Minggu, 01 Februari 2015

Finding The Destiny Chapter 4






Finding The Destiny

Author                 : Jingga8
Poster Belong To : IsmiNuraulia
Cast                     : Lee Jonghyun, Im Yoona, Lee Seunggi, Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNSD
Rating                  : T
Genre                   : Angst, Romance

Chaptered



Chapter 4

It's Not Over...

YN POV  (Present)

Hampir 3 bulan berlalu, tapi aku masih tak memiliki keberanian untuk menghubungi Jonghyun Oppa. Demi Tuhan, rindu ini nyaris membunuhku. Dan juga rasa bersalahku yang menggantungkan puluhan ton beban dalam hatiku. Aku ingin berlari kearahnya sambil meneriakan namanya dan berkata bahwa aku merindukannya. Aku mencintainya dan betapa bodohnya aku telah begitu saja melepaskannya lalu melukainya seperti itu. Akankah dia memaafkanku? Aku takut. Benar-benar takut kehilangan kesempatan untuk memperbaiki semuanya.

Baru saja aku memutuskan untuk mengejar kembali kebahagiaanku bersama Jonghyun Oppa, di suatu pagi sebuah berita lagi-lagi mengubah arah hidupku.

“Yoona ah.. Ppalli nawa!” Taeyeon Eonni dan beberapa member tengah berkumpul di ruang tengah sambil menonton TV. Dia memanggilku dengan intonasi penuh urgensi. Aku bergegas menghampiri mereka.

“Mwo ya?” Hampir saja jantungku berhenti berdetak saat kulihat berita yang tengah berlangsung di TV. Ya Tuhan, apalagi ini? Jeritku dalam hati.

“Im Yoona, salah satu member Girl’s Generation tertangkap kamera paparazzi beberapa waktu lalu di sebuah restouran Italy bersama seorang pria bernama yang diduga Park Junsu, seorang CEO sebuah department store terbesar di Seoul. Kabar yang beredar, Im Yoona telah dilamar dan akan segera melangsungkan pernikahan tahun ini. Beberapa nara sumber terpecaya mengatakan, Park Junsu dan keluarga Im Yoona telah menentukan tanggal pernikahan mereka. Kedekatan Park Junsu dan Im Yoona ini tidak hanya sekali tertangkap kamera. Di suatu malam, kedua nya tampak keluar bersamaan dari sebuah Hotel berbintang 5 yang juga merupakan salah satu Hotel milik keluarga Park Junsu. Hingga kini, kami masih menunggu konfirmasi dari menejemen SNSD maupun dari Im Yoona sendiri terkait dengan kebenaran berita ini.

Narasi yang dibacakan saja sudah cukup untuk membuat tubuhku membeku. Di tambah lagi dengan beberapa foto yang membuatku tak mampu menyangkal tentang pemberitaan itu. Tidak butuh waktu lama bagiku untuk menyadari bahwa kini semua mata tengah tertuju padaku. Dan dari setiap tatapan itu, aku tahu mereka sedang menunggu penjelasanku. Belum sempat kujelaskan pada mereka, tiba-tiba kakiku terasa lemas dan seketika aku terjatuh kelantai. Sontak semua memberku berlari kearahku.

“Yoona Ah.. gwaenchanna?” Yuri eonni yang saat itu posisinya paling dekat dengan tempatku berdiri segera meraihku dan diapun duduk disampingku sambil menyentuh kening dan beberapa bagian tubuhku untuk memastikan keadaanku. Lidahku kelu. Aku ingin menjelaskan semuanya, tapi yang ada hanya air mataku dan tangisku mulai pecah. Yuri eonni memelukku sambil terus menenangkanku.

Diatas segala rasa keingintahuan mereka tentang apa yang terjadi padaku, mereka lebih terlihat seperti sedang menghawatirkan kesehatanku. Mereka menatapku dengan tatapan sendu dan takut.

“Gwaenchanna, Yoona ah, kami akan selalu ada dipihakmu. Jangan takut. Tapi kami perlu tahu apa yang sebenarnya terjadi. Bisa kau ceritakan semuanya pada kami?” Taeyeon eonni menggenggam tanganku. Sementara itu dering telepon langsung berdering serempak disemua ponsel kami. Dan aku yakin, semua itu berkaitan dengan pembertaan ku tadi.

