The World Within
Author : Jingga8
Genre : Romance
Rating : M ( 18+ )
Cast : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNBLUE, SNSD
Poster By : Ismi Nuraulia
Tragedy...
Chapter 11
“HENTIKAN!! Angkat tanganmu!!”
Sekelompok polisi, dan 3 orang
detektif berpakaian serba hitam tiba-tiba sudah berdiri dengan posisi siap
menembak. Dibelakang mereka, terlihat juga Jung Yonghwa, Lee Jungshin, Lee
Seunggi dan juga Nikkhun yang ‘bandel’ tetap ingin mengikuti proses pencarian
itu.
Ketiga pria gila itu serentak
mengangkat tangan mereka. Begitupun Jaeyeong. Dia segera menjatuhkan balok kayu
ditangannya lalu kemudian mengangkat kedua tangannya.
“Jatuhkan badan kalian ke lantai! Dan
letakkan tangan kalian diatas kepala kalian!”
Pria-pria psyco itu lalu mengikuti
perintah detektif tadi. Yonghwa dan Jungshin panik, melihat Jonghyun terkapar
tak berdaya di lantai dengan tubuh bersimbah darah. Keduanya segera berlari
mendekati Jonghyun. Jungshin mengangkat kepala Jonghyun dan meletakkannya
dipangkuannya. Tangannya bergetar saat didapatinya Jonghyun terkulai lemas tak
sadarkan diri dengan wajah penuh luka dan kepalanya mengeluarkan darah.
“Hyung.. “ Suara Jungshin lirih nyaris
tak terdengar. Air matanya mengalir deras tanpa disadarinya. Yonghwa pun tak
kalah takutnya saat itu. Dia mengguncangkan tubuh Jonghyun dan berkali-kali
memanggil-manggil namanya. Amarah dan kebencian semakin membuncah dalam
dadanya. Bajingan-bajingan itu!!!! Matanya lalu melayang pada Seohyun yang
masih terikat bersama Yoona dan Tiffany.
“Hyuuun...” Yonghwa segera bangkit dan
hendak berlari mendekati Seohyun yang sedang menangis dengan darah yang
mengalir dikeningnya. Tapi seorang polisi menahan tangannya dan melarangnya
untuk mendekati mereka mengingat kondisi belum seutuhnya aman. Dan benar saja.
Saat polisi hendak memborgol tangan
mereka, pria bernama Sungjae berhasil lolos dan dengan sigap mendekap Seohyun
kemudian menodongkan pisaunya dileher Seohyun.
“Andweeee!!!!!” Yonghwa semakin
histeris melihat kejadian itu, dan lagi-lagi polisi berusaha menahan dan
menenangkannya.
“HAHAHAHAAAAA....!!!!” Suara pria gila
itu menggema di ruangan itu. Matanya menatap Yonghwa dengan tajam.
“Akhirnya, kau datang, Jung Yonghwa!
Ottae? Bagaimana perasaanmu melihat gadismu dalam pelukanku seperti ini? Mani
Appha? Sakitkah? Hheeh... lihatlah gadismu ini sepuasnya sebelum kau tak lagi
bisa melihatnya.”
“Han Sungjae, Lepaskan gadis itu dan
segera serahkan dirimu sebelum kami menembakmu!”
Detektif Kang menodongkan pistolnya
kearah Sungjae yang baru saja diketahui sebagai orang yang kerap mengirim
terror pada Seohyun sejak 2010 lalu. Seohyun menyembuyikan fakta itu dari
eonnie-eonnienya bahkan dari Yonghwa sekalipun. Dia tidak ingin membuat semua
orang mengkhawatirkannya dan hanya menganggap semua ancaman juga terror itu
sebagai isapan jempol belaka. Lagipula, dia merasa bahwa dia akan selalu aman
karena dia tidak pernah pergi sendiri. Akan selalu ada manager, eonnie-deul
atau Yonghwa yang selalu menemaninya pergi. Dan setelah kejadian penculikan
itu, semua pihak berusaha mencari dan menelusuri kasus hilangnya Seohyun,
Tiffany dan Yoona. Hingga akhirnya, Hyoyeon menemukan tumpukan surat disebuah
kotak terkunci yang Seohyun sembunyikan didalam lemari pakaiannya. Sebenarnya
sudah lama Hyo mencurigai kotak itu. Tapi Seohyun selalu bilang, itu bukan
apa-apa dan hanya berisi barang-barang pribadinya. Meski rasanya janggal untuk
Hyo, karena Seohyun bahkan sering menggeletakan diary nya diatas meja begitu
saja tanpa takut seseorang akan membacanya. Karena memang sedekat apapun
hubungan mereka, tidak ada satupun dari member SNSD yang pernah bersikap tidak
sopan dengan menyentuh barang-barang pribadi member lainnya.
Setelah beberapa jam pencarian,
akhirnya Hyo memberikan kotak yang terkunci itu pada detektif Kang dengan
harapan, siapa tahu isi dari kotak itu bisa membantu memecahkan masalah itu dan
memberi mereka petunjuk. Benar saja. Kotak itu berisi ancaman dan terror yang
dilakukan Sungjae pada Seohyun. Karenanya, polisi segera bergerak dan melakukan
tindakan. Lalu tidak lama kemudian Jonghyun memeberi kabar tentang jejak
keberadaan mereka hingga pencarian menjadi lebih mudah.
Sungjae tampak semakin kalut dan
semakin geram ketika sekali lagi Detektif Kang memintanya untuk melepaskan
Seohyun.
“Kumohon, Han Seungjae… lepaskan Seo
Joohyun Ssi sekarang juga!!!”
“SHIRO!!!!! LETAKAN SENJATAMU ATAU AKU
AKAN BENAR-BENAR MEMOTONG KEPALANYA!!!!”
“Joohyun ah...” Yonghwa yang masih
dalam genggaman petugas polisi semakin tak kuasa menahan dirinya saat pisau itu
semakin direkatkan keleher Seohyun dan darah mulai menetes disana.
“Arraso!! Tahan dirimu, Han Sungjae!
Kami tidak akan melukaimu tapi kau pun jangan melukai Seo Joohyun Ssi! Aku akan
membuang pistolku!” Perlahan-lahan Detektif Kang melepatakan pistol nya dan
mengangkat kedua tangannya. Gerakan itu diikuti oleh petugas yang lainnya.
“Jeowa!!” Sungjae tertawa puas.
“Jung Yonghwa!! Kemarilah!” Kini
Sungjae mengarah pada Yonghwa.
“Oppa.. andwe!! Jangan kemari, aku
mohon!!” Seohyun menangis histeris melihat Yonghwa yang kini berjalan mendekati
mereka.
Lalu secepat kilat Sungjae mendorong
Seohyun kemudian mencengkram Yonghwa dan mengarahkan pisaunya keleher Yonghwa.
Seohyun semakin histeris melihat pemandangan itu.
“Seo Joohyun, kau sangat mencintai
laki-laki ini, bukan? Bila aku berikan pilihan padamu, mana yang akan kau
pilih? Mati... atau hidup tapi melihat namjamu mati dihadapanmu?”
“Mitjeoseo!!!” Seohyun semakin
histeris.
“JAWAB AKU, PELCUR KECIL!!!”
“LEBIH BAIK AKU MATI DARIPADA
KEHILANGANNYA!!! Bila kau meminta nyawaku, maka akan aku berikan dengan rela
selama kau melepaskannya. Ania, kau menginginkanku kan? Kemarilah.. aku
milikmu, dan lepaskan Jung Yonghwa! Kau ingin aku? Tubuhku? Jeowa... kini semua
ini milikmu! TAPI DEMI TUHAN LEPASKAN JUNG YONGHWA!!!!” Tak dapat dipercaya bila
teriakan itu keluar dari mulut gadis polos bernama Seo Joohyun.
“SEO JOOHYUN, NOEN MITJOSEO!!! Tutup
mulutmu!!” Yonghwa tak tahan lagi mendengarnya. Seohyun-nya, andwe!! Dia tak
rela Seohyun melakukan hal itu meski hanya sekedar dengan mulutnya.
“Whoooaaa... you’re a lover...
GEUMANHAE!!!” Sungjae kembali meradang dan menggila.
“Seohyun ah.. kau benar-benar
mencintainya melebihi dirimu sendiri. Geurae...” Sungjae melepaskan ikatan
Seohyun dengan tangan kirinya sementara pisau di tangan kanannya tetap dia
arahkan dileher Yonghwa. Tiffany dan Yoona masih menangis dalam ketidak
berdayaan mereka.
“Ambil pisau dibawah kakimu itu,
Seohyun ah!” Seohyun menuruti perkataan Sungjae dan mengambilnya dengan tangan
bergetar.
“Seohyunie, andwe! Kumohon, baby...
don’t do that!” Tiffany terisak membisikan itu pada Seohyun. Namun Seohyun
hanya mendengar kata-kata Sungjae dan tetap menatap Yonghwa dihadapannya.
Yonghwa tampak menggeleng-gelengkan kepalanya, memberi isyarat pada Seohyun
untuk tidak mendengarkan Sungjae.
“Sekarang kau putuskan! Aku yang lebih
dulu menusukan pisau ini kelehernya, atau kau menusukan pisaumu ke perutmu
sendiri?”
“ANDWEEEEEE!!!! JOOHYUN, ANDWEE!!!
Honey, kumohon jangan gila Seo Joohyun, aku mohon! Jangan dengarkan bajingan
ini!! KAU BAJINGAN, BILA INGIN MEMBUNUHKU LAKUKAN SAJA!!! JANGAN SENTUH
JOOHYUN-KU!!” Yonghwa menangis histeris dalam cengkraman laki-laki sakit jiwa
itu. Andwe.. hatinya benar-benar takut. Bukan karena dia takut kehilangan
nyawanya, tapi dia takut Seohyun-nya akan melakukan hal gila yang diperintahkan
oleh Sungjae.
“Han Sungjae, kumohon tenangkan
dirimu! Kami berjanji tidak akan melukaimu jika kau melepaskan mereka.
Bekerjasamalah!” Detektif Kang masih berdiri ditempatnya dengan mengangkat
tangannya.
“SHIRO!!! Aku tidak akan membiarkan
dua orang ini hidup bahagia! Bila aku tidak bisa bahagia, maka mereka harus
lebih menderita dariku!! SEKARANG PUTUSKAN SEO JOOHYUN, ATAU AKU AKAN
BENAR-BENAR MEMOTONG LEHERNYA!!!” Sungjae tidak main-main. Pisau itu
benar-benar nyaris tertancap dileher Yonghwa dan Seohyun melihat darah mulai
mengalir disana. Lalu...
“JOOHYUNAAAAAAAAHHHHH!!!!
ANDWEEEEE!!!!!!”
Doorrr!!!!!
Sebuah tembakan mendarat dikepala Han
Sungjae beberapa detik setelah pisau yang Seohyun tancapkan diperutnya sendiri.
Yonghwa mendekap gadis berlumuran
darah itu diiringi jerit tangisnya. Tak lama tim medis datang dan segera
memberi pertolongan pada Seohyun dan Jonghyun. Yoona dan Tiffany berhasil
diselamatkan dan keduanya segera direngkuh oleh dekapan Nikkhun dan Seunggi.
Mereka menangis sejadinya-jadinya dipelukan kekasih masing-masing. Pria berbaju
merah yang ternyata bernama Oh Jinhyuk dan si gendut yang bernama Kim Wonhye
yang diketahui sebagai Saesang fans yang memang sangat terobsesi pada Yoona dan
Tiffany, mereka berhasil diamankan dan digiring menuju mobil polisi. Begitupun
dengan Moon Jaeyeong. Setan betina itu kini sudah ditunggu oleh ancaman penjara
seumur hidup atas dakwaan penculikan, penganiayaan dan percobaan pembunuhan.
Dia sudah merencanakan semua ini dan memanfaatkan 3 orang Saesang fans seperti
Sungjae, Jinhyuk dan Wonhye untuk melayangkan aksinya. Rupanya dia tahu, bahwa
Yoona, Tiffany dan Seohyun akan pergi bertiga tanpa ditemani orang managemen
mereka hari itu. Maka itu merupakan kesempatan yang sangat menguntungkan
untuknya hingga dia segera mengkoordinasikan renacananya dengan 3 orang fans
gila itu.
Selama 5 hari, Seohyun tak sadarkan
diri. Meski operasinya berhasil, tapi pisau yang menancap diperutnya
menyebabkan pendarahan hebat hingga dokter harus berusaha keras
menyelamatkannya dari gagal organ. Entah berapa banyak air mata yang terkuras
selama menantinya sadar. Yonghwa bahkan nyaris putus asa karena Seohyun-nya tak
juga kunjung membuka matanya. Syukurlah, dihari ke-5, malaikatnya berhasil
melewati masa kritisnya dan akhirnya membuka matanya. Sejak saat itu, Yonghwa
tidak ingin mempedulikan apapun lagi. Dia tidak peduli lagi pada apa yang akan
dunia katakan tentang cintanya pada Seohyun. Dia tidak ingin bersembunyi lagi.
Melalui sebuah konferensi pers,
akhirnya Yonghwa ditengah kesedihannya karena tragedy yang terjadi pada Seohyun
dan Jonghyun akhirnya mengatakan pada public bahwa ya.. sebenarnya dia sudah
bersama Seohyun sejak 2011 beberapa bulan setelah WGM mereka berakhir. Yonghwa
menjelaskan bahwa sejak mereka menjalani WGM pun perasaan untuk Seohyun sudah
ada. Dan perasaan itu semakin terasa nyata saat program pernikahan virtual
mereka harus berakhir dan membuat mereka terpaksa harus terpisah. Yonghwa menjelaskan
segalanya dari proses awal hingga akhir. Bahkan tentang rumor yang kerap
menghubung-hubungkan dirinya dengan Park Shinhye. Semua disangkalnya. Shinhye
tidak lebih dari sekedar sahabat lama yang bahkan jarang sekali bertemu ataupun
berkomunikasi. Selain karena kesibukan mereka, Yonghwa juga tidak ingin membuat
Seohyun merasa tidak nyaman karena semua itu. Ulah sebagian Haters saja sudah
cukup membuat Seohyun-nya terluka dan Yonghwa tidak ingin membuatnya lebih
tertekan lagi.
Tragedy ini membuat Yonghwa semakin
geram pada kelakuan Dooley yang selama beberapa tahun ini dia biarkan saja
karena permintaan Seohyun. Dia fikir, mereka tidak akan pernah melakukan hal
gila yang menegerikan seperti ini. Karena kegilaan mereka, Yonghwa harus menanggung
rasa sakit karena melihat orang yang paling dia cintai terkapar tak berdaya
dengan berbagai macam kabel dan selang disekujur tubuhnya. Syukurlah, Seohyun
segera sadarkan diri. Bila tidak, maka Yonghwa benar-benar akan berubah menjadi
seorang pembunuh yang akan menghabisi Oh Jaeyeong itu dengan tangannya sendiri. Malam itu pun,
saat Seohyun berjuang dimeja operasi, Yonghwa dengan segunung amarahnya datang
ke kantor polisi dan membuat keributan disana. Dia nyaris tidak mempedulikan
apapun lagi demi bisa menghabisi perempuan gila yang sudah menyebabkan cinta
dan adiknya nyaris kehilangan nyawa. Bila saja polisi-polisi malam itu gagal
menahannya, maka tragedy yang lain akan terjadi dan menghancurkan hidupnya.
~To Be
Continue~
Gomawoyo, goguma-deul… udah
sabar baca fanfic gila ini. Kkk~
Don’t worry… semua sudah berlalu….
Hehehe…..
