Minggu, 15 Februari 2015

After 5 Years... (short ff)

Cr Pict As Tag

After 5 Years...

Rating        : T
Genre         ; Pluff, Romance
Cast            : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, YongSeo

One Shoot....



After 5 Years….

“Come here, Honey!” Yonghwa merentanan tangannya dihadapan bidadari bermata panda. Perempuan yang kini tengah ditatapnya benar-benar tampak lelah setelah baru saja dia menyelesaikan rangkaian drama musicalnya. Namun tetap saja, semua itu tidak mengurangi tentang betapa cantiknya Seo Juhyeon. Dimatanya, tidak ada yang bisa menandingi betapa indahnya perempuan ini.

Tidak butuh waktu lama, Seohyun segera membenamkan tubuhnya dalam dekap lelaki itu. Kesegaran Marc Jacobs bisa segera Seohyun rasakan begitu tubuhnya terkunci didada Yonghwa. Bagaimana bisa.. selama 5 tahun ini dirinya tersandera disana? Dalam peluk itu. Dan aroma parfumenya selalu menjadi aroma therapy terbaik untuknya dikala betapa pun karier ini membuatnya lelah. Yah… Seohyun menyerah. Dia tak mampu menyangkal lagi bila saat ini dirinya telah jatuh mencintai lelaki ini begitu dalam.

“Hmm… bogoshipose, Oppa! Jeongmal bogoshiposeo!” Suaranya terdengar lelah. Seohyun memejamkan matanya dan beberapa saat membiarkan dirinya terbius oleh aroma khas tubuh lelaki ini. Dengan lembut, Yonghwa membelai rambut bidadarinya yang tergerai.

“Na do! Bahkan mungkin rasa rinduku lebih besar darimu, Hyun! Ahh… selama hampir 2 bulan ini, rasanya seperti seseorang tengah merenggutmu dariku, Angel! Untuk bisa melihat wajahmu saja aku harus minta bantuan Video call. Ahh… aku benar-benar rindu memelukmu seperti ini.” Yonghwa memperat dekapannya. Lewat peluk itu, dapat Seohyun rasakan betapa urgent nya rasa rindu itu. Tidak ada yang bisa mereka salahkan selain rentetan jadwal pekerjaan dan segala hal yang mereka lakukan atas nama ‘KARIER’ dan ‘MASA DEPAN’.

“Mianhae, Oppa… selama beberapa waktu ini aku sibuk dengan duniaku sendiri. Mianhae, seharusnya aku adalah orang yang selalu ada disisimu untuk memberimu dukungan dalam masa promo album solo perdanamu. Mianhae, Oppa harus menjalaninya sendiri saat akupun disibukan dengan jadwalku.” Suara gadisnya terdengar lirih. Yonghwa tersenyum lalu mengecup ubun-ubunnya sebelum dia melepas dekapnya. Dengan penuh cinta, Yonghwa menatap mata gadis dihadapannya. Tangannya mengusap pipi Seohyun dengan lembut.

“Gwaenchanna, Angel! Kaupun begitu lelah. Seharusnya aku yang minta maaf… karena membiarkanmu harus menjalani rangkaian pekerjaan yang membuatmu lelah. Hatiku sakit, setiap kali aku mendengar bahwa kau harus pulang larut malam dan djemput oleh managermu. Sementara aku… hanya mampu terkurung dalam apartemen ini tanpa bisa melakukan apa-apa.

Baby, bila saja kita bisa menjalani semua ini seperti kebanyakan orang pada umumnya… Aku ingin menjadi yang pertama menunggumu didepan pintu Gedung Opera sambil membawa bouquet lily kesukaanmu lalu memberimu pelukan dan mengucapkan selamat padamu.

Tapi, sayang… aku bahkan tidak bisa menonton satu pun pertunjukan yang sudah setengah mati kau persiapkan selama ini. Mianhae, sweetheart… jinjja mianhae…”

Suara seraknya terdengar merdu ditelinga Seohyun. Kini, senyum itu merekah diwajahnya. Dengan lembut, Seohyun pun menyentuh wajah kekasihnya dengan sentuhan yang sama seperti yang Yonghwa lakukan padanya.

“Aniya, Oppa! Oppa tidak perlu merasa bersalah untuk semua itu. Apa yang aku jalani, semata-mata adalah pilihan hidupku sendiri. Aku berterima kasih, karena meski aku tahu.. berat untukmu mengijinkanku mengambil peran ini, tapi Oppa dengan sabar tetap memberiku kesempatan. Gomawo, Honey… karena percaya padaku. Kau tahu…. Bahwa apapun peran yang aku terima hari ini ataupun dimasa depan, tidak ada satupun yang akan merubah tempatmu dalam hidupku. Bila Oppa mengijinkanku, maka aku akan menjalaninya. Tapi bila Oppa tidak suka, maka kau akan selalu menjadi prioritas utama untukku.”

Senyum diwajah Yonghwa kini merekah lebih lebar. Seohyun-nya yang dia kenal 5 tahun lalu sebagai gadis yang polos dan tidak pintar mengekspresikan perasaannya, bagaimana mungkin hari ini gadis ini mampu meluluhkan hatinya dengan kata-katanya tadi. Yonghwa tidak sanggup menahannya lagi. Dan beberapa detik kemudian, dia bisa merasakan manisnya lipbalm strawberry milik Seohyun dibibirnya. Lembut, Yonghwa hanya ingin menikmatinya perlahan. Tanpa tergesa, tapi cukup untuk mengentaskan tiap keping-keping rindu yang selama ini tertahan. Keduanya memejamkan mata. Membiarkan rasa haus itu terbayar oleh tiap kecupnya. Yah, mereka berbagi ciuman itu penuh keharusan. Dan bagi Yonghwa, 1 bulan ini sudah lebih dari cukup batinnya menahan sesak saat bibir itu dinikmati pria lain. Malam ini, semua kembali menjadi miliknya. Seo Juhyeon kembali menjadi miliknya. Hanya miliknya.

Beberapa lama, mereka tak ingin saling melepaskan bibir masing-masing. Mulai dari balik pintu, sofa ruang tamu, kitchen table, and finally… they were arrived at Yonghwa’s bed. THEIR BED. Dan…. Betapa terkejutnya Seohyun saat mendapati kamar itu sudah dihiasi dengan mawar putih disetiap sudutnya. Taburan rose petals bahkan tampak berserak diseluruh lantai dan tempat tidur mereka. Lilin-lilin kecil pun menjadi cahaya temaram yang menggantikan cahaya lampu malam itu. Tidak hanya itu, sebuah dinner table tampak sudah tertata rapi disamping tempat tidur mereka lengkap dengan bunga dan dua batang lilin menyala. Seohyun benar-benar dibuat terpukau melihatnya.

Yonghwa mengambil seikat white lily yang sudah dia persiapkan sejak sore tadi. Sambil ditatapnya lekat mata bidadari itu… Yonghwa menyerahkan rangkaian bunga itu untuk Seohyun.

“Just for you, My Angel… these flowers…  these lights, and the heart inside of me… all of these are always presented to you. Only for you…” Seohyun masih terpaku hingga menutup mulutnya dengan tangan kirinya. Air matanya mencair tanpa aba-aba. Perasaan aneh yang tak mampu dia rangkai dalam kata tengah menguasai ruang fikirnya.

“Oppa…” Lirih.. hanya kata itu yang mampu diproduksi oleh suaranya.

“Chukkhae, Nae Sarang Bit! Selamat… setelah proses yang panjang dan melelahkan, akhirnya Juhyeon-ku berhasil menyelesaikan drama musicalmu dengan gemilang. I’m so proud of you, Honey! Kau tidak pernah gagal membuatku jatuh dan jatuh lagi mencintaimu lebih dalam. Selamat, sayang… karena kini sinarmu semakin terang. Dan.. selamat datang kembali dalam hidupku yang sederhana ini.” Dengan senyum terbaiknya, setulus hati Yonghwa menyatakan pujian itu untuk Seohyun. Karena memang, dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam, tidak ada hentinya dia bersyukur karena memiliki gadis sesempurna Seohyun. Seohyun pun tersenyum disela tangis harunya. Sejenak, dia mencium rangkaian bunga pemberian Yonghwa tadi ditangannya. Rasanya seperti kehilangan kata untuk diucapkan.

“Gomawo, Oppa… jinja gomawoseo. Aku tidak tahu harus berkata apa. Semua ini…” Seohyun benar-benar tidak tahu harus mengucapkan apa sebagai tanda bahagianya. Perlahan, Yonghwa kembali mendekati tubuh gadisnya. Kali ini, tangan kanannya dengan lembut merapihkan poni Seohyun. Dengan lembut, Yonghwa mengusap air mata gadisnya.

“Semua ini tidak akan pernah sebanding dengan apa yang telah kau berikan untukku, Hyun. Tidak akan ada hal yang mampu kulakukan untuk menunjukkan betapa beruntungnya aku memilikimu. Tidak akan ada yang bisa sebanding dengan kebahagiaan yang aku rasakan selama aku bersamamu.

Geurigo… Seo Juhyeon… terimalah kejutan kecil ini. Meski sejujurnya aku malu, Hyun… karena untuk perempuan yang paling aku cintai setelah Eomma-ku, aku hanya bisa mengajakmu makan malam dikamar sepi ini. Aku tahu, kau layak mendapatkan lebih dari ini. Setidaknya aku ingin mengajakmu makan di hotel bintang lima ataupun di premium Italian Resto yang kau sukai itu. Tapi sayang… aku tahu, aku benar-benar tidak tahu malu untuk memintamu melakukan hal yang sama yang mungkin kau pun sudah merasa lelah dengan semua itu. Jebbal… saranga… kumohon bersabarlah sebentar lagi. Bila saatnya tiba, aku janji… kemanapun kau ingin pergi, kebelahan bumi manapun kau ingin datangi, aku akan menemanimu kesana. Untuk kali ini… kumohon terimalah persembahan kecil ini…” Seohyun tersenyum haru dan air matanya semakin deras terurai.

“Aish… uljima, Saranga… wae uro?” Sekali lagi Yonghwa mengusapnya. Beberapa waktu, Seohyun mencoba meredakan tangisnya agar apapun yang akan dia katakan pada Yonghwa dapat dengan jelas terdengar.

“Oppa… bukan hanya kau yang merasa beruntung. Oppa tidak akan pernah tahu betapa membosankannya kehidupan seorang Seo Juhyeon sebelum aku mengenalmu. Lewat matamu, aku mampu melihat diriku yang sebenarnya. Lewat suaramu, aku mampu menemukan apa yang aku impikan. Lewat genggaman tanganmu, aku menemukan keberanian. Dan lewat pelukanmu, kau memberiku rasa aman. Oppa… Oppa adalah keajaiban yang terjadi dalam dunia kecilku. Aku tahu, betapa Tuhan Maha Baik dengan mengirimkanmu untukku.

Geurigo… Jung Yonghwa… kau tidak perlu melakukan apapun lagi untukku. Karena semakin banyak kau lakukan, semakin banyak utang yang harus aku bayar padamu. Dan seumur hidupku, aku tak akan pernah mampu melunasinya. Oppa tenang saja, menunggu bukanlah hal yang sulit untukku. Selama kau tetap ada disampingku, aku tak butuh yang lain lagi. Dan hotel bintang lima? I think this room feels more luxury than any panthouse around the world. I’m back… Oppa! Your Juhyeon is back…”

Merekapun menikmati makan malam mereka. Menu sederhana yang Yonghwa buat sendiri. Tapi Seohyun benar-benar menikmatinya dengan lahap.

“Happy Anniversarry, Angel…” Yonghwa menggenggam tangan kecil itu.

“Happy Anniversary, Lover..!” Seohyun menjawabnya sambil mengusap tangan Yonghwa dalam genggamnya.

“Dan untuk album-mu… chukkhae, Oppa! You did a good job! I’m so proud of you, Nampyeon…”

“Gomawo, nae yippeun buin ah! Semua itu aku persembahkan untukmu. Untuk Jung YongJoo dan Jung Haneul kita nanti…”

“Saranghae, Yong…”

“Na do saranghae, Hyun…”


Arrrgghhh…. Jam 1 malem tiba-tiba terlintas ide romantis. What a shot fanfic… but.. yeah gitu deh! Pokonya YongSeo ga ada matinya!!! Meski beberapa hari sempet tersandera Ji Changwook… tapi teteeeep…. YONGSEO YONGHWONARAAAAA!!!!!

Seo Juhyeon and Jung Yonghwa… congratulation for your brilliant hardwork!! Your’re the best! We’re proud of you!! We Love You… Happy Anniversary and… please… be healthy and be happy always….

We’ll always keep on believing that you’re more than our delusion…. Yes, You’re more than that! Thank you for these amazing 5 years….

 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar