Rabu, 01 April 2015

The World Within Chapter 6






The World Within

Author               : Jingga8
Genre                 : Romance
Rating                : M ( 18+ )
Cast                    : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNBLUE, SNSD
Poster By           : Ismi Nuraulia







Terror

Chapter 6

Incheon Airport 11.00 am..

Yonghwa secepatnya berlari begitu mobilnya berhasil dia parkirkan. Hari ini Seohyun-nya akan terbang ke LA untuk konsernya bersama SNSD. Dia tidak sempat bertemu dengan Istrinya karena diapun baru tiba dari Ilsan untuk urusan pekerjaannya. Secepat mungkin dia pacu kakinya menuju departure terminal dimana Seohyun berada kini menunggu penerbangannya. 'Semoga masih sempat' batinnya.

"Anyeonghaseo, Ahjussi? Apa kau mencari seseorang?" Yonghwa merasa seseorang menepuk pundaknya saat matanya sibuk mencari kesekeliling area berharap wajah istrinya dia temukan. Yonghwa segera menoleh dan hanya butuh beberapa detik hingga akhirnya tangannya menarik tubuh itu kedalam dekapnya.

"Aah... taengida, kau masih disini! Aku fikir aku melewatkannya dan kau sudah pergi!" Yonghwa melepas pelukannya dan menatap wajah Seohyun yang kini sedang tersenyum kepadanya.

"Mianhae, Hyun! Perjalanan menuju kesini sempat terhambat karena kemacetan di beberapa tempat. Hhh... syukurlah, aku masih sempat menemuimu!" Yonghwa berkata dengan nafas terengah. Mendengarnya, Seohyun lalu mengalungkan kedua tangannya dileher Yonghwa dan berkata...

"Aigoo.... seperti aku akan pergi lama saja. Cuma 3 hari, Oppa! Begitu konser selesai, aku tidak akan berlama-lama dan segera kembali kepelukmu. Mungkin eonni-deul akan berlibur beberapa hari, tapi aku tidak akan ikut. So... just wait for me, handsome!" Seohyun mencubit hidung suaminya.

"Algaeda, Baby! Take care, makan dan istirahat yang cukup, dan jangan lupa untuk menghubungiku setibanya disana, okay? I'll miss you, Angel!" Tanpa ragu, Yonghwa mengecup bibir Seohyun dihadapnya.

"Whoaaa!!! Jung Seobang!! Kau benar-benar keterlaluan!! Come on, Man! Ini Airport! Dan... bisakah setidaknya kau berbelas kasihan padaku dan Sunny? Menerima kenyataan bahwa adik kami menikah lebih dulu dari kami saja itu sudah cukup membuatku menderita! So stop.. memamerkan kemesraan kalian seperti ini, kau mengerti?!"

Dengan gayanya, Hyoyeon tiba-tiba muncul entah dari arah mana, diikuti oleh Taeng dan koloninya. Ya, hanya tersisa Hyoyeon dan Sunny yang masih melajang. Sementara Yuri, dia akan segera menjadi Ny. Lee Kwangsoo dalam hitungan minggu. Meski Hyo dan Sunny sudah memiliki tunangan yang luar biasa dan sangat mencintai mereka, namun mereka memutuskan untuk menunda pernikahan mereka dengan alasan yang kadang tidak masuk akal.

"Yak... salahkan saja sikap plin-plan mu bila hingga saat ini kau masih sendiri, Agassi! Semakin lama kau menundanya, maka tunanganmu bisa saja lari dan menemukan gadia yang lebih muda darimu!" Bukan bermaksud kasar, begitulah sebenarnya hubungan antara Yonghwa, Hyo, Taeng, Tippa, Sunny dan Yuri mengingat mereka berada di line usia yang sama. Kata-kata ledekan seperti itu sudah bukan hal yang langka diantara mereka bahkan sejak WGM era pun.

"Mwo? Yakk... neol jinjja!!" Hyo bermaksud akan memukul Yonghwa, namun Seohyun menjelma menjadi bodyguard pribadi suaminya.

"Geumanhaeyo, Eonnie! Dia satu-satunya suami yang kumiliki! Omo... kalo sampai tubuhnya lebam atau terluka, apa yang harus kulakukan?" Seohyun menjelma menjadi maknae yang menyebalkan dimata eonni-deul nya saat itu. Dengan sengaja, dia kembali mengecup bibir suaminya yang langsung diiringi sorakan dari semua Eonnie-deul.

"Okay, enough for your annoying show, Mr and Mrs Jung! Kita harus berangkat sekarang. Dengan berat hati aku harus meminjam istrimu, Yonghwa yah so... untuk 3 hari ini... bobo sendiri yah?! Itupun kalau istrimu tidak berubah fikiran dan ikut liburan bersama kami!" Taeng membuat Yonghwa terpaksa harus melepaskan tangan Seohyun-nya karena waktu keberangkatan mereka sudah tiba.

"Hati-hati yah, Hyun! Kabari aku." Dengan begitu, Yonghwa sekali lagi memeluk istrinya.

"Oppa do! Jangan lewatkan waktu makanmu dan jangan begadang dengan adik-adikmu!"

"Arrasso!! Taeyeon ah... tolong jaga dia untukku, okay?" Yonghwa menepuk lengan Taeng dan Taeng pun menganggukkan kepalanya.

Seohyun mungkin sudah berada dipesawatnya kini. Yonghwa melajukan mobilnya menuju ke dorm lama mereka. Dia ada janji dengan CNBOYS bahwa hari ini dan besok, mereka akan menghabiskan waktu bersama sambil menyelesaikan konsep finishing untuk mini album mereka. Yonghwa menginjak pedal rem mobilnya begitu sampai di basement dorm mereka. Tiba-tiba dia mendengar seperti ada sesuatu yang jatuh dari jok belakang. Saat dilihatnya, ternyata bungkusan kecil yang dia temukan diatas mobilnya minggu kemarin. Yonghwa lalu mengambilnya dan membawanya turun dari mobilnya. Dia akan membukanya setibanya di dormnya nanti.

Keesokan harinya, SNSD sudah bersiap untuk segera mengguncang LA dengan konser mereka. Seohyun menyempatkan diri untuk mengirim Yonghwa pesan.

'Oppa, aku akan segera tampil beberapa menit lagi. Doakan aku yah! Aku juga selalu berdoa untukmu, semoga Oppa selalu sehat selama aku jauh darimu. Saranghae, Oppa!'

Dan setelah itu, Yonghwa tidak bisa menghubunginya lagi. Mungkin Seohyun sudah mematikan ponsel nya selama konser. Ada perasaan aneh yang sedari kemarin mengganggu ketenangannya. Ini bukan kali pertamanya dia terpisah jauh dari istrinya. Tapi kali ini, entahlah... Yonghwa merasakan kekhawatiran yang tidak beralasan. Terkadang jantungnya tiba-tiba berdegup kencang dan fikirannya langsung tertuju pada Seohyun-nya. Karena itu, Yonghwa terus mendoakan dan menyemangatinya dari jauh sambil terus memantau suasana konser lewat TL di twitter.

Sementara itu, dia bersama CNBOYS tetap fokus mengerjakan sisa pekerjaan mereka. Saat Yonghwa sedang menyetel nada pada gitarnya, tiba-tiba...

"Awww...!!!" Satu senarnya terputus dan sempat melukai lehernya. Beruntung, tidak terkena matanya.

"Wae, Hyung? Gwaenchanna?" Jonghyun dengan sigap segera melihat kondisi Yonghwa.

"Gwaenchanna! Aku menariknya terlalu kuat, mungkin. Ahh.. leherku terasa perih!" Yonghwa sedikit meringis, dan setelah Jonghyun lihat, leher Hyung nya memang sedikit tergores. Bagaimana mungkin seorang gitaris professional sepertinya bisa menarik senar gitar hingga putus seperti itu. Sekali lagi, Yonghwa kehilangan fokusnya.

"Omo.. berdarah, Hyung. Gidari ah, aku akan bawakan plester." Jonghyun berdiri menuju kamarnya untuk mengambil kotak obat. Minhyuk dan Jungshin baru datang dari super market dan nampak kaget melihat Jonghyun sedang menempelkan plester di leher Yonghwa.

"Omo... Hyung... waegeurae? Apa yang terjadi dengan lehermu?" Jungshin dengan serta merta bertanya dan berlari kearah Yonghwa.

"Gwaenchanna, hanya tergores senar gitar." Jawabnya masih dengan sedikit meringis.

"Aigoo... aku fikir Vampire ini menghisap darahmu saat kami pergi!" Jungshin mengarahkan telunjuknya kearah kepala Jonghyun. Lalu secepat kilat, telunjuknya dilahap oleh mulut Jonghyun dan digigitnya. Sontak Jungshin langsung berteriak.

"Yakk!!!! Aku fikir kau hanya vampire, tenyata kau juga seorang cannibal, huh?" Sambil mengusap-usap telunjuknya, maknae memelototi Hyungnya. Jonghyun pun tak mau kalah dengan menyorotkan mata coklatnya.

"Jika aku benar-benar seorang vampire, maka kau adalah orang pertama yang akan aku hisap darahnya hingga kering!" Kata-kata itu sontak membuat Jungshin meringis. Bukan karena ancaman itu, tapi karena kepalan tangan Hyungnya yang nyaris menyambar kepalanya.

"Aish... dasar sekelompok orang dengan evolusi tidak sempurna!" Minkyuk melongos dengan wajah datar sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

"MWO??!!!!" Jonghyun dan Jungshin serentak.

"Kalian tahu, teori Darwin tentang evolusi manusia? Bagiku.... sekelompok orang yang dewasa tapi sikap mereka tidak ikut tumbuh sesuai usia mereka, maka mereka adalah sekelompok orang yang mengalami evolusi tidak sempurna!" Dengan dinginnya, Minhyuk memberi penjelasan.

"Evolusi tidak sempurna. Evolusi..." Jonghyun menggaruk-garuk kepalanya mencerna kata-kata Minhyuk barusan sebelum akhirnya dia mengerti maksud perkataan dongsaengnya.

"YAKKK!!! MAKSUDMU PROSES EVOLUSIKU DARI KERA KE MANUSIA ITU TIDAK SEMPURNA?!!! KAU BILANG AKU KERA??!!!!" Mata coklat itu seperti nyaris keluar dari kelopaknya.

"Ya.. mungkin! Bila kau memang merasa begitu." Jawab Minhyuk santai sambil mengangkat kedua bahunya. Lalu diapun bangkit dan berlalu begitu saja menuju kamarnya meninggalkan Jonghyun yang masih ternganga.

"Phabo!! Kau baru saja mengakui bahwa kau adalah seekor kera, Hyung! Hhh... padahal menjadi vampire cukup keren untukmu. Tapi kau lebih suka menyebut dirimu kera! Ckckck...!" Jungshin menggeleng-gelengkan kepalanya dan pergi menyusul Minhyuk kekamarnya. Dan Jonghyun masih terpaku dengan mulut menganga nya. Dia melihat disampingnya Yonghwa terpingkal-pingkal sambil memegang perutnya. Wajahnya merah hingga berair mata melihat bagaimana ketiga dongsaeng-nya bertikai.

"Evolusi tidak sempurna? Aahh... Minhyuk jinjja!! Kau itu persis seperti Joohyun!" Yonghwa berceloteh disela tawanya.

