoul dan lulus dengan predikat membanggakan. Dia bahkan
menerima keputusan Appa yang lainnya yaitu meneruskan kuliah di Amerika meski
impian Hyung yang sebenarnya sama denganku. Yaitu menjadi pembalap.
Hyung merelakan mimpinya. Ya, he
was the most amazing person i ever met in my life.
Dia tidak pernah mengecewakan
siapapun. Dia putra yang baik untuk orang tuaku, dia juga Hyung yang
mengagumkan untukku." Yonghwa kembali terdiam sebelum menyelesaikan
kalimat terakhirnya.
"Tidak sepertiku." Dan
lelaki itu menundukkan kepalanya. Senyum di wajahnya perlahan lenyap.
"Gwaenchanna, Oppa. Mungkin
saat ini orang tuamu pun merasa bangga padamu karena kini musikmu bisa
dinikmati banyak orang. Terlebih karena kini kau dan CNBLUE memiliki pasar
resmi di Jepang. Meski kalian hanya band indie, tapi Jungshin memberi tahuku
bahwa income yang kalian peroleh bukan main-main.
Meski kau tidak meneruskan
sekolahmu, tapi kau bisa memberikan sesuatu pada orang tuamu lewat
musikmu."
Mendengarnya, senyum diwajah
Yonghwa kembali merekah. Dia menoleh pada sosok perempuan disampingnya dan
menatapnya lekat.
"You think so? Tsk...
semakin lama, kau semakin mirip dengannya, Hyun." Yonghwa kembali menatap
foto ditangannya.
"Nugunji?"
"Uri Hyung. Hhhh.... dia
juga mengatakan hal yang sama padaku dulu. Saat aku bertengkar hebat dengan
Appa, dan memutuskan untuk meninggalkan rumah lalu mengejar mimpiku menjadi
pembalap.
Hyung pergi mencariku dan
menemukanku dirumah Jonghyun. Saat itu dia bilang, bahwa di dalam keluarga
kami, tidaklah asyik bila kami berdua sama-sama menjadi anak penurut pada orang
tua kami. Alih-alih menyalahkanku, Hyung malah berterima kasih padaku karena
telah membuat hidupnya lebih menyenangkan dengan kelakuan nakalku. Setidaknya,
karena aku bisa melakukan apa yang Hyung tidak bisa melakukannya. Yaitu
memberontak."
"Tapi.. pada akhirnya kau
tetap tidak meneruskan mimpi itu kan? Kini kau hidup dengan gitarmu dan bukan
motormu."
Yonghwa kembali terdiam. Senyum
diwajahnya kali ini benar-benar sirna. Dia meletakan foto itu diatas tempat
tidur, disampingnya. Matanya menatap lurus kedepan dan Seohyun bisa merasakan
bahwa kepedihan itu kembali Yonghwa rasakan.
"Karena akhirnya aku
menyadari....
Mimpi itu adalah awal petaka dalam
hidupku.
Mimpiku.... telah merenggut Hyung
dari dalam hidupku."
Seohyun mulai merasa debar
jantungnya berdegup kencang. Pantas saja.... kenapa kesedihan itu begitu pekat
diwajahnya. Karena kini, sebagian jiwanya sudah tak lagi berada didunia ini.
"Kapan? Dan apa yang terjadi
pada Hyungmu?" Akhirnya, Seohyun tiba di waktu yang tepat untuk menanyakan
itu. Yonghwa mengangkat kepalanya dan menghela nafas panjang.
"I'll try to tell you
everything, Hyun. But promise me, please! Hentikan aku saat aku mulai bereaksi
berlebihan ketika aku menceritakan segalanya. Dan berjanjilah satu hal
lagi.....
Jangan tinggalkan aku setelah
apapun yang kau dengar dariku." Yonghwa menggenggam erat tangan Seohyun
dan benar-benar mengiba untuk permintaannya barusan. Dan Seohyun, diapun
mengangguk dengan senyum tulusnya.
"All I Am"
Heatwave
Who do you think you see
When you look at me
Is it somebody strong
Somebody you could admire
And who do you think I am
When I take your hand
Are you counting on me
To fill your dreams and your
desires
Well all I am
Is lonely just like you
All I wanna do
Is have one dream comes true
All I am
Is handing you my heart
Hoping to be part of you
Who do you think you are
Standing in the dark
Are you waiting for me
Why can't I reach you from here
Oh, how do I get to you
Won't you let me through
Don't you think that may
We have something special to be shared

Tidak ada komentar:
Posting Komentar