“Jangan ada yang mengangkat ponsel kalian! Matikan saja untuk sementara!” Taeyeon eonni menginstruksikan pada semua member dan kami semua mengikutinya.

Akhirnya, aku mulai menceritakan segalanya satu persatu. Dari awal, hingga akhirnya aku bisa mengatasi segalanya berkat pertolongan Seunggi Oppa. Aku pun menceritakan semua yang terjadi antara aku dan Jonghyun Oppa. Dan mereka serempak menutup mulut mereka dengan tangan mereka. Mereka tak percaya dengan apa yang telah aku lakukan. Mereka pun menangis bersamaku.

“Yah!! Neol phabo ya?! Im Yoona!!! Bagaimana bisa kau tidak menceritakannya pada kami? Kau menderita sendiri seolah kau ini tidak memiliki kami? Haruskah kau sembunyikan ini dari kami? Tidakkah kau anggap kami ini keluargamu juga?” Yuri eonni memukul lenganku sambil berteriak kepadaku. Aku tahu, Yuri eonni pasti sangat marah padaku karena dia adalah teman sekamarku dan tak satu pun hal yang pernah aku sembunyikan darinya.

“Mianhaeo Eonni, aku hanya tidak ingin kalian jadi terbebani dengan masalah pribadiku. Ini adalah masalah terbesar dan terberat yang pernah aku alami seumur hidupku dan aku tahu hidupku telah berubah karena semua ini. Aku tak ingin mengacaukan konsentrasi kalian karena masalahku ini. Maaf karena aku begitu egois dan tidak berfikir tentang dampak seperti ini. Sejujurnya aku merasa hidupku, karierku dan juga masa depanku sudah berakhir. Hingga aku berencana untuk mengundurkan diri dari SNSD segera setelah tanggal pernikahanku diputuskan. Maafkan aku, Eonnie, aku tidak memiliki pilihan lain saat itu.” Tangisku kian menjadi, namun Yuri eonni segera memelukku dengan erat dan ikut menangis bersamaku.

“Jjinja Phabo ah! Kenapa kau memilih menderita sendiri?” Yuri eonni tak henti-hentinya mengusap kepala dan punggungku sambil terus memelukku.

“Eonni, bukankah Jonghyun Oppa juga berhak tahu yang sebenarnya? Semuanya sudah berlalu, dan aku yakin saat ini dia sangat menunggu penjelasanmu.” Maknae kami mengembalikan pikiranku pada rencanaku sebelum berita ini muncul.

“Aku berencana akan menemuinya hari ini, Hyunnie. Akupun benar-benar sangat menderita karena telah melukainya. Aku merindukannya.” Aku kembali terisak saat tiba-tiba bayangan wajah Jonghyun Oppa terlintas jelas di memoriku.

“Tapi… tapi setelah berita hari ini, aku tak tahu harus mulai memperbaiki kesalahanku dari mana? Belum reda rasa sakit yang aku akibatkan padanya, kini dia harus melihat berita tentangku seperti ini. Hyunnie, aku tidak yakin dia akan memaafkanku begitu saja.”

“Eonni, aku dan Yong Oppa akan membantu. Kami semua disini akan membatumu menjelaskannya. Kau tidak perlu khawatir. Yong Oppa bilang padaku bahwa Jonghyun Oppa akhir-akhir ini seperti kehilangan dirinya. Setiap hari dia hidup dan bekerja seperti robot. Sama sekali tidak seperti manusia yang punya jiwa dan rasa. Yonghwa Oppa sudah mengira bahwa pasti terjadi sesuatu antara kalian berdua. Berkali-kali dia menanyakannya padaku, tapi beberapa waktu terakhir ini eonni tidak pulang ke dorm jadi aku tak memiliki kesempatan untuk menanyakannya padamu. Ternyata masalahnya seperti ini. Pantas saja, laki-laki yang aku kenal sangat kuat dan bersemangat itu tiba-tiba menjadi seseorang yang begitu diam dan tidak bahagia.”

Batinku semakin sakit mendengar apa yang baru saja Seohyun katakan. Aku yang telah merubah laki-laki yang penuh mimpi dan ambisi itu menjadi seseorang yang tak memiliki harapan lagi. Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku menutup mukaku dengan kedua telapak tanganku. Lalu suara seseorang menekan bel mengalihkan perhatian kami. Ternyata manajer Oppa.

Kami melakukan diskusi hampir 1 setengah jam. Hingga akhirnya, pihak menejemen memberi ide agar aku dan Jonghyun Oppa mengumumkan hubungan kami ke publik. Tujuannya adalah untuk meredam isu pernikahanku itu dengan cara yang instant dan tidak menyisakan polimik. Manajemenku berjanji akan menjembatani negosiasi dengan manajemen CNBLUE mengenai hal ini. Aku hanya harus berbicara pada Jonghyun Oppa mengenai ide ini.

Ouh.. Otteokatji? Aku sudah pernah meminta hal itu padanya terakhir kali and here we are now. Kami berpisah. Aku tahu, perpisahan ini bukan karena ide itu, tapi karena aku memang sudah merencanakan untuk berpisah darinya. Dan bila kali ini aku datang padanya, meminta maaf dan pengampunannya, lalu memintanya untuk membantuku membersihkan isu skandalku dengan permintaan yang sama seperti saat terakhir aku meninggalkanya.., Ya Tuhan… bila aku benar-benar berani melakukan itu, maka aku bukanlah manusia. Bagaimana bisa aku mempermainkan perasaan Jonghyun Oppa untuk kedua kalinya? Andwe! Maldo andwe!!

“Shiroyo, Oppa! Aku tak ingin melakukannya.” Aku menyeka air mataku dan berusaha menghentikan sikap cengengku. Aku harus kuat untuk menyelesaikan satu persatu masalah yang sudah aku sebabkan. Dan jangan mengorbankan perasaan Jonghyun Oppa lagi. Semua mata menatapku dengan serius. Mereka menunggu kata-kata apa yang akan aku ucapkan.

“Oppa, aku akan menyelesaikannya sendiri. Aku tak ingin lagi melibatkan Jonghyun Oppa dalam kebodohan yang aku buat. Terlebih dengan mengesampingkan reputasinya dan juga kariernya dalam CNBLUE. Aku tak akan pernah melakukan semua itu.”

“Tapi.. Yoona, kau tahu itu satu-satunya cara paling ampuh saat kau menyangkal skandal ini dan menutupinya dengan kisah cintamu yang sebenarnya. Bukankah itu bagus untuk kalian berdua? Dan selama ini kalian ingin hubungan yang bebas dan terbuka seperti itu, kan? Aku rasa Jonghyun pun takan keberatan sejauh manajemen dan band-mate nya setuju.”

“Aku tahu, Oppa. Tapi aku tidak akan pernah lagi menjadikan cintaku dengan Jonghyun Oppa sebagian permainan yang bisa kami rubah sewaktu-waktu sesuai keadaan yang kami butuhkan. Aku sudah pernah melakukannya dan terakhir kali permintaan itu muncul, adalah saat aku mencari-cari masalah untuk berpisah dengannya. Oppa, yang telah aku lakukan sudah cukup menjadikanku seorang wanita yang kejam. Geumanhaeo, Oppa! Aku tak ingin lebih kejam lagi!” Aku menghela nafasku dan kini aku merasa lebih tenang dan lebih bisa berfikir jernih.

“Oppa, aku akan melakukan jumpa pers dan aku sendiri yang akan mengklarifikasi semuanya. Aku akan menerima segala konsekuensinya tanpa akan melibatkan manajemen dan juga memberku. Ini kesalahanku sendiri.”

“Im Yoona, berhentilah keras kepala seperti itu!” Taeyeon eonni akhirnya angkat bicara. “Kau seolah menganggap kami tidak ada. Aku tahu, kau ingin menyelesaikannya dengan caramu sendiri, tapi fikirkanlah, apa yang akan kau lakukan seandainya kau harus kehilangan kariermu? Appa mu kini kehilangan perusahaannya. Assetmu, investasimu, rumahmu, semua sudah tak kau miliki lagi. Belum lagi kau harus membayar apa yang sudah Lee Seunggi Ssi lakukan untukmu. Bagaimana bisa kau menjalani hidupmu tanpa karieirmu?”

Taeyeon eonni benar. Aku kini tak memiliki apa-apa. Dan aku sendiri tak tahu apa yang harus aku lakukan tanpa karierku bersama SNSD. Tapi setidaknya aku masih punya hati dan harga diri. Aku tak akan menyelamatkan karierku dengan cara yang akan melukai Jonghyun Oppa lagi.

“Araseo, eonni! Tapi aku tak akan menjadi wanita yang tidak tahu diri dengan meminta permohonan bodoh ini pada Jonghyun Oppa. Dia tengah berada dipuncak kariernya kini. Bila ini adalah hal yang benar, maka kami sudah melakukannya sejak dulu. Tapi kalian tahu, bahwa untuk bisa bertahan di industri ini kita harus rela kehilangan hal-hal yang orang biasa miliki. Dan kini, demi untuk menyelamatkan karierku, aku tak akan mempertaruhkan karier laki-laki yang kucintai. Tolong mengertilah. Aku akan berusaha mengatasi semua ini. Aku yakin aku bisa melewatinya, terlebih karena ada kalian yang akan selalu mendukungku.”

Manager Oppa, Taeyeon eonni dan semua memberku tak ada lagi yang membantah ucapanku. Entah karena mereka setuju, atau karena mereka menyerah menghadapi sikap keras kepalaku. Tapi satu hal yang aku yakini, mereka semua adalah orang-orang yang akan berada di barisan paling depan untuk membela dan mendukungku.

“We are family, Yoong! And we’ll always be here for you. Hhm..?” Fanny eonni mengusap kepalaku.

Setelah sekian lama perjalanan karier kami, ini adalah kali pertama kami menangis bersama dalam keadaan seperti ini. Aku merasa bersalah karena membuat semua memberku harus ikut menanggung bebanku.

“Hyunnie, aku mohon 1 hal padamu. Tolong jangan pernah katakan keadaanku ini pada Yonghwa Oppa. Aku yakin, saat dia mengetahuinya, dia tak akan mampu menahan dirinya untuk tidak memberi tahu Jonghyun Oppa.” Seohyun menatapku dengan tatapan sedihnya.

“Hajiman.. eotokhaeo, eonni.. dari tadi ponselku tidak berhenti bergetar dan kau pasti tahu siapa yang terus mencoba menghubungiku. Yonghwa Oppa pasti sudah mendengar berita itu dan selain bertanya padaku, pada siapa lagi? Aku pun tidak mungkin mengatakan bahwa aku tidak tahu apa-apa.”

Kata-kata Seohyun memang masuk akal. Yonghwa Oppa memang bukan seorang yang suka ikut campur atau penasaran dengan gosip-gosip selebriti terkini. Tapi semenjak ini berhubungan dengan Jonghyun yang tak lain adalah salah satu member dari grup yang dipimpinnya, maka Yonghwa pantas untuk mencari tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi. Dan Seohyun benar, dia tidak mungkin berpura-pura tidak mengetahuinya.

“Maja, Hyunnie! Kalau begitu, kau bisa meminta Yonghwa Oppa untuk datang kesini malam ini? Andwe.. itu tidak mungkin. Saat ini di bawah sudah dipenuhi wartawan yang sedang menunggu klarifikasi dariku. Yonghwa Oppa tidak boleh muncul disaat seperti ini. Itu cuma akan menambah pelik masalah ini. Hmm… Hyunnie, bisakah kau meminta Yonghwa Oppa untuk berada di tempat yang sepi dan pastikan tidak ada orang lain bersamanya? Aku ingin melakukan video call dengannya. Berbicara di telepon saja rasanya tidak akan cukup untukku. Aku ingin melihat ekspresinya juga saat aku menjelaskan semuanya dan memastikan sendiri bahwa Yong Oppa tak akan mengatakannya pada Jonghyun-ku.” Seohyun menganggukan kepalanya setuju.

Malamnya, tepat pukul 11.35, Yonghwa Oppa mengabari Seohyun bahwa dia siap melakukan video call denganku. Seohyun membawa laptopnya ke kamarku karena saat itu Yonghwa Oppa sudah terhubung lewat laptopnya.

“Oppa, saat ini kau sudah bersama Yoona eonni. Aku akan membiarkan kalian berbicara dan menunggu di luar. Nanti kau hubungi aku, yah?!” Seohyun melambaikan tangannya ke layar laptopnya dan di balas dengan senyuman dan juga lambaian tangan Yonghwa dari sana.

“Anyeonghaseo, Oppa! Maaf merepotkanmu dengan memintamu melakukan ini.” Aku menundukan kepalaku dan Yonghwa Oppa tersenyum hangat menanggapi permohonan maafku.

“Gwaenchanna, Yoona ah.. aku sedang tidak sibuk, kok! Lagipula aku memang ingin tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi. Karena.. kau tahu.. beberapa waktu ini kami kehilangan Gitaris kami yang biasanya. Aku bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi pada laki-laki yang aku kenal sebagai orang yang kuat dan cuek yang kini tiba-tiba berubah menjadi pendiam dan menutup dirinya. Lalu berita tadi pagi.. hmm.. aku benar-benar terkejut melihatnya.”

“Jeoseoamnida, Oppa! Jalmothaeseumnida!” Aku tak mampu menahan tangisku. Aku tahu Yonghwa Oppa tidak sedang menyalahkanku. Tapi mendengar keadaan Jonghyun Oppa darinya dan dari Seohyun tadi pagi, membuatku merasa telah melakukan kesalahan yang besar dan tak termaafkan.

“Uljima, Yoona ah! Gwaenchanna! Mian.. aku tidak bermaksud menyalahkanmu atau menambah bebanmu. Aku hanya berfikir berita tadi pagi pasti ada hubungannya dengan perubahan yang terjadi pada Jonghyun.”

“Oppa, sebelum aku menceritakan semuanya, kumohon, berjanjilah satu hal…”

“Mwo yah? Kau ingin aku tidak mengatakan apa yang aku tahu pada Jonghyun?” Aku terkejut karena Yonghwa Oppa langsung menebak permintaanku.

“Araseo, Yoona ah! Aku mengerti keadaanmu dan aku menghormati apapun keputusanmu. Aku tak akan mengatakan apapun pada Jonghyun tentang apa yang akan kau katakan padaku. Tapi aku perlu tahu, karena aku adalah Hyung nya dan juga leader dari CNBLUE. Bila sesuatu terjadi padanya, setidaknya aku tahu apa yang harus aku lakukan.”

“Gomawoyo, Oppa!”

Aku sedikit lega, karena Yonghwa Oppa bersikap bijaksana dan mengerti keadaanku bahkan sebelum aku menceritakan segalanya. Aku lalu menceritakan semuanya dari awal hingga munculnya pemberitaan itu. Yonghwa Oppa tidak sepatah katapun mengatakan apa-apa. Dia hanya mendengarkan semua ceritaku dengan segala perhatiannya. Dapat kulihat dimatanya, laki-laki itu sedang bersimpati padaku. Matanya sedikit berkaca-kaca. Aku tahu, karena dia laki-laki, dia tidak mungkin ikut menangis mendengar kisahku meski dia merasa iba dan tersentuh dengan apa yang telah aku alami.

“Aku adalah orang paling egois, keras kepala, dan juga kejam, Oppa! Aku tak tahu bagaimana caranya untuk meminta maaf pada Jonghyun Oppa. Aku bahkan tidak berfikir bisa melihat wajahnya lagi. Ditambah lagi dengan berita tentangku hari ini, aku yakin Jonghyun Oppa akan semakin membenciku.”

Aku melihat Yonghwa Oppa menghela nafas panjang dan beberapa saat mengusap wajanya dengan kedua telapak tangannya.

“Yoona, bila aku bisa memberimu saran, menurutku Jonghyun berhak tahu kebenarannya. Meski kita tidak tahu bagaimana reaksinya saat dia mengetahuinya. Bila aku posisikan diriku ditempatnya, mungkin aku juga akan marah, sedih, kecewa, terluka, dan.. aku akan merasa bersalah karena membiarkan wanita yang kucintai harus berjuang dan menderita sendiri. Mungkin ini akan sulit untuk kalian, tapi.. menurutku Jonghyun harus tahu. Beberapa saat, dia mungkin akan merasa dibohongi atau dipermainkan. Tapi saat emosinya mereda, aku yakin Jonghyun akan mengerti. Aku mengenalnya dengan baik. Dan aku tahu seberapa besar beratinya dirimu dalam hidupnya. Segala yang telah Jonghyun lakukan untukmu adalah hal pertama yang pernah dia lakukan pada seorang wanita. Percayalah, Jonghyun akan membuka kembali pelukannya untukmu, Yoona ah!”

Air mataku semakin tak mampu kuhentikan mendengar kata-kata Yonghwa Oppa. Benarkah apa yang baru saja dikatakannya?

“Tapi aku takut, Oppa. Aku takut dia tak ingin melihatku lagi.”

“Yoona ah, bila dia tidak merindukanmu, Busan Man seperti dia tidak mungkin menangis dan terisak sendiri sambil mengunci dirinya dalam kamarnya. Mungkin Jonghyun tidak tahu, tapi kami bertiga mendengarnya. Terakhir saat konser di Jepang, kami membawakan LIE, dan Jonghyun tidak bisa menyelesaikan part bernyanyi nya. Tiba-tiba suaranya menghilang sehingga aku harus mengambil partnya sampai ending. Dan saat kami sadari, ternyata Jonghyun sedang berusaha keras menahan tangisnya. Yoona, Jonghyun pun laki-laki yang punya ego dan prestise yang tinggi. Tapi aku tahu, semua itu tidak lebih besar dari cintanya padamu.”

Please forgive me.. i know not what i do
Please forgive me.. i can’t stop loving you..
Don’t deny me, this pain i’m going through..
Please forgive me.. if i need you like i do

Bryan Adams – Please Forgive Me

Pembicaraanku dengan Yonghwa Oppa berakhir dan Yonghwa Oppa tetap akan memegang janjinya sampai aku sendiri yang mengatakannya pada Jonghyun Oppa. Seandainya saja yang Yonghwa Oppa katakan itu benar, bahwa Jonghyun Oppa akan membuka lagi peluknya untukku, maka aku tak akan menunggu lebih lama lagi untuk segera berlari ke arahnya. Tapi… entahlah.. aku takut…

Tak sengaja aku membaca chat pribadi Yonghwa Oppa dengan Seohyun mengingat laptopnya masih menyala dan berada di meja kamarku.

·         Hwaa.. kalau saja aku seorang perempuan, mungkin saat ini aku pasti sedang meraung-raung menangis di dalam kamarku  TT_TT
·         Hyunn.. kau masih bangun?
·         Mendengar kisah Yoona benar-benar membuatku sedih..
·         Entahlah, rasanya aku mengerti rasa sakit seperti apa yang Jonghyun rasakan selama ini..
·         Apa yang harus Jonghyun lakukan sekarang?
·         Hyuunn… promise me! Jangan pernah melakukan hal seperti itu padaku… Jebbal...
·         Karena aku tak akan sekuat Jonghyun
·         Jangan pernah berniat menanggung apapun yang kau alami seorang diri
·         Aku tak akan sanggup memaafkan diriku sendiri bila sesuatu yang buruk terjadi padamu dan aku tak mampu melakukan apa-apa untukmu..
·         Pantas saja, Jonghyun kehilangan dirinya beberapa waktu ini
·         Aku tahu dia terus berusaha menguatkan dirinya dihadapan kami
·         Aku tak habis pikir, bagaimana bisa Jonghyun menelan sendiri kepahitan ini tanpa menceritakannya pada kami. Dan juga Yoona.. dia pikir dia sekuat apa harus menanggung deritanya sendiri?
·         Tapi mereka memang mirip! Mereka benar-benar cocok!
·         Sama-sama keras kepala…
·         Hyun, kalau itu terjadi padaku, mungkin CNBLUE akan kehilangan vocalis nya yang penuh karisma ini.. kekekek…
·         Yakseokkhae! Jangan patahkan hatiku! Aratjji?
·         Hyuun..?
·         Angel?
·         Hhm… kau pasti sudah tidur..
·         My girl, kenapa tidak kau matikan dulu laptopmu?
·         Geurae.. good night, Lover…
·         See you in my dream..
·         I love you with everything I have, you know?
·         Sarangahaeeeeee…… Seo Joohyuuuunnnnn!!!!!

Aahh… michindeul! Aku semakin merindukannya!! Batinku tak henti-henti nya berteriak memanggil namanya. Oppa… eotheokhae? Jarak antara aku dan hatimu kini terasa kian jauh. Kau semakin jauh dari jangkauanku. Dan semua ini salahku. Lee Jonghyun….!!! Boboshipda….!!!





 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar