Minggu, 18 Januari 2015

Mid Summer Story Chapter 10



Mid Summer Story...


Author           : Jingga8
Main Cast      : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNBLUE, SNSD
Genre             : Romance
Rating            : T

Chaptered



Chapter 10

Painful Choice…

Setelah melewati perundingan panjang sejak pagi tadi dengan manajemennya, Yonghwa dan manajer hyung akhirnya harus menerima keputusan itu. Keputusan yang paling mereka khawatirkan. Ya.. pada konverensi pers nanti, Yonghwa harus mengatakan bahwa issue kedekatannya dengan Seo Joohyun itu tak lain hanya isapan jempol semata. Yonghwa juga harus menegaskan, bahwa perasaannya pada Joohyun baik saat program WGM mereka berlangsung, hingga saat ini hanyalah perasaan seorang partner yang saling menghormati satu sama lain. Semua itu tidak lebih dari sekedar profesionalisme kerja mereka saja.

Dan yang paling meremukan hati, adalah keputusan untuk batal merilis album di Korea. Managemen sepakat  untuk mengalihkan project album CNBLUE di Jepang. Ya, sekali lagi ke-empat lelaki ini harus ‘terasing’ kembali di negara orang selama kurang lebih satu tahun. CNBLUE akan kembali ke Korea setelah materi album dan jadwal promo mereka di Jepang selesai. Tentu saja, saat itu rumor tidak mengenakan tentang mereka juga harus benar-benar reda dan masyarakat mulai melupakannya.

Akhirnya, cinta yang selama ini telah dia perjuangkan untuk Joohyun, harus tetap berakhir dengan sebuah penyangkalan dan penolakan konyol seperti itu. Kembali menjadi pecundang dan pengecut yang berlindung dibalik dinding managemennya. Semua janji yang pernah dia ucapkan pada Joohyun satu persatu teringkari. Semuanya hanya demi utnuk melindungi satu hal. KARIER! Ya, semua harus dia lakukan demi untuk membuat kakinya bisa berdiri lebih lama dibawah kilauan dan gemerlapnya lampu panggung ini.

Sejenak, fikiran itu hadir mengguncang jiwa dan batinnya... LAYAKKAH KARIER INI UNTUK PERTAHANKAN? Sebandingkah semua ini dengan harga yang harus dia bayar untuk mempertaruhkannya? Bila pada akhirnya dia hanya akan kehilangan satu-satunya cinta dalam hidupnya, yang dengan serta merta pula membuatnya kehilangan alasan untuk bahagia, maka untuk apa segala kemapanan dan kemilau yang dijanjikan masa depannya. Untuk apa? Bila ternyata Seo Joohyun tidak ada didalamnya.

Yonghwa memilih pulang sendiri dengan mobilnya tanpa ditemani manajernya. Manajer hyung mengerti, bahwa saat ini Yonghwa membutuhkan waktu untuk menenangkan diri. Yonghwa membawa mobilnya ke satu tempat dimana dia biasa menyendiri di tengah penatnya aktifitas bermusiknya. Tempat yang cukup tinggi, jauh dari keramaian, dengan view yang langsung menghadap ke sungai Han. Biasanya setiap kali dia datang ke sana, dia akan duduk di atas batu besar sambil minum iced americano atau expresso kesukaannya. Tapi kali ini dia hanya ingin mengunci dirinya dalam mobil.

Pikirannya kembali memutar hasil diskusi dengan manajemennya tadi. Dia teringat lagi apa yang telah dia katakan pada konferensi persnya.

“Jung Yonghwa Ssi, apa itu artinya anda mengakui hubungan istimewa anda dengan Seohyun SNSD?” Seorang reporter infotainment mulai bertanya. Dengan tatapan sendu, dan bayang wajah Joohyun yang tergambar jelas dalam benaknya, Yonghwa menjawab pertanyaan itu.

“Animida. Hubungan saya dan Seohyun SNSD hanya hubungan profesional.” Suaranya terdengar sendu.

Aaah... Yonghwa menutup matanya dengan lengan kanannya. Kali ini manajemen nya pasti tidak sedang main-main. SM maupun FNC berjanji akan membiarkan dirinya dan Joohyun terlibat hubungan hanya dengan catatan tidak membuat skandal dan tidak diketahui publik. Saat sebuah skandal tentang mereka muncul dan mengganggu elektabilitas SNSD maupun CNBLUE, maka saat itu juga semuanya harus dihentikan.

Mereka tidak ingin ambil resiko seperti yang telah mereka lakukan pada Taeyeon. Saat hubungan Taeyeon dan Baekhyun tertangkap kamera paparazi, SM lalu membuat pernyataan yang seolah mendukung hubungan keduanya. Tapi lihat pada akhirnya... EXO membubarkan diri di tengah kariernya karena konflik internal dan kecaman fans. Dan Taeyeon harus menjalani serangkaian terapi anti depresi yang diakibatkan oleh tekanan fans. SM tidak ingin hal serupa terjadi pada Seo Joohyun mengingat kini kariernya lah yang paling bersinar di antara member SNSD lainnya.

Yonghwa menyadari, bahwa SM bukanlah lawan yang bisa dengan mudah dia taklukan. Dia tidak bisa bersikap egois dengan mengabaikan kepentingan agency nya dan juga para idol yang bernaung di dalamnya. Bila kali ini dia salah dalam mengambil keputusan, maka akan sangat sulitbagi agencynya bila SM menutup akses performa mereka dibeberapa event musik di Korea, hanya demi mencegah Yonghwa dan Joohyun untuk bertemu. Untuk mencegah ketegangan antar managemen, akhirnya, Yonghwa mengambil langkah bijak dengan menyetujui keinginan FNC. Meski itu artinya, CNBLUE harus kembali mengasingkan diri kenegara lain.

Tiba-tiba hp Yonghwa berbunyi. Sebuah pesan masuk.

From : Sarang Bit

"Oppa... aku sudah melihatnya. Aku mengerti dengan keadaanmu saat ini. Kau pasti sangat menderita, Oppa..! Nan gwaenchanna, Oppa. Aku percaya bahwa kau terpaksa melakukan semua itu karena terlalu banyak yang harus kau lindungi. Oppa, aku tak ingin jadi bebanmu. Tapi membayangkan bahwa kisah kita harus berakhir seperti ini, aku benar-benar tak rela, Oppa. Membayangkan bahwa kau akan mengabaikanku setiap kali kita bertemu, sungguh menyakitkan. Oppa, setelah kurelakan masa mudaku demi mimpi ini,apakah kini aku harus kehilanganmu juga? Mianhae, Oppa.. karena cintaku akhirnya aku membuatmu terluka. Saranghae.. mianhae... "

Yonghwa mengatur ritme nafasnya yang sejak tadi terasa berat dan sesak. Menahan nyeri yang kini terasa semakin menyayat hatinya. Ditambah lagi dengan pesan yang dikirim Joohyun-nya barusan. Sekuatnya dia menahan tangis. Tapi semua ini lebih berat dari yang dia bayangkan. Kenapa semuanya seolah berada dalam tanggung jawabnya? Apakah seorang seperti dirinya telah melakukan dosa besar karena mencintai seorang seperti Joohyun sehingga dia harus menghadapi dilema seberat ini?

Akhirnya, air mata itupun jatuh tertumpah. Yonghwa tersedu sendiri dalam mobilnya tanpa seorang pun mengetahuinya. Dia berharap bisa menghilang saat itu. Pergi ke satu tempat yang tanpa seorangpun akan mengenalinya. Atau hilang ingatan saja, biar dia yang melupakan semua orang. Dunia yang seharusnya sederhana, dengan popularitasnya justru terasa begitu sepi dan hampa. Lelaki itu menangis. Terisak sendu karena kenyataan yag pedih mengiris.

****

Di dalam dorm, para dongsaeng telah menunggu di temani manajer hyung nya. Tampaknya sang manajer telah mengatakan segalanya. Dan kini yang mereka khawatirkan adalah keadaan leader mereka. Jung Yonghwa, seorang yang selalu positif, ceria dan bersinar itu, akankah kehilangan cahaya hidupnya karena insiden ini? Begitu yonghwa membuka pintu, serempak semua member berdiri menyambutnya. Rasa khawatir dan penasaran akan kondisi hyung nya, terlihat jelas dari tatapan mereka. 

"Hyung.. gwaenchana?" Jonghyun langsung bertanya sambil terus manatap hyungnya penuh rasa cemas.

"Gwaenchana.." Yonghwa menukar sepatunya dengan sandal rumahnya lalu datang menghampiri member lainnya. "Jungshin, boleh aku minta tolong diambilkan segelas air?"

"Ahraseo.. hyung! Akan segera ku ambilkan." Tanpa berlama-lama, Jungshin segera bangkit dan bergegas mengambilkan minum untuk Yonghwa. Yang lain menunggu Yonghwa untuk mengatakan sesuatu. Kemudian Yonghwa pun mulai menjelaskan segalanya kepada dongsaengnya.

"Kalian pasti sudah mendengar semuanya dari manajer hyung. Mianhae... kalian harus ikut menanggungnya karena keegoisanku." Lagi-lagi Yonghwa menundukan kepalanya penuh rasa sesal. Lalu Minhyuk menjawab hyung nya dengan penuh simpati.

"Gwaenchana, hyung. Kami tidak pernah dan tidak akan pernah menyalahkanmu. Kau jangan merasa terbebani oleh kami. Kami akan baik-baik saja menjalani semua konsekuensi ini. Lagi pula kita hanya pindah tempat kerja saja. Anggap saja kita sedang bekerja di luar negeri. Dulu kita pun pernah menjalaninya dan bahkan lebih berat dari saat ini. Banyak hal yang bisa kita lakukan di Jepang nanti, hyung. Aku yakin kita akan lebih produktif lagi. Geok Cheongma, kau tidak sendirian, hyung.. Kami akan selalu jadi tim yang akan berdiri tepat dibalik punggungmu. Kemanapun langkahmu, kami aka nada disana bersamamu. Himnae, Hyung!" Kata-kata Minhyuk seolah mengundang lagi tangisnya yang baru saja reda. Yonghwa hanya mengangguk-anggukan kepalanya sambil menahan air matanya. Suaranya terdengar parau.

"Gomawo.. Minhyuk ah! Aku benar-benar tidak tahu lagi harus mengatakan apa." Dengan sigap Yonghwa mengusap butiran air mata yang gagal dibendungnya. Jonghyun segera menyadari kepedihan itu kemudian bergegas merangkul pundak Yonghwa.

"Gwaenchanna, hyung..Gwaenchanna! Seperti hal nya selama ini kau yang selalu menjaga kami dengan baik, kali ini biarkan kami yang menjagamu. Minhyuk benar, kau tak sendirian, hyung."

"Tapi.. apa yang akan kau lakukan pada Hyeongseonim, hyung?" Tiba-tiba pertanyaan Jungshin membuat yang lain terhenyak. Yonghwa meneguk air putih yang di bawakan Jungshin lalu menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan itu.

"Molla..! Aku masih memikirkannya. Aku juga harus benar-benar meperhatikan agar jangan ada siapapun yang terluka lagi. Saat ini aku masih belum tahu." Yonghwa menepuk punggung Jungshin. Kemudian beranjak dan memasuki kamarnya sementara member yang lain terus memperhatikannya penuh rasa cemas.

"Gawat, kali ini hyung kita benar-benar akan kehilangan sinarnya. Aku masih ingat saat kita mengalami kesusahan dan kelaparan di Jepang pada awal debut kita. Saat itu  keadaan kita bahkan lebih sulit ini. Tapi aku tidak pernah melihatnya sesedih ini. Uri hyung tetap terlihat bersemangat dan tak ernah bosan menularkan semnagatnya pada kita. Tapi kalian lihat sorot matanya tadi? Aku belum pernah melihat dia seperti itu. Hatiku benar-benar sakit melihatnya." Kata-kata jonghyun itu kemudian di iyakan oleh Minhyuk dan Jungshin.

Yonghwa mengerutkan tubuhnya di atas tempat tidurnya. Menutup kepalanya dengan bantal dan... entahlah.. hari ini air

"Joohyun ah.. ijae eottokhae?" Bisiknya lirih...

“Uri eottokhae, Hyuun….”

If I promise to believe will you believe
That there's nowhere that we'd rather be
Nowhere describes where we are
I’ve no choice, I love you
Leave,..  love you wave goodbye
And all I ever wanted was to stay
And nothing in this worlds gonna change, change


Never wanna wake up from this night
Never wanna leave this moment
Waiting for you only, only you


Never gonna forget every single thing you do
When loving you is my finest hour
Leaving you, the hardest day of my life
The hardest day of my life

(The Hardest Day – The Corrs )





 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar