Sabtu, 31 Oktober 2015

In Time With You Chapter 14



In Time With You
Cast                                     : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, Jung Jinwoon, Kim Hyoyeon, Suho, 
                                              Kim Hyunna, Lee Jonghyun, Kang Minhyuk, Lee Jungshin, Monday Couple
                                              Cho Kyuhyun
Genre                                   : Romance
Rating                                   : +15
Author                                  : Jingga8
 
 
Chapter 14

The Story Of MR. BLUE, MR. RED, MR. GOLD and MR. BLACK

Yonghwa kembali mengajak Seohyun memasuki kamarnya. Saat itu, Seohyun baru tersadar sepenuhnya tentang keadaan kamar itu dan segala isi didalamnya. Semalam, saat dia menerobos masuk kesana, pandangan dan perhatiannya langsung tertuju pada Yonghwa tanpa sempat memperhatikan sekelilingnya. Terlebih, semalam terlalu gelap untuk bisa melihat apapun.

Kali ini, Seohyun dibuat terpana saat dia melihat sebuah rak tinggi menempel di dinding gypsum yang memisahkan kamar Yonghwa dengan kamarnya. Dalam rak itu berderet rapi sejumlah action figure dari beberapa tokoh super hero dunia. Juga miniatur motor sport dengan berbagai bentuk dan warna. Semua itu hanya akan ditemui didalam kamar anak remaja. Dia tidak menyangka, bahwa kamar itu milik seorang vocalis karismatik yang dikaguminya.

Pandangannya kemudian melayang pada meja hitam di samping rak itu. Yonghwa sudah terlebih dahulu berdiri disana. Disamping meja itu. Memandang bingkai-bingkai foto yang berderet diatasnya.

Tanpa Yonghwa minta, Seohyun pun berjalan mendekatinya. Yonghwa masih terdiam menatap benda-benda dihadapannya. Seohyun berdiri disampingnya, dan melihat apa yang sedang Yonghwa lihat.

Deretan foto dua orang lelaki. Yang satu, Seohyun mengenalinya, meski tubuh lelaki itu lebih kecil dari yang dia kenali kini. Dan yang satu lagi, Seohyun baru pertama kali melihatnya. Keduanya memiliki mata dan senyum yang sama. Bermacam spekulasi berkecamuk dalam benaknya tentang siapa laki-laki yang selalu tertawa bersama Yonghwa dalam foto-foto itu? Mungkinkah lelaki ini adalah Hyung-nya yang dia tangisi semalam?

"Namanya Jung Yongdo. Uri Hyung. Dia 4 tahun lebih tua dariku." Akhirnya, seolah Yonghwa mampu membaca fikiran Seohyun, dia menjawab tanda tanya itu. Benar dugaannya.

"Ah... pantas, aku merasa wajah kalian begitu mirip." Seohyun masih memandangi satu-persatu foto-foto itu. Melihat foto-foto itu, Seohyun seperti melihat rangkaian peristiwa yang sudah Yonghwa dan Hyung nya lalui bersama. Mereka tampak sangat bahagia. Teramat bahagia hingga semua itu terlalu ironis bila dibandingkan dengan sedu sedan Yonghwa tadi malam.

Ah... dan ada Mr. Red juga disana. Dengan satu lagi motor serupa berwarna hitam. Rupanya, Yonghwa dan Hyung nya memang sangat menyukai jenis motor sport seperti itu.

"Jeongmal?" Dengan nada pelan, Yonghwa bertanya.

"Hmm. Kalian benar-benar mirip." Seohyun tersenyum. Yonghwa pun merekahkan senyum yang sama.

"Dulu, aku tidak pernah terima saat orang mengatakan bahwa kami berdua punya wajah yang serupa. Aku pasti akan menjadi orang yang pertama protes tentang hal itu." Seohyun menoleh ke arah Yonghwa dan lelaki itu masih tersenyum sambil melihat foto kakaknya.

"Wae? Bukankah semua itu benar? Aku yang baru melihatnya saja langsung menyadari itu. Kalian benar-benar memiliki senyum yang sama." Yonghwa tidak langsung menjawabnya. Dia menoleh kearah Seohyun yang masih menatapnya penuh tanya. Kemudian Yonghwa tersenyum lebih lebar. Bahkan kali ini, Seohyun mendengar suara tawa kecilnya.

"Yak.. Oppa.. kenapa malah tertawa?" Seohyun semakin bingung. Yonghwa lalu mengacak rambut Seohyun perlahan.

"Ani ah! Aku hanya merasa kau benar-benar cute, Joohyun ah. Aku fikir kau lebih penasaran dengan apa yang terjadi padanya kini dan dimana dia sekarang. Tapi ternyata, yang pertama  menarik perhatianmu justru tentang betapa miripnya aku dengan Hyungku. And it was so nice, mendengar seseorang bereaksi seperti itu saat aku mulai menceritakan tentangnya." Sekali lagi, Seohyun melihatnya tertawa kecil.

Ya, Seohyun tahu, orang lain mungkin akan langsung bertanya tentang siapa dia, apa yang terjadi padanya, dimana dia sekarang, dan mengapa Yonghwa menangis hebat setiap kali dia bermimpi tentang Hyung-nya.

Tapi dia tidak akan melakukannya. Dia tidak akan langsung mengorek ke sumber rasa sakit itu berasal. Seohyun tahu, Jung Yongdo adalah titik terperih dari rangkaian luka itu.

"Itu karena aku sangat yakin bahwa kalian benar-benar mirip. Dan aku sangat penasaran apa alasanmu menolak fakta itu. Terlebih karena Hyung-mu lebih tampan darimu. Bukankah seharusnya kau bersyukur, karena orang menilaimu mirip dengan orang tampan? Setidaknya kau nyaris setampan dia, bukan?"

Dan kali ini Yonghwa dibuatnya terbahak. She made it! She really made it! Yonghwa tidak menyangka bahwa dia bisabisa tertawa saat dia membuka kenangannya bersama Jung Yongdo.

"Aigoo... geun yeoja ga!! Syukurlah, Hyung tidak mendengarnya. Bila sampai Mr. Blue mendengarnya, habislah popularitasku!" Yonghwa menggeleng-gelengkan kepalanya dalam sisa tawanya.

"Mr. Blue?" Seohyun bertanya dengan wajah innocent nya. Dan tawa Yonghwa pun berakhir, berganti dengan senyum tipis disudut bibirnya. Lelaki itu merotasi tubuhnya dan menghadap tepat kearah Seohyun. Dengan begitu, Seohyun pun melakukan hal yang sama. Kini mereka saling berhadapan.

"Maja, Hyun. Mr. Blue. Dialah Mr. Blue yang sebenarnya." Senyum diwajahnya terasa satir.

"Geurae? Mianhae, Oppa... aku terus memanggilmu begitu. Aku tidak tahu dan tidak bermaksud untuk..."

"It's okay, Baby! Saat pertama kali aku mendengarmu memanggilku begitu, sejujurnya aku sangat terkejut. Aku berfikir, apa mungkin kau tahu sesuatu tentang Mr. Blue? Aku juga heran, kenapa aku tidak merasa terganggu karena kau memanggilku begitu. Bahkan Jonghyun, Minhyuk dan Jungshin pun tidak berani menyebut nama itu didepanku."

Yonghwa kembali menatap foto-foto itu. Lalu dia mengambil satu foto dimana dia dan Yongdo sedang menaiki motor mereka. Yongdo menaiki Mr. Red, dan Yonghwa menaiki satu yang berwarna hitam.

"Here. Hyung bersama Mr. Red, dan aku.... menaiki Mr. Black." Dengan foto itu ditangannya, Yonghwa berjalan perlahan menuju tempat tidurnya, lalu duduk disalah satu tepiannya. Seohyun mengikutinya, lalu duduk disamping Yonghwa.

"Kalian sepertinya sangat dekat." Seohyun mencoba untuk memulai cerita itu dengan pertanyaan terhalus yang mampu dia fikirkan.

"Kau benar. Selain sebagai Hyung, Mr. Blue  juga sahabat terbaikku. Tak peduli bagaimana pun, dia akan selalu mengalah padaku dan melakukan apa yang aku mau. Sejak kecil, kami punya banyak kode rahasia yang hanya dimengerti oleh kami berdua. Tujuannya adalah, agar Appa dan Eomma tidak tahu rencana nakal apa yang akan kami lakukan. Ya.. seperti yang kau tahu.. Mr. Blue, Mr. Gold, Mr. Red dan Mr. Black, itu hanya sebagian code yang kami miliki. Masih banyak yang lainnya.

Selama ada Hyung, aku tidak pernah mengkhawatirkan apapun. Hyungku adalah seorang yang genius. Bila kau melihat nilai akademiknya, kau pun pasti akan tercengang. Tapi lebih dari itu, Mr. Blue adalah lelaki yang baik. Jonghyun bahkan selalu iri padaku karena aku memiliki Hyung sepertinya.

Ya, dia benar-benar seperti Superman, superhero favorit nya. Dan semua action figure itu, semua itu miliknya." Yonghwa menunjukkan tangannya ke arah rak kayu yang sempat menarik perhatian Seohyun tadi.

"Begitukah? Aah... pantas saja, Hyungmu menamakan dirinya Mr. Blue, dan motornya Mr. Red. Mungkinkah karena warna kostum Superman juga berwarna biru dan merah?" Dan sekali lagi Yonghwa terbahak dibuatnya hingga membuat Seohyun bingung.

"Seo Joohyun, neol jinjja!! Darimana kau mendapatkan ide itu? Huh? Ani... bagaimana kau bisa langsung menebaknya? Dan lagi-lagi... pertanyaanmu membuatku terpukau." Beberapa waktu, akhirnya Yonghwa berhenti tertawa.

"Kau tidak penasaran tentang dimana dia sekarang?" Matanya menatap Seohyun sendu. Tentu saja Seohyun menunggunya. Selama ini sudah cukup teror-teror Yonghwa disetiap malam memicu rasa ingin tahunya.

"Pelan-pelan saja, Oppa. Ceritakan saja semua yang ingin kau ceritakan. Aku akan mendengar semuanya." Lewat tatapan matanya, Seohyun ingin Yonghwa tahu bahwa dia berada di sampingnya bukan sekedar untuk menuntaskan rasa penasarannya. Lebih dari itu, dia akan mencoba menjadi seseorang yang bisa Yonghwa jadikan teman untuk berbagi apapun.

"Saat itu usiaku 20 tahun. Dan Hyung-ku berumur 24 tahun. Tidak seperti Hyung, aku memutuskan untuk tidak meneruskan sekolahku. Aku lebih memilih untuk menjadi....

Pembalap profesional."

Sesaat, Yonghwa seperti sedang memikirkan sesuatu sambil terus memandangi foto ditangannya dan sesekali mengusap wajah Hyung-nya dengan jemarinya.

"Lalu, kenapa kau tidak mewujudkan mimpi itu?"

Yonghwa menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan itu.

"Uri Aboji... tidak menyukai impianku. Lebih tepatnya, Appaku menentang keras keinginanku. Appa menginginkan Hyung dan aku menjadi penerusnya di perusahaan. Dia berhasil mengatur hidup Hyung-ku sesuai dengan keinginannya. Hyung mengambil jurusan managemen bisnis di Universitas Seoul dan lulus dengan predikat membanggakan. Dia bahkan menerima keputusan Appa yang lainnya yaitu meneruskan kuliah di Amerika meski impian Hyung yang sebenarnya sama denganku. Yaitu menjadi pembalap.

Hyung merelakan mimpinya. Ya, he was the most amazing person i ever met in my life.

Dia tidak pernah mengecewakan siapapun. Dia putra yang baik untuk orang tuaku, dia juga Hyung yang mengagumkan untukku." Yonghwa kembali terdiam sebelum menyelesaikan kalimat terakhirnya.

"Tidak sepertiku." Dan lelaki itu menundukkan kepalanya. Senyum di wajahnya perlahan lenyap.

"Gwaenchanna, Oppa. Mungkin saat ini orang tuamu pun merasa bangga padamu karena kini musikmu bisa dinikmati banyak orang. Terlebih karena kini kau dan CNBLUE memiliki pasar resmi di Jepang. Meski kalian hanya band indie, tapi Jungshin memberi tahuku bahwa income yang kalian peroleh bukan main-main.

Meski kau tidak meneruskan sekolahmu, tapi kau bisa memberikan sesuatu pada orang tuamu lewat musikmu."

Mendengarnya, senyum diwajah Yonghwa kembali merekah. Dia menoleh pada sosok perempuan disampingnya dan menatapnya lekat.

"You think so? Tsk... semakin lama, kau semakin mirip dengannya, Hyun." Yonghwa kembali menatap foto ditangannya.

"Nugunji?"

"Uri Hyung. Hhhh.... dia juga mengatakan hal yang sama padaku dulu. Saat aku bertengkar hebat dengan Appa, dan memutuskan untuk meninggalkan rumah lalu mengejar mimpiku menjadi pembalap.

Hyung pergi mencariku dan menemukanku dirumah Jonghyun. Saat itu dia bilang, bahwa di dalam keluarga kami, tidaklah asyik bila kami berdua sama-sama menjadi anak penurut pada orang tua kami. Alih-alih menyalahkanku, Hyung malah berterima kasih padaku karena telah membuat hidupnya lebih menyenangkan dengan kelakuan nakalku. Setidaknya, karena aku bisa melakukan apa yang Hyung tidak bisa melakukannya. Yaitu memberontak."

"Tapi.. pada akhirnya kau tetap tidak meneruskan mimpi itu kan? Kini kau hidup dengan gitarmu dan bukan motormu."

Yonghwa kembali terdiam. Senyum diwajahnya kali ini benar-benar sirna. Dia meletakan foto itu diatas tempat tidur, disampingnya. Matanya menatap lurus kedepan dan Seohyun bisa merasakan bahwa kepedihan itu kembali Yonghwa rasakan.

"Karena akhirnya aku menyadari....

Mimpi itu adalah awal petaka dalam hidupku.

Mimpiku.... telah merenggut Hyung dari dalam hidupku."

Seohyun mulai merasa debar jantungnya berdegup kencang. Pantas saja.... kenapa kesedihan itu begitu pekat diwajahnya. Karena kini, sebagian jiwanya sudah tak lagi berada didunia ini.

"Kapan? Dan apa yang terjadi pada Hyungmu?" Akhirnya, Seohyun tiba di waktu yang tepat untuk menanyakan itu. Yonghwa mengangkat kepalanya dan menghela nafas panjang.

"I'll try to tell you everything, Hyun. But promise me, please! Hentikan aku saat aku mulai bereaksi berlebihan ketika aku menceritakan segalanya. Dan berjanjilah satu hal lagi.....

Jangan tinggalkan aku setelah apapun yang kau dengar dariku." Yonghwa menggenggam erat tangan Seohyun dan benar-benar mengiba untuk permintaannya barusan. Dan Seohyun, diapun mengangguk dengan senyum tulusnya.

"All I Am"
Heatwave

Who do you think you see
When you look at me
Is it somebody strong
Somebody you could admire

And who do you think I am
When I take your hand
Are you counting on me
To fill your dreams and your desires

Well all I am
Is lonely just like you
All I wanna do
Is have one dream comes true
All I am
Is handing you my heart
Hoping to be part of you

Who do you think you are
Standing in the dark
Are you waiting for me
Why can't I reach you from here

Oh, how do I get to you
Won't you let me through
Don't you think that may
We have something special to be shared
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar