After 5 Years...
Rating : T
Genre ; Pluff, Romance
Cast : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, YongSeo
One Shoot....
After 5 Years….
“Come here, Honey!” Yonghwa
merentanan tangannya dihadapan bidadari bermata panda. Perempuan yang kini tengah
ditatapnya benar-benar tampak lelah setelah baru saja dia menyelesaikan
rangkaian drama musicalnya. Namun tetap saja, semua itu tidak mengurangi tentang
betapa cantiknya Seo Juhyeon. Dimatanya, tidak ada yang bisa menandingi betapa
indahnya perempuan ini.
Tidak butuh waktu lama, Seohyun
segera membenamkan tubuhnya dalam dekap lelaki itu. Kesegaran Marc Jacobs bisa
segera Seohyun rasakan begitu tubuhnya terkunci didada Yonghwa. Bagaimana bisa..
selama 5 tahun ini dirinya tersandera disana? Dalam peluk itu. Dan aroma
parfumenya selalu menjadi aroma therapy terbaik untuknya dikala betapa pun
karier ini membuatnya lelah. Yah… Seohyun menyerah. Dia tak mampu menyangkal
lagi bila saat ini dirinya telah jatuh mencintai lelaki ini begitu dalam.
“Hmm… bogoshipose, Oppa! Jeongmal
bogoshiposeo!” Suaranya terdengar lelah. Seohyun memejamkan matanya dan
beberapa saat membiarkan dirinya terbius oleh aroma khas tubuh lelaki ini. Dengan
lembut, Yonghwa membelai rambut bidadarinya yang tergerai.
“Na do! Bahkan mungkin rasa
rinduku lebih besar darimu, Hyun! Ahh… selama hampir 2 bulan ini, rasanya
seperti seseorang tengah merenggutmu dariku, Angel! Untuk bisa melihat wajahmu
saja aku harus minta bantuan Video call. Ahh… aku benar-benar rindu memelukmu
seperti ini.” Yonghwa memperat dekapannya. Lewat peluk itu, dapat Seohyun
rasakan betapa urgent nya rasa rindu itu. Tidak ada yang bisa mereka salahkan
selain rentetan jadwal pekerjaan dan segala hal yang mereka lakukan atas nama ‘KARIER’
dan ‘MASA DEPAN’.
“Mianhae, Oppa… selama beberapa
waktu ini aku sibuk dengan duniaku sendiri. Mianhae, seharusnya aku adalah
orang yang selalu ada disisimu untuk memberimu dukungan dalam masa promo album solo
perdanamu. Mianhae, Oppa harus menjalaninya sendiri saat akupun disibukan
dengan jadwalku.” Suara gadisnya terdengar lirih. Yonghwa tersenyum lalu
mengecup ubun-ubunnya sebelum dia melepas dekapnya. Dengan penuh cinta, Yonghwa
menatap mata gadis dihadapannya. Tangannya mengusap pipi Seohyun dengan lembut.
“Gwaenchanna, Angel! Kaupun begitu
lelah. Seharusnya aku yang minta maaf… karena membiarkanmu harus menjalani
rangkaian pekerjaan yang membuatmu lelah. Hatiku sakit, setiap kali aku
mendengar bahwa kau harus pulang larut malam dan djemput oleh managermu. Sementara
aku… hanya mampu terkurung dalam apartemen ini tanpa bisa melakukan apa-apa.
Baby, bila saja kita bisa
menjalani semua ini seperti kebanyakan orang pada umumnya… Aku ingin menjadi
yang pertama menunggumu didepan pintu Gedung Opera sambil membawa bouquet lily
kesukaanmu lalu memberimu pelukan dan mengucapkan selamat padamu.
Tapi, sayang… aku bahkan tidak
bisa menonton satu pun pertunjukan yang sudah setengah mati kau persiapkan
selama ini. Mianhae, sweetheart… jinjja mianhae…”
Suara seraknya terdengar merdu
ditelinga Seohyun. Kini, senyum itu merekah diwajahnya. Dengan lembut, Seohyun
pun menyentuh wajah kekasihnya dengan sentuhan yang sama seperti yang Yonghwa
lakukan padanya.
“Aniya, Oppa! Oppa tidak perlu
merasa bersalah untuk semua itu. Apa yang aku jalani, semata-mata adalah
pilihan hidupku sendiri. Aku berterima kasih, karena meski aku tahu.. berat
untukmu mengijinkanku mengambil peran ini, tapi Oppa dengan sabar tetap
memberiku kesempatan. Gomawo, Honey… karena percaya padaku. Kau tahu…. Bahwa apapun
peran yang aku terima hari ini ataupun dimasa depan, tidak ada satupun yang
akan merubah tempatmu dalam hidupku. Bila Oppa mengijinkanku, maka aku akan
menjalaninya. Tapi bila Oppa tidak suka, maka kau akan selalu menjadi prioritas
utama untukku.”
Senyum diwajah Yonghwa kini
merekah lebih lebar. Seohyun-nya yang dia kenal 5 tahun lalu sebagai gadis yang
polos dan tidak pintar mengekspresikan perasaannya, bagaimana mungkin hari ini
gadis ini mampu meluluhkan hatinya dengan kata-katanya tadi. Yonghwa tidak
sanggup menahannya lagi. Dan beberapa detik kemudian, dia bisa merasakan
manisnya lipbalm strawberry milik Seohyun dibibirnya. Lembut, Yonghwa hanya
ingin menikmatinya perlahan. Tanpa tergesa, tapi cukup untuk mengentaskan tiap keping-keping
rindu yang selama ini tertahan. Keduanya memejamkan mata. Membiarkan rasa haus
itu terbayar oleh tiap kecupnya. Yah, mereka berbagi ciuman itu penuh
keharusan. Dan bagi Yonghwa, 1 bulan ini sudah lebih dari cukup batinnya
menahan sesak saat bibir itu dinikmati pria lain. Malam ini, semua kembali
menjadi miliknya. Seo Juhyeon kembali menjadi miliknya. Hanya miliknya.
Beberapa lama, mereka tak ingin
saling melepaskan bibir masing-masing. Mulai dari balik pintu, sofa ruang tamu,
kitchen table, and finally… they were arrived at Yonghwa’s bed. THEIR BED. Dan….
Betapa terkejutnya Seohyun saat mendapati kamar itu sudah dihiasi dengan mawar
putih disetiap sudutnya. Taburan rose petals bahkan tampak berserak diseluruh
lantai dan tempat tidur mereka. Lilin-lilin kecil pun menjadi cahaya temaram
yang menggantikan cahaya lampu malam itu. Tidak hanya itu, sebuah dinner table
tampak sudah tertata rapi disamping tempat tidur mereka lengkap dengan bunga
dan dua batang lilin menyala. Seohyun benar-benar dibuat terpukau melihatnya.
Yonghwa mengambil seikat white
lily yang sudah dia persiapkan sejak sore tadi. Sambil ditatapnya lekat mata
bidadari itu… Yonghwa menyerahkan rangkaian bunga itu untuk Seohyun.
“Just for you, My Angel… these
flowers… these lights, and the heart
inside of me… all of these are always presented to you. Only for you…” Seohyun
masih terpaku hingga menutup mulutnya dengan tangan kirinya. Air matanya
mencair tanpa aba-aba. Perasaan aneh yang tak mampu dia rangkai dalam kata
tengah menguasai ruang fikirnya.
“Oppa…” Lirih.. hanya kata itu
yang mampu diproduksi oleh suaranya.
“Chukkhae, Nae Sarang Bit! Selamat…
setelah proses yang panjang dan melelahkan, akhirnya Juhyeon-ku berhasil
menyelesaikan drama musicalmu dengan gemilang. I’m so proud of you, Honey! Kau tidak
pernah gagal membuatku jatuh dan jatuh lagi mencintaimu lebih dalam. Selamat,
sayang… karena kini sinarmu semakin terang. Dan.. selamat datang kembali dalam
hidupku yang sederhana ini.” Dengan senyum terbaiknya, setulus hati Yonghwa
menyatakan pujian itu untuk Seohyun. Karena memang, dari dalam lubuk hatinya
yang paling dalam, tidak ada hentinya dia bersyukur karena memiliki gadis
sesempurna Seohyun. Seohyun pun tersenyum disela tangis harunya. Sejenak, dia
mencium rangkaian bunga pemberian Yonghwa tadi ditangannya. Rasanya seperti
kehilangan kata untuk diucapkan.
“Gomawo, Oppa… jinja gomawoseo. Aku
tidak tahu harus berkata apa. Semua ini…” Seohyun benar-benar tidak tahu harus
mengucapkan apa sebagai tanda bahagianya. Perlahan, Yonghwa kembali mendekati
tubuh gadisnya. Kali ini, tangan kanannya dengan lembut merapihkan poni
Seohyun. Dengan lembut, Yonghwa mengusap air mata gadisnya.
“Semua ini tidak akan pernah
sebanding dengan apa yang telah kau berikan untukku, Hyun. Tidak akan ada hal
yang mampu kulakukan untuk menunjukkan betapa beruntungnya aku memilikimu. Tidak
akan ada yang bisa sebanding dengan kebahagiaan yang aku rasakan selama aku
bersamamu.
Geurigo… Seo Juhyeon… terimalah
kejutan kecil ini. Meski sejujurnya aku malu, Hyun… karena untuk perempuan yang
paling aku cintai setelah Eomma-ku, aku hanya bisa mengajakmu makan malam
dikamar sepi ini. Aku tahu, kau layak mendapatkan lebih dari ini. Setidaknya aku
ingin mengajakmu makan di hotel bintang lima ataupun di premium Italian Resto
yang kau sukai itu. Tapi sayang… aku tahu, aku benar-benar tidak tahu malu
untuk memintamu melakukan hal yang sama yang mungkin kau pun sudah merasa lelah
dengan semua itu. Jebbal… saranga… kumohon bersabarlah sebentar lagi. Bila saatnya
tiba, aku janji… kemanapun kau ingin pergi, kebelahan bumi manapun kau ingin
datangi, aku akan menemanimu kesana. Untuk kali ini… kumohon terimalah
persembahan kecil ini…” Seohyun tersenyum haru dan air matanya semakin deras
terurai.
“Aish… uljima, Saranga… wae uro?”
Sekali lagi Yonghwa mengusapnya. Beberapa waktu, Seohyun mencoba meredakan
tangisnya agar apapun yang akan dia katakan pada Yonghwa dapat dengan jelas
terdengar.
“Oppa… bukan hanya kau yang
merasa beruntung. Oppa tidak akan pernah tahu betapa membosankannya kehidupan
seorang Seo Juhyeon sebelum aku mengenalmu. Lewat matamu, aku mampu melihat
diriku yang sebenarnya. Lewat suaramu, aku mampu menemukan apa yang aku
impikan. Lewat genggaman tanganmu, aku menemukan keberanian. Dan lewat
pelukanmu, kau memberiku rasa aman. Oppa… Oppa adalah keajaiban yang terjadi
dalam dunia kecilku. Aku tahu, betapa Tuhan Maha Baik dengan mengirimkanmu
untukku.
Geurigo… Jung Yonghwa… kau tidak
perlu melakukan apapun lagi untukku. Karena semakin banyak kau lakukan, semakin
banyak utang yang harus aku bayar padamu. Dan seumur hidupku, aku tak akan pernah
mampu melunasinya. Oppa tenang saja, menunggu bukanlah hal yang sulit untukku. Selama
kau tetap ada disampingku, aku tak butuh yang lain lagi. Dan hotel bintang
lima? I think this room feels more luxury than any panthouse around the world. I’m
back… Oppa! Your Juhyeon is back…”
Merekapun menikmati makan malam
mereka. Menu sederhana yang Yonghwa buat sendiri. Tapi Seohyun benar-benar
menikmatinya dengan lahap.
“Happy Anniversarry, Angel…”
Yonghwa menggenggam tangan kecil itu.
“Happy Anniversary, Lover..!”
Seohyun menjawabnya sambil mengusap tangan Yonghwa dalam genggamnya.
“Dan untuk album-mu… chukkhae,
Oppa! You did a good job! I’m so proud of you, Nampyeon…”
“Gomawo, nae yippeun buin ah! Semua
itu aku persembahkan untukmu. Untuk Jung YongJoo dan Jung Haneul kita nanti…”
“Saranghae, Yong…”
“Na do saranghae, Hyun…”
Arrrgghhh….
Jam 1 malem tiba-tiba terlintas ide romantis. What a shot fanfic… but.. yeah
gitu deh! Pokonya YongSeo ga ada matinya!!! Meski beberapa hari sempet tersandera
Ji Changwook… tapi teteeeep…. YONGSEO YONGHWONARAAAAA!!!!!
Seo Juhyeon
and Jung Yonghwa… congratulation for your brilliant hardwork!! Your’re the
best! We’re proud of you!! We Love You… Happy Anniversary and… please… be
healthy and be happy always….
We’ll
always keep on believing that you’re more than our delusion…. Yes, You’re more
than that! Thank you for these amazing 5 years….

Tidak ada komentar:
Posting Komentar