Jumat, 17 April 2015

The World Within Chapter 10






The World Within

Author               : Jingga8
Genre                 : Romance
Rating                : M ( 18+ )
Cast                    : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNBLUE, SNSD
Poster By           : Ismi Nuraulia






Saesang Fans

Chapter 10

Flash back 3

Semua terlihat begitu gelap. Hanya temaram lampu minyak dan perapian kayu bakar yang dapat membatu penglihatan. Jonghyun mengendap-endap dibalik dinding sebuah bangker tua yang sekelilingnya ditutupi pepohonan dan semak belukar. Pantas saja saat tadi dirinya dan Jungshin mencari tempat ini terasa begitu sulit. Jika saja dirinya tidak jatuh dan tergelincir, mungkin dirinya pun tidak akan menemukan tempat ini. Dari tempatnya berdiri, dia bisa mendengar suara-suara itu.

“Jangan menyentuhku, bajingan!!!!” Sepertinya itu suara Tiffany. Dari nada suaranya, bisa dipastikan bahwa dia sedang menangis histeris. Jonghyun kembali mengendap-endap untuk mencari tempat agar dirinya bisa melihat situasi didalam dengan jelas. Dan diapun tiba dibalik sebuah jendela tua yang sebagian kacanya sudah banyak yang pecah. Dari sana dia bisa melihat segalanya dengan sangat jelas. Sebuah pemandangan yang mengiris hati dan membakar amarahnya.

Tiffany, Yoona dan Seohyun ketiganya diikat masing-masing disebuah kursi kayu. Tiffany dan Yoona sedang menangis ketakutan, sementara Seohyun wajahnya terkulai lemah dengan rambut terurai menutupi wajahnya. Jonghyun tidak tahu pasti apakah Seohyun sedang tertidur atau justru tidak sadarkan diri.

Dihadapan mereka saat itu berdiri 3 orang laki-laki. Satu orang diantara mereka terlihat sedikit gemuk. Sedang yang dua orang lain tampak relatif kurus. Selain itu, Jonghyun juga melihat seorang perempuan yang kurang lebih diusia yang sama dengan Yoona sedang duduk di sebuah kursi dan menyaksikan bagaimana ketiga lelaki itu menyiksa dan mengikat Seohyun, Yoona dan Tiffany dengan wajah puas.

“Ssssh...! Pelankan suaramu, sayang! Aku tidak ingin ada yang datang mengganggu bulan madu kita.” Laki-laki kurus berbaju merah itu mendekatkan wajahnya ke wajah Tiffany hingga nyaris mencium bibirnya. Tiffany tampak ketakutan tapi...

“Cuih!!!” Sementara kedua tangan dan kakinya terikat, Tiffany hanya bisa menyerang laki-laki itu dengan cara meludahinya. Pria itu lantas mengusap mukanya sambil tersenyum.

“Owhh.. yeobo, kau curang! Jangan sia-siakan ludahmu untuk kau hempaskan kewajahku. Aku akan mengambilnya langsung dari mulutmu. Eottae? Haruskah kulakukan sekarang?” Laki-laki gila itu kembali mendekatkan wajahnya hingga nyaris menyentuh wajah Tiffany.

“Geunyang Kkaaa, Saeki ah!!! Jangan berani-berani menyentuhku atau aku akan membunuhmu!!!” Tiffany mulai histeris. Yoona semakin menggigil ketakutan disampingnya. Benar-benar menguji kesabaran Jonghyun saat itu. Tapi dia sadar, dia tidak boleh bertindak gegabah, atau dia justru malah akan mencelakai ketiganya.

“Ow..ow..ow.. Uri Gom! Uugh.. kyeopta...! Kau bahkan terlihat lebih sexy saat kau marah seperti itu. Eottokhae? Aku semakin tidak sabar menunggu bulan madu kita, sayang!” Psyco itu benar-benar membuat Jonghyun nyaris kehilangan kesabarannya. Tapi tiba-tiba dia mendengar suara yang familiar di telinganya. Suara yang dirindukannya.

“Apa yang kalian inginkan? Apa kalian tahu apa yang sedang kalian lakukan? Saat ini mungkin polisi sedang menuju kemari dan akan segera menangkap kalian!” Dengan suara bergetar, Yoona terlihat sedang menguatkan dirinya. Sungguh mengiris hatinya, saat pemandangan itu tepat didepan matanya. Lalu perempuan yang sedang duduk itu kini berdiri dan perlahan, dia berjalan kearah Yoona.

“Apa yang aku inginkan? Kau sedang bertanya padaku, Miss Perfect?” Perempuan itu mendekatkan wajahnya tepat dihadapan wajah Yoona. Beberapa saat mereka berdua hanya saling menatap.

“Itu karena…. Kau adalah temanya.” Perempuan itu menunjukkan telunjuknya pada Seohyun yang masih tertunduk lemas.

“Ya, satu-satunya kesalahanmu adalah karena kau adalah teman pelacur itu! Sejujurnya, aku tidak ada urusan denganmu. Meski terkadang caramu menyayangi perempuan itu benar-benar membuatku muak! Terutama kau, Hwang Migyeong!!!!” Kini tatapan perempuan gila itu mengarah tajam pada Tiffany sambil menunjuk penuh murka.

“Aku membencimu karena kau paling melindunginya. Kau melindunginya hingga diam-diam kau menfasilitasi segala keperluan pelacur itu untuk bisa bersama Yonghwa Oppa-ku dengan tenang. Kau yang paling mendukungnya dalam hal ini. Dan terakhir kali, saat aku berhasil memisahkan mereka dengan artikel yang kumuat di internet tentang Heirs dan Shinhye Eonnie dulu, kau yang menyatukan mereka kembali. Kau yang membantu Yonghwa Oppa mendapatkan hati pelacur ini lagi. Dan karena itu… kau juga harus mati saat ini!!!!” Perempuan itu berteriak semakin gila.

 “Oppa... Yonghwa Oppa... tolong aku...” Dengan wajah yang masih lemah terkulai, Seohyun bergumam diantara sadar dan tidak sadar. Dan perempuan gila itu semakin menjadi saat mendengarnya. Dia berniat untuk menjambak rambut Seohyun namun lelaki yang sedari tadi berada didepan Seohyun menahan tangannya.

“Jangan berani menyentuhnya! Dia milikku!!” Lelaki itu berkata.

“Mwo? Yak!!! Jangan lupa bahwa kau bisa berada disini karena aku yang membawamu, Sungjae ah! Bukankah sedari tadi kau sudah melukainya, huh?!!” Perempuan gila itu semakin meradang.

“Kau benar, Jaeyeong ah! Tapi bukankah kau sudah menyerahkannya padaku? Aku masih ingin bermain bersamanya, jadi kumohon… pelan-pelan, Jaeyeong ah! Huh…?”

“Oppa… Yonghwa Oppa…” Seohyun kembali bergumam lirih.

“Sssshh... Angel.. Sungjae Oppa disini! Ehmm? Kau kesakitan? Apa yang sakit? Oppa minta maaf telah melakukan ini padamu. Tapi kau harus tahu, didunia ini hanya Oppa yang mencintaimu sebesar ini. Selain Oppa, semuanya palsu. Termasuk bajingan yang bernama Jung Yonghwa itu. Play Boy brengsek itu tidak pantas berada disisimu. Sadarlah, sayang! Hanya Oppa yang rela mengorbankan segalanya untukmu.” Sungjae menyentuh wajah Seohyun yang masih terkulai. Dia merapihkan rambut Seohyun yang terurai menutupi wajahnya. Tanpa Jonghyun sadari, air matanya mengalir begitu melihat wajah Seohyun penuh lebam dan keningnya mengeluarkan darah.

“Seohyun ah..! Bajingan!! Apa yang dia lakukan pada Seohyun?” Jonghyun berbisik sendiri sambil mengepalkan tangannya.

“Neol? Kalau kau mau membunuhku, maka lakukan saja. Jauhkan tangan kotormu dari wajahku!” Dengan suara yang lemah, Seohyun menatap pria di hadapannya dengan tatapan tajam tapi dingin tanpa emosi.

“Wae? Kenapa aku tak boleh menyentuhmu tapi kau biarkan bajingan bernama Yonghwa itu melakukannya? Dia bahkan bisa memelukmu, menciummu, membawamu kemanapun dia mau. WAE NAEGA ANDWE?!!!!” Pria itu tampak mulai marah dan Seohyun bergetar ketakutan.

“Seo Joohyun, dengarkan aku! Aku bisa menyentuhmu, menciummu, memelukmu, atau bahkan tidur denganmu bila aku mau. Aku tidak perlu persetujuanmu. Dan hentikan sikap sok suci itu sebelum aku benar-benar MUAK!!!! Satu lagi! Hentikan menyebut nama Jung Yonghwa atau aku akan benar-benar membunuhnya! Kau tidak ingin hal yang buruk terjadi padanya, bukan? Jadilah gadis yang baik dan penurut, maka aku jamin tidak akan terjadi apa-apa padamu dan juga padanya. Arratji?”

“NEOL MITJOSEO!!! Jangan pernah menyentuh namjaku!! Bila kau berani mendekatinya, akan aku bunuh kau dengan tanganku sendiri!!!” Saat itu giliran Seohyun yang mulai histeris. Tak disangka gadis yang lembut sepertinya, bisa berkata dengan begitu berani disaat seperti itu.

“Geurae! Aku memang gila! Tapi kau tahu siapa yang memaksaku menjadi seperti ini, huh? KAU!! Bajingan kecil sepertimu, yang berpura-pura seperti malaikat, tapi bertingkah seperti pelacur untuk laki-laki itu. Laki-laki yang bahkan hingga kini masih terus saja mengingkari hubungannya denganmu. Aku heran, kenapa Seo Joohyun yang genius bisa begitu bodoh mencintai laki-laki pengecut seperti itu?”

“TUTUP MULUTMU, BRENGSEK!!” Seohyun berteriak. Sungjae semakin marah mendengar teriakan itu. Dia nyaris melayangkan tangannya kearah wajah Seohyun, tapi tiba-tiba Yoona berhasil melepaskan ikatannya dan menyerang pria yang akan memukul Seohyun. Sungjae sontak merasa kaget, tapi pria berbadan gemuk yang merupakan orang bayaran Jaeyeong itu segera memegang tubuh Yoona dan menghentikan aksinya.

“Geumanhae, Yoona ah!!! Kau memang tidak bisa diperlakukan dengan halus. Oke, bila memang itu maumu, aku bisa berbuat lebih kejam dari ini.” Jaeyeong berteriak pada Yoona dan menyuruh Si gendut untuk kembali membuat Yoona duduk di kursinya dan kembali mengikatnya. Jaeyeong berjalan mendekati Seohyun dan menekukan kakinya hingga wajahnya berada sejajar dengan wajah Seohyun dihadapannya. Tangan kanannya meraih dagu Seohyun dan memaksanya untuk menengadah dan melihatnya.

“Aigoo… lihat wajahmu kini, Seo Joohyun!! Bahkan tanpa luka-luka itu pun wajahmu sudah sangat menyeramkan! Dan kini… HAHAHAHAH!!!! Aku ingin tahu, apa yang akan Yonghwa Oppa lakukan melihatmu buruk rupa seperti ini? Aku yakin, dia akan berlari ketakutan dan segera menyadari betapa bodohnya dia selama ini. Memilih untuk berada disisimu sementara Shinhye Eonnie jauh lebih baik darimu? Aku yakin, perempuan licik sepertimu sudah meracuni akal sehatnya hingga lelaki genius sepertinya rela meninggalkan perempuan sempurna seperti Shinhye Eonnie!” Jaeyeong menatap Seohyun tajam dan Seohyun membalasnya dengan tatapan serupa.

“Mwo? Shinhye Eonnie, katamu? Hah.. neol mitjin yeoja! Apa Shinhye Eonnie memintamu untuk melakukan ini padaku? Apa dia membayarmu untuk semua ini?” Seohyun menatapnya lebih tajam dan itu membuat Jaeyeong lebih marah.

“TUTUP MULUTMU, PELACUR!!! SHINHYE EONNIE-KU BUKAN ORANG MURAHAN SEPERTIMU!!!! Aku rela melakukan ini demi memberi keadilan untuknya. Aku akan mengembalikan apa yang seharusnya menjadi miliknya!! DAN KAU HARUS MENERIMA BALASAN ATAS SEMUA YANG SUDAH KAU LAKUKAN PADANYA!!!!”

“APA SALAHKU PADANYA?!!!” Seohyun tak kalah sengit.

“Apa salahku padanya, huh? Kau bahkan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi diantara kami bertiga. Kau fikir Shinhye Eonnie akan berterima kasih padamu untuk semua ini? Kau fikir dia akan senang melihatmu melakukan ini? Kau bahkan tidak tahu siapa sebenarnya lelaki yang dia cintai kan? DAN ITU BUKAN YONGHWA, OPPA-KU… SEKIE AH!!!!”

PLAKKKK!!!!!

Sebuah tamparan keras mendarat dipipi Seohyun dan kembali mengucurkan darah segar dari ujung bibirnya.

“Pelacur murahan!! Beraninya kau mengatakan itu, huh!!!! AKAN KUBUNUH, KAU!!!!” Perempuan gila itu mengambil sebatang kayu didekat kakinya dan hendak melayangkan pukulan itu kearah Seohyun.

Tiba-tiba...

BRAAAAGGGG!!!!!

Pintu kayu itu roboh hanya dengan satu tendangan saja. Akhirnya Jonghyun tidak bisa menahan dirinya lagi.

“Lepaskan mereka!!!” Binar murka menyala dimatanya.

Keempat orang itu serentak kaget melihat kemuncunculan Jonghyun yang tiba-tiba. Dengan berani Jonghyun hendak mendekati tiga laki-laki sakit jiwa itu, namun Sungjae dengan sigap mengeluarkan pisau lipat dari saku celananya dan berusaha menyerang Jonghyun. Tiffany, Yoona dan Seohyun serentak berteriak kala pisau itu dilayangkan kearah Jonghyun dan nyaris mengenai perutnya. Namun berhasil dihindarinya, dan pisau itu hanya mengenai tangan kanannya.

Darah segar mulai mengalir ditangannya. Tapi tak dihiraukannya. Kini dia semakin gencar melayangkan serangan pada ketiga laki-laki itu. Ya! 3 lawan 1. Tidak terlalu sulit bagi pemegang sabuk hitam Judo dan taekwondo seperti Jonghyun untuk mengalahkan 3 bajingan picisan seperti itu. Ketiga laki-laki itu nyaris tumbang setelah menerima pukulan dan tendangan Jonghyun di sekujur tubuh mereka.

Tapi tiba-tiba...

“Berhenti sekarang, atau kau akan menyaksikan dengan tanganmu sendiri detik-detik saat pisau ini mengiris wajah wanita yang kau cintai!”

Pandangan mata Jonghyun langsung malayang pada Yoona yang sudah berada dalam dekapan Jaeyeong dengan pisau yang menempel diwajahnya. Jonghyun segera melepasakan laki-laki berbaju merah dalam cengramannya. Dan kedua pria itu dengan sigap memengangi Jonghyun dan mengikat kedua tangan dan kakinya.

Setelah dirasa Jonghyun sudah tidak berdaya dan tidak dapat memberi perlawanan, ketiga laki-laki itu dengan gencar melayangkan pukulan, tendangan, dan melemparkan segala properti yang ada disekeliling mereka untuk melukai Jonghyun. Darah segar tidak hanya mengalir dari tangannya. Tapi kini wajanya pun berubah merah karena aliran darah yang deras mengalir dari kepalanya. Pandangannya mulai mengabur, tapi Jonghyun berusaha untuk tetap sadar dan tidak menunjukan rasa sakitnya.

Matanya tidak sedikitpun beralih dari tatapan Yoona. Ya, Yoona yang kini sedang memandangnya dengan jerit tangisnya. Gwaenchanna, bila hari itu dia harus mati, dia rela. Tapi dia terlebih dulu harus memastikan kalau mereka selamat. Jadi kali ini dia tidak boleh roboh. Dia harus kuat. Batinnya.

Jaeyeong yang tadi mencengkram Yoona kini perlahan-lahan berjalan mendekati Jonghyun yang terkapar dilantai. Dia menjambak rambutnya dan membuat Jonghyun menengadahkan wajahnya kearahnya.

“Noel Ppabo namja! Jjinja Ppabo namja, Oppa! Kau tahu, Im Yoona mencapakanmu dan memilih Lee Seunggi untuk bersamanya. Untuk apa kau mengorbankan dirimu seperti ini hanya untuk perempuan tidak tahu diri seperti dia?”

“Jangan menyebut Yoona seperti itu dengan mulut busukmu, atau aku akan memotong lidahmu!!!” Dengan suara yang lemah, Jonghyun berusaha untuk bangkit namun sebuah tendangan sekali lagi mendarat dikepalnya.

“Oppaaaaa!!!!!” Yoona berteriak histeris melihat Jonghyun yang kembali terhempas dilantai.

“Whoooo... Mrs Perfect, berteriak? Wae? Kau masih mencintainya? Kau masih mencintai laki-laki yang kau buang seperti sampah saat kau datang kepelukan kekasihmu saat ini? Wae? Kau menyesal telah mencampakkannya? Atau, kau sedang berfikir, kemanakah kekasihmu saat ini? Bukankah seharusnya dia yang berada disini untuk menyelamatkanmu?” Jaeyeong kembali mendekati Yoona. Dia mengangkat wajah lemah Yoona dengan tangannya.

“Lihat dan perhatikan baik-baik Im Yoona Ssi, bagaimana Jonghyun Oppa-ku terluka seperti itu untukmu? Sudah sering kukatakan bahwa SNSD hanyalah nasib sial untuk uri CNBLUE!! Sejak awal, saat Yonghwa Oppaku bertemu dengan pelacur itu, aku sudah yakin CNBLUE akan mengalami kehidupan yang sulit. Hingga akhirnya Jonghyun Oppa pun harus bertemu dengan rubah sepertimu... DAN LIHAT!!!! Lihat apa yang sudah kau lakukan padanya!! Meski kau campakkan dia tanpa arti, pada akhirnya.. dia adalah laki-laki pertama yang menemukanmu disini. Hhaaah… benar-benar membuatku tersentuh.” Jaeyeong bertepuk tangan dengan menunjukan wajah hipokritnya. Tapi teriakan Seohyun segeran menghentikannya.

“Kau… perempuan gila…! Bukankah yang kau inginkan hanya aku? Geurae, jika itu maumu, kau bisa terus menyekapku hingga kapanpun kau mau. Tapi lepaskan Fanny eonni dan Yoona Eonnie! Lepaskan juga Jonghyun Oppa dan jangan berani sedikitpun menyentuh mereka!!” Seohyun kembali menarik perhatian Jaeyeong.

“Shiro! Siapa bilang semua ini hanya berurusan denganmu? Tiffany dan juga Yoona kini adalah propertiku. Dengan adanya mereka, aku fikir itu akan lebih mudah untuk menyakitimu. Dan pastinya, akan lebih menyenangkan untukku. Hhh… dan kini ada satu lagi yang rela masuk kedalam neraka ini demi dirimu, Seo Joohyun! Meski kuharap Yonghwa Oppa yang datang, tapi… begini saja pun sudah cukup menyenangkan untukku.” Perempuan itu kemudian terbahak semakin kesetanan.

 “Hahahaha...!!” Seohyun pun ikut tertawa terbahak bersamanya dengan air mata yang mengalir deras dimatanya. Semua dibuat bingung dengan sikap maknae ini.

“Kau benar-benar menyedihkan, Jaeyeong ah! Jaeyeong! Benarkan itu namamu? Kau fikir dengan melakukan ini kau berhasil membuat Yonghwa Oppa berpaling dan melupakanku? Kau fikir dengan begini kau mampu membuat Yonghwa Oppa berhenti mencintaiku? Hhh.. kau benar-benar menyedihkan! Biar kuberi tahu, Jaeyeong ah! Kau.. mungkin bisa melenyapkanku dari hidupnya. Tapi kau tidak akan pernah bisa membuatku hilang dari hatinya. Selamanya, aku percaya Oppa akan selalu mengingatku dan membawa kenanganku kemanapun dan bersama siapapun dia melangkah nanti. Wae? Karena Jung Yonghwa mencintaiku! Semakin dia jauh dariku, semakin dia akan tenggelam merindukanku!”

Plak!!!

Sekali lagi sebuah tamparan mendarat di pipinya. Kali ini bahkan lebih keras dari sebelumnya hingga membuat Seohyun tersungkur dilantai beserta kursi yang terikat ketubuhnya.

“Hentikan omong kosongmu, atau aku akan benar-benar membunuh Jung Yonghwa-mu itu! Kau fikir aku bercanda dan tidak berani melakukan itu? Aku tidak pernah main-main Seo Joohyun! Bila aku tidak bisa memilikinya, maka hanya Shinhye Eonnie yang boleh! Tapi bila dia tetap memiih untuk bersamamu, maka lebih baik aku membunuhnya!!!!”

“DAN AKU AKAN MENCARIMU LALU MEMBUNUHMU DENGAN TANGANKU SENDIRI BILA KAU BERANI MELAKUKAN ITU PADANYA! Dan aku pun tidak main-main! Kau fikir aku tidak berani melakukan itu? AKU AKAN MEMBUNUHMU DENGAN CARA YANG LEBIH MENYAKITKAN DARI APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN PADA NAMJA-KU!!!!” Jaeyeong semakin menggila hingga akhirnya dia mencengkeram leher Seohyun dan akan menghantam tubuh ringkih Seohyun dengan sebatang kayu. Namun…

“HENTIKAN!!! Angkat tanganmu!!”

~ To Be Continue ~


Tidak ada komentar:

Posting Komentar