Finding The Destiny
Author : Jingga8
Poster Belong To : IsmiNuraulia
Cast : Lee Jonghyun, Im Yoona, Lee Seunggi, Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNSD
Rating : T
Genre : Angst, Romance
Chaptered
Chapter 3
The
Unespected Savior..
Yoona POV 2 (Past) :
Ketika aku membuka
mataku, aku tak tahu sedang terbaring dimana. Kamar itu begitu luas, dindingnya
berwarna putih, tirai dan penutup tempat tidurnya pun semua berwarna putih. Apa
yang terjadi? Aku dimana?
“Kau sudah bangun?”
Suara itu terdengar
tidak asing, tapi cukup mengejutkanku. Dan mataku mulai mencari dari mana arah
suara itu berasal.
“O.. Oppa?!” Betapa
terkejutnya aku, saat kudapati Seunggi Oppa muncul dibalik pintu sambil membawa
semangkuk sup dan segelas air. Kemudian dia duduk di samping tempat tidur, dan
menyodorkan mangkuk sup itu ketanganku. Benarkah aku berada disebuah kamar
bersama Lee Seunggi?
“Yak.. Im Yonna!! Kau
membuatku takut!! Bagaimana bisa kau berjalan sendiri di jalanan sepi dengan
kondisi yang tidak sehat seperti itu? Kau tidak tahu, betapa bahayanya seorang
gadis berjalan sendiri ditempat gelap pada malam hari seperti ini? Terlebih kau
ini bukan gadis biasa, Yoona ah! Kau ini seorang Idol! Beruntung aku
menemukanmu disana. Bagaimana bila orang jahat yang menemukanmu, lalu mengambil
keuntungan darimu?”
Dari nada suaranya dan
juga tatapannya, aku tahu Seunggi Oppa sedang benar-benar mengkhawatirkanku.
Aku sudah lama mengenalnya, sejak awal debutku bersama SNSD. Banyak netizen dan
juga fans kami yang sering mem-pairing kami sebagai pasangan. Tidak heran juga,
karena dibeberapa kesempatan, Seunggi Oppa sering menyebut namaku dalam
interviewnya. Mengatakan bahwa aku adalah tipe gadis idealnya, atau secara
terang-terangan mengatakan bahwa dia menyukaiku. Aku tahu Seunggi Oppa tidak
serius dengan kata-katanya itu. Namun terkadang, Busan Namja-ku tidak bisa
menerima itu dan akhirnya terlibat pertengakaran denganku.
Jonghyun Oppa, dengan
segala prestisenya sebagai ‘The Burning’ of CNBLUE, yang mengaku dirinya
bukanlah seorang pencemburu, dalam kenyataannya tetaplah seorang laki-laki yang
tak pernah rela membagi Im Yoona nya dengan siapapun. Berkali-kali kutegaskan
bahwa Senggi Oppa tidak lebih hanya seorang Oppa untukku. Tapi berkali-kali
juga Jonghyun Oppa menegaskan padaku bahwa dia lebih mengerti Lee Seunggi
sebagai sesama laki-laki. Dan menurutnya, cara Lee Seunggi memperlakukanku
bukanlah cara seorang Oppa kepada adiknya. Kyopta.. tiap kali melihat matanya
menatapku penuh cemburu. Dan semua itu tak akan pernah terjadi lagi. Tatapan
mata itu bukan milikku lagi.
“Im Yonna,
gwaenchana?” Suara Seunggi Oppa mengaburkan lamunanku.
“Ah.. Mianhaeo.. Oppa!
Terakhir yang aku ingat, aku baru saja turun dari taxi dan sedang berjalan menuju
dorm-ku. Tapi tiba-tiba aku merasa pusing dan kehilangan tenagaku. Jinjja
mianhaeo.. Oppa, sudah membuatmu khawatir. Do.. gomawoio, telah merawatku.” Aku
menudukan kepalaku, sebagai tanda respect dan terima kasihku padanya. Tapi
Seunggi Oppa menatapku dengan tatapan aneh. Dia mengangkat salah satu alisnya,
seperti sedang memikirkan sesuatu.
“Kau benar-benar
berniat pulang ke dorm-mu?” Dia mengerutkan keningnya. Aku hanya menganggukkan
kepalaku.
“Im Yoona, apa sesuatu
terjadi padamu?” Pertanyaannya mengejutkanku.
“Kau tahu, dimana aku
menemukanmu saat kau pingsan tadi?” Saat itu, giliranku mengerutkan keningku.
“Ckckck.. Yoona ah..
Jinjja!! Kau ini..! Yak..!! Aku tadi menemukanmu tergeletak di trotoar yang
letak nya kurang lebih 2 distrik dari dorm-mu! Kalau dilihat dari posisimu, aku
malah sedang berfikir kau sedang berjalan menjauhi dorm-mu. Ada apa sebenarnya,
Yoona ah? Dan jangan berbohong lagi, karena Oppa tahu kau tidak sedang
baik-baik saja!”
Tolong Seunggi Oppa!
Kumohon jangan membawa air mataku kembali! Pertanyaannya itu kupastikan hanya
akan mengembalikan rasa perih yang selama beberapa menit berhasil kulupakan.
Hana.. dul.. set..! Chamm!! Dia mengalir lagi!
Seunggi Oppa panik.
Dengan serta merta jemarinya menyentuh wajahku dan mengusap air mata bodohku.
“Omo… Yoona ah..
Gwaenchanna? Moseumniri ah? Ppalli, marhaebwa!”
Aku tak mampu menjawab
pertanyaannya. Andai saja Seunggi Oppa memiliki ability untuk membaca fikiranku
tanpa aku harus mengatakannya, aku tak keberatan. Aku pun lelah harus terus
menahannya sendiri. Aku ingin ada orang yang menenangkanku dan mengatakan
padaku bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Biasanya orang tuaku,
member SNSD, dan Jonghyun Oppa lah yang selalu membuka peluknya saat aku merasa
rapuh. Tapi masalahku kali ini, aku benar-benar tak mampu membaginya pada
mereka. Karena mereka adalah orang-orang yang akan ikut menderita saat mereka
tahu penderitaanku.
Aku menangis beberapa
saat. Seunggi Oppa tidak memaksakan pertanyaannya dan tetap sabar menunggu
sampai aku benar-benar tenang. Dia mengusap bahuku penuh simpati.
“Aku merasa hidupku
sudah berakhir, Oppa! Duniaku benar-benar sudah hancur!” Dalam isakku aku
berusaha mengatakan apa yang selama ini menyiksa fisik dan mentalku. Seunggi
Oppa menatapku penuh iba. Lalu kurasakan tangannya menarik tubuhku kedalam
pelukannya. Entah mengapa aku hanya membiarkannya. Aku benar-benar lelah
menanggungnya seorang diri. Aku ingin seseorang mendengarnya dan memberiku
kekuatan.
Aku menceritakan
segalanya tanpa satupun yang tersisa. Termasuk keputusanku meninggalkan
Jonghyun Oppa. Seunggi Oppa membelalakan matanya saat tahu kegilaan yang telah
kulakukan.
“Im Yoon Ah.. Neol
mitjoseo? Haruskah kau tempuh jalan sejauh ini?”
“Apalagi yang bisa aku
lakukan Oppa?” Jawabku semakin putus asa.
“Setidaknya Jonghyun
berhak tahu! Ini tidak adil untuknya. Untukmu juga! Yoona, Kau tahu bahwa
Jonghyun tidak akan pernah membiarkanmu menghadapi semua ini seorang diri bila
kau memberitahunya. Dan kau tidak perlu menderita seperti ini!”
“Aku tahu, Oppa! Karena
itulah aku tidak akan pernah memberitahunya. Jonghyun Oppa adalah orang yang
sudah melewati segalanya demi mimpi bermusiknya. Hingga kini dia menjadi
bintang yang begitu bersinar. Aku tak akan sejahat itu merampas sinarnya dan
membuatnya kembali menjadi laki-laki biasa hanya demi untuk bersamaku.
Setidaknya inilah caraku mencintainya.” Tangisku tak berhenti berderai. Dan
rasa pahit itu kian pekat menutupi hatiku.
“Ini tidak benar,
Yoona! Kau akan menyia-nyiakan sisa hidupmu untuk hidup dengan orang yang asing
untukmu. Bagaimana mungkin kau bertindak bodoh seperti ini?” Seunggi Oppa
semakin gusar. Dia beranjak dari tempat duduknya lalu berdiri menghadap
jendela. Beberapa saat dia mengurut keningnya.
“Tidak ada yang sia-sia,
Oppa! Selama aku bisa membebaskan orang tuaku dari kemelut ini, aku sudah cukup
bahagia. Dan Park Junsu Ssi bukan orang yang jahat. Dia memperlakukanku dengan
sopan dan penuh rasa hormat. Seiring waktu, aku rasa aku bisa menyembuhkan
lukaku dan bahagia hidup bersamanya. Setidaknnya aku akan berusaha dan
mencobanya.”
“Im Yoon Ah, Neol
jinjja phabo ah! Kau membiarkan dirimu kehilangan laki-laki yang paling kau
cintai, lalu memilih untuk menikah hanya untuk melunasi utang ayahmu?” Semakin
jelas kegelisahan yang dirasakan Seunggi Oppa malam itu. Dia berjalan mondar
mandir di dalam kamarnya sambil sesekali menutupi wajahnya dengan kedua telapak
tangannya. Setelah beberapa lama, dia kembali duduk di hadapanku.
“Yoona ah, berapa
banyak jumlah utang yang harus kau lunasi?” Pertanyaan itu membuatku tertegun.
“Oppa.. untuk apa kau
tahu?”
“Bila kau tidak
membiarkan Jonghyun mengetahuinya, maka setidaknya ijinkan aku membantumu. At
least hanya aku yang tahu persis keadaanmu saat ini, kan? Yoona, kumohon..
fikirkanlah lagi. Aku tak ingin membiarkan wanita yang aku sayangi dimasa
depannya hidup dengan penuh penyesalan.” Kurasakan tangannya lembut menggenggam
tanganku. Kurasakan ketulusan terpancar dari kedua matanya. Tapi.. wanita yang
dia sayangi.. aku tak mengerti apa maksudnya.
“O.. Oppa..” Belum
sempat kutuntaskan kata-kataku, Seunggi Oppa menjawabku.
“Kumohon, Yoona!
Setidaknya kali ini beri aku kesempatan untuk melakukan sesuatu untukmu. Kau
tidak perlu membalasku atau membayarku dengan apapun. Yoona, aku tahu.. aku tak
seharusnya mengatakan ini padamu disaat-saat seperti ini. Tapi kau harus tahu,
bahwa untukku kau bukan sekedar Im Yoona member SNSD. Untukku kau adalah wanita
yang pernah menjadi inspirasi dan impian terbesarku dan hingga saat ini masih
seperti itu. Aku tidak pernah punya keberanian untuk mengatakan semua ini
padamu karena aku takut sikapmu akan berubah saat kau mengetahuinya. Terlebih
saat suatu hari kusadari kau menyukai Jonghyun dan begitupun sebaliknya.
Kumohon jangan salah faham. Aku sama sekali tidak berniat mengambil keuntungan
dari perpisahanmu dengan Jonghyun. Dan aku sama sekali tidak memintamu untuk
membalas perasaanku. Aku hanya ingin kau tahu, alasanku ingin membantumu. Agar
kau tidak menatapku dengan penuh tanya seperti ini.”
Aku tak percaya dengan
apa yang baru saja aku dengar. Maldo andwe! Lee Seunggi hanyalah seorang Oppa
untukku. Tidak boleh! Sama sekali tidak boleh terjadi.
“O.. Oppa..” Lagi-lagi
aku tak diberi kesempatan untuk berbicara.
“Kumohon, Yoona!
Fikirkanlah! Aku berjanji tidak akan memintamu melakukan apapun untukku. Aku pun
tak ingin mengambil keuntungan dari putusnya hubunganmu dengan Jonghyun. Kau
bisa kembali padanya setelah masalah ini selesai. Untukku itu lebih baik dari
pada melihatmu tidak bahagia bersama laki-laki yang tidak kau cintai.”
Aku tidak tahu harus
berkata apa. Sejujurnya aku lega, karena aku tidak lagi menanggung bebanku sendiri.
Aku pun seperti memiliki harapan untuk memiliki hidupku kembali. Tapi apa yang
harus aku lakukan? Bila Seunggi Oppa tidak ingin mengambil keuntungan dariku,
maka aku yang akan terlihat seperti mengambil keuntungan darinya. Menerima
bantuan darinya, lalu hidup bahagia dengan Jonghyun Oppa? Jebbal..
“Gomawoseo, Oppa! Tapi
aku tak bisa melakukannya. Aku bahkan tidak ingin melibatkan member-memberku
dan juga Jonghyun Oppa dalam masalahku. Bagaimana bisa aku menerima semua itu
darimu. Aku benar-benar berterima kasih padamu, Oppa.. karena kau telah
mendengarkan segala keluh kesahku. Setidaknya saat ini aku tidak merasa
sendirian. Dan itu sudah cukup untukku.”
Aku merapihkan diriku
dan juga tasku. Aku tidak boleh berada disana lebih lama lagi. Tapi sesaat sebelum
aku beranjak dari tempat tidurnya, Seunggi Oppa meraih tanganku.
“Jebbal.. Yoona ah!
Kumohon..! Ijinkan aku membantumu. Oke.. kau boleh membayarnya suatu hari
nanti. Anggap saja aku memberimu pinjaman. Hhm??”
Ya Tuhan, kenapa malam
ini aku harus dihadapkan dengan dua orang laki-laki yang sama-sama memohon
kepadaku? Aku benar-benar kehilangan kata-kata untuk kuucapkan dan mebuatku
mematung kebingungan.
“Geurae! Karena kau
diam, aku menganggap bahwa kau setuju!”
Aku terkejut
mendengarnya.
“Tapi.. Oppa..!”
“Cukup, Yoona! Kau
sama sekali tidak lucu saat kau keras kepala seperti ini! Besok aku akan
menjemputmu dan kita akan sama-sama mengahdap Park Junsu Ssi untuk
menyelesaikan semuanya. Dengan bantuan Samchoonku, aku yakin Park Junsu Ssi
akan bekerja sama dengan kita.”
Malam itu, Seunggi
Oppa kusebut sebagai malaikat penolongku. Keesokannya kami bertemu Park Junsu
Ssi dan meminta pengertiannya untuk membatalkan rencana pernikahanku dengannya.
Tak kuduga, dengan keartisannya, Seunggi Oppa ternyata memiliki beberapa
investasi dalam bisnis bersama pamannya. Aku tak menyangka diusianya kini dia
memiliki jumlah kekayaan sebanyak itu. Dan syukurlah, akhirnya Park Junsu tidak
mempersulit proses negosiasi kami. Aku tahu, sejak awal dia hanya seorang
pengusaha dan dia menerima tawaran bodohku karena sedikitnya dia merasa kasihan
padaku. Huffh… satu masalah terselesaikan. Tapi.. Lee Jonghyun.. jarieseo?
Geuman.. giddarida.. Angel…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar