Finding The Destiny
Author : Jingga8
Poster Belong To : IsmiNuraulia
Cast : Lee Jonghyun, Im Yoona, Lee Seunggi, Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNSD
Rating : T
Genre : Angst, Romance
Chaptered
Chapter 4
It's Not Over...
YN POV (Present)
Hampir 3 bulan
berlalu, tapi aku masih tak memiliki keberanian untuk menghubungi Jonghyun
Oppa. Demi Tuhan, rindu ini nyaris membunuhku. Dan juga rasa bersalahku yang
menggantungkan puluhan ton beban dalam hatiku. Aku ingin berlari kearahnya
sambil meneriakan namanya dan berkata bahwa aku merindukannya. Aku mencintainya
dan betapa bodohnya aku telah begitu saja melepaskannya lalu melukainya seperti
itu. Akankah dia memaafkanku? Aku takut. Benar-benar takut kehilangan
kesempatan untuk memperbaiki semuanya.
Baru saja aku
memutuskan untuk mengejar kembali kebahagiaanku bersama Jonghyun Oppa, di suatu
pagi sebuah berita lagi-lagi mengubah arah hidupku.
“Yoona ah.. Ppalli
nawa!” Taeyeon Eonni dan beberapa member tengah berkumpul di ruang tengah
sambil menonton TV. Dia memanggilku dengan intonasi penuh urgensi. Aku bergegas
menghampiri mereka.
“Mwo ya?” Hampir saja
jantungku berhenti berdetak saat kulihat berita yang tengah berlangsung di TV.
Ya Tuhan, apalagi ini? Jeritku dalam hati.
“Im Yoona, salah satu member Girl’s Generation tertangkap
kamera paparazzi beberapa waktu lalu di sebuah restouran Italy bersama seorang
pria bernama yang diduga Park Junsu, seorang CEO sebuah department store terbesar
di Seoul. Kabar yang beredar, Im Yoona telah dilamar dan akan segera melangsungkan
pernikahan tahun ini. Beberapa nara sumber terpecaya mengatakan, Park Junsu dan
keluarga Im Yoona telah menentukan tanggal pernikahan mereka. Kedekatan Park
Junsu dan Im Yoona ini tidak hanya sekali tertangkap kamera. Di suatu malam,
kedua nya tampak keluar bersamaan dari sebuah Hotel berbintang 5 yang juga
merupakan salah satu Hotel milik keluarga Park Junsu. Hingga kini, kami masih
menunggu konfirmasi dari menejemen SNSD maupun dari Im Yoona sendiri terkait
dengan kebenaran berita ini.
Narasi yang dibacakan
saja sudah cukup untuk membuat tubuhku membeku. Di tambah lagi dengan beberapa
foto yang membuatku tak mampu menyangkal tentang pemberitaan itu. Tidak butuh
waktu lama bagiku untuk menyadari bahwa kini semua mata tengah tertuju padaku.
Dan dari setiap tatapan itu, aku tahu mereka sedang menunggu penjelasanku.
Belum sempat kujelaskan pada mereka, tiba-tiba kakiku terasa lemas dan seketika
aku terjatuh kelantai. Sontak semua memberku berlari kearahku.
“Yoona Ah..
gwaenchanna?” Yuri eonni yang saat itu posisinya paling dekat dengan tempatku
berdiri segera meraihku dan diapun duduk disampingku sambil menyentuh kening
dan beberapa bagian tubuhku untuk memastikan keadaanku. Lidahku kelu. Aku ingin
menjelaskan semuanya, tapi yang ada hanya air mataku dan tangisku mulai pecah.
Yuri eonni memelukku sambil terus menenangkanku.
Diatas segala rasa
keingintahuan mereka tentang apa yang terjadi padaku, mereka lebih terlihat
seperti sedang menghawatirkan kesehatanku. Mereka menatapku dengan tatapan
sendu dan takut.
“Gwaenchanna, Yoona
ah, kami akan selalu ada dipihakmu. Jangan takut. Tapi kami perlu tahu apa yang
sebenarnya terjadi. Bisa kau ceritakan semuanya pada kami?” Taeyeon eonni menggenggam
tanganku. Sementara itu dering telepon langsung berdering serempak disemua
ponsel kami. Dan aku yakin, semua itu berkaitan dengan pembertaan ku tadi.
“Jangan ada yang
mengangkat ponsel kalian! Matikan saja untuk sementara!” Taeyeon eonni menginstruksikan
pada semua member dan kami semua mengikutinya.
Akhirnya, aku mulai
menceritakan segalanya satu persatu. Dari awal, hingga akhirnya aku bisa
mengatasi segalanya berkat pertolongan Seunggi Oppa. Aku pun menceritakan semua
yang terjadi antara aku dan Jonghyun Oppa. Dan mereka serempak menutup mulut
mereka dengan tangan mereka. Mereka tak percaya dengan apa yang telah aku
lakukan. Mereka pun menangis bersamaku.
“Yah!! Neol phabo ya?!
Im Yoona!!! Bagaimana bisa kau tidak menceritakannya pada kami? Kau menderita
sendiri seolah kau ini tidak memiliki kami? Haruskah kau sembunyikan ini dari
kami? Tidakkah kau anggap kami ini keluargamu juga?” Yuri eonni memukul
lenganku sambil berteriak kepadaku. Aku tahu, Yuri eonni pasti sangat marah
padaku karena dia adalah teman sekamarku dan tak satu pun hal yang pernah aku
sembunyikan darinya.
“Mianhaeo Eonni, aku
hanya tidak ingin kalian jadi terbebani dengan masalah pribadiku. Ini adalah
masalah terbesar dan terberat yang pernah aku alami seumur hidupku dan aku tahu
hidupku telah berubah karena semua ini. Aku tak ingin mengacaukan konsentrasi
kalian karena masalahku ini. Maaf karena aku begitu egois dan tidak berfikir
tentang dampak seperti ini. Sejujurnya aku merasa hidupku, karierku dan juga masa
depanku sudah berakhir. Hingga aku berencana untuk mengundurkan diri dari SNSD
segera setelah tanggal pernikahanku diputuskan. Maafkan aku, Eonnie, aku tidak
memiliki pilihan lain saat itu.” Tangisku kian menjadi, namun Yuri eonni segera
memelukku dengan erat dan ikut menangis bersamaku.
“Jjinja Phabo ah!
Kenapa kau memilih menderita sendiri?” Yuri eonni tak henti-hentinya mengusap
kepala dan punggungku sambil terus memelukku.
“Eonni, bukankah
Jonghyun Oppa juga berhak tahu yang sebenarnya? Semuanya sudah berlalu, dan aku
yakin saat ini dia sangat menunggu penjelasanmu.” Maknae kami mengembalikan
pikiranku pada rencanaku sebelum berita ini muncul.
“Aku berencana akan
menemuinya hari ini, Hyunnie. Akupun benar-benar sangat menderita karena telah
melukainya. Aku merindukannya.” Aku kembali terisak saat tiba-tiba bayangan
wajah Jonghyun Oppa terlintas jelas di memoriku.
“Tapi… tapi setelah
berita hari ini, aku tak tahu harus mulai memperbaiki kesalahanku dari mana?
Belum reda rasa sakit yang aku akibatkan padanya, kini dia harus melihat berita
tentangku seperti ini. Hyunnie, aku tidak yakin dia akan memaafkanku begitu
saja.”
“Eonni, aku dan Yong
Oppa akan membantu. Kami semua disini akan membatumu menjelaskannya. Kau tidak
perlu khawatir. Yong Oppa bilang padaku bahwa Jonghyun Oppa akhir-akhir ini
seperti kehilangan dirinya. Setiap hari dia hidup dan bekerja seperti robot.
Sama sekali tidak seperti manusia yang punya jiwa dan rasa. Yonghwa Oppa sudah
mengira bahwa pasti terjadi sesuatu antara kalian berdua. Berkali-kali dia menanyakannya
padaku, tapi beberapa waktu terakhir ini eonni tidak pulang ke dorm jadi aku
tak memiliki kesempatan untuk menanyakannya padamu. Ternyata masalahnya seperti
ini. Pantas saja, laki-laki yang aku kenal sangat kuat dan bersemangat itu tiba-tiba
menjadi seseorang yang begitu diam dan tidak bahagia.”
Batinku semakin sakit
mendengar apa yang baru saja Seohyun katakan. Aku yang telah merubah laki-laki
yang penuh mimpi dan ambisi itu menjadi seseorang yang tak memiliki harapan
lagi. Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku menutup mukaku dengan
kedua telapak tanganku. Lalu suara seseorang menekan bel mengalihkan perhatian
kami. Ternyata manajer Oppa.
Kami melakukan diskusi
hampir 1 setengah jam. Hingga akhirnya, pihak menejemen memberi ide agar aku
dan Jonghyun Oppa mengumumkan hubungan kami ke publik. Tujuannya adalah untuk
meredam isu pernikahanku itu dengan cara yang instant dan tidak menyisakan
polimik. Manajemenku berjanji akan menjembatani negosiasi dengan manajemen
CNBLUE mengenai hal ini. Aku hanya harus berbicara pada Jonghyun Oppa mengenai
ide ini.
Ouh.. Otteokatji? Aku
sudah pernah meminta hal itu padanya terakhir kali and here we are now. Kami
berpisah. Aku tahu, perpisahan ini bukan karena ide itu, tapi karena aku memang
sudah merencanakan untuk berpisah darinya. Dan bila kali ini aku datang
padanya, meminta maaf dan pengampunannya, lalu memintanya untuk membantuku
membersihkan isu skandalku dengan permintaan yang sama seperti saat terakhir
aku meninggalkanya.., Ya Tuhan… bila aku benar-benar berani melakukan itu, maka
aku bukanlah manusia. Bagaimana bisa aku mempermainkan perasaan Jonghyun Oppa
untuk kedua kalinya? Andwe! Maldo andwe!!
“Shiroyo, Oppa! Aku
tak ingin melakukannya.” Aku menyeka air mataku dan berusaha menghentikan sikap
cengengku. Aku harus kuat untuk menyelesaikan satu persatu masalah yang sudah
aku sebabkan. Dan jangan mengorbankan perasaan Jonghyun Oppa lagi. Semua mata
menatapku dengan serius. Mereka menunggu kata-kata apa yang akan aku ucapkan.
“Oppa, aku akan menyelesaikannya
sendiri. Aku tak ingin lagi melibatkan Jonghyun Oppa dalam kebodohan yang aku
buat. Terlebih dengan mengesampingkan reputasinya dan juga kariernya dalam
CNBLUE. Aku tak akan pernah melakukan semua itu.”
“Tapi.. Yoona, kau
tahu itu satu-satunya cara paling ampuh saat kau menyangkal skandal ini dan
menutupinya dengan kisah cintamu yang sebenarnya. Bukankah itu bagus untuk
kalian berdua? Dan selama ini kalian ingin hubungan yang bebas dan terbuka
seperti itu, kan? Aku rasa Jonghyun pun takan keberatan sejauh manajemen dan
band-mate nya setuju.”
“Aku tahu, Oppa. Tapi
aku tidak akan pernah lagi menjadikan cintaku dengan Jonghyun Oppa sebagian
permainan yang bisa kami rubah sewaktu-waktu sesuai keadaan yang kami butuhkan.
Aku sudah pernah melakukannya dan terakhir kali permintaan itu muncul, adalah
saat aku mencari-cari masalah untuk berpisah dengannya. Oppa, yang telah aku
lakukan sudah cukup menjadikanku seorang wanita yang kejam. Geumanhaeo, Oppa!
Aku tak ingin lebih kejam lagi!” Aku menghela nafasku dan kini aku merasa lebih
tenang dan lebih bisa berfikir jernih.
“Oppa, aku akan
melakukan jumpa pers dan aku sendiri yang akan mengklarifikasi semuanya. Aku
akan menerima segala konsekuensinya tanpa akan melibatkan manajemen dan juga
memberku. Ini kesalahanku sendiri.”
“Im Yoona, berhentilah
keras kepala seperti itu!” Taeyeon eonni akhirnya angkat bicara. “Kau seolah
menganggap kami tidak ada. Aku tahu, kau ingin menyelesaikannya dengan caramu
sendiri, tapi fikirkanlah, apa yang akan kau lakukan seandainya kau harus kehilangan
kariermu? Appa mu kini kehilangan perusahaannya. Assetmu, investasimu, rumahmu,
semua sudah tak kau miliki lagi. Belum lagi kau harus membayar apa yang sudah
Lee Seunggi Ssi lakukan untukmu. Bagaimana bisa kau menjalani hidupmu tanpa
karieirmu?”
Taeyeon eonni benar.
Aku kini tak memiliki apa-apa. Dan aku sendiri tak tahu apa yang harus aku
lakukan tanpa karierku bersama SNSD. Tapi setidaknya aku masih punya hati dan
harga diri. Aku tak akan menyelamatkan karierku dengan cara yang akan melukai
Jonghyun Oppa lagi.
“Araseo, eonni! Tapi
aku tak akan menjadi wanita yang tidak tahu diri dengan meminta permohonan
bodoh ini pada Jonghyun Oppa. Dia tengah berada dipuncak kariernya kini. Bila
ini adalah hal yang benar, maka kami sudah melakukannya sejak dulu. Tapi kalian
tahu, bahwa untuk bisa bertahan di industri ini kita harus rela kehilangan
hal-hal yang orang biasa miliki. Dan kini, demi untuk menyelamatkan karierku,
aku tak akan mempertaruhkan karier laki-laki yang kucintai. Tolong mengertilah.
Aku akan berusaha mengatasi semua ini. Aku yakin aku bisa melewatinya, terlebih
karena ada kalian yang akan selalu mendukungku.”
Manager Oppa, Taeyeon
eonni dan semua memberku tak ada lagi yang membantah ucapanku. Entah karena
mereka setuju, atau karena mereka menyerah menghadapi sikap keras kepalaku.
Tapi satu hal yang aku yakini, mereka semua adalah orang-orang yang akan berada
di barisan paling depan untuk membela dan mendukungku.
“We are family, Yoong!
And we’ll always be here for you. Hhm..?” Fanny eonni mengusap kepalaku.
Setelah sekian lama
perjalanan karier kami, ini adalah kali pertama kami menangis bersama dalam
keadaan seperti ini. Aku merasa bersalah karena membuat semua memberku harus
ikut menanggung bebanku.
“Hyunnie, aku mohon 1
hal padamu. Tolong jangan pernah katakan keadaanku ini pada Yonghwa Oppa. Aku
yakin, saat dia mengetahuinya, dia tak akan mampu menahan dirinya untuk tidak
memberi tahu Jonghyun Oppa.” Seohyun menatapku dengan tatapan sedihnya.
“Hajiman.. eotokhaeo,
eonni.. dari tadi ponselku tidak berhenti bergetar dan kau pasti tahu siapa
yang terus mencoba menghubungiku. Yonghwa Oppa pasti sudah mendengar berita itu
dan selain bertanya padaku, pada siapa lagi? Aku pun tidak mungkin mengatakan
bahwa aku tidak tahu apa-apa.”
Kata-kata Seohyun
memang masuk akal. Yonghwa Oppa memang bukan seorang yang suka ikut campur atau
penasaran dengan gosip-gosip selebriti terkini. Tapi semenjak ini berhubungan
dengan Jonghyun yang tak lain adalah salah satu member dari grup yang dipimpinnya,
maka Yonghwa pantas untuk mencari tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi. Dan
Seohyun benar, dia tidak mungkin berpura-pura tidak mengetahuinya.
“Maja, Hyunnie! Kalau
begitu, kau bisa meminta Yonghwa Oppa untuk datang kesini malam ini? Andwe..
itu tidak mungkin. Saat ini di bawah sudah dipenuhi wartawan yang sedang
menunggu klarifikasi dariku. Yonghwa Oppa tidak boleh muncul disaat seperti
ini. Itu cuma akan menambah pelik masalah ini. Hmm… Hyunnie, bisakah kau
meminta Yonghwa Oppa untuk berada di tempat yang sepi dan pastikan tidak ada
orang lain bersamanya? Aku ingin melakukan video call dengannya. Berbicara di
telepon saja rasanya tidak akan cukup untukku. Aku ingin melihat ekspresinya
juga saat aku menjelaskan semuanya dan memastikan sendiri bahwa Yong Oppa tak
akan mengatakannya pada Jonghyun-ku.” Seohyun menganggukan kepalanya setuju.
Malamnya, tepat pukul
11.35, Yonghwa Oppa mengabari Seohyun bahwa dia siap melakukan video call
denganku. Seohyun membawa laptopnya ke kamarku karena saat itu Yonghwa Oppa sudah
terhubung lewat laptopnya.
“Oppa, saat ini kau
sudah bersama Yoona eonni. Aku akan membiarkan kalian berbicara dan menunggu di
luar. Nanti kau hubungi aku, yah?!” Seohyun melambaikan tangannya ke layar
laptopnya dan di balas dengan senyuman dan juga lambaian tangan Yonghwa dari
sana.
“Anyeonghaseo, Oppa!
Maaf merepotkanmu dengan memintamu melakukan ini.” Aku menundukan kepalaku dan
Yonghwa Oppa tersenyum hangat menanggapi permohonan maafku.
“Gwaenchanna, Yoona
ah.. aku sedang tidak sibuk, kok! Lagipula aku memang ingin tahu tentang apa
yang sebenarnya terjadi. Karena.. kau tahu.. beberapa waktu ini kami kehilangan
Gitaris kami yang biasanya. Aku bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya
terjadi pada laki-laki yang aku kenal sebagai orang yang kuat dan cuek yang
kini tiba-tiba berubah menjadi pendiam dan menutup dirinya. Lalu berita tadi
pagi.. hmm.. aku benar-benar terkejut melihatnya.”
“Jeoseoamnida, Oppa!
Jalmothaeseumnida!” Aku tak mampu menahan tangisku. Aku tahu Yonghwa Oppa tidak
sedang menyalahkanku. Tapi mendengar keadaan Jonghyun Oppa darinya dan dari
Seohyun tadi pagi, membuatku merasa telah melakukan kesalahan yang besar dan
tak termaafkan.
“Uljima, Yoona ah!
Gwaenchanna! Mian.. aku tidak bermaksud menyalahkanmu atau menambah bebanmu.
Aku hanya berfikir berita tadi pagi pasti ada hubungannya dengan perubahan yang
terjadi pada Jonghyun.”
“Oppa, sebelum aku
menceritakan semuanya, kumohon, berjanjilah satu hal…”
“Mwo yah? Kau ingin
aku tidak mengatakan apa yang aku tahu pada Jonghyun?” Aku terkejut karena
Yonghwa Oppa langsung menebak permintaanku.
“Araseo, Yoona ah! Aku
mengerti keadaanmu dan aku menghormati apapun keputusanmu. Aku tak akan
mengatakan apapun pada Jonghyun tentang apa yang akan kau katakan padaku. Tapi
aku perlu tahu, karena aku adalah Hyung nya dan juga leader dari CNBLUE. Bila
sesuatu terjadi padanya, setidaknya aku tahu apa yang harus aku lakukan.”
“Gomawoyo, Oppa!”
Aku sedikit lega,
karena Yonghwa Oppa bersikap bijaksana dan mengerti keadaanku bahkan sebelum
aku menceritakan segalanya. Aku lalu menceritakan semuanya dari awal hingga
munculnya pemberitaan itu. Yonghwa Oppa tidak sepatah katapun mengatakan
apa-apa. Dia hanya mendengarkan semua ceritaku dengan segala perhatiannya.
Dapat kulihat dimatanya, laki-laki itu sedang bersimpati padaku. Matanya
sedikit berkaca-kaca. Aku tahu, karena dia laki-laki, dia tidak mungkin ikut
menangis mendengar kisahku meski dia merasa iba dan tersentuh dengan apa yang
telah aku alami.
“Aku adalah orang paling
egois, keras kepala, dan juga kejam, Oppa! Aku tak tahu bagaimana caranya untuk
meminta maaf pada Jonghyun Oppa. Aku bahkan tidak berfikir bisa melihat
wajahnya lagi. Ditambah lagi dengan berita tentangku hari ini, aku yakin
Jonghyun Oppa akan semakin membenciku.”
Aku melihat Yonghwa
Oppa menghela nafas panjang dan beberapa saat mengusap wajanya dengan kedua
telapak tangannya.
“Yoona, bila aku bisa
memberimu saran, menurutku Jonghyun berhak tahu kebenarannya. Meski kita tidak
tahu bagaimana reaksinya saat dia mengetahuinya. Bila aku posisikan diriku
ditempatnya, mungkin aku juga akan marah, sedih, kecewa, terluka, dan.. aku
akan merasa bersalah karena membiarkan wanita yang kucintai harus berjuang dan
menderita sendiri. Mungkin ini akan sulit untuk kalian, tapi.. menurutku
Jonghyun harus tahu. Beberapa saat, dia mungkin akan merasa dibohongi atau
dipermainkan. Tapi saat emosinya mereda, aku yakin Jonghyun akan mengerti. Aku
mengenalnya dengan baik. Dan aku tahu seberapa besar beratinya dirimu dalam
hidupnya. Segala yang telah Jonghyun lakukan untukmu adalah hal pertama yang
pernah dia lakukan pada seorang wanita. Percayalah, Jonghyun akan membuka
kembali pelukannya untukmu, Yoona ah!”
Air mataku semakin tak
mampu kuhentikan mendengar kata-kata Yonghwa Oppa. Benarkah apa yang baru saja
dikatakannya?
“Tapi aku takut, Oppa.
Aku takut dia tak ingin melihatku lagi.”
“Yoona ah, bila dia
tidak merindukanmu, Busan Man seperti dia tidak mungkin menangis dan terisak
sendiri sambil mengunci dirinya dalam kamarnya. Mungkin Jonghyun tidak tahu,
tapi kami bertiga mendengarnya. Terakhir saat konser di Jepang, kami membawakan
LIE, dan Jonghyun tidak bisa menyelesaikan part bernyanyi nya. Tiba-tiba
suaranya menghilang sehingga aku harus mengambil partnya sampai ending. Dan
saat kami sadari, ternyata Jonghyun sedang berusaha keras menahan tangisnya.
Yoona, Jonghyun pun laki-laki yang punya ego dan prestise yang tinggi. Tapi aku
tahu, semua itu tidak lebih besar dari cintanya padamu.”
Please forgive me.. i know not what i do
Please forgive me.. i can’t stop loving you..
Don’t deny me, this pain i’m going through..
Please forgive me.. if i need you like i do
Bryan Adams – Please Forgive Me
Pembicaraanku dengan
Yonghwa Oppa berakhir dan Yonghwa Oppa tetap akan memegang janjinya sampai aku sendiri
yang mengatakannya pada Jonghyun Oppa. Seandainya saja yang Yonghwa Oppa
katakan itu benar, bahwa Jonghyun Oppa akan membuka lagi peluknya untukku, maka
aku tak akan menunggu lebih lama lagi untuk segera berlari ke arahnya. Tapi… entahlah..
aku takut…
Tak sengaja aku membaca
chat pribadi Yonghwa Oppa dengan Seohyun mengingat laptopnya masih menyala dan
berada di meja kamarku.
·
Hwaa.. kalau saja aku seorang perempuan, mungkin
saat ini aku pasti sedang meraung-raung menangis di dalam kamarku TT_TT
·
Hyunn.. kau masih bangun?
·
Mendengar kisah Yoona benar-benar membuatku
sedih..
·
Entahlah, rasanya aku mengerti rasa sakit
seperti apa yang Jonghyun rasakan selama ini..
·
Apa yang harus Jonghyun lakukan sekarang?
·
Hyuunn… promise me! Jangan pernah
melakukan hal seperti itu padaku… Jebbal...
·
Karena aku tak akan sekuat Jonghyun
·
Jangan pernah berniat menanggung apapun
yang kau alami seorang diri
·
Aku tak akan sanggup memaafkan diriku
sendiri bila sesuatu yang buruk terjadi padamu dan aku tak mampu melakukan
apa-apa untukmu..
·
Pantas saja, Jonghyun kehilangan dirinya
beberapa waktu ini
·
Aku tahu dia terus berusaha menguatkan
dirinya dihadapan kami
·
Aku tak habis pikir, bagaimana bisa
Jonghyun menelan sendiri kepahitan ini tanpa menceritakannya pada kami. Dan
juga Yoona.. dia pikir dia sekuat apa harus menanggung deritanya sendiri?
·
Tapi mereka memang mirip! Mereka benar-benar
cocok!
·
Sama-sama keras kepala…
·
Hyun, kalau itu terjadi padaku, mungkin
CNBLUE akan kehilangan vocalis nya yang penuh karisma ini.. kekekek…
·
Yakseokkhae! Jangan patahkan hatiku!
Aratjji?
·
Hyuun..?
·
Angel?
·
Hhm… kau pasti sudah tidur..
·
My girl, kenapa tidak kau matikan dulu
laptopmu?
·
Geurae.. good night, Lover…
·
See you in my dream..
·
I love you with everything I have, you
know?
·
Sarangahaeeeeee…… Seo Joohyuuuunnnnn!!!!!
Aahh… michindeul! Aku
semakin merindukannya!! Batinku tak henti-henti nya berteriak memanggil
namanya. Oppa… eotheokhae? Jarak antara aku dan hatimu kini terasa kian jauh.
Kau semakin jauh dari jangkauanku. Dan semua ini salahku. Lee Jonghyun….!!!
Boboshipda….!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar