The World Within
Author : Jingga8
Genre : Romance
Rating : M ( 18+ )
Cast : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNBLUE, SNSD
Poster By : Ismi Nuraulia
Terror
Chapter 6
Incheon Airport 11.00 am..
Yonghwa secepatnya berlari begitu
mobilnya berhasil dia parkirkan. Hari ini Seohyun-nya akan terbang ke LA untuk
konsernya bersama SNSD. Dia tidak sempat bertemu dengan Istrinya karena diapun
baru tiba dari Ilsan untuk urusan pekerjaannya. Secepat mungkin dia pacu
kakinya menuju departure terminal dimana Seohyun berada kini menunggu
penerbangannya. 'Semoga masih sempat' batinnya.
"Anyeonghaseo, Ahjussi? Apa
kau mencari seseorang?" Yonghwa merasa seseorang menepuk pundaknya saat
matanya sibuk mencari kesekeliling area berharap wajah istrinya dia temukan.
Yonghwa segera menoleh dan hanya butuh beberapa detik hingga akhirnya tangannya
menarik tubuh itu kedalam dekapnya.
"Aah... taengida, kau masih
disini! Aku fikir aku melewatkannya dan kau sudah pergi!" Yonghwa melepas
pelukannya dan menatap wajah Seohyun yang kini sedang tersenyum kepadanya.
"Mianhae, Hyun! Perjalanan
menuju kesini sempat terhambat karena kemacetan di beberapa tempat. Hhh...
syukurlah, aku masih sempat menemuimu!" Yonghwa berkata dengan nafas
terengah. Mendengarnya, Seohyun lalu mengalungkan kedua tangannya dileher
Yonghwa dan berkata...
"Aigoo.... seperti aku akan
pergi lama saja. Cuma 3 hari, Oppa! Begitu konser selesai, aku tidak akan
berlama-lama dan segera kembali kepelukmu. Mungkin eonni-deul akan berlibur
beberapa hari, tapi aku tidak akan ikut. So... just wait for me,
handsome!" Seohyun mencubit hidung suaminya.
"Algaeda, Baby! Take care,
makan dan istirahat yang cukup, dan jangan lupa untuk menghubungiku setibanya
disana, okay? I'll miss you, Angel!" Tanpa ragu, Yonghwa mengecup bibir
Seohyun dihadapnya.
"Whoaaa!!! Jung Seobang!!
Kau benar-benar keterlaluan!! Come on, Man! Ini Airport! Dan... bisakah
setidaknya kau berbelas kasihan padaku dan Sunny? Menerima kenyataan bahwa adik
kami menikah lebih dulu dari kami saja itu sudah cukup membuatku menderita! So
stop.. memamerkan kemesraan kalian seperti ini, kau mengerti?!"
Dengan gayanya, Hyoyeon tiba-tiba
muncul entah dari arah mana, diikuti oleh Taeng dan koloninya. Ya, hanya tersisa
Hyoyeon dan Sunny yang masih melajang. Sementara Yuri, dia akan segera menjadi
Ny. Lee Kwangsoo dalam hitungan minggu. Meski Hyo dan Sunny sudah memiliki
tunangan yang luar biasa dan sangat mencintai mereka, namun mereka memutuskan
untuk menunda pernikahan mereka dengan alasan yang kadang tidak masuk akal.
"Yak... salahkan saja sikap
plin-plan mu bila hingga saat ini kau masih sendiri, Agassi! Semakin lama kau
menundanya, maka tunanganmu bisa saja lari dan menemukan gadia yang lebih muda
darimu!" Bukan bermaksud kasar, begitulah sebenarnya hubungan antara
Yonghwa, Hyo, Taeng, Tippa, Sunny dan Yuri mengingat mereka berada di line usia
yang sama. Kata-kata ledekan seperti itu sudah bukan hal yang langka diantara
mereka bahkan sejak WGM era pun.
"Mwo? Yakk... neol
jinjja!!" Hyo bermaksud akan memukul Yonghwa, namun Seohyun menjelma
menjadi bodyguard pribadi suaminya.
"Geumanhaeyo, Eonnie! Dia
satu-satunya suami yang kumiliki! Omo... kalo sampai tubuhnya lebam atau
terluka, apa yang harus kulakukan?" Seohyun menjelma menjadi maknae yang
menyebalkan dimata eonni-deul nya saat itu. Dengan sengaja, dia kembali
mengecup bibir suaminya yang langsung diiringi sorakan dari semua Eonnie-deul.
"Okay, enough for your
annoying show, Mr and Mrs Jung! Kita harus berangkat sekarang. Dengan berat
hati aku harus meminjam istrimu, Yonghwa yah so... untuk 3 hari ini... bobo
sendiri yah?! Itupun kalau istrimu tidak berubah fikiran dan ikut liburan
bersama kami!" Taeng membuat Yonghwa terpaksa harus melepaskan tangan Seohyun-nya
karena waktu keberangkatan mereka sudah tiba.
"Hati-hati yah, Hyun! Kabari
aku." Dengan begitu, Yonghwa sekali lagi memeluk istrinya.
"Oppa do! Jangan lewatkan
waktu makanmu dan jangan begadang dengan adik-adikmu!"
"Arrasso!! Taeyeon ah...
tolong jaga dia untukku, okay?" Yonghwa menepuk lengan Taeng dan Taeng pun
menganggukkan kepalanya.
Seohyun mungkin sudah berada
dipesawatnya kini. Yonghwa melajukan mobilnya menuju ke dorm lama mereka. Dia
ada janji dengan CNBOYS bahwa hari ini dan besok, mereka akan menghabiskan
waktu bersama sambil menyelesaikan konsep finishing untuk mini album mereka.
Yonghwa menginjak pedal rem mobilnya begitu sampai di basement dorm mereka.
Tiba-tiba dia mendengar seperti ada sesuatu yang jatuh dari jok belakang. Saat
dilihatnya, ternyata bungkusan kecil yang dia temukan diatas mobilnya minggu
kemarin. Yonghwa lalu mengambilnya dan membawanya turun dari mobilnya. Dia akan
membukanya setibanya di dormnya nanti.
Keesokan harinya, SNSD sudah
bersiap untuk segera mengguncang LA dengan konser mereka. Seohyun menyempatkan
diri untuk mengirim Yonghwa pesan.
'Oppa, aku akan segera tampil
beberapa menit lagi. Doakan aku yah! Aku juga selalu berdoa untukmu, semoga
Oppa selalu sehat selama aku jauh darimu. Saranghae, Oppa!'
Dan setelah itu, Yonghwa tidak
bisa menghubunginya lagi. Mungkin Seohyun sudah mematikan ponsel nya selama
konser. Ada perasaan aneh yang sedari kemarin mengganggu ketenangannya. Ini
bukan kali pertamanya dia terpisah jauh dari istrinya. Tapi kali ini, entahlah...
Yonghwa merasakan kekhawatiran yang tidak beralasan. Terkadang jantungnya
tiba-tiba berdegup kencang dan fikirannya langsung tertuju pada Seohyun-nya.
Karena itu, Yonghwa terus mendoakan dan menyemangatinya dari jauh sambil terus
memantau suasana konser lewat TL di twitter.
Sementara itu, dia bersama CNBOYS
tetap fokus mengerjakan sisa pekerjaan mereka. Saat Yonghwa sedang menyetel
nada pada gitarnya, tiba-tiba...
"Awww...!!!" Satu
senarnya terputus dan sempat melukai lehernya. Beruntung, tidak terkena matanya.
"Wae, Hyung?
Gwaenchanna?" Jonghyun dengan sigap segera melihat kondisi Yonghwa.
"Gwaenchanna! Aku menariknya
terlalu kuat, mungkin. Ahh.. leherku terasa perih!" Yonghwa sedikit
meringis, dan setelah Jonghyun lihat, leher Hyung nya memang sedikit tergores.
Bagaimana mungkin seorang gitaris professional sepertinya bisa menarik senar
gitar hingga putus seperti itu. Sekali lagi, Yonghwa kehilangan fokusnya.
"Omo.. berdarah, Hyung.
Gidari ah, aku akan bawakan plester." Jonghyun berdiri menuju kamarnya
untuk mengambil kotak obat. Minhyuk dan Jungshin baru datang dari super market
dan nampak kaget melihat Jonghyun sedang menempelkan plester di leher Yonghwa.
"Omo... Hyung... waegeurae?
Apa yang terjadi dengan lehermu?" Jungshin dengan serta merta bertanya dan
berlari kearah Yonghwa.
"Gwaenchanna, hanya tergores
senar gitar." Jawabnya masih dengan sedikit meringis.
"Aigoo... aku fikir Vampire
ini menghisap darahmu saat kami pergi!" Jungshin mengarahkan telunjuknya
kearah kepala Jonghyun. Lalu secepat kilat, telunjuknya dilahap oleh mulut
Jonghyun dan digigitnya. Sontak Jungshin langsung berteriak.
"Yakk!!!! Aku fikir kau
hanya vampire, tenyata kau juga seorang cannibal, huh?" Sambil
mengusap-usap telunjuknya, maknae memelototi Hyungnya. Jonghyun pun tak mau
kalah dengan menyorotkan mata coklatnya.
"Jika aku benar-benar
seorang vampire, maka kau adalah orang pertama yang akan aku hisap darahnya
hingga kering!" Kata-kata itu sontak membuat Jungshin meringis. Bukan
karena ancaman itu, tapi karena kepalan tangan Hyungnya yang nyaris menyambar
kepalanya.
"Aish... dasar sekelompok
orang dengan evolusi tidak sempurna!" Minkyuk melongos dengan wajah datar
sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"MWO??!!!!" Jonghyun
dan Jungshin serentak.
"Kalian tahu, teori Darwin
tentang evolusi manusia? Bagiku.... sekelompok orang yang dewasa tapi sikap
mereka tidak ikut tumbuh sesuai usia mereka, maka mereka adalah sekelompok
orang yang mengalami evolusi tidak sempurna!" Dengan dinginnya, Minhyuk
memberi penjelasan.
"Evolusi tidak sempurna.
Evolusi..." Jonghyun menggaruk-garuk kepalanya mencerna kata-kata Minhyuk
barusan sebelum akhirnya dia mengerti maksud perkataan dongsaengnya.
"YAKKK!!! MAKSUDMU PROSES
EVOLUSIKU DARI KERA KE MANUSIA ITU TIDAK SEMPURNA?!!! KAU BILANG AKU
KERA??!!!!" Mata coklat itu seperti nyaris keluar dari kelopaknya.
"Ya.. mungkin! Bila kau
memang merasa begitu." Jawab Minhyuk santai sambil mengangkat kedua
bahunya. Lalu diapun bangkit dan berlalu begitu saja menuju kamarnya
meninggalkan Jonghyun yang masih ternganga.
"Phabo!! Kau baru saja
mengakui bahwa kau adalah seekor kera, Hyung! Hhh... padahal menjadi vampire
cukup keren untukmu. Tapi kau lebih suka menyebut dirimu kera! Ckckck...!"
Jungshin menggeleng-gelengkan kepalanya dan pergi menyusul Minhyuk kekamarnya.
Dan Jonghyun masih terpaku dengan mulut menganga nya. Dia melihat disampingnya
Yonghwa terpingkal-pingkal sambil memegang perutnya. Wajahnya merah hingga
berair mata melihat bagaimana ketiga dongsaeng-nya bertikai.
"Evolusi tidak sempurna?
Aahh... Minhyuk jinjja!! Kau itu persis seperti Joohyun!" Yonghwa
berceloteh disela tawanya.
"Aishhh!!! Lihatlah
bagaimana mereka memperlalukanku, Hyung! Vampire, cannibal, monyet? Haissh!! Sesekali
harus kuberi pelajaran, mereka itu!!" Jonghyun masih menampakkan wajah
kesalnya.
"Kau sendiri yang mengatakan
bahwa kau adalah kera yang berevolusi tidak sempurna, Jonghyun ah! Minhyuk
tidak mengatakan apapun soal kera!" Masih disela tawanya, Yonghwa sempat
menjawab.
"Ya tapi dia bilang tadi
tentang teori evolusi Darwin kan? Selain kera, aku tidak bisa memikirkan apapun
lagi!"
"Karena itu, Jungshin
menyebutmu phabo! Aku bahkan menyangkal bahwa teori Darwin itu benar! Bila
memang benar, apa yang terjadi pada kera-kera yang sering kau lihat di kebun binatang
itu? Apakah mereka juga sekelompok orang yang gagal melakukan evolusi?
Aigooo!!! Jinjja phabo!" Yonghwa kembali meneruskan tawanya hingga Minhyuk
dan Jungshin berlari menghampirinya dari kamar mereka sambil berteriak.
"Hyung... Hyung...!!! Buka twitter-mu
sekarang!" Keduanya terengah. Wajah mereka tampak panik. Yonghwa dan
Jonghyun pun ikut kaget melihat kedua maknae mereka bereaksi seperti itu.
Segera Yonghwa mengambil tabletnya dan masuk ke akun twitternya. Lalu....
"Ya Tuhan!!! Maldo andwe!!!
Joohyun ah!" Tangannya gemetar. Jantungnya berdegup kencang, hingga
sekujur tubuhnya terasa lemas. Sebuah fancam menunjukkan rekaman video yang
mengerikan baginya.
'Seohyun, Tiffany dan Taeyeon tertimpa lampu panggung. Ketiganya
dilarikan ke rumah sakit di LA.'
'Salah satu tiang panggung tiba-tiba roboh saat SNSD sedang perform
Time Machine. Taeyeon, Tiffany dan Seohyun yang duduk saling berdampingan dan
besi itu jatuh tepat mengenai mereka. Ottokhae?'
'Taetiseo mengalami kecelakaan panggung! Shit!! How can the
professional stage dirrection did such a mistake? Semoga the girls tidak
terluka parah.'
'Yonghwa Oppa... istrimu mengalami kecelakaan. Apa kau menemaninya
disana?'
'Yonghwa Oppa, be strong! Semoga Seohyun baik-baik saja!'
Berbagai twit di akun nya deras
mengalir memberitakan insiden kecelakaan panggung yang dialami istrinya.
Beberapa dari mereka memang di-mention langsung ke akun pribadinya. Tangannya
segera mengambil ponsel disaku jaketnya dan menekan nomor manager SNSD.
"Hyung.. apa yang terjadi?
Dimana istriku?" Suaranya bergetar. Nafasnya terengah dan keringat dingin
mulai bercucuran dikeningnya.
'Dia sudah di bawa ke rumah sakit, Yonghwa ah! Geok cheongma. Mereka
tidak mengalami luka terlalu serius. Tapi ketiganya mengalami cedera dikaki
mereka. Beruntung, Seohyun menyadari lampu itu akan jatuh dan dia merentangkan
tangannya membuat Taeng dan Fanny jatuh terlentang kebelakang sehingga hanya
kaki mereka yang tertimpa. Seandainya Seohyun terlambat menyadari, mungkin
mereka harus mengalami cedera serius di bagian kepala mereka.' Mendengar
penjelasan itu, kepala Yonghwa semakin terasa mendidih.
"BAGAIMANA BISA KEBODOHAN
SEPERTI INI TERJADI?!!!! APA YANG KALIAN LAKUKAN SELAMA PROSES REHEARSAL DAN
PERSIAPAN, HUH?!! BAGAIMANA BISA KALIAN MELAKUKAN KESALAHAN YANG BISA
MENCELAKAKAN IDOL KALIAN?!!!!" Yonghwa belum pernah semarah itu dalam
hidupnya pada siapapun. Jonghyun, Jungshin dan Minhyuk pun baru pertama kalinya
melihat Yonghwa membentak orang sehebat itu. Mereka bertiga terpaku melihatnya.
'Mianata, Yonghwa ya! Naega jalmothaeseo! Pada saat rehearsal semua
berjalan baik. Tim kami pun sudah memeriksa ulang segalanya bahkan beberapa jam
sebelum konser dimulai. Kami benar-benar tidak menduga kecelakaan seperti ini
bisa terjadi. Jangan khawatir, Yonghwa ya! Selain kakinya, Seohyun baik-baik
saja. Kami sudah siapkan kamar hotel untuk keluarga bila kau akan terbang ke
sini. Segala fasilitas akan kami tanggung dan kami sediakan.'
Yonghwa meneruskan komunikasinya
beberapa waktu lamanya dengan sang
manager. Sementara itu, Minhyuk dan Jungshin masih mengikuti perkembangan
berita itu lewat internet. Termasuk melihat video fancam yang menunjukan
detik-detik insiden itu terjadi.
"Ya Tuhan... itu pasti
menyakitkan." Minhyuk meringis sambil menutup mulutnya dengan telapak
tangan. Fancam itu cukup jelas memperlihatkan bagaimana tiang besi penyangga
lampu itu terjatuh dan menghantam kaki kakak iparnya.
"Aku akan terbang ke LA
sekarang. Bisakah kalian menghandel semua pekerjaan disini tanpaku?"
Yonghwa kembali menghampiri dongsaengnya dengan wajah pucat dan expresi panik yang
masih jelas terlihat.
"Geok cheongma, Hyung!
Serahkan pada kami. Kau tenang saja. Bagaimana keadaan Hyeongseonim
sekarang?" Jonghyun bertanya dengan expresi yang tak kalah khawatirnya.
"Syukurlah, sekarang mereka
bertiga baik-baik saja. Mereka mengalami cedera pada bagian kaki dan Taeyeon
yang terparah. Ya Tuhan... tubuhku rasanya lemas sekali..." Yonghwa
menjatuhkan tubuhnya keatas sofa. Kedua tangannya dia gunakan untuk menutup
wajahnya. Ingin rasanya dia menangis meraung raung saat itu. Kejadian ini
membangunkan lagi rasa trauma itu. Seandainya sesuatu yang buruk terjadi lagi
pada Seohyun-nya, maka dia benar-benar akan gila.
"Geok cheongma, Hyung. Ini
hanya kecelakaan. Tuhan masih melindungi Seohyun. Dia orang yang baik, aku
yakin... Tuhan pasti akan selalu menjaganya." Minhyuk duduk disamping
Yonghwa dan memijat pundak hyungnya. Berharap gerakan itu mampu mereduksi
tekanan yang Yonghwa rasakan.
"Ohh... igae mwo ya?"
Minhyuk menyadari, dia menduduki sesuatu. Ternyata kotak hadiah yang dibawa
Yonghwa tadi.
"Aku juga tidak tahu.
Seseorang menaruhnya diatas mobilku saat aku mengantar Seohyun di hari ulang
tahunnya. Mungkin hadiah untukku. Atau mungkin untuk Seohyun." Disela
gelisahnya, Yonghwa sempat menjawab.
"Kau tidak membukanya,
Hyung?" Tanya Minhyuk.
"Kau buka saja! Aku akan
mandi dan bersiap untuk segera terbang ke LA." Dengan lemas, Yonghwa
bangkit dari sofa tempatnya duduk dan melangkah menuju kamar mandi. Seperti
yang Yonghwa instruksikan, Minhyuk membukanya. Jonghyun dan Jungshin pun berada
disana dan ikut melihatnya.
"Oo? Igae mwo yah?"
Sekali lagi Minhyuk dibuat bingung meski bungkusnya sudah dia lepaskan.
Ternyata dalam kotak itu hanya berisi beberapa foto disertai dengan sepucuk
surat yang terlipat rapi. Mereka bertiga melihat foto-foto itu. Ada foto yang
diambil saat Yonghwa dan Seohyun berbulan madu di Hawaii, ada juga foto Seohyun
saat berada di mall dengan eommanya, lalu foto Seohyun lagi dipelataran
basement saat dia akan membuka pintu mobilnya, lalu foto Seohyun yang lainnya
yang sepertinya diambil di studio koreo SM building. Semua foto Seohyun. Ketiga
pria ini mulai mencium keanehan dalam hal ini. Jonghyun segera mengambil surat
itu dan membacanya.
'Anyeonghaseo... Yonghwa Oppa! Bagaimana kabarmu? Apa kau bahagia
setelah pernikahanmu? Sepertinya begitu. Mengingat istrimu tampak semakin
cantik dari hari kehari.
Tidak sepertiku.
Hampir separuh hidupku aku habiskan untuk memujamu, berharap kau akan
berakhir dipelukan wanita yang pantas untukmu yang tidak lain hanyalah Shinhye
Eonnie. Tapi kau tetap memilih setan betina itu dan membuatku gila karena rasa
cemburu dan patah hati ini. Bila itu Shinhye Eonnie, maka aku akan melepasmu
dengan rela. Tapi Seohyun? Gadis murahan dalam cangkang sok sucinya...
Andwe!! Aku tidak bisa membiarkannya. Bila Oppa fikir bahwa dengan
memenjarakan salah satu dari kami akan membuatmu hidup tenang, OPPA SALAH
BESAR! Kami tidak sendiri! Dan sebelum kami melihat setan betina itu mampus,
kami akan selalu menjadi bayangan hitam dalam hidupmu.
Jangan membenciku, Oppa! Aku hanya terlalu mencintaimu dan ingin
melihatmu bahagia dengan perempuan yang tepat. DAN SEOHYUN ADALAH KESALAHAN
TERBESAR YANG KAU LAKUKAN!'
Wajahnya memerah dan tangannya
yang gemetar meremas kertas ditangannya itu. Jonghyun benar-benar murka.
Begitupun Minhyuk dan Jungshin. Surat itu ditujukan pada Hyung mereka, tapi
mereka tahu pasti neraka seperti apa yang dijalani Yonghwa tahun lalu karena
ulah psyco semacam ini. Dengan sigap Jonghyun merampas foto-foto tadi dari
tangan Minhyuk. Dia berlari kekamarnya dan menyimpan foto-foto juga surat itu
dilaci mejanya lalu dia kunci disana. Jungshin dan Minhyuk mengikutinya.
"Hyung, apa yang kau
lakukan?" Minhyuk bertanya dengan suara setengah berbisik.
"Jangan ada yang mengatakan
sepatah katapun pada Hyung tentang semua ini. NOT NOW!!! Biarkan dia mengurus
Seohyun dulu disana dengan tenang. Dan surat ini, besok aku akan membawanya
pada Han Sajangnim dan memastikan bahwa masalah ini ditangani dengan serius.
Nanti, saat Hyung pulang kembali ke Korea, baru kita mengatakannya. Kalian
mengerti?" Jonghyun tidak main-main dengan kata-katanya kali ini maka
Minhyuk dan Jungshin hanya bisa menganggukan kepala mereka. Jonghyun mungkin
benar, Yonghwa akan lebih panik dan tidak bisa berfikir jernih bila dia
mengetahui semua ini. Terlebih karena saat ini istrinya baru saja luput dari
kecelakaan besar.
Wait! Kecelakaan? Tiba-tiba kata
itu terlintas difikiran mereka.
"Hyung, seolma... apa yang
baru saja terjadi pada Seohyun... mungkinkah..." Jungshin sedikit ragu
melanjutkannya.
"Bisa saja, Jungshin ah!
Tapi belum pasti juga. Karenanya, kita tunggu berita selanjutnya sambil
mengambil langkat preventif atas ancaman ini."
~ To Be Continue ~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar