Minggu, 01 Februari 2015

Finding The Destiny Chapter 5






Finding The Destiny

Author                 : Jingga8
Poster Belong To : IsmiNuraulia
Cast                     : Lee Jonghyun, Im Yoona, Lee Seunggi, Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNSD
Rating                  : T
Genre                   : Angst, Romance

Chaptered

Author Note :
Since it's a fanfic, aku sengaja bikin line cerita yang mungkin ga relevan sama kehidupan asli mereka. jangan kaget kalo ada beberapa part yang ga sama dengan pembertitaan yang ada. Namanya juga fanfic... kekekek... it based from my own imagination, so... just enjoy it, okay...
Thank you for reading.... ^_^



Chapter 5

Complicated

Yoona POV (Present)

Pihak managemen akhirnya mengikuti keinginanku untuk menyelesaikan masalah ini dengan caraku sendiri. Well, meski mereka memberiku warning, bahwa mereka tidak bisa menjamin untuk mampu membantuku lebih banyak bila ternyata respon publik tidak seperti yang aku inginkan. Tapi aku akan mengambil resiko ini.

“Haruskah aku temani, Yoong?” Taeyeon eonni duduk disampingku dan menggenggam tanganku.

“Anieo, eonni! Nan gwaenchanayo. Terima kasih untuk segala yang sudah kalian lakukan untukku. Aku bahagia karena memiliki saudara seperti kalian. Menjadi bagian dari SNSD ini adalah anugrah terbesar yang pernah aku miliki dalam hidupku. Mianhaeo, eonni.. sebagai bagian dari keluarga ini, aku tidak pernah melakukan apa-apa untuk kalian.” Air mataku kembali berurai. Begitupun Taeyeon eonni yang kini memelukku dengan erat.

“Kau sudah melakukan yang terbaik, Yoongi! Selamanya kita adalah keluarga. Tidak akan ada yang bisa merubahnya. Eonni mianhae, karena tidak mampu melakukan lebih banyak untukmu. Maafkan kami, yang tidak peka sehingga kau harus menjalani semua ini sendiri.” Taeyeon eonni semakin terisak memelukku.

Tak lama PD nim memasuki ruangan tempatku menunggu sebelum melakukan konferensi pers dan mengatakan padaku bahwa sudah saatnya untuk memasuki ruang konferensi pers.

Aku mengela nafas panjang. Menenangkan hati dan fikiranku. Menyiapkan mentalku dengan segala kemungkinan yang akan terjadi seusai konferensi pers nanti. Sekali lagi Taeyeon eonni memberiku pelukannya sebelum aku akhirnya berjalan menuju atrium.

Begitu pintu ruangan itu dibuka, aku mendapati para wartawan dari berbagai media baik dalam dan luar negeri sudah berkumpul. Dan beberapa dari mereka menyambutku dengan jepretan kameranya. Jantungku berdegup kencang saat kakiku mulai melangkah menuju meja tempatku akan melakukan interview.

Aku mencoba untuk tetap menguasai diriku dan berusaha menampilkan senyum terbaikku. Beberapa menit setelah aku duduk, moderator tiba-tiba memanggil satu orang lagi yang katanya akan ikut menghadiri konferensi pers ini. Aku bingung, siapa yang dia maksud. Hingga pintu masuk itu terbuka, dan seseorang yang sangat kukenal sedang berjalan ke arahku. Tak ada kata yang dapat kuucapkan saat itu seiring tubuhku yang hanya mampu membeku melihat apa yang baru saja kulihat. Laki-laki itu tersenyum padaku.

“Anyeonghaseo.. Lee Seunggi imnida..” Laki-laki itu berdiri tepat disampingku, lalu menundukkan badannya untuk memberi hormat pada setiap orang yang hadir saat itu.

Aku masih mematung dan tidak mengerti tentang apa yang terjadi. Apa yang akan laki-laki ini lakukan pada konferensi pers ku hari ini?

“Mungkin kalian sudah menunggu lama untuk penjelasan kami hari ini. Sebelumnya kami meminta maaf karena seharusnya kami memberi penjelasan lebih cepat sehingga tidak membuat rekan-rekan dan juga seluruh masyarakat juga para fans kami menunggu lebih lama.”

Kami? Apa maksudnya semua ini? Apa yang sedang dia lakukan? Pertanyaan-pertanyaan itu berputar-putar dalam otakku tapi mulutku masih tak bisa mengeluarkan sepatah katapun.

“Pasti rekan-rekan semua bertanya-tanya, mengapa tiba-tiba saya berada di konferensi pers Im Yoona hari ini dan apa yang akan saya katakan.”

Yup! Exactly!! Itulah yang sedari tadi berputar-putar dalam pikiranku! Aku ingin tahu, Oppa!! Bisikku dalam hati.

“Mengenai pemberitaan tentang Im Yoona bersama dengan Park Junsu Ssi, saya disini akan mengklarifikasi semuanya. Mungkin akan sedikit mengejutkan, tapi setelah kami fikirkan dan diskusikan dengan menejemen kami, maka kami memutuskan untuk mengumumkannya pada konferensi pers hari ini.”

Tiba-tiba Lee Seunggi menggenggam erat tanganku lalu mengisyaratkan padaku untuk berdiri. Entah kenapa aku hanya begitu saja mengikuti isyaratnya. Lalu..

“Saya Lee Seunggi dan Im Yoona dari SNSD ingin mengabarkan bahwa sudah 2 bulan ini kami resmi menjalin hubungan.”

Aku membelalakan mataku. Aku tak percaya dengan apa yang baru saja aku dengar. Mwo? Menjalin hubungan? Mitjoseo?

Reaksi seluruh wartawan yang hadir tak kalah riuh nya seiringan kilatan-kilatan blitz kamera yang mendokemntasikan gambar kami. Gambar Lee Seunggi yang sedang tersenyum kearahku sambil menggenggam erat tanganku. Fikiranku tiba-tiba kosong. Aku tak mampu berfikir apalagi berkata-kata. Apa maksud semua ini?

“Dan mengenai foto-foto yang beredar tentang Im Yoona dan Park Junsu Ssi, dapat saya jelaskan bahwa semua itu hanya kesalahfahaman saja. Pertemuan Yoona Ssi dan Park Junsu Ssi tidak lebih hanya sekedar pertemuan bisnis. Selain itu, Park Junsu Ssi juga merupakan rekan bisnis saya dan paman saya. Kami sudah saling mengenal sejak lama.”

Author POV :

Yoona masih terpaku dalam keterkejutannya. Dia tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. Lee Seunggi.. apa yang sudah dia lakukan?

“Jadi saya harap, rekan-rekan media yang hadir saat ini, dapat membantu kami meluruskan berita ini. Sejujurnya, begitu saya melihat berita tentang foto-foto itu, saya benar-benar kaget. Langsung terbayang dalam benak saya bagaimana ekspresi my little deer saat itu, ‘Eottokaji.. uri Yoona gwaenchana?’ itulah yang terlintas dalam fikiranku. Karena aku yakin, gadis cengeng ini pasti hanya bisa menangis melihat berita itu.”

Lee Senggi tersenyum manis kearah Yoona yang masih ternganga di sampingnya sambil mencubit pipinya. Laki-laki ini tahu dan sangat menyadari akan resiko yang harus dia tanggung setelah ini. Tidak ada pilihan lain, ini satu-satunya cara agar dia bisa menyelamatkan karier Yoona. Gadis yang dia cintai. Meski dia sadari tatapan ‘Oppa, sebaiknya kau siapkan penjelasan yang tepat or you’ll be in trouble’ saat itu tengah terpancar dari mata Yoona.

***

Seusai acara konverensi pers berakhir, Lee Seunggi dan Yoona berjalan meninggalkan ruangan sambil berpegangan tangan. Namun tidak berlangsung lama. Setelah melewati pintu yang membatasi keberadaan mereka dari tatapan pers, Yoona dengan serta merta menarik tangannya dari genggaman Lee Seunggi. Marah, dan merasa di intimidasi adalah perasaan yang menguasai pikirannya saat itu.

“Oppa.. weireo? Non mitjoseoyo? Siapa yang memintamu melakukan hal bodoh itu? Menagemenku? Memberku? Atau..”

“Yoona ah, dengarkan aku dulu. Aku melakukan ini bukan atas permintaan siapa-siapa. Tapi atas keinginannku sendiri.  Aku mendengar kabar tentang konverensi pers mu hari ini dari Heechul Hyung dan aku tahu apa yang akan kau lakukan. Yoona ah, ini terlalu pagi bagimu untuk menghancurkan begitu saja karier dan juga mimpimu yang sudah kau bangun sejak kau remaja. Aku tak akan membiarkanmu melakukan itu. Dan managemenmu maupun manajemenku, keduanya menyetujui ideku ini.”

“Moragoyo? Geundae Waeo, Oppa? Kau pikir siapa dirimu yang bisa seenaknya masuk dalam hidupku dan mengacaukan apa yang sudah kurencanakan? Maja yo, Oppa.. aku mungkin akan kehilangan karier dan reputasiku setelah konverensi pers ini. Tapi ada sesuatu yang lebih ingin aku selamatkan dibanding karierku.

Harga diriku, Oppa. Martabatku sebagai seorang manusia, sebagai seorang wanita!! Aku baru saja berniat untuk mulai memperbaiki kesalahanku satu persatu, Oppa. Aku tidak pernah berencana menutupi kesalahanku dengan sebuah kebohongan dan menipu semua orang dengan segala kepalsuan. Tapi apa yang sudah kau lakukan?!!”

Sesaat Yoona menghela nafasnya dan mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. Belum pernah dia marah dan bersikap sekasar ini pada siapapun. Tapi kali ini, dia merasa Lee Seunggi sudah melewati batasnya.

“Terima kasih untukmu, Oppa... Apa yang telah kau lakukan barusan, aku kini 100% telah menjadi seorang pecundang. Yah, kau sudah menyelamatkan karierku. Dan bersamaan dengan itu, aku baru saja kehilangan jati diriku dan juga kesempatan untuk memperjuangkan cintaku. Aku benar-benar telah kehilangan Lee Jonghyun!”

Yoona menundukan kepalanya. Membiarkan setiap tetes air matanya untuk kembali terjatuh setelah perjalanan panjang itu. Sepertinya air mata itu tidak akan pernah habis dan masih akan berderai lebih banyak lagi.

“Mianhaae, Yoona ah.. aku tidak bermaksud menjadikanmu orang yang seperti itu. Aku hanya merasa tidak memiliki pilihan lain. Aku juga tidak bermaksud untuk benar-benar mengikatmu dengan hubungan ini. Setidaknya hanya  dihadapan publik dan ini untuk sementara saja. Hingga rumor tetntangmu mulai reda, dan kita bisa merencanakan tentang berita perpisahan kita. Bila perlu, aku akan menjelaskan semuanya pada Jonghyun bahwa semua ini hanya pura-pura. Tapi biarlah sementara ini publik mempercayainya, sehingga kau tidak perlu kehilangan kariermu.”

“Jarieseo, Oppa! Setelah kebohongan ini, kita harus merencanakan kebohongan yang lain? Sebenarnya hidup seperti apa yang harus aku jalani? Mwoeyo? Kau bilang karierku? Apa bagusnya karierku ini hingga kau merasa bahwa itu lebih penting dari martabatku?!! Oppa, kalaupun aku harus jatuh miskin, setidaknya aku tidak akan menjadi seorang penipu. Dan tentang Lee Jonghyun... lupakan saja! Jangan pernah berani untuk menemuinya atau mengatakan apapun padanya. Apa yang kulakukan padanya sudah cukup untuk membuatnya membenciku. Dan ‘kisah cinta’ kita ini, hhm.. aku yakin semua ini telah membuatnya lebih membenciku.”

Yoona melangkahkan kakinya meninggalkan Lee Seunggi. Laki-laki itu hanya bisa menatap punggung Im Yoona yang kian menjauh dan hilang dari tatapannya. Dia tahu semua ini akan terjadi. Tapi dia tidak peduli. Setidaknya semua ini dia lakukan karena dia benar-benar peduli pada Yoona. Dia tidak berharap akan mendengar ucapan terima kasih atas apa yang telah ia lakukan untuk gadis yang selama bertahun-tahun ini diam-diam dia cintai. Yang terpenting baginya saat ini adalah melindungi mimpi Yoona dan juga kariernya. Dia tahu pasti saat ini hanya itu yang dimiliki Im Yoona dan Yoona tidak boleh kehilangan semua itu juga. Meski kini, dia yakin dirinya telah menjadi seseorang yang paling di benci Im Yoona. Gwaenchanna... bisiknya dalam hati.

"Gwaenchanna... Yoona ah! Nan jongmal gwaenchanna! Selama aku bisa melindungimu, gwaenchanna! Mungkin ini akan terasa sidikit menyakitkan untuk kita berdua. Aku tahu itu, Yoona. Tapi bertahanlah! Jebbal.. kuatkanlah dirimu. Kau tak pernah sendirian, Yoona…”

Lirih, lelaki itu berbisik, seolah Yoona bisa mendengarnya. Dia menyadari, kekacauan seperti apap yang telah dia sebabkan. Tapi semua ini untuknya. Demi untuk terus bisa menjaga sinarnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar