The World Within
Author : Jingga8
Genre : Romance
Rating : M ( 18+ )
Cast : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNBLUE, SNSD
Poster By : Ismi Nuraulia
Lost
Chapter 9
Flash back 2
Sinar matahari mulai nampak dilangit
sebelah timur. Jungshin mengemudikan mobilnya hampir ke seluruh penjuru Seoul.
Lalu mereka memutuskan untuk mencari hingga ke area sekitar mobil Tiffany
ditemukan. Tempat itu berada di perbatasan menuju Jecheon. Sebuah kota yang
dikelilingi pegunungan, hamparan laut bagian barat, hutan pinus dan daerah nya
masih sangat asri.
Sejenak mereka berdua tertegun,
mengingat bagaimana bisa ketiga orang gadis itu berkendara hingga ke Jecheon?
Butuh waktu kurang lebih 2 jam untuk sampai kesini. Tapi apa yang membawa
mereka ke sini? Dan kenapa mereka meninggalkan mobilnya di pinggir jalan di
tengah hutang pinus seperti itu? Kemana mereka sebenarnya? Atau.. mungkinkah
ada yang membawa mereka pergi? Tapi siapa dan untuk apa?
Fikiran-fikiran itu berkecamuk dalam
benak Jonghyun maupun Jungshin. Rona kegelisahan kian nampak diwajah Jonghyun.
Sejenak Jungshin menghentikan mobilnya dan Jonghyun beberapa saat turun dari
mobil itu lalu melihat-lihat area sekitar.
“Jungshin ah, kira-kira apa yang
dilakukan 3 gadis penakut itu ditengah hutan pinus seperti ini? Untuk apa
mereka kesini dan menghentikan mobil mereka disini? Apa mungkin, analisa polisi
itu benar? Mungkinkah seseorang berusaha menculik mereka? Tapi kenapa hingga
kini tak ada seorangpun yang menghubungi manajemen ataupun keluarga mereka
untuk meminta tebusan bila mana tujuan mereka ingin mencari keuntungan? Atau...
Ya Tuhan.. jangan sampai hal itu terjadi..” Jonghyun menutup wajahnya dengan
kedua telapak tangannya. Rasa takut dan frustasi kian menghimpit dadanya.
“Hyung, berfikir positif saja. Semoga
saja mereka hanya mengalami kecelakaan kecil dan sedang dalam pertolongan
seseorang saat ini. Tapi aku juga tidak bisa memungkiri rasa khawatirku. Semua
ini terlalu janggal. Saesang Fans.. omo.. aku bahkan tidak berani
memikirkannya.” Jungshin duduk disebatang kayu disebelah Jonghyun sambil
mengurut-urut keningnya.
“Maldo andwe! Lihat saja! Bila ada
yang berani menyentuh Yoona, meski hanya seujung jari saja, akan kubuat dia
menyesal seumur hidup!” Kini binar murka terpancar dari mata The Burning of
CNBLUE. Jungshin terkejut dengan kata-kata Hyung nya barusan. Ternyata rasa
cinta itu belum sepenuhnya padam. Bahkan lebih tepatnya lagi, tidak pernah
padam.
“Hyung, gwaenchanna! Aku yakin mereka
akan baik-baik saja. Semoga saja motif dibalik semua ini hanya soal uang. Jadi
kita lebih mudah menyelesaikannya. Semoga apa yang terlintas di fikiran kita
tidak pernah terjadi.” Jungshin menepuk pundak Jonghyun disampingnya.
“Semoga saja. Aku tak tahu apa yang
harus kualami lagi bila sekali lagi duniaku hancur karena Im Yoona. Untukku,
lebih baik melihatnya bahagia bersama laki-laki lain, dari pada harus
mengkhawatirkannya seperti ini. Rasanya menghela nafas pun terasa berat
untukku. Bila sesuatu yang buruk terjadi padanya, aku tak tahu harus
bagaimana.” Jonghyun menundukan kepalanya. Dadanya terasa sesak dan jantungnya
berdegup kencang. Rasa ini lebih menyiksa dibanding saat malam Yoona memutuskan
untuk pergi dari sisinya. Sekali lagi Jungshin menepuk pundak Hyungnya. Kali
ini disertai usapan dipunggungnya.
“Kau masih mencintainya, Hyung?” Sejenak Jonghyun
termenung. Pertanyaan itu terlalu tiba-tiba. Bahkan dia tidak pernah menanyakan
hal itu pada dirinya sendiri dan tiba-tiba, kini dia sudah berada ditengah
hutan pinus demi mencarinya? Cinta? Rasa yang beberapa tahun ini terasa asing
untuknya. Mungkinkah hidupnya masih terikat pada perasaan usang itu? Jonghyun
menghela nafasnya dan menghembuskannya perlahan.
“Molla, Jungshin ah. Aku benar-benar
tidak tahu.” Matanya menerawang kedepan. Fikiran itu berputar-putar dalam
benaknya.
“Yoona.. wanita pertama yang pernah
memberiku jutaan rasa. Bahagia, cinta, hingga akhirnya rasa pahit karena
perpisahan dan kehilangan. Aku fikir aku sudah melewatinya. Aku fikir… aku
sudah benar-benar terlepas darinya. Tapi….” Matanya kini berkaca-kaca. Ini kali
pertamanya Jungshin mendengar Jonghyun mengatakan hal se-sentimental itu.
“Mendengarnya dalam bahaya, rasanya
aku tidak bisa menghentikan kakiku untuk tidak segera berlari mencarinya. Aku
benar-benar sudah gila, Jungshin ah!” Jonghyun menundukkan kepalanya. Sekuat
hati, dia berusaha menetralisir emosinya dan kembali menguatkan hatinya.
Bagaimanapun, Yoona bukan lagi miliknya. Dan kini dia bahagia bersama Seunggi.
“Gwaenchanna, Hyung! Gwaenchanna! Kau
akan segera melewatinya. Aku mengerti, saat ini pasti sangat berat untukmu.
Geurigo, aku akan menemanimu mencarinya. Berharap dia, Seohyun dan Fanny Noona
akan baik-baik saja. Hhhh… aku bisa ikut gila, bila sesuatu terjadi pada mereka.
Apa yang akan terjadi pada Yonghwa Hyung dan juga…. Kau, Hyung!” Jungshin
kembali mengusap punggung Jonghyun disampingnya.
Mereka meneruskan perjalanan mereka
hingga benar-benar memasuki kota Jecheon. Beberapa saat mereka menepi di sebuah
mini market untuk membeli beberapa kudapan untuk mengisi perut mereka. Saat
mereka sedang menikmati roti dan kopi mereka di dalam mobil, tiba-tiba 3 orang
remaja berseragam SMA melintas dihadapan mobil mereka. Ketiganya dengan serius
melihat handphone milik salah seorang diantara mereka. Salah satu gadis
tiba-tiba berceloteh yang sontak menarik perhatian Jonghyun dan Jungshin.
“Whoaaa? Jjinjarooo?” Gadis berambut
pendek itu membelalakan matanya sambil menutup mulutnya. Matanya tak pernah
lekat dari handphone yang dibawa oleh temannya.
“Tiffany, Yoona, dan Seohyun dari SNSD
benar-benar diculik?” Kali ini gadis yang memakai ikat rambut menambahi
komentar temannya. Mereka lalu saling bertukar pandang.
“Geundae..... yang kemarin kita lihat
dipantai... hoksiiiiii....” Giliran gadis yang memegang handphone yang kini
mengeluarkan komentar yang membuat Jonghyun dan jungshin lebih penasaran.
“Maldo Andwe...! Tidak mungkin
mereka!” Kini kembali gadis berambut pendek mengeluarkan suaranya.
“Tapi coba kau lihat, mobil Tiffany
ditemukan di pinggir jalan di tengah hutan pinus arah menuju Jecheon. Dan
kemarin yang kita lihat itu, 3 orang laki-laki dengan topi dan kaca mata
masing-masing seperti sedang menggendong seorang gadis di punggung mereka. Dan
satu orang perempuan mengikuti mereka dari belakang. Kau ingat kan?”
“Maja!! Setiap orang menggendong satu
gadis. Tapi kita fikir, mungkin mereka pasangan kekasih yang membawa gadisnya
yang sedang mabuk untuk pulang. Tapi.. apa yang dilakukan oleh perempuan yang
mengikuti mereka?”
“Kau benar, mana mungkin seseorang
mabuk ditengah hari seperti itu? Dan lagi.. mereka membawa ketiga gadis itu
kearah bukit. Untuk apa, coba?”
Ketiganya sejenak saling terdiam
dengan memasang ekspresi seperti sedang memikirkan sesuatu.
“Ah.. aku ingat!” Gadis yang memegang
handphone itu tiba-tiba membuka tas nya dan mengeluarkan sesuatu dari dalam
tasnya itu.
“Gelang ini! Kau ingat, saat kita akan
pulang, kita menemukan gelang ini tergeletak di atas pasir pantai. Aku
benar-benar menyukainya karena gelang ini sangat indah. Pasti terbuat dari
perak asli. Aku fikir, mungkin ini milik salah satu dari gadis yang digendong
pria-pria kemarin.”
Melihat semua itu, Jonghyun dan
jungshin tidak dapat lagi menahan diri mereka. Mereka lalu turun dari mobil mereka
dan segera menghampiri ketiga gadis itu. Para gadis itu tampak kaget melihat
kemunculan dua orang pria tampan yang sedang berjalan mendekati mereka.
“Anyeonghaseo!” Jungshin dan Jonghyun
menyapa para gadis itu dengan ramah. Namun mereka tidak melapaskan topi dan
kaca mata mereka. Para gadis tampak ketakutan dengan kehadiran Jonghyun dan
Jungshin dalam performa seperti itu. Karenanya, Jungshin memberanikan diri membuka
kaca matanya dan membiarkan para gadis itu mengenali siapa dirinya sebenarnya.
Untuk kedua kalinya para gadis itu
membelalakan mata mereka hingga nyaris berteriak histeris melihat seorang
Bassist CNBLUE kini muncul tepat dihadapan mereka. Beruntung Jonghyun segera
menenangkan mereka sehingga para gadis itu tidak sempat berteriak dan
mengundang lebih banyak perhatian.
“Omo... igeon.. jjinja CNBLUE-eyo?”
Gadis berambut pendek itu masih tak percaya dengan yang dilihatnya.
“Nde. Maaf, membuat kalian ketakutan.
Tapi, bolehkah kami minta bantuan kalian?” Jungshin memasang aegyo nya yang
tentu saja membuat ketiga gadis itu tak dapat menolak permintaannya. Ketiganya
serentak menganggukan kepala.
“Geurooommm!!!!” Jawab ketiganya
kompak dan antusias.
“Okkayy, bila begitu, maukah kalian
masuk ke mobil kami dan kita ngobrol di dalam? Rasanya tidak nyaman berbicara
seperti ini. Mengingat kami.. kalian tahu kan.. kami ini CNBLUE...” Sekali lagi
maknae menunjukkan sihirnya yang membuat para gadis ini tak berdaya selain
mengikuti keinginannya. Mereka lalu masuk kedalam mobil.
“Okaay... yeoreobun, aku tak sengaja
mendengar pembicaraan kalian tentang SNSD. Apa kalian mengetahui sesuatu?”
Jungshin memulai proses interogasinya.
“Ohh.. aku membaca berita, bahwa SNSD
ania.. Tiffany, Yoona dan Seohyun saat ini dinyatakan hilang dan diduga
mengalami penculikan.” Kata gadis yang rambutnya diikat.
“Lalu, apa hubungannya dengan
gadis-gadis yang kalian lihat dipantai?” Kali ini Jonghyun angkat suara.
“Kemarin, kami bertiga bolos sekolah
dan kami bermain-main dipantai. Saat akan pulang, kami melihat tiga orang
laki-laki memakai topi dan kaca mata hitam, masing-masing dari mereka
menggendong gadis dipunggung mereka. Sesaat kami melihat mereka, lalu kami
pergi begitu saja, karena kami fikir, mungkin mereka pasangan kekasih yang
sedang kencan dipantai.” Degub jantung Jonghyun kini berdetak lebih kencang.
Rasa takut itu semakin nyata menguasai dirinya.
“Lalu, apa lagi yang kau lihat?” Kali
ini Jonghyun semakin menunjukkan ekspresi seriusnya yang mebuat ketiga gadis
itu sedikit ketakutan. Jungshin lalu mengambil alih pertanyaan itu dengan
kembali menunjukkan aegyo nya. Bila terus dibiarkan Jonghyun akan membuat
ketiga gadis ini lari ketakutan sebelum informasi mereka berhasil dikorek.
“Girls... apa kalian melihat kemana
pria-pria itu membawa ketiga gadis itu?” Senyum termanis Jungshin tunjukan
untuk mencairkan lagi ketakutan gadis-gadis itu.
“Aniyo. Kita hanya melihat mereka
membawanya kearah bukit dekat pantai. Setelah itu, kita tidak memperhatikannya
lagi.”
“Arasso..! Geurom, gelang yang kau
pegang itu... boleh aku melihatnya?” Jungshin menunjuk pada gelang silver dalam
genggaman salah satu gadis. Gadis itu lalu memberikannya pada Jungshin.
Betapa terkejutnya Jungshin melihat
bentuk gelang itu dan ukiran yang tertera disana.
YongJoo ~ Yonghwonara
Matanya dan Jonghyun saling
bertatapan. Itu adalah gelang pemberian Yonghwa untuk Seohyun yang dia beli di
London dulu. Mereka ingat betul bagaimana kekanak-kanakannya Hyung mereka
saat bersikap pamer sebelum memberikan
gelang itu pada Seohyun di anniversary mereka yang ke-2. Dan kini, gelang ini
berada ditangan gadis-gadis itu. Mereka tak percaya dengan apa yang mereka
lihat. Mimpi buruk yang mereka takutkan benar-benar terjadi. Jungshin kembali
bertanya pada ketiga gadis itu.
“Girls, aku tahu.. sebagai yang baru
saja saling kenal, aku terlalu banyak meminta bantuan kalian. Tapi.. maukah
kalian menunjukkan pada kami lokasi dimana kalian melihat mereka?” Ketiga gadis
itupun menganggukkan kepala mereka.
Tanpa menunggu lama, Jungshin memacu
mobilnya ketempat gadis-gadis itu melihat Tiffany, Yoona dan Seohyun kemarin.
Jonghyun segera melaporkan apa yang dia temukan pada Yonghwa. Dari Seoul,
Yonghwa, Nikkhun, Seunggi, dan beberapa staff SM segera meluncur menuju
Jecheon. Polisi pun segera berangkat ketempat yang diinformasikan Jonghyun.
“Giddarida.. Yoona ah.. Seohyun ah.. Jebbal...”
Jonghyun berbisik lirih sambil tak henti-hentinya menggerak-gerak kedua kakinya
ditengah kegusaran yang dia rasakan.
Ketiga gadis itu turun dari mobil
mereka dan Jungshin meminta mereka untuk melaporkan apa yang mereka lihat pada
polisi terdekat. Syukurlah, anak-anak remaja itu meski diusianya kini, mereka
cenderung cepat tanggap dan benar-benar mengerti apa yang dihadapi Jungshin
juga Jonghyun saat ini. Mereka menuruti setiap perkataan Jungshin dan berjanji
untuk tetap merahasiakan apa yang mereka ketahui kepada siapapun. Jungshin
bernjanji, kelak akan membalas segala kebaikan yang telah mereka lakukan dan
dia meminta nomor handphone ketiga gadis itu.
Jonghyun ditemani Jungshin akhirnya
menyusuri jalan setapak menuju bukit yang diceritakan ketiga gadis tadi.
Jalanan menuju kesana cukup terjal dan belum lagi dengan hujan yang turun
membuat medan yang mereka tempuh semakin sulit. Tanah yang becek dan
ranting-ranting yang berserakan semakin menambah berat perjalannan mereka.
Belum lagi kelengkapan, pakaian dan sepatu yang mereka gunakan. Jaket mereka
tidak cukup tebal, sepatu yang mereka gunakan juga bukan sepatu untuk naik
gunung.
Jonghyun menyuruh Jungshin untuk
tinggal di mobil dan menunggu yang lain datang. Tapi mana mungkin Jungshin tega
membiarkan Hyungnya menaiki bukit itu seorang diri. Sang maknae dengan setia
tetap berada disamping Jonghyun. Beberapa saat kemudian, ponsel Jonghyun
berbunyi.
“Nde Hyung..” Dengan terengah,
Jonghyun menjawab telepon dari Yonghwa.
“Neol
Eodie ah?” Yonghwa menjawab di ujung sana.
“Aku dan Jungshin sedang menaiki bukit
yang gadis-gadis tadi tunjukkan. Aku sedang mencoba mencari kemana pria-pria
itu membawa mereka. Tapi sudah setengah perjalanan, aku masih belum menemukan
satu tempat pun yang memungkinkan mereka untuk menyekap Yoona, Tiffany dan
Seohyun. Hanya pepohonan dan beberapa ladang perkebunan yang aku temukan.”
“Arasso!
Sebaiknya kau kembali dulu kesini. Aku sudah sampai didepan mobilmu. Kembali
lah dulu, biar polisi yang mencari mereka kesana. Terlalu berbahaya untukmu dan
Jungshin!”
“Arasso, Hyung. Aku akan turun
sekarang.”
Jonghyun dan Jungshin sepakat untuk
turun bukit dan bergabung dengan tim yang sudah menunggu mereka di bawah.
Ternyata menuruni bukit jauh lebih sulit dari pada menaikinya. Belum lagi tanah
menjadi lebih licin karena hujan.
“Ah.. Jjinja.. aku pikir menuruni
bukit ini akan lebih mudah daripada saat kita memanjat tadi. Tidak kusangka
setelah bertahun-tahun terkurung dalam dorm bersama CNBLUE, membuat jiwa
petualangku sedikit demi sedikit menurun. Padahal saat di Ilsan dulu, aku
paling jago memanjat pohon, bukit, bahkan aku pernah ikut lomba marathon yang
melintasi lereng pegunungan saat SMA dulu. Tapi kini...”
Jungshing terengah-engah mengambil
nafas. Tentu saja, menuruni bukit yang cukup terjal sambil terus berbicara
sudah pasti akan membuatnya lebih lelah. Namun dia melakukan itu bukan tanpa
tujuan, tapi karena dia ingin mencairkan suasana tegangnya, karena sejak tadi
Jonghyun tampak putus asa setelah tidak menemukan apa yang mereka cari.
Tapi betapa terkejutnya Jungshin
begitu dia berbalik badan, Hyungnya tidak nampak disana. Dia ingat betul,
beberapa menit yang lalu, dia masih bisa mendengar suara Jonghyun. Rasa panik
mulai menyelimuti hatinya. Dia kembali menaiki bukit dan menyusuri jalan yang
tadi dilewatinya bersama Jonghyun. Tapi tak ditemukannya. Degup jantungnya kian
berlari tak karuan. Antara rasa cemas, takut, dan ingin menangis semua
bercampur jadi satu.
“Hyung....!!!!” Dalam keputusasaannya,
Jungshin tak henti-hentinya memanggil Jonghyun.
“Jonghyun Hyung....!!!!!” Kini dia
mulai terisak. “Neol Odie ah... Ppabo!”
Setelah sekian lama mencari, Jungshin
memutuskan untuk menuruni bukit dan menemui Yonghwa dan Tim kepolisian di
bawah. Betapa terkejutnya Yonghwa mendapati Jungshin berlari kearahnya sambil
menangis.
“Moseumniria.. Jungshin ah? Wae uro?”
Tatapan panik itu tampak semakin jelas dimata Yonghwa.
“Hyung... Jonghyun Hyung...” Maknae
kembali tersedu.
“Jongie wae?!!” Yonghwa semakin panik
dibuatnya.
“Kami menuruni bukit bersama-sama. Aku
berjalan di depan, tapi tiba-tiba dia menghilang tanpa sepengetahuanku. Aku
kembali mencarinya keatas, tapi aku tidak menemukan apapun. Eotteokhae, Hyung?”
Mendengar penjelasan Jungshin, Tim
kepolisian segera bergerak menaiki bukit. Yonghwa berniat mengikuti mereka,
namun pihak berwajib melarangnya. Medan yang ditempuh terlalu berbahaya. Belum
lagi, mereka tidak tahu pasti keberadaan para penjahat itu. Dan kini ditambah
lagi dengan menghilangnya Jonghyun. Dengan terpaksa, Yonghwa mengikutinya.
Meski batinnya tak mampu menghalau rasa cemas dan takut yang luar biasa karena
kini nasib cintanya, dongsaengnya, dan juga sahabat-sahabatnya belum diketahui.
~
To Be Continue ~
Mohon untuk ga keberatan
yaah.. Goguma-deul.. kalo beberapa chapter ini aku sisipin Jonghyun story juga.
Dan jangan pada marah, karena aku masih bawa Yoona disini. I love Seungyeon too
and I wish, she can make uri Jonghyun happy for now and longer… but… aku masih
blom bisa kasih bayangan ttg kisah cinta mereka karena saat ini Brown eyes
couple baru jalan 4 episode. Be easy yah… ini kan Cuma fanfic. Dan sejujurnya,
aku lagi sangat terpengaruh sama salah satu single CNBLUE di album white nya
yang berjudul Irony
yang tak lain adalah ciptaannya Jonghyun. So… plisss… I wish you don’t mind
yah…
But over all.. semua
bakal balik lagi dan bermuara ke cerita YongSeo kok! Geok Cheongmaseyo… ^_^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar