Sabtu, 11 April 2015

The World Within Chapter 8






The World Within

Author               : Jingga8
Genre                 : Romance
Rating                : M ( 18+ )
Cast                    : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNBLUE, SNSD
Poster By           : Ismi Nuraulia






Where Are You

Chapter 8

Flash back 1 (Setahun lalu…)

Yonghwa dan Jonghyun sedang menghabiskan liburan mereka di rumah keluarga mereka di Busan. Minhyuk dan Jungshin pun sama. Mereka saat itu sedang berada di rumah orang tua mereka. Malam itu Yonghwa dan Jonghyun tengah bersantai di kamar Jonghyun. Yonghwa bahkan nyaris terlelap di tempat tidur Jonghyun sementara Jonghyun asik dengan laptopnya di sofa kamarnya. Tiba-tiba ponselnya berdering. Sedikit terkejut, saat melihat nama yang tertera dilayarnya.

SNSD Manager

“Yeoboseo?” Yonghwa bangkit dari posisi tidurnya.

“Yonghwa ya.. neol eodie ah?” Tanya nya dengan nada panik.

“Aku.. aku sedang di Busan, Hyung. Moseumniriseyo, Hyung?” Seketika, hatinya berubah jadi tak tenang.

“Seohyunie.. apa dia menghubungimu?” Jawab sang manajer masih dengan nada panik nya.

“Seohyun? Aniyo. Waeireo, Hyung? Apa yang terjadi?” Raut wajah dan nada suara Yonghwa kini berubah menjadi sangat serius. Tentu saja mebuat Jonghyun bertanya-tanya dengan apa yang terjadi.

“Seohyun, Yoona dan Tiffany pagi tadi pergi untuk shooting CF di sebuah studio daerah Inshandong. Shooting itu dimulai pukul 8 pagi dan mereka sudah meninggalkan dorm sejak pukul 6.30. Tapi tiba-tiba PD dari CF tersebut menghubungiku pukul 9 dan katanya ketiga gadis itu belum datang juga. Aku berusaha menghubungi mereka, tapi handphone ketiga nya serentak mati. Aku terus menghubungi mereka dan juga seluruh keluarganya hingga barusan. Tapi tidak ada hasil.” 

Yonghwa seketika beranjak dari duduknya. Kali ini bukan main ekspresi kalut yang terpancar di wajahnya. Seluruh tubuhnya tiba-tiba terasa lemas seperti kehilangan seluruh tulang penyangganya.

“Hyung, kenapa kau baru menghubungiku sekarang? Bila dari tadi kau memberitahuku, mungkin aku akan segera ke Seoul dan mencarinya.” Wajahnya kini memerah.

“Mianhae Yonghwa ah.. aku tadinya hanya ingin menunggu mereka dulu sebelum meributkan hal ini kesemua pihak. Baiklah bila begitu. Pastikan kau tetap menyalakan ponselmu siapa tahu dia akan menghubungimu nanti. Kabari aku bila Seohyun menghubungimu. Aku juga akan segera mengabarimu begitu aku mendengar kabar darinya. Jangan khawatir, Yonghwa ah, mereka akan baik-baik saja.”

Yonghwa terkulai diatas tempat tidur Jonghyun sementara Jonghyun masih menatapnya dengan rasa penasaran.

“Hyung, moseumniri ah?” Jonghyun menghampiri Yonghwa ditempat tidurnya.

“Jonghyun ah, eottokaji? Seohyunie... ania.. Yoona do...” Beberapa saat mereka hanya saling menatap tanpa sepatah katapun.

“Seohyun dan Yoona kenapa, Hyung?” Kali ini raut wajah panik mulai muncul diwajah Jonghyun.

“Mereka hilang sejak tadi pagi dan hingga kini ponsel mereka tidak bisa dihubungi.”

“Mwo?!!!”

Akhirnya keduanya memutuskan untuk meninggalkan Busan malam itu juga dan berusaha untuk secepatnya tiba di Seoul. Jonghyun mengemudikan mobilnya dan Yonghwa berada di kursi sebelah Jonghyun.

Sepanjang jalan mereka lebih banyak terdiam. Sementara Yonghwa beberapa kali terus menghubungi orang tua Seohyun, member SNSD, orang tuanya dan juga kedua maknae mereka di Ilsan yang malam itu juga langsung bertolak menuju Seoul.

Jonghyun sendiri tidak dapat menyembunyikan rasa khawatirnya. Yoona.. Ya.. Im Yoona, gadis yang dia fikir sudah lama pergi dari hidupnya dan seiring waktu dia mulai merelakannya, kini belum diketahui nasib dan keberadaannya. Entah apa yang terjadi pada gadis itu. Tapi dalam hati nya, Jonghyun tak henti-hentinya berdoa agar dimanapun Yoona berada sekarang, Tuhan selalu melindunginya.

“Yoona.. neol eodi ah? Kumohon Tuhan, tolong jangan biarkan sesuatu yang buruk terjadi padanya..” Bisiknya dalam hati.
                                                                                                   
***

Seoul, pukul 1 dini hari. Jonghyun, Minhyuk dan Jungshin masih terjaga di dalam Dorm mereka. Tak satu pun dari mereka yang dapat memejamkan matanya. Hingga kini keberadaan Seohyun, Yoona dan Tiffany masih belum diketahui. Begitupun dengan mobil yang dikendarai Tiffany. Mereka seperti hilang tanpa jejak.

Pihak kepolisian kini sudah mulai bergerak. Mereka mencari jejak mobil Tiffany melalui semua CCTV di seluruh jalanan Seoul hingga ke kota-kota disekitarnya. Tapi belum ada tanda-tanda yang menunjukan keberadaan mobil itu. Yonghwa hingga kini berada di gedung SM bersama member SNSD, Lee Seunggi, Nikkhun dan juga beberapa staff SM ent. Jelas, mana mungkin dia hanya bisa berdiam diri menunggu ketidakjelasan kabar tentang Seohyun.

Hal yang sama juga ingin dilakukan Jonghyun. Rasanya, kakinya ingin sekali menyeret tubuhnya untuk ikut bersama Yonghwa. Tapi untuk apa? Memangnya dia siapa? Mungkin saat ini Lee Seunggi sedang menggigil lebih ketakutan daripada dirinya. Tentu saja, lelaki itu akan menikahi Yoona beberapa bulan lagi. Ya, dia lebih baik menunggu kabar dari Yonghwa di kamarnya. Meski hanya Tuhan yang tahu, betapa takutnya dia malam itu. Baginya, melihat Yoona dalam pelukan laki-laki lain jauh lebih baik dari pada membayangkan bahwa saat ini Yoona sedang dalam bahaya.

Waktu menunjukan pukul 4 pagi. Jungshin dan Minhyuk tertidur di sofa ruang tengah sambil menunggu kedatangan Yonghwa. Tak lama kemudian, terdengar suara seseoang membuka pintu dorm mereka. Keduanya langsung beranjak duduk, dan Jonghyun pun segera keluar dari kamar nya.

“Hyung, Ottae?” Ketiga nya serempak bertanya. Yonghwa melepas sepatunya dan segera menghampiri mereka dengan wajah lemas dan pucat yang membuat semua orang semakin khawatir.

“Hyung, bagaimana kabar mereka? Sudah ditemukankah?” Tanya Minhyuk sekali lagi. Yonghwa yang terkulai di sofa kini memejamkan kedua matanya. Lalu menjawab dengan nada lirih.

“Ajik. Polisi hingga kini belum menemukan apapun yang bisa melacak keberadaan mereka. Mobil Tiffany di temukan beberapa meter sebelum memasuki gerbang Tol. Namun tidak ada siapapun didalamnya. Seohyun, Yoona dan Tiffany, ketiganya masih belum ditemukan. Dugaan sementara, seseorang berusaha menculik mereka. Tapi hingga kini belum diketahui motif dari semua ini. Karena belum juga ada satu telepon pun yang menghubungi kami untuk bertransaksi.” Yonghwa menghela nafasnya dengan berat. Tak ada satupun yang bersuara. Sejenak semua larut dalam kesedihan yang Yonghwa bawa pulang.

“Aku benar-benar takut, Minhyuk ah.. bila sesuatu yang buruk terjadi padanya, apa yang harus kulakukan?” Yonghwa menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Laki-laki itu tampak lelah dan putus asa. Sesak dalam dadanya terasa meremas jantungnya dan bila Seohyun benar-benar terluka, maka semua itu bisa saja menghentikan detaknya.

“Tak akan terjadi apa-apa, Hyung. Aku yakin mereka akan baik-baik saja. Jangan terlalu khawatir. Semua orang sedang mencari mereka saat ini. Polisi pasti akan segera menemukan mereka. Berdoa saja terus, Hyung!” Jungshin menepuk pundak Yonghwa yang saat itu benar-benar rapuh dan gontai.

Jonghyun kemudian masuk kekamarnya dan beberapa menit kemudian, dia keluar sudah lengkap dengan jaket, topi, masker dan kacamatanya. Lalu tangannya dengan sigap mengambil kunci mobil yang tergeletak di atas rak buku.

“Hyung, kau mau kemana?” Tanya Minhyuk heran.

“Aku tidak bisa diam saja, Minhyuk. Aku bisa gila bila aku hanya diam didalam kamarku sambil tak henti-henti nya mencemaskan Yoona. Aku akan mencarinya.” Jonghyun hendak melangkahkan kakinya sebelum Minhyuk meraih tangannya.

“Hyung, jangan bertindak bodoh! Kau bahkan belum istirahat sejak perjalananmu dari Busan tadi. Aku tidak ingin sesuatu yang buruk justru akan terjadi padamu bila kau mengemudi dalam keadaan seperti ini.” Ketiga saudaranya kini menatapnya penuh Tanya. Jonghyun mencemaskan Yoona hingga seperti itu? Bukankah… cerita mereka sudah lama berakhir dan Yoona akan segera menikah dengan Lee Seunggi?

“Aku akan berhati-hati, Minhyuk ah. Jebbal...! Aku berjanji tidak akan bertindak gila. Aku hanya ingin melakukan sesuatu yang membuatku bisa lebih tenang. Jebbal.. aku hampir gila dan kesulitan bernafas, Minhyuk ah!”

Wajahnya memerah. Ada air mata yang mulai menggenang dikelopak matanya. Baik Yonghwa, Minhyuk ataupun Jungshin tidak ada yang mampu berfikir sebenarnya apa yang terjadi pada laki-laki ini? Yang mereka tahu saat itu, Jonghyun terluka. Ani… luka yang mereka fikir sudah sembuh, karena kejadian itu akhirnya terkoyak lagi. Jungshin lalu bangkit dari tempatnya duduk dan segera mengambil mantel juga topi nya.

“Geurae! Kalau begitu biarkan aku yang mengemudi! Aku tidak akan membiarkanmu pergi sendiri.” Jungshin mengambil kunci mobil dari tangan Jonghyun lalu mereka berdua segera menghilang dibalik pintu.

“Aku ikut! Aku juga tidak bisa tinggal diam dan membusuk disini tanpa kepastian sementara nae yeoja mungkin sedang dalam bahaya saat ini.” Yonghwa hampir beranjak dari duduknya namun kemudian Minhyuk mendorongnya dan Yonghwa pun kembali terjatuh ke sofa.

“Jebbal.. Hyung, kau jangan gila! Polisi saat ini sedang berusaha keras mencarinya. Aku yakin, karena mereka public figure polisi pasti akan lebih berusaha lagi. Begitupun dengan manajemen nya. Jadi kumohon, Hyung... kau sudah begitu lelah. Kau tidur saja dan tetap pegangi ponselmu itu. Aku pun akan melakukan hal yang sama. Arratji?” Sepertinya perkataan Minhyuk benar. Yonghwa menganggukan kepalanya dan tak lama kemudian memasuki kamarnya.

Dia mengerutkan badannya di tempat tidur sambil terus memandangi layar ponsel nya dengan foto Seohyun sebagai wall papper nya.

“Hyuun.. semoga kau baik-baik saja. Aku bersumpah bila saja ada seseorang yang berani menyentuhmu walau seujung rambutmu, selamanya tak akan aku lepaskan orang itu.” Yonghwa terus menatap foto Seohyun di ponselnya. Belum pernah dia merasa serindu itu pada gadisnya.

“Tuhan, kumohon lindungi Joohyun-ku...” Bisiknya lirih.

~To Be Continue~


Pliiiiiissssss.... jangan pada demo dulu yah... ^_^












 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar