Selasa, 29 September 2015

In Time With You Chapter 1









In Time With You

Cast                                     : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, Jung Jinwoon, Kim Hyoyeon, Suho, 
                                              Kim Hyunna, Lee Jonghyun, Kang Minhyuk, Lee Jungshin, Monday Couple
                                              Cho Kyuhyun
Genre                                   : Romance
Rating                                   : +15
Author                                  : Jingga8


Chapter 1

My Little World (Seohyun POV)

Suara klakson dan mesin kendaraan mulai terdengar samar. Hanya sesekali beberapa sepeda motor melintasi pinggiran Han Kang yang kini mulai lengang seiring malam yang kian larut.

22.15 malam. Kang's Crazy Crab masih harus melayani beberapa meja lagi. Disudut kanan, tampak sepasang kekasih sedang menikmati potongan demi potongan kepiting merah dengan bumbu pedas. Kedua tangan mereka tampak sibuk merajam setiap bagian tubuh kepiting di meja mereka, sambil sesekali mengusap cairan dari hidung dan keringat yang mengucur di kening mereka. Mereka benar-benar menikmati menu andalan restauran ini karena aku hanya sesekali saja mendengar mereka berbicara satu sama lain.

Di meja kedua dekat pintu, hanya ada seorang pria yang bila dilihat dari gaya berpakaian, juga laptop dihadapannya, pria itu tampak seperti seorang mahasiswa. Rambutnya sedikit panjang dengan layer yang sengaja dibuat acak. Mungkin lelaki itu diusia yang sama denganku. Atau sedikit lebih tua, mungkin. Dia tampak begitu serius dengan laptopnya hingga crispy crab diatas mejanya masih terlihat utuh. Begitu juga pinaple juice nya yang tampak baru dia minum beberapa teguk saja.

Di kiri dekat meja kasir, 3 orang wanita sedang asik dengan minuman mereka. Bahkan mungkin mereka sudah setengah mabuk kala itu, karena obrolan mereka terdengar semakin kencang. Begitupun dengan ledakan tawa mereka yang menurutku, perempuan dengan kesadarannya tidak akan pernah melakukan hal  itu.

Aku berjalan menuju dapur untuk sekedar duduk dan meregangkan otot-otot tubuhku. Kedua mataku berulang kali melihat kearah jam dinding. Hanya tinggal beberapa menit saja hingga jam kerjaku berakhir dan aku benar-benar sangat merindukan tempat tidurku. Punggungku rasanya sakit bukan main, karena hari itu aku bekerja sejak pukul 9 pagi hingga kini. Suho pulang lebih awal karena deman. Dan Hyoyeon eonnie memintaku untuk menggantikan shift nya karena hari ini adalah hari peringatan kematian ayahnya. Sebagai gantinya, dia berjanji untuk menggantikan shift ku  esok harinya dan itu artinya, aku akan punya waktu kosong seharian.

CNBLUE. Aku tahu, band indie ini akan perform di Apgujong Café pukul 7 besok malam. Geurigo, kuputuskan untuk menerima tawaran Hyo Eonnie dan berencana untuk melihat show mereka esoknya. Pertama kali aku melihat mereka tampil adalah saat perayaan Dies Natalies kampusku tahun lalu. Ya, itu adalah pertama kalinya aku melihat ke-4 pria itu bermain dengan alat musik mereka dan membawakan beberapa lagu yang menurutku.. semua itu keren, enak didengar dengan kualitas bermusik diatas rata-rata untuk ukuran band indie dan lirik yang terdengar jujur dibandingkan lagu-lagu cinta yang mulai bosan aku dengar dari boyband dan girlband di negara ini.

CNBLUE, mereka memenuhi segala espektasiku tentang musik.

"Seohyun ah, aku rasa kau boleh pulang sekarang." Kang Gary Sajangnim tiba-tiba muncul dari balik pintu dapur. Aku segera berdiri merespon ucapannya dan berniat untuk membereskan dulu 3 meja yang beberapa menit lalu masih di isi oleh pelanggan kami. Tapi Kang Sajangnim menghentikanku.

"Sudahlah, sisanya biar aku yang mengerjakan. Kau pulang saja, Seohyun ah. Wajahmu benar-benar tampak lelah dan aku khawatir bila besok kau tidak bisa pergi kuliah."

Kang Sajang menatapku tulus dan penuh perhatian. Dia dan istrinya Jihyo Eonnie benar-benar menjagaku dengan baik. Aku sudah bekerja pada mereka sejak semester awal kuliahku dan karena mereka tahu bahwa aku berjuang sendiri untuk membiayai pendidikan dan juga kehidupanku sehari-hari, mereka lebih memperhatikanku lagi seperti keluarga mereka sendiri. Begitupun Hyo Eonnie dan Suho chef kami. Suho adalah teman kampusku, sebenarnya. Tapi untuk urusan skill memasaknya... hmmm.... jangan meragukan itu!

Untukku, Kang's Crazy Crab adalah keluargaku.

"Aniyo, Oppa. Besok aku tidak ada jadwal kuliah, jadi aku bisa mempergunakan waktuku untuk istirahat. Geok cheongmaseo." Aku memberikan senyum terbaikku demi menghilangkan segala kekhawatiran dari wajahnya.

"Geurae? Arasso. Kalau begitu, kau bawakan saja piring dan gelas-gelas yang kotor  disana dan simpan di bak cuci piring. Biar besok Suho yang membereskan semua itu." Sekali lagi aku tersenyum sebelum menjawab kata-katanya.

"Arassoyo, Oppa. Gomawoyo." Gary Oppa pun membalas senyumku diiringi dengan sebuah tepukan dipundakku.

*****

Tinggal 2 jam lagi sebelum perform mereka dimulai, tapi aku masih berjelaga didepan laptopku. Menulis. Ya, menulis dan menjadi penulis adalah cita-citaku sejak duduk di bangku SMP. Karenanya, aku mengambil kelas sastra. Aku tahu, bahwa dengan kuliah sastra saja tidak serta merta akan menjadikanku seorang penulis. Setidaknya, aku harus mengambil beberapa mata kuliah yang sangat aku butuhkan untuk berkarier sebagai seorang penulis.

Karier. Aku bahkan menyebutnya karier, seolah profesi ini menjanjikan masa depan yang cerah untukku.

Aku tidak peduli semua itu. Bagiku, menghabiskan masa mudaku dengan menjadi pelayan di Kang's Crazy Crab untuk mencukupi segala kebutuhan hidupku dan menulis untuk mencukupi kebutuhan psykis-ku, tetap jauh lebih baik daripada harus membungkus tubuhku dengan pakaian rapi hanya untuk bisa duduk dibalik meja kantor dengan setumpuk pekerjaan yang harus kujalani setiap harinya.

Ani! Aku tidak akan menyerahkan mimpiku demi sesuatu yang membosankan dan tidak dinamis seperti itu.

Alarm di ponselku berbunyi. Dan itu tandanya, aku harus segera mandi lalu bersiap untuk pergi atau aku akan melewatkan perform mereka.

Hanya butuh 10 menit untuk mandi, dan kini, tubuhku sudah berbalut casual blue jeans dan kemeja putih body fit yang juga so casual. Aku melinting kedua bagian tangannya hingga sikutku. Rambut coklatku kubiarkan tergerai dengan sedikit gelombang dibagian bawahnya. Sebuah bandana berwarna putih aku pilih hanya agar bagian kepalaku tidak tampak terlalu polos. And yes, i was ready for the BLUE!

Bingar musik sudah terdengar dari pintu masuk. Hanya band pembuka, karena aku mengenali hampir semua lagu CNBLUE. Dan yang aku dengar saat itu bukanlah lagu mereka. It was really my day, karena aku berhasil menemukan meja kosong yang berjarak hanya beberapa kaki dari stage. Bergegas aku menempatinya dan seorang waitress datang menyodorkan buku menu padaku.

"Lemon squas dan.... hhm... lasagna small portion saja." Aku melempar senyumku, dan waitress itu membalasnya usai mencatat pesananku.

"Ready in few minutes, Agassi. Total pesanan anda semuanya 17.000 Won." Jawabnya masih dengan senyum yang hangat sambil menaruh tombol pesanan dimejaku. Aku menyerahkan uangku senilai yang dia sebutkan tadi sebelum akhirnya nona itu berlalu pergi.

Sial. Aku yakin, aku sudah menghabiskan isi perutku sebelum aku datang kesini. Kenapa rasanya aku ingin pipis lagi setelah aku mendapatkan tempat duduk senyaman ini?? Huuffhh... menahannya bukanlah ide yang benar karena... bukannya aku akan menikmati konsernya, melainkan aku hanya akan berakhir diruang UGD seperti saat ujian akhir semester tahun lalu.

Hanya kepada Tuhan aku menyerahkan sisa takdirku, entah apakah aku masih berjodoh dengan meja ini, atau aku harus merelakannya ditempati orang yang beruntung lainnya. Aku bangkit dari tempatku duduk, dan bergegas menuju toilet. Tombol pesananku sengaja kutinggalkan disana, karena itu adalah satu-satu nya cara untuk memberi tahu orang lain bahwa meja itu sudah ada pemiliknya. Meski tidak ada jaminan, orang akan mengerti itu.

Aku memacu langkahku setengah berlari. Banyaknya orang yang hadir malam itu, ditambah dengan penerangan lampu yang sedikit temaram, sedikitnya memperlambat gerakanku. Meski akhirnya kutemukan juga sisi toilet yang kucari dan.... Aaah.... lega sudah rasanya.

Konser akan dimulai beberapa menit lagi, aku tergesa untuk kembali ketempat dudukku semula. Sekali lagi, aku memacu langkahku setengah berlari tanpa terlalu memperhatikan jalan yang kupijak. Hingga...

Bruuukkkk!!!

"Awwwww!!!"

Aku tidak tahu apa yang terjadi hingga aku menyadari tubuhku sudah tersungkur dilantai koridor dengan posisi telungkup. Ya Tuhan... aku tidak ingin mengakui kenyataan bahwa aku baru saja terpeleset karena sol sepatuku sendiri. Aku mulai merasakan rasa sakit dilutut dan juga kedua tanganku saat aku akan bangun dan berdiri.

"Gwaenchannayo?"

Sebuah suara nyaris memberiku serangan jantung untuk kedua kalinya. Andweee!! Aku bahkan malu pada diriku sendiri, jadi kumohon... jangan bilang bahwa pria yang kini berada dibelakangku juga melihat bagaimana bodohnya aku saat terjatuh tadi.

"N.. nde! Cho gwaenchannayo, Geok cheongmaseoyo." Aku segera berdiri dan merapihkan pakaianku. Aku tidak berniat untuk menoleh dan menunjukkan mukaku pada pria yang bertanya itu, tak peduli siapapun dia. Tapi tiba-tiba wajahnya sudah berada didepan wajahku dan memberiku serangan jantung yang ketiga. Pria itu menatapku lekat dengan kerutan dikeningnya. Tapi....

Oh May Gaaddd!!! Aku harap mataku salah! Itu bukan dia! Ani!! Tidak mungkin dia!

"Jeongmalyo? An appayo?" Wajahnya kian mendekat dan itu memacu debar jantungku lebih kencang. Untuk sesaat, tubuhku terasa membeku. Ini gila!! Ini benar-benar gila! Belum sempat aku menjawabnya, tiba-tiba...

"Hyung!! Giliran kita!!" Seseorang terdengar memanggilnya dari arah belakang.

"Arasso." Dia melambaikan tangannya sambil menjawab panggilan itu, kemudian pandangannya kembali kepadaku.

"Okay, Girl... i think you're fine! Next time... be careful, okay?!" Dia menepuk lengan kananku dengan lembut dan aku hanya mampu menganggukkan kepalaku tanpa sepatah katapun terucap. Aku mendengarnya berlalu di balik pintu dan....

"Shit!!! Aarrghh....!! Benar-benar memalukan!!" Aku memukul-mukul kedua pipiku sambil melakukan lompatan-lompatan kecil seperti anak kecil. Aku mengutuk diriku sendiri untuk mengakhiri hari itu dengan insiden yang seharusnya tidak terjadi. Dan lelaki itu.... Ya Tuhan.... aku baru saja tersungkur dihadapan vocalis band yang akan aku tonton malam itu. Band yang menjadi tujuanku berada disana saat itu.

"Arrrgggghhh!!!!" Aku melepaskan emosiku untuk terakhir kalinya sebelum akhirnya aku kembali ketempat dudukku tadi. Lucky! Setidaknya untuk urusan tempat duduk itu, aku masih beruntung karena tidak seorangpun duduk disana ditambah lagi, dengan pesananku yang sudah tersedia disana. And a couple minutes later...

'Lets go Crazy.... ( Crazy....)
Baby lets go Crazy....
Its so easy and lets us go crazy again...'

It started. Dan aku kembali tersihir oleh alunan musik mereka. Dalam hitungan detik, tanpa kusadari tubuhku hanyut mengikuti beat dan iramanya.

Aku bersyukur, karena Hyo Eonnie menukar shift nya. Dan aku tidak menyesali sedikitpun tentang keputusanku untuk datang ketempat ini seorang diri. Sekali lagi, CNBLUE memikatku dengan musiknya.








4 komentar:

  1. Good oenni.. saya sangat menikmatinya

    BalasHapus
  2. tengkyu, Unnie... nunggu advise nya yaah.. ^^

    BalasHapus
  3. Thak's oenni ceritanya bagus & lucu semangat yah

    BalasHapus
  4. Baru menemukan blog ini...mian..
    Tp langsung suka... Kemain baca the world within, stop dulu karna agak lambat ya alurnya. Pindah kesini dan ternyata aku suka!!!!

    BalasHapus