The World Within
Author : Jingga8
Genre : Romance
Rating : M ( 18+ )
Cast : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNBLUE, SNSD
Poster By : Ismi Nuraulia
Saesang Fans
Chapter 10
Flash back 3
Semua terlihat begitu gelap. Hanya
temaram lampu minyak dan perapian kayu bakar yang dapat membatu penglihatan.
Jonghyun mengendap-endap dibalik dinding sebuah bangker tua yang sekelilingnya
ditutupi pepohonan dan semak belukar. Pantas saja saat tadi dirinya dan
Jungshin mencari tempat ini terasa begitu sulit. Jika saja dirinya tidak jatuh
dan tergelincir, mungkin dirinya pun tidak akan menemukan tempat ini. Dari
tempatnya berdiri, dia bisa mendengar suara-suara itu.
“Jangan menyentuhku, bajingan!!!!”
Sepertinya itu suara Tiffany. Dari nada suaranya, bisa dipastikan bahwa dia
sedang menangis histeris. Jonghyun kembali mengendap-endap untuk mencari tempat
agar dirinya bisa melihat situasi didalam dengan jelas. Dan diapun tiba dibalik
sebuah jendela tua yang sebagian kacanya sudah banyak yang pecah. Dari sana dia
bisa melihat segalanya dengan sangat jelas. Sebuah pemandangan yang mengiris
hati dan membakar amarahnya.
Tiffany, Yoona dan Seohyun ketiganya
diikat masing-masing disebuah kursi kayu. Tiffany dan Yoona sedang menangis
ketakutan, sementara Seohyun wajahnya terkulai lemah dengan rambut terurai
menutupi wajahnya. Jonghyun tidak tahu pasti apakah Seohyun sedang tertidur
atau justru tidak sadarkan diri.
Dihadapan mereka saat itu berdiri 3
orang laki-laki. Satu orang diantara mereka terlihat sedikit gemuk. Sedang yang
dua orang lain tampak relatif kurus. Selain itu, Jonghyun juga melihat seorang
perempuan yang kurang lebih diusia yang sama dengan Yoona sedang duduk di
sebuah kursi dan menyaksikan bagaimana ketiga lelaki itu menyiksa dan mengikat
Seohyun, Yoona dan Tiffany dengan wajah puas.
“Ssssh...! Pelankan suaramu, sayang!
Aku tidak ingin ada yang datang mengganggu bulan madu kita.” Laki-laki kurus
berbaju merah itu mendekatkan wajahnya ke wajah Tiffany hingga nyaris mencium
bibirnya. Tiffany tampak ketakutan tapi...
“Cuih!!!” Sementara kedua tangan dan
kakinya terikat, Tiffany hanya bisa menyerang laki-laki itu dengan cara
meludahinya. Pria itu lantas mengusap mukanya sambil tersenyum.
“Owhh.. yeobo, kau curang! Jangan
sia-siakan ludahmu untuk kau hempaskan kewajahku. Aku akan mengambilnya
langsung dari mulutmu. Eottae? Haruskah kulakukan sekarang?” Laki-laki gila itu
kembali mendekatkan wajahnya hingga nyaris menyentuh wajah Tiffany.
“Geunyang Kkaaa, Saeki ah!!! Jangan
berani-berani menyentuhku atau aku akan membunuhmu!!!” Tiffany mulai histeris.
Yoona semakin menggigil ketakutan disampingnya. Benar-benar menguji kesabaran
Jonghyun saat itu. Tapi dia sadar, dia tidak boleh bertindak gegabah, atau dia
justru malah akan mencelakai ketiganya.
“Ow..ow..ow.. Uri Gom! Uugh..
kyeopta...! Kau bahkan terlihat lebih sexy saat kau marah seperti itu.
Eottokhae? Aku semakin tidak sabar menunggu bulan madu kita, sayang!” Psyco itu
benar-benar membuat Jonghyun nyaris kehilangan kesabarannya. Tapi tiba-tiba dia
mendengar suara yang familiar di telinganya. Suara yang dirindukannya.
“Apa yang kalian inginkan? Apa kalian
tahu apa yang sedang kalian lakukan? Saat ini mungkin polisi sedang menuju
kemari dan akan segera menangkap kalian!” Dengan suara bergetar, Yoona terlihat
sedang menguatkan dirinya. Sungguh mengiris hatinya, saat pemandangan itu tepat
didepan matanya. Lalu perempuan yang sedang duduk itu kini berdiri dan perlahan,
dia berjalan kearah Yoona.