"Aishhh!!! Lihatlah bagaimana mereka memperlalukanku, Hyung! Vampire, cannibal, monyet? Haissh!! Sesekali harus kuberi pelajaran, mereka itu!!" Jonghyun masih menampakkan wajah kesalnya.

"Kau sendiri yang mengatakan bahwa kau adalah kera yang berevolusi tidak sempurna, Jonghyun ah! Minhyuk tidak mengatakan apapun soal kera!" Masih disela tawanya, Yonghwa sempat menjawab.

"Ya tapi dia bilang tadi tentang teori evolusi Darwin kan? Selain kera, aku tidak bisa memikirkan apapun lagi!"

"Karena itu, Jungshin menyebutmu phabo! Aku bahkan menyangkal bahwa teori Darwin itu benar! Bila memang benar, apa yang terjadi pada kera-kera yang sering kau lihat di kebun binatang itu? Apakah mereka juga sekelompok orang yang gagal melakukan evolusi? Aigooo!!! Jinjja phabo!" Yonghwa kembali meneruskan tawanya hingga Minhyuk dan Jungshin berlari menghampirinya dari kamar mereka sambil berteriak.

"Hyung... Hyung...!!! Buka twitter-mu sekarang!" Keduanya terengah. Wajah mereka tampak panik. Yonghwa dan Jonghyun pun ikut kaget melihat kedua maknae mereka bereaksi seperti itu. Segera Yonghwa mengambil tabletnya dan masuk ke akun twitternya. Lalu....

"Ya Tuhan!!! Maldo andwe!!! Joohyun ah!" Tangannya gemetar. Jantungnya berdegup kencang, hingga sekujur tubuhnya terasa lemas. Sebuah fancam menunjukkan rekaman video yang mengerikan baginya.

'Seohyun, Tiffany dan Taeyeon tertimpa lampu panggung. Ketiganya dilarikan ke rumah sakit di LA.'

'Salah satu tiang panggung tiba-tiba roboh saat SNSD sedang perform Time Machine. Taeyeon, Tiffany dan Seohyun yang duduk saling berdampingan dan besi itu jatuh tepat mengenai mereka. Ottokhae?'

'Taetiseo mengalami kecelakaan panggung! Shit!! How can the professional stage dirrection did such a mistake? Semoga the girls tidak terluka parah.'

'Yonghwa Oppa... istrimu mengalami kecelakaan. Apa kau menemaninya disana?'

'Yonghwa Oppa, be strong! Semoga Seohyun baik-baik saja!'

Berbagai twit di akun nya deras mengalir memberitakan insiden kecelakaan panggung yang dialami istrinya. Beberapa dari mereka memang di-mention langsung ke akun pribadinya. Tangannya segera mengambil ponsel disaku jaketnya dan menekan nomor manager SNSD.

"Hyung.. apa yang terjadi? Dimana istriku?" Suaranya bergetar. Nafasnya terengah dan keringat dingin mulai bercucuran dikeningnya.

'Dia sudah di bawa ke rumah sakit, Yonghwa ah! Geok cheongma. Mereka tidak mengalami luka terlalu serius. Tapi ketiganya mengalami cedera dikaki mereka. Beruntung, Seohyun menyadari lampu itu akan jatuh dan dia merentangkan tangannya membuat Taeng dan Fanny jatuh terlentang kebelakang sehingga hanya kaki mereka yang tertimpa. Seandainya Seohyun terlambat menyadari, mungkin mereka harus mengalami cedera serius di bagian kepala mereka.' Mendengar penjelasan itu, kepala Yonghwa semakin terasa mendidih.

"BAGAIMANA BISA KEBODOHAN SEPERTI INI TERJADI?!!!! APA YANG KALIAN LAKUKAN SELAMA PROSES REHEARSAL DAN PERSIAPAN, HUH?!! BAGAIMANA BISA KALIAN MELAKUKAN KESALAHAN YANG BISA MENCELAKAKAN IDOL KALIAN?!!!!" Yonghwa belum pernah semarah itu dalam hidupnya pada siapapun. Jonghyun, Jungshin dan Minhyuk pun baru pertama kalinya melihat Yonghwa membentak orang sehebat itu. Mereka bertiga terpaku melihatnya.

'Mianata, Yonghwa ya! Naega jalmothaeseo! Pada saat rehearsal semua berjalan baik. Tim kami pun sudah memeriksa ulang segalanya bahkan beberapa jam sebelum konser dimulai. Kami benar-benar tidak menduga kecelakaan seperti ini bisa terjadi. Jangan khawatir, Yonghwa ya! Selain kakinya, Seohyun baik-baik saja. Kami sudah siapkan kamar hotel untuk keluarga bila kau akan terbang ke sini. Segala fasilitas akan kami tanggung dan kami sediakan.'

Yonghwa meneruskan komunikasinya beberapa waktu lamanya dengan  sang manager. Sementara itu, Minhyuk dan Jungshin masih mengikuti perkembangan berita itu lewat internet. Termasuk melihat video fancam yang menunjukan detik-detik insiden itu terjadi.

"Ya Tuhan... itu pasti menyakitkan." Minhyuk meringis sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan. Fancam itu cukup jelas memperlihatkan bagaimana tiang besi penyangga lampu itu terjatuh dan menghantam kaki kakak iparnya.

"Aku akan terbang ke LA sekarang. Bisakah kalian menghandel semua pekerjaan disini tanpaku?" Yonghwa kembali menghampiri dongsaengnya dengan wajah pucat dan expresi panik yang masih jelas terlihat.

"Geok cheongma, Hyung! Serahkan pada kami. Kau tenang saja. Bagaimana keadaan Hyeongseonim sekarang?" Jonghyun bertanya dengan expresi yang tak kalah khawatirnya.

"Syukurlah, sekarang mereka bertiga baik-baik saja. Mereka mengalami cedera pada bagian kaki dan Taeyeon yang terparah. Ya Tuhan... tubuhku rasanya lemas sekali..." Yonghwa menjatuhkan tubuhnya keatas sofa. Kedua tangannya dia gunakan untuk menutup wajahnya. Ingin rasanya dia menangis meraung raung saat itu. Kejadian ini membangunkan lagi rasa trauma itu. Seandainya sesuatu yang buruk terjadi lagi pada Seohyun-nya, maka dia benar-benar akan gila.

"Geok cheongma, Hyung. Ini hanya kecelakaan. Tuhan masih melindungi Seohyun. Dia orang yang baik, aku yakin... Tuhan pasti akan selalu menjaganya." Minhyuk duduk disamping Yonghwa dan memijat pundak hyungnya. Berharap gerakan itu mampu mereduksi tekanan yang Yonghwa rasakan.

"Ohh... igae mwo ya?" Minhyuk menyadari, dia menduduki sesuatu. Ternyata kotak hadiah yang dibawa Yonghwa tadi.

"Aku juga tidak tahu. Seseorang menaruhnya diatas mobilku saat aku mengantar Seohyun di hari ulang tahunnya. Mungkin hadiah untukku. Atau mungkin untuk Seohyun." Disela gelisahnya, Yonghwa sempat menjawab.

"Kau tidak membukanya, Hyung?" Tanya Minhyuk.

"Kau buka saja! Aku akan mandi dan bersiap untuk segera terbang ke LA." Dengan lemas, Yonghwa bangkit dari sofa tempatnya duduk dan melangkah menuju kamar mandi. Seperti yang Yonghwa instruksikan, Minhyuk membukanya. Jonghyun dan Jungshin pun berada disana dan ikut melihatnya.

"Oo? Igae mwo yah?" Sekali lagi Minhyuk dibuat bingung meski bungkusnya sudah dia lepaskan. Ternyata dalam kotak itu hanya berisi beberapa foto disertai dengan sepucuk surat yang terlipat rapi. Mereka bertiga melihat foto-foto itu. Ada foto yang diambil saat Yonghwa dan Seohyun berbulan madu di Hawaii, ada juga foto Seohyun saat berada di mall dengan eommanya, lalu foto Seohyun lagi dipelataran basement saat dia akan membuka pintu mobilnya, lalu foto Seohyun yang lainnya yang sepertinya diambil di studio koreo SM building. Semua foto Seohyun. Ketiga pria ini mulai mencium keanehan dalam hal ini. Jonghyun segera mengambil surat itu dan membacanya.

'Anyeonghaseo... Yonghwa Oppa! Bagaimana kabarmu? Apa kau bahagia setelah pernikahanmu? Sepertinya begitu. Mengingat istrimu tampak semakin cantik dari hari kehari.

Tidak sepertiku.

Hampir separuh hidupku aku habiskan untuk memujamu, berharap kau akan berakhir dipelukan wanita yang pantas untukmu yang tidak lain hanyalah Shinhye Eonnie. Tapi kau tetap memilih setan betina itu dan membuatku gila karena rasa cemburu dan patah hati ini. Bila itu Shinhye Eonnie, maka aku akan melepasmu dengan rela. Tapi Seohyun? Gadis murahan dalam cangkang sok sucinya...

Andwe!! Aku tidak bisa membiarkannya. Bila Oppa fikir bahwa dengan memenjarakan salah satu dari kami akan membuatmu hidup tenang, OPPA SALAH BESAR! Kami tidak sendiri! Dan sebelum kami melihat setan betina itu mampus, kami akan selalu menjadi bayangan hitam dalam hidupmu.

Jangan membenciku, Oppa! Aku hanya terlalu mencintaimu dan ingin melihatmu bahagia dengan perempuan yang tepat. DAN SEOHYUN ADALAH KESALAHAN TERBESAR YANG KAU LAKUKAN!'

Wajahnya memerah dan tangannya yang gemetar meremas kertas ditangannya itu. Jonghyun benar-benar murka. Begitupun Minhyuk dan Jungshin. Surat itu ditujukan pada Hyung mereka, tapi mereka tahu pasti neraka seperti apa yang dijalani Yonghwa tahun lalu karena ulah psyco semacam ini. Dengan sigap Jonghyun merampas foto-foto tadi dari tangan Minhyuk. Dia berlari kekamarnya dan menyimpan foto-foto juga surat itu dilaci mejanya lalu dia kunci disana. Jungshin dan Minhyuk mengikutinya.

"Hyung, apa yang kau lakukan?" Minhyuk bertanya dengan suara setengah berbisik.

"Jangan ada yang mengatakan sepatah katapun pada Hyung tentang semua ini. NOT NOW!!! Biarkan dia mengurus Seohyun dulu disana dengan tenang. Dan surat ini, besok aku akan membawanya pada Han Sajangnim dan memastikan bahwa masalah ini ditangani dengan serius. Nanti, saat Hyung pulang kembali ke Korea, baru kita mengatakannya. Kalian mengerti?" Jonghyun tidak main-main dengan kata-katanya kali ini maka Minhyuk dan Jungshin hanya bisa menganggukan kepala mereka. Jonghyun mungkin benar, Yonghwa akan lebih panik dan tidak bisa berfikir jernih bila dia mengetahui semua ini. Terlebih karena saat ini istrinya baru saja luput dari kecelakaan besar.

Wait! Kecelakaan? Tiba-tiba kata itu terlintas difikiran mereka.

"Hyung, seolma... apa yang baru saja terjadi pada Seohyun... mungkinkah..." Jungshin sedikit ragu melanjutkannya.

"Bisa saja, Jungshin ah! Tapi belum pasti juga. Karenanya, kita tunggu berita selanjutnya sambil mengambil langkat preventif atas ancaman ini."

~ To Be Continue ~







Tidak ada komentar:

Posting Komentar