Minggu, 01 Februari 2015

Finding The Destiny Chapter 3






Finding The Destiny

Author                 : Jingga8
Poster Belong To : IsmiNuraulia
Cast                     : Lee Jonghyun, Im Yoona, Lee Seunggi, Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNSD
Rating                  : T
Genre                   : Angst, Romance

Chaptered



Chapter 3

The Unespected Savior..

Yoona POV 2 (Past) :

Ketika aku membuka mataku, aku tak tahu sedang terbaring dimana. Kamar itu begitu luas, dindingnya berwarna putih, tirai dan penutup tempat tidurnya pun semua berwarna putih. Apa yang terjadi? Aku dimana?

“Kau sudah bangun?”

Suara itu terdengar tidak asing, tapi cukup mengejutkanku. Dan mataku mulai mencari dari mana arah suara itu berasal.

“O.. Oppa?!” Betapa terkejutnya aku, saat kudapati Seunggi Oppa muncul dibalik pintu sambil membawa semangkuk sup dan segelas air. Kemudian dia duduk di samping tempat tidur, dan menyodorkan mangkuk sup itu ketanganku. Benarkah aku berada disebuah kamar bersama Lee Seunggi?

“Yak.. Im Yonna!! Kau membuatku takut!! Bagaimana bisa kau berjalan sendiri di jalanan sepi dengan kondisi yang tidak sehat seperti itu? Kau tidak tahu, betapa bahayanya seorang gadis berjalan sendiri ditempat gelap pada malam hari seperti ini? Terlebih kau ini bukan gadis biasa, Yoona ah! Kau ini seorang Idol! Beruntung aku menemukanmu disana. Bagaimana bila orang jahat yang menemukanmu, lalu mengambil keuntungan darimu?”

Dari nada suaranya dan juga tatapannya, aku tahu Seunggi Oppa sedang benar-benar mengkhawatirkanku. Aku sudah lama mengenalnya, sejak awal debutku bersama SNSD. Banyak netizen dan juga fans kami yang sering mem-pairing kami sebagai pasangan. Tidak heran juga, karena dibeberapa kesempatan, Seunggi Oppa sering menyebut namaku dalam interviewnya. Mengatakan bahwa aku adalah tipe gadis idealnya, atau secara terang-terangan mengatakan bahwa dia menyukaiku. Aku tahu Seunggi Oppa tidak serius dengan kata-katanya itu. Namun terkadang, Busan Namja-ku tidak bisa menerima itu dan akhirnya terlibat pertengakaran denganku.

Jonghyun Oppa, dengan segala prestisenya sebagai ‘The Burning’ of CNBLUE, yang mengaku dirinya bukanlah seorang pencemburu, dalam kenyataannya tetaplah seorang laki-laki yang tak pernah rela membagi Im Yoona nya dengan siapapun. Berkali-kali kutegaskan bahwa Senggi Oppa tidak lebih hanya seorang Oppa untukku. Tapi berkali-kali juga Jonghyun Oppa menegaskan padaku bahwa dia lebih mengerti Lee Seunggi sebagai sesama laki-laki. Dan menurutnya, cara Lee Seunggi memperlakukanku bukanlah cara seorang Oppa kepada adiknya. Kyopta.. tiap kali melihat matanya menatapku penuh cemburu. Dan semua itu tak akan pernah terjadi lagi. Tatapan mata itu bukan milikku lagi.

“Im Yonna, gwaenchana?” Suara Seunggi Oppa mengaburkan lamunanku.

“Ah.. Mianhaeo.. Oppa! Terakhir yang aku ingat, aku baru saja turun dari taxi dan sedang berjalan menuju dorm-ku. Tapi tiba-tiba aku merasa pusing dan kehilangan tenagaku. Jinjja mianhaeo.. Oppa, sudah membuatmu khawatir. Do.. gomawoio, telah merawatku.” Aku menudukan kepalaku, sebagai tanda respect dan terima kasihku padanya. Tapi Seunggi Oppa menatapku dengan tatapan aneh. Dia mengangkat salah satu alisnya, seperti sedang memikirkan sesuatu.

“Kau benar-benar berniat pulang ke dorm-mu?” Dia mengerutkan keningnya. Aku hanya menganggukkan kepalaku.

“Im Yoona, apa sesuatu terjadi padamu?” Pertanyaannya mengejutkanku.

“Kau tahu, dimana aku menemukanmu saat kau pingsan tadi?” Saat itu, giliranku mengerutkan keningku.

“Ckckck.. Yoona ah.. Jinjja!! Kau ini..! Yak..!! Aku tadi menemukanmu tergeletak di trotoar yang letak nya kurang lebih 2 distrik dari dorm-mu! Kalau dilihat dari posisimu, aku malah sedang berfikir kau sedang berjalan menjauhi dorm-mu. Ada apa sebenarnya, Yoona ah? Dan jangan berbohong lagi, karena Oppa tahu kau tidak sedang baik-baik saja!”

Tolong Seunggi Oppa! Kumohon jangan membawa air mataku kembali! Pertanyaannya itu kupastikan hanya akan mengembalikan rasa perih yang selama beberapa menit berhasil kulupakan. Hana.. dul.. set..! Chamm!! Dia mengalir lagi!

Seunggi Oppa panik. Dengan serta merta jemarinya menyentuh wajahku dan mengusap air mata bodohku.

“Omo… Yoona ah.. Gwaenchanna? Moseumniri ah? Ppalli, marhaebwa!”

Aku tak mampu menjawab pertanyaannya. Andai saja Seunggi Oppa memiliki ability untuk membaca fikiranku tanpa aku harus mengatakannya, aku tak keberatan. Aku pun lelah harus terus menahannya sendiri. Aku ingin ada orang yang menenangkanku dan mengatakan padaku bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Biasanya orang tuaku, member SNSD, dan Jonghyun Oppa lah yang selalu membuka peluknya saat aku merasa rapuh. Tapi masalahku kali ini, aku benar-benar tak mampu membaginya pada mereka. Karena mereka adalah orang-orang yang akan ikut menderita saat mereka tahu penderitaanku.

Aku menangis beberapa saat. Seunggi Oppa tidak memaksakan pertanyaannya dan tetap sabar menunggu sampai aku benar-benar tenang. Dia mengusap bahuku penuh simpati.

“Aku merasa hidupku sudah berakhir, Oppa! Duniaku benar-benar sudah hancur!” Dalam isakku aku berusaha mengatakan apa yang selama ini menyiksa fisik dan mentalku. Seunggi Oppa menatapku penuh iba. Lalu kurasakan tangannya menarik tubuhku kedalam pelukannya. Entah mengapa aku hanya membiarkannya. Aku benar-benar lelah menanggungnya seorang diri. Aku ingin seseorang mendengarnya dan memberiku kekuatan.

Aku menceritakan segalanya tanpa satupun yang tersisa. Termasuk keputusanku meninggalkan Jonghyun Oppa. Seunggi Oppa membelalakan matanya saat tahu kegilaan yang telah kulakukan.

“Im Yoon Ah.. Neol mitjoseo? Haruskah kau tempuh jalan sejauh ini?”

“Apalagi yang bisa aku lakukan Oppa?” Jawabku semakin putus asa.

“Setidaknya Jonghyun berhak tahu! Ini tidak adil untuknya. Untukmu juga! Yoona, Kau tahu bahwa Jonghyun tidak akan pernah membiarkanmu menghadapi semua ini seorang diri bila kau memberitahunya. Dan kau tidak perlu menderita seperti ini!”

“Aku tahu, Oppa! Karena itulah aku tidak akan pernah memberitahunya. Jonghyun Oppa adalah orang yang sudah melewati segalanya demi mimpi bermusiknya. Hingga kini dia menjadi bintang yang begitu bersinar. Aku tak akan sejahat itu merampas sinarnya dan membuatnya kembali menjadi laki-laki biasa hanya demi untuk bersamaku. Setidaknya inilah caraku mencintainya.” Tangisku tak berhenti berderai. Dan rasa pahit itu kian pekat menutupi hatiku.

“Ini tidak benar, Yoona! Kau akan menyia-nyiakan sisa hidupmu untuk hidup dengan orang yang asing untukmu. Bagaimana mungkin kau bertindak bodoh seperti ini?” Seunggi Oppa semakin gusar. Dia beranjak dari tempat duduknya lalu berdiri menghadap jendela. Beberapa saat dia mengurut keningnya.

“Tidak ada yang sia-sia, Oppa! Selama aku bisa membebaskan orang tuaku dari kemelut ini, aku sudah cukup bahagia. Dan Park Junsu Ssi bukan orang yang jahat. Dia memperlakukanku dengan sopan dan penuh rasa hormat. Seiring waktu, aku rasa aku bisa menyembuhkan lukaku dan bahagia hidup bersamanya. Setidaknnya aku akan berusaha dan mencobanya.”

“Im Yoon Ah, Neol jinjja phabo ah! Kau membiarkan dirimu kehilangan laki-laki yang paling kau cintai, lalu memilih untuk menikah hanya untuk melunasi utang ayahmu?” Semakin jelas kegelisahan yang dirasakan Seunggi Oppa malam itu. Dia berjalan mondar mandir di dalam kamarnya sambil sesekali menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Setelah beberapa lama, dia kembali duduk di hadapanku.

“Yoona ah, berapa banyak jumlah utang yang harus kau lunasi?” Pertanyaan itu membuatku tertegun.

“Oppa.. untuk apa kau tahu?”

“Bila kau tidak membiarkan Jonghyun mengetahuinya, maka setidaknya ijinkan aku membantumu. At least hanya aku yang tahu persis keadaanmu saat ini, kan? Yoona, kumohon.. fikirkanlah lagi. Aku tak ingin membiarkan wanita yang aku sayangi dimasa depannya hidup dengan penuh penyesalan.” Kurasakan tangannya lembut menggenggam tanganku. Kurasakan ketulusan terpancar dari kedua matanya. Tapi.. wanita yang dia sayangi.. aku tak mengerti apa maksudnya.

“O.. Oppa..” Belum sempat kutuntaskan kata-kataku, Seunggi Oppa menjawabku.

“Kumohon, Yoona! Setidaknya kali ini beri aku kesempatan untuk melakukan sesuatu untukmu. Kau tidak perlu membalasku atau membayarku dengan apapun. Yoona, aku tahu.. aku tak seharusnya mengatakan ini padamu disaat-saat seperti ini. Tapi kau harus tahu, bahwa untukku kau bukan sekedar Im Yoona member SNSD. Untukku kau adalah wanita yang pernah menjadi inspirasi dan impian terbesarku dan hingga saat ini masih seperti itu. Aku tidak pernah punya keberanian untuk mengatakan semua ini padamu karena aku takut sikapmu akan berubah saat kau mengetahuinya. Terlebih saat suatu hari kusadari kau menyukai Jonghyun dan begitupun sebaliknya. Kumohon jangan salah faham. Aku sama sekali tidak berniat mengambil keuntungan dari perpisahanmu dengan Jonghyun. Dan aku sama sekali tidak memintamu untuk membalas perasaanku. Aku hanya ingin kau tahu, alasanku ingin membantumu. Agar kau tidak menatapku dengan penuh tanya seperti ini.”

Aku tak percaya dengan apa yang baru saja aku dengar. Maldo andwe! Lee Seunggi hanyalah seorang Oppa untukku. Tidak boleh! Sama sekali tidak boleh terjadi.

“O.. Oppa..” Lagi-lagi aku tak diberi kesempatan untuk berbicara.

“Kumohon, Yoona! Fikirkanlah! Aku berjanji tidak akan memintamu melakukan apapun untukku. Aku pun tak ingin mengambil keuntungan dari putusnya hubunganmu dengan Jonghyun. Kau bisa kembali padanya setelah masalah ini selesai. Untukku itu lebih baik dari pada melihatmu tidak bahagia bersama laki-laki yang tidak kau cintai.”

Aku tidak tahu harus berkata apa. Sejujurnya aku lega, karena aku tidak lagi menanggung bebanku sendiri. Aku pun seperti memiliki harapan untuk memiliki hidupku kembali. Tapi apa yang harus aku lakukan? Bila Seunggi Oppa tidak ingin mengambil keuntungan dariku, maka aku yang akan terlihat seperti mengambil keuntungan darinya. Menerima bantuan darinya, lalu hidup bahagia dengan Jonghyun Oppa? Jebbal..

“Gomawoseo, Oppa! Tapi aku tak bisa melakukannya. Aku bahkan tidak ingin melibatkan member-memberku dan juga Jonghyun Oppa dalam masalahku. Bagaimana bisa aku menerima semua itu darimu. Aku benar-benar berterima kasih padamu, Oppa.. karena kau telah mendengarkan segala keluh kesahku. Setidaknya saat ini aku tidak merasa sendirian. Dan itu sudah cukup untukku.”

Aku merapihkan diriku dan juga tasku. Aku tidak boleh berada disana lebih lama lagi. Tapi sesaat sebelum aku beranjak dari tempat tidurnya, Seunggi Oppa meraih tanganku.

“Jebbal.. Yoona ah! Kumohon..! Ijinkan aku membantumu. Oke.. kau boleh membayarnya suatu hari nanti. Anggap saja aku memberimu pinjaman. Hhm??”

Ya Tuhan, kenapa malam ini aku harus dihadapkan dengan dua orang laki-laki yang sama-sama memohon kepadaku? Aku benar-benar kehilangan kata-kata untuk kuucapkan dan mebuatku mematung kebingungan.

“Geurae! Karena kau diam, aku menganggap bahwa kau setuju!”

Aku terkejut mendengarnya.

“Tapi.. Oppa..!”

“Cukup, Yoona! Kau sama sekali tidak lucu saat kau keras kepala seperti ini! Besok aku akan menjemputmu dan kita akan sama-sama mengahdap Park Junsu Ssi untuk menyelesaikan semuanya. Dengan bantuan Samchoonku, aku yakin Park Junsu Ssi akan bekerja sama dengan kita.”

Malam itu, Seunggi Oppa kusebut sebagai malaikat penolongku. Keesokannya kami bertemu Park Junsu Ssi dan meminta pengertiannya untuk membatalkan rencana pernikahanku dengannya. Tak kuduga, dengan keartisannya, Seunggi Oppa ternyata memiliki beberapa investasi dalam bisnis bersama pamannya. Aku tak menyangka diusianya kini dia memiliki jumlah kekayaan sebanyak itu. Dan syukurlah, akhirnya Park Junsu tidak mempersulit proses negosiasi kami. Aku tahu, sejak awal dia hanya seorang pengusaha dan dia menerima tawaran bodohku karena sedikitnya dia merasa kasihan padaku. Huffh… satu masalah terselesaikan. Tapi.. Lee Jonghyun.. jarieseo? Geuman.. giddarida.. Angel…



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar