Kamis, 19 November 2015

In Time With You Chapter 16



In Time With You
Cast                                     : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, Jung Jinwoon, Kim Hyoyeon, Suho, 
                                              Kim Hyunna, Lee Jonghyun, Kang Minhyuk, Lee Jungshin, Monday Couple
                                              Cho Kyuhyun
Genre                                   : Romance
Rating                                   : +15
Author                                  : Jingga8
 
 
Chapter 16

Dating

3 Minggu Kemudian

From : Mr. Gold
'What are you doing now, Beib?'

Senyum termanis segera merekah diwajah lelahnya ketika sebuah pesan dari seorang yang dia rindukan tiba-tiba muncul dilayar ponselnya. Mr. Gold. Ya, Seohyun merubahnya sejak dia mengetahui untaian cerita itu. Sudah seminggu ini Seohyun tidak melihat wajahnya. CNBLUE sedang berada di Eropa bersama beberapa band indie dari Jepang untuk mengikuti annual rock festival disana. Dan seharian kemarin, Yonghwa tidak menghubunginya.

To : Mr. Gold
'Baru saja menyelesaikan shiff-ku. Sekarang aku sedang menunggu Hyo Eonnie sebelum aku pulang. And how about you, Handsome?'

From : Mr. Gold
'Very weak, tired and.... Neomu bogoshiposeo, Sunset!! I  think i need my energy. Can't hardly wait to see your sparkling angel eyes. :( '

Dan senyumnya merekah semakin lebar. Terpancar jelas warna bahagia dari sana.

To : Mr. Gold
'Kalau begitu cepatlah pulang, Oppa! Sarapan dan makan malam tanpamu rasanya aneh dan membosankan.'

Hari ini KCC cukup ramai sejak pagi. Belum lagi, semalam Seohyun hanya punya waktu 2 jam untuk tidur karena tugas akhirnya. Seohyun beberapa saat merebahkan tubunya disofa ruang istirahat, sambil memijat-mijat kakinya. Benar-benar hari yang melelahkan.

"Barbie, ada yang mencarimu!" Tiba-tiba Suho datang dari balik pintu.

"Na ya? Nugu?" Seohyun mengerutkan keningnya.

"Molla. Aku baru melihatnya pertama kali di KCC. Ckckck... geun yeoja ga! Haissh!! Sebenarnya kau punya berapa banyak pacar sih? Actor itu, lalu musisi itu, dan sekarang.. bila kuperhatikan, dari gayanya berpakaian, sepertinya dia seorang yang kaya dan terpelajar. Wajahnya juga tampan. Aigoo.... yakkk... Seo Barbie!!! Pantas saja dimatamu aku ini tak pernah cukup. Apa karena aku hanya sekedar tukang masak yang bahkan belum lulus kuliah?" Dan sebuah lap piring pun mendarat manis diwajah Suho sebagai jawaban dari pertanyaan bodohnya.

"Kau gila, ya?! Tsk..." Seohyun menyorotkan tatapan kesal kearah sahabatnya meski pertanyaan dalam benaknya belum terjawab tentang siapa lelaki yang dimaksud Suho.

"Yakk!!! Kau tidak tahu betapa berharganya wajah ini, huh? Aigoo... lihat lap ini!! Eomma, Ottokhae? Na ye sojungan eolgu ah..." Rengekan Suho semakin terdengar menyebalkan ditelinga Seohyun namun tetap saja... Seohyun tidak bisa menahan tawanya karena tingkah Suho itu.

"Geumanhae, Nobita! Sekarang katakan, dimana dia sekarang?"

"Tuh... dia sedang menunggumu dikursi balcon. Akhh... sayang sekali. Wajahnya memang tampan, tapi.... urusan selera... sepertinya dia sedikit aneh. Karena jika saja akal sehatnya berfungsi dengan baik, untuk apa pria tampan sepertinya datang kesini untuk mencarimu? Benar-benar tidak masuk akal." Suho melipat kedua tangannya didepan dadanya sambil menampakkan wajah simpati yang dia tujukan pada pria yang Seohyun bahkan belum tahu siapa dia. Dan kali ini Suho tidak mampu mengelak lagi. Sebuah sendok berbalut minyak ikan benar-benar mendarat halus di pipinya.

Harga yang harus dia bayar karena kecerewetannya.

"Yak!!!! Seo Phabo ah!!! Seo carzy ah! Seo ugly ah!!! Neol jinjja mitjoseo?!" Suho berteriak sambil membelalakan matanya hingga kedua bola mata kodoknya tampak seolah siap melompat dari kelopaknya. Seohyun hanya tertawa geli meilhat reaksinya lalu berjalan melewati Suho begitu saja untuk melihat dan memastikan siapa lelaki yang datang mencarinya.

Pandangannya langsung tertuju kearah balcon KCC. Seohyun melihatnya. Seorang pria berkaca mata, berbalut casual blue jeans dan kemeja putih motif kotak-kotak dengan tangan yang dilinting hingga sikut. Suho benar, lelaki itu benar-benar tampan.

Perlahan, Seohyun berjalan mendekatinya hingga akhirnya dia menyadari.....

"Oh... Cho Kyuhyun Ssi?" Sedikit kaget, Seohyun menyapanya. Dia tidak menyangka bahwa pria ini akan datang ketempatnya bekerja dan mencarinya.

Dari tempat duduknya, Kyuhyun tersenyum hangat lalu dia berdiri menyambut kedatangan Seohyun.

"Omo... wae kkamjagiyo, Kyuhyun Ssi? Aku benar-benar kaget, karena tiba-tiba kau datang ke tempat kerjaku." Ya, dari wajahnya Kyuhyun tahu betapa terkejutnya Seohyun. Lagi-lagi pria ini hanya tersenyum manis.

"Aniyo, geunyang... aku kebetulan lewat daerah sini. Dan aku ingat bahwa kau pernah bilang kalau kau kerja disini. Hanya iseng, Seohyun Ssi. Tapi aku senang, karena ternyata kau masih berada disini." Seohyun sedikit relax usai mendengar jawaban Kyuhyun. Meski masih terasa tak biasa untuknya.

Akhirnya, Seohyun mengaggukkan kepalanya diiringi dengan senyum yang tak kalah manis. Lalu dia pun duduk di kursi yang berada tepat dihadapan Kyuhyun.

"Sebetulnya, ini sudah waktunya aku pulang. Tapi rekan shiff ku belum datang, jadi kuputuskan untuk tetap disini sampai dia datang."

Sekali lagi, suasana canggung kembali tercipta. Kali ini, giliran Kyuhyun yang tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Dan hening tercipta untuk beberapa saat.

"Hhm... Seohyun Ssi, sebetulnya aku datang kesini sekalian untuk menyerahkan ini." Kyuhyun menyerahkan sebuah amplop berukuran A4 berwarna maroon dengan logo 'Gangnam Soul' di sudut kiri atasnya.

"Igae mwoeyo?" Tidak langsung mengambilnya, Seohyun justru termangu beberapa saat sambil menebak-nebak isi amplop itu dalam fikirannya.

"Ini adalah kontrak kerja yang coba aku tawarkan padamu. Setelah kuberikan beberapa tulisanmu yang kau email beberapa hari lalu pada bagian redaksi, tanpa kuduga, ternyata respon mereka benar-benar luar biasa. Mereka semua menyukai karyamu. Dan karena itu, rasanya teramat sayang bila kami harus melewatkan seorang penulis berbakat sepertimu. Geuraeseo, luangkan waktumu untuk membaca setiap detail isi kontrak ini. Dan bila kau setuju, silakan tanda tangani. Aku akan menunggumu di kantorku."

Sekali lagi Seohyun termangu dibuatnya. Kontrak? Secepat ini? Benarkah? Kebaikan apa yang sudah dia lakukan beberapa waktu terakhir ini, hingga dia berhak mendapatkan rentetan keajaiban itu?

"Chogieyo.... Seohyun Ssi?!" Kyuhyun melambaikan tangannya dihadapan wajah Seohyun yang kala itu masih sibuk memilah-milah yang mana antara mimpi dan kenyataan.

"Ah?.. Oo.. Oh... Jeoseohapnida. Aigoo... cho geunyang...! Aku hanya kaget, Kyuhyun Ssi. Semua ini terlalu tiba-tiba. Aku bahkan sama sekali tidak menaruh harapan pada tulisanku kali ini. Hajiman... jeongmal neomu kamsahamnida. Terima kasih karena memberiku kesempatan ini. Kau tidak tahu betapa berartinya semua ini untukku."

Matanya berkaca-kaca. Andai saja dia tidak sedang berada dihadapan orang asing, mungkin Seohyun saat itu tidak akan ragu lagi untuk menumpahkan air mata bahagianya.

"Gwaenchannayo, Seohyun Ssi. Kau juga harus tahu bahwa bakat-bakat sepertimu ini yang akan membuat perusahaan kami bisa berkembang lebih besar. Aku berjanji, kau tidak akan menyesal bergabung dengan kami. Akan banyak kesempatan lain yang bisa kau dapatkan. Bukan hanya buku, kau juga bisa menjadi penulis skenario. Atau, bila kau tertarik dengan berita, kau bisa bergabung dengan bagian penerbitan."

Senyum haru merekah lebih lebar di wajah cantiknya. Entah apa yang harus dia ucapkan lagi untuk mengungkapkan betapa bahagianya dia.

"Kamsahamnida. Neomu neomu kamsahamnida!" Seohyun membungkukan tubuhnya sebagai isyarat penghormatan dan juga terima kasihnya pada laki-laki yang sedang tersenyum dihadapannya. Namun tidak berlangsung lama, karena kedua tangan Kyuhyun segera meraih kedua bahu Seohyun dan mencegahnya untuk membungkukan tubuhnya lebih rendah lagi.

"Geumanhaeyo, Seohyun Ssi. Jeongmal gwaenchannayo. Kau tidak perlu melakukan itu. Aigoo... kau membuatku merasa canggung." Kedua pipinya tampak memerah. Kyuhyun tidak berharap Seohyun berekspresi se-berlebihan itu, karena memang kenyataannya novel yang Seohyun tulis itu benar-benar layak untuk diberi kesempatan.

Beberapa waktu mereka hanya saling tersenyum meredam rasa canggung yang hadir tanpa terduga. Kedua wajah mereka benar-benar tersipu. Selain senyuman, mereka hanya saling melempar tatapan satu sama lain. Seohyun sesekali melihat amplop maroon itu ditangannya, sambil mengusapnya seolah benda itu benar-benar berharga untuknya.

Ya, mereka tidak menyadarinya, jika sepasang mata sedang memperhatikan mereka dengan sorot tajam. Marah, sedih, kecewa, bingung, ragu, semua terhimpun dalam hatinya membentuk senyawa asing yang bernama cemburu. Dia merindukan gadis itu sejak ribuan mil jauhnya dan melaju secepat angin hanya untuk sampai ketempat itu dan memeluk tubuh kecilnya. 'Tapi.... siapa lelaki brengsek yang sedang tersenyum bersamanya?' Bisiknya dalam hati. Entah apa yang salah dengan hatinya, tapi Yonghwa benar-benar benci melihat seorang pria membuat Seohyun-nya tersenyum, kemudian Seohyun tersenyum bersamanya. Perlahan, dengan sisa tenaga yang dia miliki setelah belasan jam penerbangan, Yonghwa berjalan mendekati kedua orang itu. Dan sebuah tatapan kaget menyambut kedatangannya.

"Omo... Oppa?!" Seohyun membelalakan kedua bening matanya. Mata yang dia rindukan.

"Hi Baby! Surprise......!" Dengan senyum yang dia paksakan merekah diwajahnya, Yonghwa berusaha bersikap normal. Atau justru malah terlihat abnormal, barangkali. Yang jelas, Yonghwa hanya ingin menunjukan eksistensinya dihadapan seseorang, sekaligus memberi label atas sesuatu yang menjadi miliknya. Seohyun-nya!

"Eojae waseo, Oppa? Kenapa kau tidak memberitahuku kalau hari ini kau pulang?" Seohyun masih tidak bisa meredakan keterkejutannya.

"Aku dan Jonghyun pulang lebih awal, sedang Minhyuk dan Jungshin mereka masih menikmati liburan mereka di Barcelona."

Kedua mata mereka terkunci satu sama lain. Seolah bahasa tak lagi dibutuhkan hanya untuk mengatakan betapa mereka saling merindu. Meski rasa cemburu itu masih pekat menguasai hati dan fikirannya, tapi Yonghwa tak mampu mengingkari bahwa memeluk tubuh gadis dihadapannya lebih menjadi sebuah urgensi yang tak bisa ditunda. Dan Yonghwa benar-benar menarik tangan gadisnya, lalu menguncinya dalam pelukan seolah dia lupa bahwa dia sedang berada dihadapan puluhan pasang mata. Terutama sepasang mata yang paling dekat dengan tempat mereka berdiri yang kala itu tak mampu menyembunyikan rasa terkejutnya.

"I missed you, Sweetie! I missed you so much!" Yonghwa memejamkan matanya dan membenamkan wajahnya dipundak Seohyun. Rasanya seperti seorang astronot yang baru menginjakan kakinya kembali ke bumi dan menghirup oksigen tanpa alat bantu. Ya, seperti itu yang dia rasakan kala aroma shampoo Seohyun-nya bersemilir menusuk hidungnya.

"I missed you too, Oppa. Hajiman...... Oppa.... mereka sedang melihat kita." Seketika  bisikan Seohyun menarik kembali kesadaran Yonghwa yang sempat hilang beberapa waktu. Lelaki itu segera melepas pelukannya dengan wajah canggung sedikit bodoh, sambil melihat-lihat pandangan para pengunjung KCC yang tertuju padanya.

"Mian, Hyun... aku... " Wajahnya memerah. Yonghwa benar-benar berusaha agar dirinya tidak tampak lebih bodoh setelah kebodohan yang baru saja dia lakukan. Seohyun tertawa kecil melihat kelakuan lelaki yang semula dia kenali sebagai seorang yang karismatik itu.

"Gwaenchanna, Chodding ah! Yeogie... Anjuseo, Oppa." Seohyun mempersilahkan Yonghwa duduk di sampingnya.

"Ah... maja, Oppa. Ini... kenalkan, Cho Kyuhyun Ssi. Dia adalah seorang editor di Gangam Soul.  Dan Kyuhyun Ssi, perkenalkan dia......"

"Jung Yonghwa. Seohyunie namja-eyo. Bangapseumnida." Yonghwa menyodorkan tangan kanannya sambil menampakan senyum lebih hangat dari sebelumnya usai mendengar kata 'editor' dari mulut Seohyun. Dan Kyuhyun menjabatnya sambil membalas senyum serupa.

"Kau tahu, Oppa?! Taddaa....." Matanya tampak sangat bersinar kala Seohyun menunjukan amplop maroon ditangannya. Yonghwa tidak serta merta mengambilnya. Ekspresi wajahnya justru seolah bertanya tentang apa isi amplop itu.

"Akhirnya... aku bisa menerbitkan novelku!" Jawab Seohyun penuh antusias. Yonghwa seketika menampakan ekspresi senang sekaligus terkejutnya.

"Jinjja?!!!" Dan Seohyun menjawab dengan anggukkan kepalanya.

"Aigoo... uri Joohyunie jinjja daebak yah!!! Chukkhae, chagie ah! I'm so proud of you." Yonghwa mengunci wajah Seohyun dengan kedua telapak tangannya.

"Kamsahamnida, Cho Kyuhyun Ssi. Terima kasih sudah membantunya dalam mewujudkan mimpinya." Bisa dibilang, kali ini Yonghwa tersenyum dengan tulus. Dan Kyuhyun pun tampak mengangguk-anggukan kepalanya sambil merekahkan senyum serupa.

"It's okay, Yonghwa Ssi. Kekasihmu benar-benar layak mendapatkan kesempatan ini. Sebetulnya, bukan aku yang berhak memutuskan apakah tulisannya pantas atau tidak. Tapi tim-ku lah yang menilainya. Dan mereka memiliki persepsi yang sama denganku. Seo Joohyun Ssi memang memiliki sesuatu yang tersembunyi yang aku yakin, suatu saat dia bisa menjadi orang besar dengan tulisannya."

Wajah Seohyun semakin tersipu. Yonghwa menatap wajah Seohyun-nya penuh kebanggaan karena akhirnya, perempuan istimewa ini memiliki satu lagi alasan untuk tinggal lebih lama di Seoul. Disisinya.

"You really are awesome, Honey! I told you, right? Kau pasti bisa melakukannya! Chukkhae, Hyun..." Yonghwa mengacak lembut kepala Seohyun yang diakhiri dengan mengusapnya penuh cinta.

"Gomawo, Oppa. Dan Kyuhyun Ssi... tidak tahu bagaimana aku harus berterima kasih padamu. Tapi aku berjanji untuk melakukan yang terbaik agar kau tidak menyesal telah memberiku kesempatan ini."

*****

Usai pertemuan mereka dengan Cho Kyuhyun, Yonghwa mengajak Seohyun ke suatu tempat. Pada awalnya, Seohyun tidak tahu kemana Yonghwa akan mengajaknya. Lelaki itu membawanya ke sebuah boutique dan memilihkan beberapa dress juga sepatu untuk Seohyun.

Seohyun tidak mengerti, untuk apa Yonghwa melakukannya. Tapi Yonghwa bilang, dia tidak ingin membuang-buang waktunya hanya untuk pulang ke rumah lalu menunggu Seohyun berganti pakaian.

Dan beberapa jam kemudian, mobilnya dia parkirkan didepan sebuah restaurant pinggir pantai bernama 'Exodus' yang dari luar saja sudah tampak begitu mewah dengan bangunan bergaya mediterania yang indah. Yonghwa melepas sabuk pengamannya. Dengan senyum khasnya, dia melirik kearah Seohyun yang saat itu benar-benar cantik dengan Navy Blue Mini Dress berbalut classy coat berwarna senada dan wedges tali yang simple yet elegant. Rambutnya hanya dia ikat sederhana dengan beberapa bagian yang sengaja dia biarkan teruntai tak terikat, tanpa make up yang terlalu berat, Seohyun benar-benar terlihat classy.

Seperti inilah gadis dalam impiannya.

"Lets go, Baby! Mereka sudah menunggu kita didalam." Yonghwa mengusap lembut pipi gadis diampingnya dengan jemarinya.

"Mereka? Siapa?" Seohyun mengerutkan keningnya.

"Aku sudah tidak sabar ingin memamerkan kecantikanmu pada mereka. Dia pikir, didunia ini hanya dia satu-satunya lelaki yang beruntung karena punya kekasih cantik? Hari ini, aku benar-benar akan membuat mereka berhenti menyombongkan diri mereka."

Seohyun semakin bingung mendengar jawaban itu. Siapa sebenarnya mereka? Melihat ekspresi itu diwajah Seohyun, Yonghwa tertawa kecil.

"Aigoo, My Baby.. neomu kyeopta!" Yonghwa mencubit pipi kanan Seohyun.

"Geok cheongma, Hyun. Kita hanya akan bertemu dengan Jonghyun dan Yoona. Telingaku benar-benar sakit karena Yoona terus merengek ingin bertemu denganmu."

"Yoona? Siapa dia?" Seohyun masih belum sepenuhnya mengerti dengan rencana Yonghwa malam itu.

"Dia sahabat kecilku, Hyun. Aku, Jonghyun dan Yoona. Kami bertiga tumbuh bersama di Busan. Lalu saat SMA, Jonghyun dan Yoona tiba-tiba memproklamirkan diri sebagai sepasang kekasih dihadapanku. Tentu saja aku terkejut. Meski sebenarnya aku tahu bahwa mereka berdua punya perasaan yang lebih dari hanya sekedar sahabat. Dan hingga kini, mereka masih menjadi sepasang kekasih yang menyebalkan untukku."

Untuk pertama kalinya sejak mereka tiba di area parkir restaurant itu, Seohyun merekahkan senyumnya. Dia merasa sedikit lega mendengar cerita Yonghwa tentang siapa yang akan mereka temui.

"Daebak. Aku seperti mendengar kisah persahabatan Harry Potter, Ron Weasley, dan Hermaonie Granger." Seohyun tertawa kecil.

"Huh? No.. no.. no!! Kisah kami benar-benar berbeda. Bila dalam buku Harry Potter dikisahkan Hermaonie yang selalu mendukung dan membela Harry, dalam kisahku.. hmm... it's totally different! Yoona dan Jonghyun selalu berkomplot untuk menyudutkanku. Dan sosok Hermaonie itu menurutku adalah sosok perempuan tangguh yang keren. Ya... Yoona memang tangguh. Terutama saat dia bisa menguasi dan mengendalikan aku dan Jonghyun. Tapi bila dia terluka atau sakit sedikiiit saja, kau akan tahu batapa cengengnya gadis itu!

Karena itu, hari ini aku membawamu, Hyun. Bila nanti Romeo dan Juliet itu berkomplot menyerangku, promise me, kau harus membelaku. Okay?" Seohyun tertawa semakin lepas mendengar ucapan Yonghwa. Lihat saja, apakah nanti lelaki ini akan semakin terlihat seperti seorang chodding atau tidak saat dia berkumpul dengan sahabat-sahabatnya.

Merekapun berjalan memasuki restaurant. Suara live music sudah terdengar begitu mereka melintasi pintu masuk. Seorang waitress menyapa mereka dengan ramah dan bertanya apakah mereka sudah membuat janji atau belum. Dan setelah Yonghwa menyebut nama Lee Jonghyun, waitress itu segera menunjukkan jalan menuju teras belakang restaurant itu, tempat dimana Jonghyun dan Yoona sudah menunggu mereka. Tidak lama, Yonghwa segera melihat Jonghyun yang melambaikan tangannya dari tempat dia duduk.

Seohyun segera mengetahui bahwa perempuan cantik berambut light brown yang sedang tersenyum dan duduk disamping Jonghyun tidak lain adalah Yoona. Gadis yang Yonghwa ceritakan sebelumnya. Entahlah, tapi rasanya Seohyun setuju dengan apa yang dilakukan Jonghyun saat dia memamerkan kecantikan kekasihnya. Karena dimata Seohyun pun, Yoona benar-benar seorang gadis dengan kecantikan yang tidak biasa. Matanya terang bersinar. Senyum diwajah pucatnya, dan bentuk tubuh yang ramping, semua itu adalah impian untuk setiap gadis.

"Aigoo.... apa yang sebenarnya kalian lakukan, huh? Dua jam aku dan Yoona menunggu kalian hingga Yoona menghabiskan 2 mangkuk cream soup....."

Plaaaakkk!!!

"Aaawwww!!!!"

Selang beberapa detik, sebuah pukulan mendarat dikepala Jonghyun. Siapa sangka, dibalik binar cantiknya, Yoona juga bisa melakukan hal segila itu? Seohyun mencoba menyembunyikan tawanya dibalik tubuh Yonghwa. Rasanya sulit untuk bisa menahan dirinya agar tidak tertawa melihat Jonghyun yang terkesan menakutkan saat pertama mereka bertemu, malam itu dibuat tak berdaya oleh seorang gadis cantik.

"Enak saja kau bilang! Kau juga ikut memakannya kan?" Yoona terlihat sengit.

"Yak!! Haruskah kau memukul kepalaku? Im Yoona, jinjja.... neol..." Jonghyun pun tak kalah sengit.

"Wae? Naega wae?!!! Haruskah aku menendang kakimu juga?"

"Mwo?!!"

"Geumanhae, Phabo ah!! Apa kalian tidak malu, menampakan sisi ini dihadapan yeoja-ku? Ya... aku tahu bahwa kalian memang selalu 'se-romantis' ini, geundae jebbal... jangan membuat Joohyun berfikir kalau dia sedang berkencan dengan salah satu dari sebuah kelompok anak SD!"

Dengan gayanya, Yonghwa mencoba menunjukan sisi kedewasaan dan bijaksananya. Tapi semua itu tidak berlangsung lama.

"Gwaenchannayo, Oppa. Aku sudah lama melihat sisi chodingmu, bahkan jauh sebelum aku bertemu dengan Jonghyun Oppa dan Yoona Eonnie. So... just calm down, Mr. Gold dan kau tidak perlu berusaha terlalu keras agar kau terlihat keren. Gwaenchnna!" Seohyun mengedipkan satu matanya kearah Yonghwa disampingnya yang membuat Yonghwa terpaku dengan mulut menganga. Lalu Yoona berdiri dan berjalan mendekati Seohyun. Gadis itu mengaitkan kedua tangannya disalah satu tangan Seohyun.

"Good job, Seo Joohyun Ssi. Kau tampak sangat terlatih dalam mengendalikan bocah ini!" Kedua perempuan itu saling bertatapan, lalu berbagi tawa karena kebodohan yang dilakukan Jonghyun dan Yonghwa. Mereka tidak seperti dua orang yang baru saja bertemu.

"Duduklah, Joohyun Ssi. Kau pasti sudah lapar usai bekerja seharian ini." Dengan lembut, Yoona membimbing Seohyun menempati kursinya. Dibantu Yonghwa yang dengan manly menggeser kursi untuk Seohyun dan membuatnya duduk lebih mudah. Setelah itu, Yoona pun kembali duduk disamping Jonghyun.

"Aah.... finally, i can meet you, Seo Joohyun Ssi. Sejak awal Yonghwa bercerita tentangmu, aku sudah sangat ingin melihatmu. Aku benar-benar penasaran, gadis seperti apa yang sudah membuat sahabatku begitu tertarik." Yoona tersenyum hangat.

"Jeongmalyo? Aigoo... benarkah Oppa bercerita tentangku?" Seohyun sedikit tersipu.

"Nde! Sejak awal dia melihatmu terjatuh di koridor café." Seohyun spontan membelalakan kedua matanya.

"Mwoeyo? Koridor café?" Seohyun ingat, bukankah itu saat pertama kali dia bertemu dengannya? Seohyun tahu, bahwa Yonghwa mengingatnya. Tapi dia sama sekali tidak menyangka bahwa Yonghwa bahkan menceritakan pertemuan sekejap mata itu pada Yoona. Apa yang yang dia ceritakan tentangnya?

"Geumanhae, Phabo ah! Jangan mulai membuat masalah didepan yeojaku!" Yonghwa mulai terlihat panik. Dan itu tampak jelas dari cara Yonghwa menatap Yoona yang terkesan sedikit mengancam.

"Wae? Aku kan tidak menceritakan pada kekasihmu kalau mulai malam itu kau tidak pernah berhenti memimpikannya? Aku juga tidak bilang padanya kalau kau terus mencarinya sejak malam itu, meski kau tidak mau mengakuinya. Kenapa kau harus marah?!"

"Yak!!! Im Phabo Yoona!!!" Yonghwa meninggikan intonasi suaranya bersamaan dengan ledakan tawa Jonghyun. Sementara Seohyun, gadis itu terpaku ditempat duduknya usai mendengar pengakuan Yoona. Benarkah semua itu? Yonghwa mencarinya hingga akhirnya dia menemukannya di KCC? Untuk apa? Bagaimana bisa? Fikiran-fikran itu berkecamuk dibenaknya.

"Geumanhae, Double Y! Aku tidak ingin Seohyun melihat adegan yang tak seharusnya dia lihat." Dalam sisa tawanya, Jonghyun mencoba menghentikan dua orang dewasa yang sedang bertingkah kekanak-kanakan itu.

"Seohyun ah, kau pasti sangat lapar, bukan? Ini... pilihlah makanan kesukaanmu. Malam ini, aku akan memberimu service terbaik karena kau sudah membuat uri Yonghwa kembali menemukan hidupnya." Seohyun melihat sebuah senyum yang hangat diwajah Jonghyun. Tidak seperti saat mereka pertama kali bertemu, kali ini Jonghyun sama sekali tidak terlihat menakutkan.

Akhirnya, mereka pun menikmati makan malam istimewa yang Jonghyun persiapkan. Suasana candle light dinner di akhir musim gugur, dibawah langit berbintang, ditemani simfoni deburan ombak, malam itu benar-benar terasa sempurna. Beberapa obrolan dan candaan ringan mereka bagi selama makan malam berlangsung. Malam itu, Yoona dan Jonghyun, juga Yonghwa dan Seohyun, mereka terlihat sangat bahagia.

"Yonghwa ah, irona!" Jonghyun tiba-tiba bangkit dari duduknya begitu dia menyelesaikan makan malamnya. Untuk sesaat, Yonghwa tidak mengerti, apa yang diinginkan sahabatnya itu.

"Wae? Neol eodie ga?"

"Geunyang ddarawa!! Palli...!!" Jonghyun mengisyaratkan dengan kepalanya, agar Yonghwa mengikutinya. Meski Yonghwa masih tidak mengerti, namun akhirnya diapun mengikuti Jonghyun.

Yoona dan Seohyun hanya bisa mengikuti kemana perginya dua orang lelaki itu dengan mata mereka. Dan akhirnya, mereka melihat Jonghyun menaiki stage tempat sebuah band café melakukan live music mereka, lalu mengambil gitar yang sudah tersedia disana. Beberapa saat kemudian, Yonghwa mengikutinya dan melakukan hal yang sama. Kali ini, kedua lelaki itu tersenyum.

"Cek.. cek..." Jonghyun terdengar sedang melakukan beberapa cek pada microfon dan gitar di tangannya.

"Anyeonghaseo, yeorobun. Hhm... malam ini, aku dan sahabatku hanya ingin melakukan sesuatu untuk membuat kedua wanita cantik yang sedang duduk disana terkesan. Semoga penampilan kami bisa menghibur kalian semua disini. Mostly for you, ladies! This song is belong to you!" Jonghyun menunjukan tangannya ketempat Seohyun dan Yoona sedang duduk melihat penampilan mereka. Tak sedikit pula mata yang kemudian ikut melirik kearah mereka diikuti dengan riuh sorak dan tepuk tangan. Seohyun dan Yoona tersipu karena semua itu.

Beberapa detik kemudian, kedua pria tampan itu memulai petikan gitar mereka. Sebuah melody yang hangat dan mendebarkan hati, meski tanpa lirik sekalipun.

Jonghyun :
When i look at you my face gets red
when i see you my heart goes thump thump
i talk with shyness like a kid
when i look at you i just smile out of nowhere
like a fool I keep doing that
I think love came to me

Dengan lesung pipit di kedua pipinya, juga binar mata kecoklatan yang dia hanya sorotkan pada satu perempuan, Jonghyun melantunkan bait pertama lagu itu. Lagu yang baru pertama kalinya Yoona dan Seohyun dengar.

Yonghwa :
You’re the president of my heart
You’re my chests’ star embroider
I’m Genie for you girl
You make me stop breathing
whatever you want
because i love you
There’s no reason for my love you know

Dengan senyum dan binar mata yang tak kalah penuh cinta, kali ini Yonghwa membawakan bagian rap lagu itu. Sorot matanya tertuju pada Seohyun yang masih tersihir dengan performa 'dadakan' mereka. Dan Yonghwa tersenyum lebih lebar saat dia mulai menyanyikan bagian reffrain lagu itu dengan suara lembutnya.

She felt in love once again. She was falling deeper!

Yonghwa :
You’re a darling
you’re more beautiful than the stars above in the night sky
the shining thing deep inside my heart
my own love light

I love you darling
give me light next to me whenever
every night i look at you
and you’re beautiful even when i look at you
you’re my love light

Dan saat kata 'Sarang Bit' mengalun dari mulut Yonghwa, ada perasaan tak terdeskripsikan yang berlabuh dihati Seohyun. Ya, dia bisa merasakannya. Cinta memang tak kasat mata, karena cinta bukanlah kata benda. Cinta juga bukanlah kata sifat yang bisa dengan mudah berubah seperti cuaca. Bukan juga kata kerja yang bisa dimiliki hanya dengan kata harus atau ingin. Cinta... adalah kata hati. Yang lahir dari hati, dan hanya tertuju untuk satu hati.

Dipenghujung performa mereka, kedua lelaki itu saling menatap sambil tersenyum lalu tertunduk malu. Ya, mereka baru menyadarinya, tentang betapa picisan nya yang baru saja mereka lalukan. Meskipun mereka berusaha melakukan yang terbaik.

Masih tertunduk malu, kedua pria Busan itu menuruni stage dan melewati beberpa custumer restaurant yang masih menghujani mereka dengan tepuk tangan. Hingga akhirnya mereka tiba kembali ditempat mereka duduk sebelumnya. Disisi kedua bidadari mereka.

"Whoaaa... igae mwo ya?? New song? Aku belum pernah mendengarnya sebelumnya." Yoona menyambut kedatangan mereka dengan tatapan bangga, bahagia, dan sedikit penasaran.

"Ya, kurang lebih begitu. Kau tanya saja pada pemilik lagu itu!" Jonghyun menunjuk Yonghwa dengan isyarat kepalanya.

"Mwo? Yang tadi itu lagumu, Yong?" Yonghwa tertunduk malu dengan pertanyaan Yoona barusan. Entahlah, bertahun-tahun dia membuat musik dan menulis lagu, baru kali ini dia merasa kehilangan percaya dirinya. Mungkin karena ini adalah pertaman kalinya dia menyanyikan lagu itu secara live, didepan banyak mata, dan juga.... didepan perempuan yang menjadi inspirasi dari lagu itu.

"Aah... ya.. lagu itu aku yang membuatnya. Dan itu akan ada didalam album perdana kami awal tahun depan." Yonghwa tampak menggaruk-garuk kepalanya sambil terus tertunduk menyembunyikan wajahnya.

"Jinjja??? Album perdana? Maksudmu...." Yoona mengerutkan keningnya.

"Yes, Darling.... finally... CNBLUE akan debut sebagai band yang bisa bersaing dalam music chart resmi di Korea dibawah sebuah label. Kau tahu FNC kan? They found us in Japan and... they gave us the ticket!" Binar bahagia tampak berkobar dikedua mata Jonghyun saat dia menceritakan tentang keberhasilan CNBLUE.

"Whoaaaa!!!! Chukkhae chagie ah!!! Aaah....!" Tanpa ragu dan malu, Yoona segera memburu Jonghyun lalu memeluknya dihadapan Yonghwa dan Seohyun. Dan Jonghyun, tentu saja lelaki ini membalas pelukannya tanpa ragu. Sambil melirik pada Yonghwa dengan tatapan dan senyum kemenangan. The other show up!

"Aishhh!! Grumanhae! It's disgusting, you know?!" Yonghwa menunjukkan wajah nyinyirnya, meski kedua lovers itu tampak tak peduli.

"Wae? Just do it, if you want it too! You have your own juliet now, Phabo ah!" Yoona melempar sorot mata nakalnya.

"Chukkhae, Oppa! Akhirnya, kau berhasil meraih mimpimu." Yonghwa menatap gadisnya dengan senyum terbaiknya. Perlahan, dia mengusap kepala Seohyun dan merapihkan rambutnya.

"Neo do chukkhae, Hyun! Akhirnya, kau pun berhasil meraih mimpimu." Jauh didalam batinnya, Yonghwa pun ingin menarik tubuh kecil dihadapannya dan mengunci nya dalam pelukannya. Tapi tidak dihadapan banyak mata seperti itu.

Tanpa mereka sadari, Yoona sedang menatap mereka dengan senyum haru dan mata yang berkaca-kaca. Yonghwa melihatnya dan langsung bertanya.

"Mwo yah? Kenapa kau melihatku seperti itu?" Yoona menundukkan tatapannya sambil menggeleng pelan.

"Ani ah, geunyang! Aku... aku benar-benar bahagia, Yonghwa ah! Rasanya sudah berabad-abad lamanya aku tidak melihatmu seperti ini. Aku fikir, aku tidak akan pernah melihat senyum mu yang seperti ini lagi selamanya.

Gomawoyo, Seohyun Ssi. Karenamu, akhirnya aku bisa melihatnya lagi." Wajah Yoona tampak memerah menahan harunya. Jonghyun segera meraih tangan gadisnya lalu menggenggamnya dengan erat.

"Mwo yah? Kau ini kenapa sih? Kenapa tiba-tiba jadi sentimentil seperti itu?" Yonghwa berusaha mencairkan kembali suasana yang hampir berubah menjadi melancholic itu. Dia mengerti apa yang dirasakan sahabatnya. Dia juga tahu dengan pasti, betapa besar kekhawatiran yang Yoona dan Jonghyun rasakan selama 6 tahun ini.

"Mianhae, Jonghyun ah... Yoona ah! Mianhae, aku membuat kalian harus mencemaskan dan menjagaku seperti itu."

"Ani ah, kau tak perlu minta maaf untuk itu. Bukan salahmu, bila kami menjadi begitu terikat padamu. Sejak awal, kau tahu kan, persahabatan ini terjalin karena apa? Aku yakin, kau pun akan melakukan hal yang sama bila sesuatu terjadi padaku atau Yoona."

Beberapa waktu, hening tercipta. Suasana benar-benar berubah jadi mellow. Bisa dikatakan, itu adalah pertama kalinya mereka mengungkapkan perasaan seperti itu sejak tragedi itu terjadi. Dan Seohyun, gadis itu dibuat kagum dengan kisah persahabatan yang menyentuh itu. Betapa beruntungnya Yonghwa karena memiliki mereka.

*****

Usai makan malam, mereka berempat memutuskan untuk beberapa saat berjalan ditepi pantai. Yonghwa berjalan didepan dengan Jonghyun, dan Seohyun beberapa langkah mengikuti dibelakang mereka bersama Yoona.

"Kau benar-benar cantik, Seohyun Ssi. Seperti yang selalu dikatakan Yonghwa."

"Gomawoyo, Eonnie. Eonnie juga sangat cantik, seperti yang dikatakan Yonghwa Oppa." 

"Jinjjayo? Yonghwa bilang begitu?" Yoona tertawa kecil mendengarnya.

"Nde. Oppa bilang, Eonnie adalah perempuan yang cantik dan tangguh. Dan kalian sudah bersahabat sejak kecil. Tapi ngomong-ngomong, Eonnie... panggil saja namaku dengan nyaman. Eonnie juga bisa berbicara banmal denganku."

"Geurae? Arasso geurom."

Beberapa saat, mereka terdiam sambil terus berjalan menelusuri pantai.

"Seohyun ah...." Yoona kembali memulai pembicaraan.

"Nde, Eonnie?"

"Dimasa depan, mungkin akan kau temui sesuatu yang membuatmu terganggu, tidak nyaman atau bahkan terluka. Satu hal yang ingin aku minta darimu..." Yoona menghentikan langkahnya, dan Seohyun mengikutinya. Mereka kini saling berhadapan. Yoona meraih kedua tangan Seohyun lalu menggenggamnya.

"Apapun yang akan terjadi nanti, aku mohon percayalah pada Yonghwa. Percayalah bahwa dia akan melakukan yang terbaik untukmu, untuk kalian dan juga hidupnya." Yoona menatap teduh kedua mata Seohyun dengan penuh pengharapan.

"A.. apa maksud Eonnie?" Tapi Seohyun sama sekali tidak mengerti maksud ucapan Yoona.

"Ani ah. Bukan bermaksud apa-apa. Demi Tuhan aku benar-benar bahagia melihat Yonghwa menemukan semangat hidupnya kembali. Aku tahu, kali ini Yonghwa benar-benar jatuh cinta padamu. Dan setelah bertemu denganmu, aku lebih bahagia lagi karena aku tahu bahwa kau adalah gadis yang baik.

Seohyun ah, kumohon, jaga sahabat dengan baik. Dan kapanpun kau membutuhkan bantuanku, jangan sungkan untuk menghubungiku. Aku senang, kau memanggilku Eonnie karena sejak lama aku ingin sekali punya seorang adik."

"Araseoyo, Eonnie. Gomawoyo."

Author Note :
Chapter intermezooooo..... ^_^














2 komentar:

  1. Casino Games, Slots, and Table Games in New Orleans | DrmCD
    We've got 서울특별 출장안마 Vegas-style 화성 출장안마 slots with the hottest progressives, the hippest progressives 화성 출장샵 and the best casino table games in New 영천 출장샵 Orleans! 목포 출장안마

    BalasHapus