“Apa yang aku inginkan? Kau sedang
bertanya padaku, Miss Perfect?” Perempuan itu mendekatkan wajahnya tepat
dihadapan wajah Yoona. Beberapa saat mereka berdua hanya saling menatap.
“Itu karena…. Kau adalah temanya.” Perempuan
itu menunjukkan telunjuknya pada Seohyun yang masih tertunduk lemas.
“Ya, satu-satunya kesalahanmu adalah
karena kau adalah teman pelacur itu! Sejujurnya, aku tidak ada urusan denganmu.
Meski terkadang caramu menyayangi perempuan itu benar-benar membuatku muak!
Terutama kau, Hwang Migyeong!!!!” Kini tatapan perempuan gila itu mengarah tajam
pada Tiffany sambil menunjuk penuh murka.
“Aku membencimu karena kau paling
melindunginya. Kau melindunginya hingga diam-diam kau menfasilitasi segala keperluan
pelacur itu untuk bisa bersama Yonghwa Oppa-ku dengan tenang. Kau yang paling
mendukungnya dalam hal ini. Dan terakhir kali, saat aku berhasil memisahkan
mereka dengan artikel yang kumuat di internet tentang Heirs dan Shinhye Eonnie
dulu, kau yang menyatukan mereka kembali. Kau yang membantu Yonghwa Oppa
mendapatkan hati pelacur ini lagi. Dan karena itu… kau juga harus mati saat
ini!!!!” Perempuan itu berteriak semakin gila.
“Oppa... Yonghwa Oppa... tolong aku...” Dengan
wajah yang masih lemah terkulai, Seohyun bergumam diantara sadar dan tidak
sadar. Dan perempuan gila itu semakin menjadi saat mendengarnya. Dia berniat
untuk menjambak rambut Seohyun namun lelaki yang sedari tadi berada didepan
Seohyun menahan tangannya.
“Jangan berani menyentuhnya! Dia
milikku!!” Lelaki itu berkata.
“Mwo? Yak!!! Jangan lupa bahwa kau
bisa berada disini karena aku yang membawamu, Sungjae ah! Bukankah sedari tadi
kau sudah melukainya, huh?!!” Perempuan gila itu semakin meradang.
“Kau benar, Jaeyeong ah! Tapi bukankah
kau sudah menyerahkannya padaku? Aku masih ingin bermain bersamanya, jadi
kumohon… pelan-pelan, Jaeyeong ah! Huh…?”
“Oppa… Yonghwa Oppa…” Seohyun kembali
bergumam lirih.
“Sssshh... Angel.. Sungjae Oppa
disini! Ehmm? Kau kesakitan? Apa yang sakit? Oppa minta maaf telah melakukan
ini padamu. Tapi kau harus tahu, didunia ini hanya Oppa yang mencintaimu
sebesar ini. Selain Oppa, semuanya palsu. Termasuk bajingan yang bernama Jung
Yonghwa itu. Play Boy brengsek itu tidak pantas berada disisimu. Sadarlah,
sayang! Hanya Oppa yang rela mengorbankan segalanya untukmu.” Sungjae menyentuh
wajah Seohyun yang masih terkulai. Dia merapihkan rambut Seohyun yang terurai
menutupi wajahnya. Tanpa Jonghyun sadari, air matanya mengalir begitu melihat
wajah Seohyun penuh lebam dan keningnya mengeluarkan darah.
“Seohyun ah..! Bajingan!! Apa yang dia
lakukan pada Seohyun?” Jonghyun berbisik sendiri sambil mengepalkan tangannya.
“Neol? Kalau kau mau membunuhku, maka
lakukan saja. Jauhkan tangan kotormu dari wajahku!” Dengan suara yang lemah,
Seohyun menatap pria di hadapannya dengan tatapan tajam tapi dingin tanpa
emosi.
“Wae? Kenapa aku tak boleh menyentuhmu
tapi kau biarkan bajingan bernama Yonghwa itu melakukannya? Dia bahkan bisa
memelukmu, menciummu, membawamu kemanapun dia mau. WAE NAEGA ANDWE?!!!!” Pria
itu tampak mulai marah dan Seohyun bergetar ketakutan.
“Seo Joohyun, dengarkan aku! Aku bisa
menyentuhmu, menciummu, memelukmu, atau bahkan tidur denganmu bila aku mau. Aku
tidak perlu persetujuanmu. Dan hentikan sikap sok suci itu sebelum aku
benar-benar MUAK!!!! Satu lagi! Hentikan menyebut nama Jung Yonghwa atau aku
akan benar-benar membunuhnya! Kau tidak ingin hal yang buruk terjadi padanya,
bukan? Jadilah gadis yang baik dan penurut, maka aku jamin tidak akan terjadi
apa-apa padamu dan juga padanya. Arratji?”
“NEOL MITJOSEO!!! Jangan pernah
menyentuh namjaku!! Bila kau berani mendekatinya, akan aku bunuh kau dengan
tanganku sendiri!!!” Saat itu giliran Seohyun yang mulai histeris. Tak disangka
gadis yang lembut sepertinya, bisa berkata dengan begitu berani disaat seperti
itu.
“Geurae! Aku memang gila! Tapi kau
tahu siapa yang memaksaku menjadi seperti ini, huh? KAU!! Bajingan kecil
sepertimu, yang berpura-pura seperti malaikat, tapi bertingkah seperti pelacur
untuk laki-laki itu. Laki-laki yang bahkan hingga kini masih terus saja
mengingkari hubungannya denganmu. Aku heran, kenapa Seo Joohyun yang genius
bisa begitu bodoh mencintai laki-laki pengecut seperti itu?”
“TUTUP MULUTMU, BRENGSEK!!” Seohyun
berteriak. Sungjae semakin marah mendengar teriakan itu. Dia nyaris melayangkan
tangannya kearah wajah Seohyun, tapi tiba-tiba Yoona berhasil melepaskan
ikatannya dan menyerang pria yang akan memukul Seohyun. Sungjae sontak merasa
kaget, tapi pria berbadan gemuk yang merupakan orang bayaran Jaeyeong itu
segera memegang tubuh Yoona dan menghentikan aksinya.
“Geumanhae, Yoona ah!!! Kau memang
tidak bisa diperlakukan dengan halus. Oke, bila memang itu maumu, aku bisa
berbuat lebih kejam dari ini.” Jaeyeong berteriak pada Yoona dan menyuruh Si
gendut untuk kembali membuat Yoona duduk di kursinya dan kembali mengikatnya.
Jaeyeong berjalan mendekati Seohyun dan menekukan kakinya hingga wajahnya
berada sejajar dengan wajah Seohyun dihadapannya. Tangan kanannya meraih dagu
Seohyun dan memaksanya untuk menengadah dan melihatnya.
“Aigoo… lihat wajahmu kini, Seo
Joohyun!! Bahkan tanpa luka-luka itu pun wajahmu sudah sangat menyeramkan! Dan
kini… HAHAHAHAH!!!! Aku ingin tahu, apa yang akan Yonghwa Oppa lakukan
melihatmu buruk rupa seperti ini? Aku yakin, dia akan berlari ketakutan dan
segera menyadari betapa bodohnya dia selama ini. Memilih untuk berada disisimu
sementara Shinhye Eonnie jauh lebih baik darimu? Aku yakin, perempuan licik
sepertimu sudah meracuni akal sehatnya hingga lelaki genius sepertinya rela
meninggalkan perempuan sempurna seperti Shinhye Eonnie!” Jaeyeong menatap
Seohyun tajam dan Seohyun membalasnya dengan tatapan serupa.
“Mwo? Shinhye Eonnie, katamu? Hah..
neol mitjin yeoja! Apa Shinhye Eonnie memintamu untuk melakukan ini padaku? Apa
dia membayarmu untuk semua ini?” Seohyun menatapnya lebih tajam dan itu membuat
Jaeyeong lebih marah.
“TUTUP MULUTMU, PELACUR!!! SHINHYE
EONNIE-KU BUKAN ORANG MURAHAN SEPERTIMU!!!! Aku rela melakukan ini demi memberi
keadilan untuknya. Aku akan mengembalikan apa yang seharusnya menjadi
miliknya!! DAN KAU HARUS MENERIMA BALASAN ATAS SEMUA YANG SUDAH KAU LAKUKAN
PADANYA!!!!”
“APA SALAHKU PADANYA?!!!” Seohyun tak
kalah sengit.
“Apa salahku padanya, huh? Kau bahkan
tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi diantara kami bertiga. Kau fikir Shinhye
Eonnie akan berterima kasih padamu untuk semua ini? Kau fikir dia akan senang
melihatmu melakukan ini? Kau bahkan tidak tahu siapa sebenarnya lelaki yang dia
cintai kan? DAN ITU BUKAN YONGHWA, OPPA-KU… SEKIE AH!!!!”
PLAKKKK!!!!!
Sebuah tamparan keras mendarat dipipi
Seohyun dan kembali mengucurkan darah segar dari ujung bibirnya.
“Pelacur murahan!! Beraninya kau
mengatakan itu, huh!!!! AKAN KUBUNUH, KAU!!!!” Perempuan gila itu mengambil
sebatang kayu didekat kakinya dan hendak melayangkan pukulan itu kearah
Seohyun.
Tiba-tiba...
BRAAAAGGGG!!!!!
Pintu kayu itu roboh hanya dengan satu
tendangan saja. Akhirnya Jonghyun tidak bisa menahan dirinya lagi.
“Lepaskan mereka!!!” Binar murka
menyala dimatanya.
Keempat orang itu serentak kaget
melihat kemuncunculan Jonghyun yang tiba-tiba. Dengan berani Jonghyun hendak
mendekati tiga laki-laki sakit jiwa itu, namun Sungjae dengan sigap
mengeluarkan pisau lipat dari saku celananya dan berusaha menyerang Jonghyun.
Tiffany, Yoona dan Seohyun serentak berteriak kala pisau itu dilayangkan kearah
Jonghyun dan nyaris mengenai perutnya. Namun berhasil dihindarinya, dan pisau
itu hanya mengenai tangan kanannya.
Darah segar mulai mengalir
ditangannya. Tapi tak dihiraukannya. Kini dia semakin gencar melayangkan
serangan pada ketiga laki-laki itu. Ya! 3 lawan 1. Tidak terlalu sulit bagi
pemegang sabuk hitam Judo dan taekwondo seperti Jonghyun untuk mengalahkan 3 bajingan
picisan seperti itu. Ketiga laki-laki itu nyaris tumbang setelah menerima
pukulan dan tendangan Jonghyun di sekujur tubuh mereka.
Tapi tiba-tiba...
“Berhenti sekarang, atau kau akan
menyaksikan dengan tanganmu sendiri detik-detik saat pisau ini mengiris wajah
wanita yang kau cintai!”
Pandangan mata Jonghyun langsung
malayang pada Yoona yang sudah berada dalam dekapan Jaeyeong dengan pisau yang
menempel diwajahnya. Jonghyun segera melepasakan laki-laki berbaju merah dalam
cengramannya. Dan kedua pria itu dengan sigap memengangi Jonghyun dan mengikat
kedua tangan dan kakinya.
Setelah dirasa Jonghyun sudah tidak
berdaya dan tidak dapat memberi perlawanan, ketiga laki-laki itu dengan gencar
melayangkan pukulan, tendangan, dan melemparkan segala properti yang ada
disekeliling mereka untuk melukai Jonghyun. Darah segar tidak hanya mengalir
dari tangannya. Tapi kini wajanya pun berubah merah karena aliran darah yang
deras mengalir dari kepalanya. Pandangannya mulai mengabur, tapi Jonghyun
berusaha untuk tetap sadar dan tidak menunjukan rasa sakitnya.
Matanya tidak sedikitpun beralih dari
tatapan Yoona. Ya, Yoona yang kini sedang memandangnya dengan jerit tangisnya.
Gwaenchanna, bila hari itu dia harus mati, dia rela. Tapi dia terlebih dulu
harus memastikan kalau mereka selamat. Jadi kali ini dia tidak boleh roboh. Dia
harus kuat. Batinnya.
Jaeyeong yang tadi mencengkram Yoona
kini perlahan-lahan berjalan mendekati Jonghyun yang terkapar dilantai. Dia
menjambak rambutnya dan membuat Jonghyun menengadahkan wajahnya kearahnya.
“Noel Ppabo namja! Jjinja Ppabo namja,
Oppa! Kau tahu, Im Yoona mencapakanmu dan memilih Lee Seunggi untuk bersamanya.
Untuk apa kau mengorbankan dirimu seperti ini hanya untuk perempuan tidak tahu
diri seperti dia?”
“Jangan menyebut Yoona seperti itu
dengan mulut busukmu, atau aku akan memotong lidahmu!!!” Dengan suara yang
lemah, Jonghyun berusaha untuk bangkit namun sebuah tendangan sekali lagi
mendarat dikepalnya.
“Oppaaaaa!!!!!” Yoona berteriak
histeris melihat Jonghyun yang kembali terhempas dilantai.
“Whoooo... Mrs Perfect, berteriak?
Wae? Kau masih mencintainya? Kau masih mencintai laki-laki yang kau buang
seperti sampah saat kau datang kepelukan kekasihmu saat ini? Wae? Kau menyesal
telah mencampakkannya? Atau, kau sedang berfikir, kemanakah kekasihmu saat ini?
Bukankah seharusnya dia yang berada disini untuk menyelamatkanmu?” Jaeyeong kembali
mendekati Yoona. Dia mengangkat wajah lemah Yoona dengan tangannya.
“Lihat dan perhatikan baik-baik Im
Yoona Ssi, bagaimana Jonghyun Oppa-ku terluka seperti itu untukmu? Sudah sering
kukatakan bahwa SNSD hanyalah nasib sial untuk uri CNBLUE!! Sejak awal, saat
Yonghwa Oppaku bertemu dengan pelacur itu, aku sudah yakin CNBLUE akan
mengalami kehidupan yang sulit. Hingga akhirnya Jonghyun Oppa pun harus bertemu
dengan rubah sepertimu... DAN LIHAT!!!! Lihat apa yang sudah kau lakukan
padanya!! Meski kau campakkan dia tanpa arti, pada akhirnya.. dia adalah
laki-laki pertama yang menemukanmu disini. Hhaaah… benar-benar membuatku
tersentuh.” Jaeyeong bertepuk tangan dengan menunjukan wajah hipokritnya. Tapi
teriakan Seohyun segeran menghentikannya.
“Kau… perempuan gila…! Bukankah yang
kau inginkan hanya aku? Geurae, jika itu maumu, kau bisa terus menyekapku
hingga kapanpun kau mau. Tapi lepaskan Fanny eonni dan Yoona Eonnie! Lepaskan
juga Jonghyun Oppa dan jangan berani sedikitpun menyentuh mereka!!” Seohyun
kembali menarik perhatian Jaeyeong.
“Shiro! Siapa bilang semua ini hanya
berurusan denganmu? Tiffany dan juga Yoona kini adalah propertiku. Dengan
adanya mereka, aku fikir itu akan lebih mudah untuk menyakitimu. Dan pastinya,
akan lebih menyenangkan untukku. Hhh… dan kini ada satu lagi yang rela masuk
kedalam neraka ini demi dirimu, Seo Joohyun! Meski kuharap Yonghwa Oppa yang
datang, tapi… begini saja pun sudah cukup menyenangkan untukku.” Perempuan itu
kemudian terbahak semakin kesetanan.
“Hahahaha...!!” Seohyun pun ikut tertawa
terbahak bersamanya dengan air mata yang mengalir deras dimatanya. Semua dibuat
bingung dengan sikap maknae ini.
“Kau benar-benar menyedihkan, Jaeyeong
ah! Jaeyeong! Benarkan itu namamu? Kau fikir dengan melakukan ini kau berhasil
membuat Yonghwa Oppa berpaling dan melupakanku? Kau fikir dengan begini kau
mampu membuat Yonghwa Oppa berhenti mencintaiku? Hhh.. kau benar-benar
menyedihkan! Biar kuberi tahu, Jaeyeong ah! Kau.. mungkin bisa melenyapkanku
dari hidupnya. Tapi kau tidak akan pernah bisa membuatku hilang dari hatinya.
Selamanya, aku percaya Oppa akan selalu mengingatku dan membawa kenanganku
kemanapun dan bersama siapapun dia melangkah nanti. Wae? Karena Jung Yonghwa
mencintaiku! Semakin dia jauh dariku, semakin dia akan tenggelam merindukanku!”
Plak!!!
Sekali lagi sebuah tamparan mendarat
di pipinya. Kali ini bahkan lebih keras dari sebelumnya hingga membuat Seohyun
tersungkur dilantai beserta kursi yang terikat ketubuhnya.
“Hentikan omong kosongmu, atau aku
akan benar-benar membunuh Jung Yonghwa-mu itu! Kau fikir aku bercanda dan tidak
berani melakukan itu? Aku tidak pernah main-main Seo Joohyun! Bila aku tidak
bisa memilikinya, maka hanya Shinhye Eonnie yang boleh! Tapi bila dia tetap
memiih untuk bersamamu, maka lebih baik aku membunuhnya!!!!”
“DAN AKU AKAN MENCARIMU LALU
MEMBUNUHMU DENGAN TANGANKU SENDIRI BILA KAU BERANI MELAKUKAN ITU PADANYA! Dan
aku pun tidak main-main! Kau fikir aku tidak berani melakukan itu? AKU AKAN
MEMBUNUHMU DENGAN CARA YANG LEBIH MENYAKITKAN DARI APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN
PADA NAMJA-KU!!!!” Jaeyeong semakin menggila hingga akhirnya dia mencengkeram
leher Seohyun dan akan menghantam tubuh ringkih Seohyun dengan sebatang kayu.
Namun…
“HENTIKAN!!! Angkat tanganmu!!”
~ To Be
Continue ~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar