The World Within
Author : Jingga8
Genre : Romance
Rating : M ( 18+ )
Cast : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNBLUE, SNSD
Poster By : Ismi Nuraulia
Where Are You
Chapter 8
Flash back 1 (Setahun lalu…)
Yonghwa dan Jonghyun sedang
menghabiskan liburan mereka di rumah keluarga mereka di Busan. Minhyuk dan
Jungshin pun sama. Mereka saat itu sedang berada di rumah orang tua mereka. Malam
itu Yonghwa dan Jonghyun tengah bersantai di kamar Jonghyun. Yonghwa bahkan
nyaris terlelap di tempat tidur Jonghyun sementara Jonghyun asik dengan
laptopnya di sofa kamarnya. Tiba-tiba ponselnya berdering. Sedikit terkejut,
saat melihat nama yang tertera dilayarnya.
SNSD Manager
“Yeoboseo?” Yonghwa bangkit dari
posisi tidurnya.
“Yonghwa
ya.. neol eodie ah?” Tanya nya dengan nada panik.
“Aku.. aku sedang di Busan, Hyung.
Moseumniriseyo, Hyung?” Seketika, hatinya berubah jadi tak tenang.
“Seohyunie..
apa dia menghubungimu?” Jawab sang manajer masih dengan nada panik
nya.
“Seohyun? Aniyo. Waeireo, Hyung? Apa
yang terjadi?” Raut wajah dan nada suara Yonghwa kini berubah menjadi sangat
serius. Tentu saja mebuat Jonghyun bertanya-tanya dengan apa yang terjadi.
“Seohyun,
Yoona dan Tiffany pagi tadi pergi untuk shooting CF di sebuah studio daerah
Inshandong. Shooting itu dimulai pukul 8 pagi dan mereka sudah meninggalkan
dorm sejak pukul 6.30. Tapi tiba-tiba PD dari CF tersebut menghubungiku pukul 9
dan katanya ketiga gadis itu belum datang juga. Aku berusaha menghubungi
mereka, tapi handphone ketiga nya serentak mati. Aku terus menghubungi mereka
dan juga seluruh keluarganya hingga barusan. Tapi tidak ada hasil.”
Yonghwa seketika beranjak dari
duduknya. Kali ini bukan main ekspresi kalut yang terpancar di wajahnya.
Seluruh tubuhnya tiba-tiba terasa lemas seperti kehilangan seluruh tulang
penyangganya.
“Hyung, kenapa kau baru menghubungiku
sekarang? Bila dari tadi kau memberitahuku, mungkin aku akan segera ke Seoul
dan mencarinya.” Wajahnya kini memerah.
“Mianhae
Yonghwa ah.. aku tadinya hanya ingin menunggu mereka dulu sebelum meributkan
hal ini kesemua pihak. Baiklah bila begitu. Pastikan kau tetap menyalakan
ponselmu siapa tahu dia akan menghubungimu nanti. Kabari aku bila Seohyun
menghubungimu. Aku juga akan segera mengabarimu begitu aku mendengar kabar
darinya. Jangan khawatir, Yonghwa ah, mereka akan baik-baik saja.”
Yonghwa terkulai diatas tempat tidur
Jonghyun sementara Jonghyun masih menatapnya dengan rasa penasaran.
“Hyung, moseumniri ah?” Jonghyun
menghampiri Yonghwa ditempat tidurnya.
“Jonghyun ah, eottokaji? Seohyunie...
ania.. Yoona do...” Beberapa saat mereka hanya saling menatap tanpa sepatah
katapun.
“Seohyun dan Yoona kenapa, Hyung?”
Kali ini raut wajah panik mulai muncul diwajah Jonghyun.
“Mereka hilang sejak tadi pagi dan
hingga kini ponsel mereka tidak bisa dihubungi.”
“Mwo?!!!”
Akhirnya keduanya memutuskan untuk
meninggalkan Busan malam itu juga dan berusaha untuk secepatnya tiba di Seoul.
Jonghyun mengemudikan mobilnya dan Yonghwa berada di kursi sebelah Jonghyun.
Sepanjang jalan mereka lebih banyak
terdiam. Sementara Yonghwa beberapa kali terus menghubungi orang tua Seohyun,
member SNSD, orang tuanya dan juga kedua maknae mereka di Ilsan yang malam itu
juga langsung bertolak menuju Seoul.
Jonghyun sendiri tidak dapat
menyembunyikan rasa khawatirnya. Yoona.. Ya.. Im Yoona, gadis yang dia fikir
sudah lama pergi dari hidupnya dan seiring waktu dia mulai merelakannya, kini
belum diketahui nasib dan keberadaannya. Entah apa yang terjadi pada gadis itu.
Tapi dalam hati nya, Jonghyun tak henti-hentinya berdoa agar dimanapun Yoona
berada sekarang, Tuhan selalu melindunginya.
“Yoona..
neol eodi ah? Kumohon Tuhan, tolong jangan biarkan sesuatu yang buruk terjadi
padanya..” Bisiknya dalam hati.
***
Seoul, pukul 1 dini hari. Jonghyun,
Minhyuk dan Jungshin masih terjaga di dalam Dorm mereka. Tak satu pun dari
mereka yang dapat memejamkan matanya. Hingga kini keberadaan Seohyun, Yoona dan
Tiffany masih belum diketahui. Begitupun dengan mobil yang dikendarai Tiffany.
Mereka seperti hilang tanpa jejak.
Pihak kepolisian kini sudah mulai
bergerak. Mereka mencari jejak mobil Tiffany melalui semua CCTV di seluruh
jalanan Seoul hingga ke kota-kota disekitarnya. Tapi belum ada tanda-tanda yang
menunjukan keberadaan mobil itu. Yonghwa hingga kini berada di gedung SM
bersama member SNSD, Lee Seunggi, Nikkhun dan juga beberapa staff SM ent.
Jelas, mana mungkin dia hanya bisa berdiam diri menunggu ketidakjelasan kabar
tentang Seohyun.
Hal yang sama juga ingin dilakukan
Jonghyun. Rasanya, kakinya ingin sekali menyeret tubuhnya untuk ikut bersama
Yonghwa. Tapi untuk apa? Memangnya dia siapa? Mungkin saat ini Lee Seunggi
sedang menggigil lebih ketakutan daripada dirinya. Tentu saja, lelaki itu akan
menikahi Yoona beberapa bulan lagi. Ya, dia lebih baik menunggu kabar dari
Yonghwa di kamarnya. Meski hanya Tuhan yang tahu, betapa takutnya dia malam
itu. Baginya, melihat Yoona dalam pelukan laki-laki lain jauh lebih baik dari
pada membayangkan bahwa saat ini Yoona sedang dalam bahaya.
Waktu menunjukan pukul 4 pagi.
Jungshin dan Minhyuk tertidur di sofa ruang tengah sambil menunggu kedatangan
Yonghwa. Tak lama kemudian, terdengar suara seseoang membuka pintu dorm mereka.
Keduanya langsung beranjak duduk, dan Jonghyun pun segera keluar dari kamar
nya.
“Hyung, Ottae?” Ketiga nya serempak
bertanya. Yonghwa melepas sepatunya dan segera menghampiri mereka dengan wajah
lemas dan pucat yang membuat semua orang semakin khawatir.
“Hyung, bagaimana kabar mereka? Sudah
ditemukankah?” Tanya Minhyuk sekali lagi. Yonghwa yang terkulai di sofa kini
memejamkan kedua matanya. Lalu menjawab dengan nada lirih.
“Ajik. Polisi hingga kini belum
menemukan apapun yang bisa melacak keberadaan mereka. Mobil Tiffany di temukan
beberapa meter sebelum memasuki gerbang Tol. Namun tidak ada siapapun
didalamnya. Seohyun, Yoona dan Tiffany, ketiganya masih belum ditemukan. Dugaan
sementara, seseorang berusaha menculik mereka. Tapi hingga kini belum diketahui
motif dari semua ini. Karena belum juga ada satu telepon pun yang menghubungi
kami untuk bertransaksi.” Yonghwa menghela nafasnya dengan berat. Tak ada
satupun yang bersuara. Sejenak semua larut dalam kesedihan yang Yonghwa bawa
pulang.
“Aku benar-benar takut, Minhyuk ah..
bila sesuatu yang buruk terjadi padanya, apa yang harus kulakukan?” Yonghwa
menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Laki-laki itu tampak lelah dan
putus asa. Sesak dalam dadanya terasa meremas jantungnya dan bila Seohyun
benar-benar terluka, maka semua itu bisa saja menghentikan detaknya.
“Tak akan terjadi apa-apa, Hyung. Aku
yakin mereka akan baik-baik saja. Jangan terlalu khawatir. Semua orang sedang
mencari mereka saat ini. Polisi pasti akan segera menemukan mereka. Berdoa saja
terus, Hyung!” Jungshin menepuk pundak Yonghwa yang saat itu benar-benar rapuh
dan gontai.
Jonghyun kemudian masuk kekamarnya dan
beberapa menit kemudian, dia keluar sudah lengkap dengan jaket, topi, masker
dan kacamatanya. Lalu tangannya dengan sigap mengambil kunci mobil yang
tergeletak di atas rak buku.
“Hyung, kau mau kemana?” Tanya Minhyuk
heran.
“Aku tidak bisa diam saja, Minhyuk.
Aku bisa gila bila aku hanya diam didalam kamarku sambil tak henti-henti nya
mencemaskan Yoona. Aku akan mencarinya.” Jonghyun hendak melangkahkan kakinya
sebelum Minhyuk meraih tangannya.
“Hyung, jangan bertindak bodoh! Kau
bahkan belum istirahat sejak perjalananmu dari Busan tadi. Aku tidak ingin
sesuatu yang buruk justru akan terjadi padamu bila kau mengemudi dalam keadaan
seperti ini.” Ketiga saudaranya kini menatapnya penuh Tanya. Jonghyun
mencemaskan Yoona hingga seperti itu? Bukankah… cerita mereka sudah lama
berakhir dan Yoona akan segera menikah dengan Lee Seunggi?
“Aku akan berhati-hati, Minhyuk ah.
Jebbal...! Aku berjanji tidak akan bertindak gila. Aku hanya ingin melakukan
sesuatu yang membuatku bisa lebih tenang. Jebbal.. aku hampir gila dan
kesulitan bernafas, Minhyuk ah!”
Wajahnya memerah. Ada air mata yang
mulai menggenang dikelopak matanya. Baik Yonghwa, Minhyuk ataupun Jungshin
tidak ada yang mampu berfikir sebenarnya apa yang terjadi pada laki-laki ini?
Yang mereka tahu saat itu, Jonghyun terluka. Ani… luka yang mereka fikir sudah
sembuh, karena kejadian itu akhirnya terkoyak lagi. Jungshin lalu bangkit dari
tempatnya duduk dan segera mengambil mantel juga topi nya.
“Geurae! Kalau begitu biarkan aku yang
mengemudi! Aku tidak akan membiarkanmu pergi sendiri.” Jungshin mengambil kunci
mobil dari tangan Jonghyun lalu mereka berdua segera menghilang dibalik pintu.
“Aku ikut! Aku juga tidak bisa tinggal
diam dan membusuk disini tanpa kepastian sementara nae yeoja mungkin sedang
dalam bahaya saat ini.” Yonghwa hampir beranjak dari duduknya namun kemudian
Minhyuk mendorongnya dan Yonghwa pun kembali terjatuh ke sofa.
“Jebbal.. Hyung, kau jangan gila!
Polisi saat ini sedang berusaha keras mencarinya. Aku yakin, karena mereka
public figure polisi pasti akan lebih berusaha lagi. Begitupun dengan manajemen
nya. Jadi kumohon, Hyung... kau sudah begitu lelah. Kau tidur saja dan tetap
pegangi ponselmu itu. Aku pun akan melakukan hal yang sama. Arratji?”
Sepertinya perkataan Minhyuk benar. Yonghwa menganggukan kepalanya dan tak lama
kemudian memasuki kamarnya.
Dia mengerutkan badannya di tempat
tidur sambil terus memandangi layar ponsel nya dengan foto Seohyun sebagai wall
papper nya.
“Hyuun.. semoga kau baik-baik saja.
Aku bersumpah bila saja ada seseorang yang berani menyentuhmu walau seujung
rambutmu, selamanya tak akan aku lepaskan orang itu.” Yonghwa terus menatap
foto Seohyun di ponselnya. Belum pernah dia merasa serindu itu pada gadisnya.
“Tuhan, kumohon lindungi
Joohyun-ku...” Bisiknya lirih.
~To Be
Continue~
Pliiiiiissssss.... jangan pada demo dulu yah... ^_^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar