In Time With You
Cast : Jung Yonghwa, Seo Joohyun,
Jung Jinwoon, Kim Hyoyeon, Suho,
Kim
Hyunna, Lee Jonghyun, Kang Minhyuk, Lee Jungshin, Monday Couple
Cho Kyuhyun
Genre : Romance
Rating : +15
Author : Jingga8
Chapter 1
My Little World
(Seohyun POV)
Suara klakson dan mesin kendaraan
mulai terdengar samar. Hanya sesekali beberapa sepeda motor melintasi pinggiran
Han Kang yang kini mulai lengang seiring malam yang kian larut.
22.15 malam. Kang's Crazy Crab masih
harus melayani beberapa meja lagi. Disudut kanan, tampak sepasang kekasih
sedang menikmati potongan demi potongan kepiting merah dengan bumbu pedas.
Kedua tangan mereka tampak sibuk merajam setiap bagian tubuh kepiting di meja
mereka, sambil sesekali mengusap cairan dari hidung dan keringat yang mengucur
di kening mereka. Mereka benar-benar menikmati menu andalan restauran ini
karena aku hanya sesekali saja mendengar mereka berbicara satu sama lain.
Di meja kedua dekat pintu, hanya
ada seorang pria yang bila dilihat dari gaya berpakaian, juga laptop
dihadapannya, pria itu tampak seperti seorang mahasiswa. Rambutnya sedikit
panjang dengan layer yang sengaja dibuat acak. Mungkin lelaki itu diusia yang
sama denganku. Atau sedikit lebih tua, mungkin. Dia tampak begitu serius dengan
laptopnya hingga crispy crab diatas mejanya masih terlihat utuh. Begitu juga
pinaple juice nya yang tampak baru dia minum beberapa teguk saja.
Di kiri dekat meja kasir, 3 orang
wanita sedang asik dengan minuman mereka. Bahkan mungkin mereka sudah setengah
mabuk kala itu, karena obrolan mereka terdengar semakin kencang. Begitupun
dengan ledakan tawa mereka yang menurutku, perempuan dengan kesadarannya tidak
akan pernah melakukan hal itu.
Aku berjalan menuju dapur untuk
sekedar duduk dan meregangkan otot-otot tubuhku. Kedua mataku berulang kali
melihat kearah jam dinding. Hanya tinggal beberapa menit saja hingga jam
kerjaku berakhir dan aku benar-benar sangat merindukan tempat tidurku.
Punggungku rasanya sakit bukan main, karena hari itu aku bekerja sejak pukul 9
pagi hingga kini. Suho pulang lebih awal karena deman. Dan Hyoyeon eonnie
memintaku untuk menggantikan shift nya karena hari ini adalah hari peringatan
kematian ayahnya. Sebagai gantinya, dia berjanji untuk menggantikan shift
ku esok harinya dan itu artinya, aku
akan punya waktu kosong seharian.
CNBLUE. Aku tahu, band indie ini akan perform di Apgujong Café
pukul 7 besok malam. Geurigo, kuputuskan untuk menerima tawaran Hyo Eonnie dan
berencana untuk melihat show mereka esoknya. Pertama kali aku melihat mereka
tampil adalah saat perayaan Dies Natalies kampusku tahun lalu. Ya, itu adalah
pertama kalinya aku melihat ke-4 pria itu bermain dengan alat musik mereka dan
membawakan beberapa lagu yang menurutku.. semua itu keren, enak didengar dengan
kualitas bermusik diatas rata-rata untuk ukuran band indie dan lirik yang
terdengar jujur dibandingkan lagu-lagu cinta yang mulai bosan aku dengar dari
boyband dan girlband di negara ini.
CNBLUE, mereka memenuhi segala
espektasiku tentang musik.
"Seohyun ah, aku rasa kau
boleh pulang sekarang." Kang Gary Sajangnim tiba-tiba muncul dari balik
pintu dapur. Aku segera berdiri merespon ucapannya dan berniat untuk
membereskan dulu 3 meja yang beberapa menit lalu masih di isi oleh pelanggan
kami. Tapi Kang Sajangnim menghentikanku.
"Sudahlah, sisanya biar aku
yang mengerjakan. Kau pulang saja, Seohyun ah. Wajahmu benar-benar tampak lelah
dan aku khawatir bila besok kau tidak bisa pergi kuliah."
Kang Sajang menatapku tulus dan
penuh perhatian. Dia dan istrinya Jihyo Eonnie benar-benar menjagaku dengan
baik. Aku sudah bekerja pada mereka sejak semester awal kuliahku dan karena
mereka tahu bahwa aku berjuang sendiri untuk membiayai pendidikan dan juga
kehidupanku sehari-hari, mereka lebih memperhatikanku lagi seperti keluarga
mereka sendiri. Begitupun Hyo Eonnie dan Suho chef kami. Suho adalah teman
kampusku, sebenarnya. Tapi untuk urusan skill memasaknya... hmmm.... jangan
meragukan itu!
Untukku, Kang's Crazy Crab adalah
keluargaku.
"Aniyo, Oppa. Besok aku
tidak ada jadwal kuliah, jadi aku bisa mempergunakan waktuku untuk istirahat.
Geok cheongmaseo." Aku memberikan senyum terbaikku demi menghilangkan
segala kekhawatiran dari wajahnya.
"Geurae? Arasso. Kalau
begitu, kau bawakan saja piring dan gelas-gelas yang kotor disana dan simpan di bak cuci piring. Biar
besok Suho yang membereskan semua itu." Sekali lagi aku tersenyum sebelum
menjawab kata-katanya.
"Arassoyo, Oppa.
Gomawoyo." Gary Oppa pun membalas senyumku diiringi dengan sebuah tepukan
dipundakku.
*****
Tinggal 2 jam lagi sebelum
perform mereka dimulai, tapi aku masih berjelaga didepan laptopku. Menulis. Ya,
menulis dan menjadi penulis adalah cita-citaku sejak duduk di bangku SMP.
Karenanya, aku mengambil kelas sastra. Aku tahu, bahwa dengan kuliah sastra
saja tidak serta merta akan menjadikanku seorang penulis. Setidaknya, aku harus
mengambil beberapa mata kuliah yang sangat aku butuhkan untuk berkarier sebagai
seorang penulis.
Karier. Aku bahkan menyebutnya karier, seolah profesi ini
menjanjikan masa depan yang cerah untukku.
Aku tidak peduli semua itu.
Bagiku, menghabiskan masa mudaku dengan menjadi pelayan di Kang's Crazy Crab
untuk mencukupi segala kebutuhan hidupku dan menulis untuk mencukupi kebutuhan
psykis-ku, tetap jauh lebih baik daripada harus membungkus tubuhku dengan
pakaian rapi hanya untuk bisa duduk dibalik meja kantor dengan setumpuk
pekerjaan yang harus kujalani setiap harinya.
Ani! Aku tidak akan menyerahkan
mimpiku demi sesuatu yang membosankan dan tidak dinamis seperti itu.
Alarm di ponselku berbunyi. Dan
itu tandanya, aku harus segera mandi lalu bersiap untuk pergi atau aku akan
melewatkan perform mereka.
Hanya butuh 10 menit untuk mandi,
dan kini, tubuhku sudah berbalut casual blue jeans dan kemeja putih body fit
yang juga so casual. Aku melinting kedua bagian tangannya hingga sikutku.
Rambut coklatku kubiarkan tergerai dengan sedikit gelombang dibagian bawahnya.
Sebuah bandana berwarna putih aku pilih hanya agar bagian kepalaku tidak tampak
terlalu polos. And yes, i was ready for the BLUE!
Bingar musik sudah terdengar dari
pintu masuk. Hanya band pembuka, karena aku mengenali hampir semua lagu CNBLUE.
Dan yang aku dengar saat itu bukanlah lagu mereka. It was really my day, karena
aku berhasil menemukan meja kosong yang berjarak hanya beberapa kaki dari
stage. Bergegas aku menempatinya dan seorang waitress datang menyodorkan buku
menu padaku.
"Lemon squas dan.... hhm...
lasagna small portion saja." Aku melempar senyumku, dan waitress itu
membalasnya usai mencatat pesananku.
"Ready in few minutes,
Agassi. Total pesanan anda semuanya 17.000 Won." Jawabnya masih dengan
senyum yang hangat sambil menaruh tombol pesanan dimejaku. Aku menyerahkan
uangku senilai yang dia sebutkan tadi sebelum akhirnya nona itu berlalu pergi.
Sial. Aku yakin, aku sudah
menghabiskan isi perutku sebelum aku datang kesini. Kenapa rasanya aku ingin
pipis lagi setelah aku mendapatkan tempat duduk senyaman ini?? Huuffhh...
menahannya bukanlah ide yang benar karena... bukannya aku akan menikmati
konsernya, melainkan aku hanya akan berakhir diruang UGD seperti saat ujian
akhir semester tahun lalu.
Hanya kepada Tuhan aku
menyerahkan sisa takdirku, entah apakah aku masih berjodoh dengan meja ini,
atau aku harus merelakannya ditempati orang yang beruntung lainnya. Aku bangkit
dari tempatku duduk, dan bergegas menuju toilet. Tombol pesananku sengaja
kutinggalkan disana, karena itu adalah satu-satu nya cara untuk memberi tahu
orang lain bahwa meja itu sudah ada pemiliknya. Meski tidak ada jaminan, orang
akan mengerti itu.
Aku memacu langkahku setengah
berlari. Banyaknya orang yang hadir malam itu, ditambah dengan penerangan lampu
yang sedikit temaram, sedikitnya memperlambat gerakanku. Meski akhirnya
kutemukan juga sisi toilet yang kucari dan.... Aaah.... lega sudah rasanya.
Konser akan dimulai beberapa
menit lagi, aku tergesa untuk kembali ketempat dudukku semula. Sekali lagi, aku
memacu langkahku setengah berlari tanpa terlalu memperhatikan jalan yang
kupijak. Hingga...
Bruuukkkk!!!
"Awwwww!!!"
Aku tidak tahu apa yang terjadi
hingga aku menyadari tubuhku sudah tersungkur dilantai koridor dengan posisi
telungkup. Ya Tuhan... aku tidak ingin mengakui kenyataan bahwa aku baru saja
terpeleset karena sol sepatuku sendiri. Aku mulai merasakan rasa sakit dilutut
dan juga kedua tanganku saat aku akan bangun dan berdiri.
"Gwaenchannayo?"
Sebuah suara nyaris memberiku
serangan jantung untuk kedua kalinya. Andweee!! Aku bahkan malu pada diriku
sendiri, jadi kumohon... jangan bilang bahwa pria yang kini berada dibelakangku
juga melihat bagaimana bodohnya aku saat terjatuh tadi.
"N.. nde! Cho gwaenchannayo,
Geok cheongmaseoyo." Aku segera berdiri dan merapihkan pakaianku. Aku
tidak berniat untuk menoleh dan menunjukkan mukaku pada pria yang bertanya itu,
tak peduli siapapun dia. Tapi tiba-tiba wajahnya sudah berada didepan wajahku
dan memberiku serangan jantung yang ketiga. Pria itu menatapku lekat dengan
kerutan dikeningnya. Tapi....
Oh May Gaaddd!!! Aku harap mataku
salah! Itu bukan dia! Ani!! Tidak mungkin dia!
"Jeongmalyo? An appayo?"
Wajahnya kian mendekat dan itu memacu debar jantungku lebih kencang. Untuk
sesaat, tubuhku terasa membeku. Ini gila!! Ini benar-benar gila! Belum sempat
aku menjawabnya, tiba-tiba...
"Hyung!! Giliran
kita!!" Seseorang terdengar memanggilnya dari arah belakang.
"Arasso." Dia
melambaikan tangannya sambil menjawab panggilan itu, kemudian pandangannya
kembali kepadaku.
"Okay, Girl... i think
you're fine! Next time... be careful, okay?!" Dia menepuk lengan kananku
dengan lembut dan aku hanya mampu menganggukkan kepalaku tanpa sepatah katapun
terucap. Aku mendengarnya berlalu di balik pintu dan....
"Shit!!! Aarrghh....!!
Benar-benar memalukan!!" Aku memukul-mukul kedua pipiku sambil melakukan
lompatan-lompatan kecil seperti anak kecil. Aku mengutuk diriku sendiri untuk
mengakhiri hari itu dengan insiden yang seharusnya tidak terjadi. Dan lelaki
itu.... Ya Tuhan.... aku baru saja tersungkur dihadapan vocalis band yang akan
aku tonton malam itu. Band yang menjadi tujuanku berada disana saat itu.
"Arrrgggghhh!!!!" Aku
melepaskan emosiku untuk terakhir kalinya sebelum akhirnya aku kembali ketempat
dudukku tadi. Lucky! Setidaknya untuk urusan tempat duduk itu, aku masih
beruntung karena tidak seorangpun duduk disana ditambah lagi, dengan pesananku
yang sudah tersedia disana. And a couple minutes later...
'Lets go Crazy.... ( Crazy....)
Baby lets go Crazy....
Its so easy and lets us go crazy again...'
It started. Dan aku kembali
tersihir oleh alunan musik mereka. Dalam hitungan detik, tanpa kusadari tubuhku
hanyut mengikuti beat dan iramanya.
Aku bersyukur, karena Hyo Eonnie
menukar shift nya. Dan aku tidak menyesali sedikitpun tentang keputusanku untuk
datang ketempat ini seorang diri. Sekali lagi, CNBLUE memikatku dengan
musiknya.

Good oenni.. saya sangat menikmatinya
BalasHapustengkyu, Unnie... nunggu advise nya yaah.. ^^
BalasHapusThak's oenni ceritanya bagus & lucu semangat yah
BalasHapusBaru menemukan blog ini...mian..
BalasHapusTp langsung suka... Kemain baca the world within, stop dulu karna agak lambat ya alurnya. Pindah kesini dan ternyata aku suka!!!!