Finding The Destiny
Author : Jingga8
Poster Belong To : IsmiNuraulia
Cast : Lee Jonghyun, Im Yoona, Lee Seunggi, Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNSD
Rating : T
Genre : Angst, Romance
Chaptered
Author Note :
Since it's a fanfic, aku sengaja bikin line cerita yang mungkin ga relevan sama kehidupan asli mereka. jangan kaget kalo ada beberapa part yang ga sama dengan pembertitaan yang ada. Namanya juga fanfic... kekekek... it based from my own imagination, so... just enjoy it, okay...
Thank you for reading.... ^_^
Chapter 5
Complicated
Yoona POV (Present)
Pihak managemen akhirnya mengikuti keinginanku
untuk menyelesaikan masalah ini dengan caraku sendiri. Well, meski mereka
memberiku warning, bahwa mereka tidak bisa menjamin untuk mampu membantuku
lebih banyak bila ternyata respon publik tidak seperti yang aku inginkan. Tapi
aku akan mengambil resiko ini.
“Haruskah aku temani, Yoong?” Taeyeon eonni
duduk disampingku dan menggenggam tanganku.
“Anieo, eonni! Nan gwaenchanayo. Terima kasih
untuk segala yang sudah kalian lakukan untukku. Aku bahagia karena memiliki
saudara seperti kalian. Menjadi bagian dari SNSD ini adalah anugrah terbesar
yang pernah aku miliki dalam hidupku. Mianhaeo, eonni.. sebagai bagian dari
keluarga ini, aku tidak pernah melakukan apa-apa untuk kalian.” Air mataku
kembali berurai. Begitupun Taeyeon eonni yang kini memelukku dengan erat.
“Kau sudah melakukan yang terbaik, Yoongi!
Selamanya kita adalah keluarga. Tidak akan ada yang bisa merubahnya. Eonni
mianhae, karena tidak mampu melakukan lebih banyak untukmu. Maafkan kami, yang
tidak peka sehingga kau harus menjalani semua ini sendiri.” Taeyeon eonni
semakin terisak memelukku.
Tak lama PD nim memasuki ruangan tempatku
menunggu sebelum melakukan konferensi pers dan mengatakan padaku bahwa sudah
saatnya untuk memasuki ruang konferensi pers.
Aku mengela nafas panjang. Menenangkan hati dan
fikiranku. Menyiapkan mentalku dengan segala kemungkinan yang akan terjadi
seusai konferensi pers nanti. Sekali lagi Taeyeon eonni memberiku pelukannya
sebelum aku akhirnya berjalan menuju atrium.
Begitu pintu ruangan itu dibuka, aku mendapati
para wartawan dari berbagai media baik dalam dan luar negeri sudah berkumpul.
Dan beberapa dari mereka menyambutku dengan jepretan kameranya. Jantungku
berdegup kencang saat kakiku mulai melangkah menuju meja tempatku akan
melakukan interview.
Aku mencoba untuk tetap menguasai diriku dan
berusaha menampilkan senyum terbaikku. Beberapa menit setelah aku duduk,
moderator tiba-tiba memanggil satu orang lagi yang katanya akan ikut menghadiri
konferensi pers ini. Aku bingung, siapa yang dia maksud. Hingga pintu masuk itu
terbuka, dan seseorang yang sangat kukenal sedang berjalan ke arahku. Tak ada
kata yang dapat kuucapkan saat itu seiring tubuhku yang hanya mampu membeku melihat
apa yang baru saja kulihat. Laki-laki itu tersenyum padaku.
“Anyeonghaseo.. Lee Seunggi imnida..” Laki-laki
itu berdiri tepat disampingku, lalu menundukkan badannya untuk memberi hormat
pada setiap orang yang hadir saat itu.
Aku masih mematung dan tidak mengerti tentang
apa yang terjadi. Apa yang akan laki-laki ini lakukan pada konferensi pers ku
hari ini?
“Mungkin kalian sudah menunggu lama untuk
penjelasan kami hari ini. Sebelumnya kami meminta maaf karena seharusnya kami
memberi penjelasan lebih cepat sehingga tidak membuat rekan-rekan dan juga
seluruh masyarakat juga para fans kami menunggu lebih lama.”
Kami? Apa maksudnya semua ini? Apa yang sedang
dia lakukan? Pertanyaan-pertanyaan itu berputar-putar dalam otakku tapi mulutku
masih tak bisa mengeluarkan sepatah katapun.
“Pasti rekan-rekan semua bertanya-tanya, mengapa
tiba-tiba saya berada di konferensi pers Im Yoona hari ini dan apa yang akan
saya katakan.”
Yup! Exactly!! Itulah yang sedari tadi
berputar-putar dalam pikiranku! Aku ingin tahu, Oppa!! Bisikku dalam hati.
“Mengenai pemberitaan tentang Im Yoona bersama
dengan Park Junsu Ssi, saya disini akan mengklarifikasi semuanya. Mungkin akan
sedikit mengejutkan, tapi setelah kami fikirkan dan diskusikan dengan menejemen
kami, maka kami memutuskan untuk mengumumkannya pada konferensi pers hari ini.”
Tiba-tiba Lee Seunggi menggenggam erat tanganku
lalu mengisyaratkan padaku untuk berdiri. Entah kenapa aku hanya begitu saja
mengikuti isyaratnya. Lalu..
“Saya Lee Seunggi dan Im Yoona dari SNSD ingin
mengabarkan bahwa sudah 2 bulan ini kami resmi menjalin hubungan.”
Aku membelalakan mataku. Aku tak percaya dengan
apa yang baru saja aku dengar. Mwo? Menjalin hubungan? Mitjoseo?
Reaksi seluruh wartawan yang hadir tak kalah
riuh nya seiringan kilatan-kilatan blitz kamera yang mendokemntasikan gambar
kami. Gambar Lee Seunggi yang sedang tersenyum kearahku sambil menggenggam erat
tanganku. Fikiranku tiba-tiba kosong. Aku tak mampu berfikir apalagi
berkata-kata. Apa maksud semua ini?
Author POV :
Yoona masih terpaku dalam keterkejutannya. Dia tidak percaya
dengan apa yang baru saja dia dengar. Lee Seunggi.. apa yang sudah dia lakukan?
“Jadi saya harap, rekan-rekan media yang hadir saat ini,
dapat membantu kami meluruskan berita ini. Sejujurnya, begitu saya melihat
berita tentang foto-foto itu, saya benar-benar kaget. Langsung terbayang dalam
benak saya bagaimana ekspresi my little deer saat itu, ‘Eottokaji.. uri Yoona gwaenchana?’
itulah yang terlintas dalam fikiranku. Karena aku yakin, gadis cengeng ini
pasti hanya bisa menangis melihat berita itu.”
Lee Senggi tersenyum manis kearah Yoona yang masih ternganga
di sampingnya sambil mencubit pipinya. Laki-laki ini tahu dan sangat menyadari
akan resiko yang harus dia tanggung setelah ini. Tidak ada pilihan lain, ini
satu-satunya cara agar dia bisa menyelamatkan karier Yoona. Gadis yang dia
cintai. Meski dia sadari tatapan ‘Oppa, sebaiknya kau siapkan penjelasan yang
tepat or you’ll be in trouble’ saat itu tengah terpancar dari mata Yoona.
***
Seusai acara konverensi pers berakhir, Lee Seunggi dan Yoona
berjalan meninggalkan ruangan sambil berpegangan tangan. Namun tidak
berlangsung lama. Setelah melewati pintu yang membatasi keberadaan mereka dari
tatapan pers, Yoona dengan serta merta menarik tangannya dari genggaman Lee
Seunggi. Marah, dan merasa di intimidasi adalah perasaan yang menguasai
pikirannya saat itu.
“Oppa.. weireo? Non mitjoseoyo? Siapa yang memintamu melakukan
hal bodoh itu? Menagemenku? Memberku? Atau..”
“Yoona ah, dengarkan aku dulu. Aku melakukan ini bukan atas
permintaan siapa-siapa. Tapi atas keinginannku sendiri. Aku mendengar kabar tentang konverensi pers
mu hari ini dari Heechul Hyung dan aku tahu apa yang akan kau lakukan. Yoona
ah, ini terlalu pagi bagimu untuk menghancurkan begitu saja karier dan juga
mimpimu yang sudah kau bangun sejak kau remaja. Aku tak akan membiarkanmu
melakukan itu. Dan managemenmu maupun manajemenku, keduanya menyetujui ideku
ini.”
“Moragoyo? Geundae Waeo, Oppa? Kau pikir siapa dirimu yang
bisa seenaknya masuk dalam hidupku dan mengacaukan apa yang sudah kurencanakan?
Maja yo, Oppa.. aku mungkin akan kehilangan karier dan reputasiku setelah
konverensi pers ini. Tapi ada sesuatu yang lebih ingin aku selamatkan dibanding
karierku.
Harga diriku, Oppa. Martabatku sebagai seorang manusia,
sebagai seorang wanita!! Aku baru saja berniat untuk mulai memperbaiki
kesalahanku satu persatu, Oppa. Aku tidak pernah berencana menutupi kesalahanku
dengan sebuah kebohongan dan menipu semua orang dengan segala kepalsuan. Tapi
apa yang sudah kau lakukan?!!”
Sesaat Yoona menghela nafasnya dan mengusap wajahnya dengan
kedua tangannya. Belum pernah dia marah dan bersikap sekasar ini pada siapapun.
Tapi kali ini, dia merasa Lee Seunggi sudah melewati batasnya.
“Terima kasih untukmu, Oppa... Apa yang telah kau lakukan
barusan, aku kini 100% telah menjadi seorang pecundang. Yah, kau sudah
menyelamatkan karierku. Dan bersamaan dengan itu, aku baru saja kehilangan jati
diriku dan juga kesempatan untuk memperjuangkan cintaku. Aku benar-benar telah
kehilangan Lee Jonghyun!”
Yoona menundukan kepalanya. Membiarkan setiap tetes air
matanya untuk kembali terjatuh setelah perjalanan panjang itu. Sepertinya air
mata itu tidak akan pernah habis dan masih akan berderai lebih banyak lagi.
“Mianhaae, Yoona ah.. aku tidak bermaksud menjadikanmu orang
yang seperti itu. Aku hanya merasa tidak memiliki pilihan lain. Aku juga tidak
bermaksud untuk benar-benar mengikatmu dengan hubungan ini. Setidaknya
hanya dihadapan publik dan ini untuk
sementara saja. Hingga rumor tetntangmu mulai reda, dan kita bisa merencanakan
tentang berita perpisahan kita. Bila perlu, aku akan menjelaskan semuanya pada
Jonghyun bahwa semua ini hanya pura-pura. Tapi biarlah sementara ini publik
mempercayainya, sehingga kau tidak perlu kehilangan kariermu.”
“Jarieseo, Oppa! Setelah kebohongan ini, kita harus
merencanakan kebohongan yang lain? Sebenarnya hidup seperti apa yang harus aku
jalani? Mwoeyo? Kau bilang karierku? Apa bagusnya karierku ini hingga kau
merasa bahwa itu lebih penting dari martabatku?!! Oppa, kalaupun aku harus
jatuh miskin, setidaknya aku tidak akan menjadi seorang penipu. Dan tentang Lee
Jonghyun... lupakan saja! Jangan pernah berani untuk menemuinya atau mengatakan
apapun padanya. Apa yang kulakukan padanya sudah cukup untuk membuatnya
membenciku. Dan ‘kisah cinta’ kita ini, hhm.. aku yakin semua ini telah
membuatnya lebih membenciku.”
Yoona melangkahkan kakinya meninggalkan Lee Seunggi.
Laki-laki itu hanya bisa menatap punggung Im Yoona yang kian menjauh dan hilang
dari tatapannya. Dia tahu semua ini akan terjadi. Tapi dia tidak peduli.
Setidaknya semua ini dia lakukan karena dia benar-benar peduli pada Yoona. Dia
tidak berharap akan mendengar ucapan terima kasih atas apa yang telah ia
lakukan untuk gadis yang selama bertahun-tahun ini diam-diam dia cintai. Yang
terpenting baginya saat ini adalah melindungi mimpi Yoona dan juga kariernya.
Dia tahu pasti saat ini hanya itu yang dimiliki Im Yoona dan Yoona tidak boleh
kehilangan semua itu juga. Meski kini, dia yakin dirinya telah menjadi
seseorang yang paling di benci Im Yoona. Gwaenchanna... bisiknya dalam hati.
"Gwaenchanna... Yoona ah! Nan jongmal gwaenchanna! Selama
aku bisa melindungimu, gwaenchanna! Mungkin ini akan terasa sidikit menyakitkan
untuk kita berdua. Aku tahu itu, Yoona. Tapi bertahanlah! Jebbal.. kuatkanlah
dirimu. Kau tak pernah sendirian, Yoona…”
Lirih, lelaki itu berbisik, seolah Yoona bisa mendengarnya.
Dia menyadari, kekacauan seperti apap yang telah dia sebabkan. Tapi semua ini
untuknya. Demi untuk terus bisa menjaga sinarnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar