Mid Summer Story...
Author : Jingga8
Main Cast : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNBLUE, SNSD
Genre : Romance
Rating : T
Chaptered
Chapter 10
Painful Choice…
Setelah melewati perundingan
panjang sejak pagi tadi dengan manajemennya, Yonghwa dan manajer hyung akhirnya
harus menerima keputusan itu. Keputusan yang paling mereka khawatirkan. Ya..
pada konverensi pers nanti, Yonghwa harus mengatakan bahwa issue kedekatannya
dengan Seo Joohyun itu tak lain hanya isapan jempol semata. Yonghwa juga harus
menegaskan, bahwa perasaannya pada Joohyun baik saat program WGM mereka
berlangsung, hingga saat ini hanyalah perasaan seorang partner yang saling
menghormati satu sama lain. Semua itu tidak lebih dari sekedar profesionalisme
kerja mereka saja.
Dan yang paling meremukan hati,
adalah keputusan untuk batal merilis album di Korea. Managemen sepakat untuk mengalihkan project album CNBLUE di
Jepang. Ya, sekali lagi ke-empat lelaki ini harus ‘terasing’ kembali di negara
orang selama kurang lebih satu tahun. CNBLUE akan kembali ke Korea setelah
materi album dan jadwal promo mereka di Jepang selesai. Tentu saja, saat itu
rumor tidak mengenakan tentang mereka juga harus benar-benar reda dan
masyarakat mulai melupakannya.
Akhirnya, cinta yang selama ini
telah dia perjuangkan untuk Joohyun, harus tetap berakhir dengan sebuah
penyangkalan dan penolakan konyol seperti itu. Kembali menjadi pecundang dan
pengecut yang berlindung dibalik dinding managemennya. Semua janji yang pernah
dia ucapkan pada Joohyun satu persatu teringkari. Semuanya hanya demi utnuk melindungi
satu hal. KARIER! Ya, semua harus dia lakukan demi untuk membuat kakinya bisa
berdiri lebih lama dibawah kilauan dan gemerlapnya lampu panggung ini.
Sejenak, fikiran itu hadir
mengguncang jiwa dan batinnya... LAYAKKAH KARIER INI UNTUK PERTAHANKAN? Sebandingkah
semua ini dengan harga yang harus dia bayar untuk mempertaruhkannya? Bila pada
akhirnya dia hanya akan kehilangan satu-satunya cinta dalam hidupnya, yang
dengan serta merta pula membuatnya kehilangan alasan untuk bahagia, maka untuk
apa segala kemapanan dan kemilau yang dijanjikan masa depannya. Untuk apa? Bila
ternyata Seo Joohyun tidak ada didalamnya.
Yonghwa memilih pulang sendiri dengan
mobilnya tanpa ditemani manajernya. Manajer hyung mengerti, bahwa saat ini
Yonghwa membutuhkan waktu untuk menenangkan diri. Yonghwa membawa mobilnya ke
satu tempat dimana dia biasa menyendiri di tengah penatnya aktifitas
bermusiknya. Tempat yang cukup tinggi, jauh dari keramaian, dengan view yang
langsung menghadap ke sungai Han. Biasanya setiap kali dia datang ke sana, dia
akan duduk di atas batu besar sambil minum iced americano atau expresso
kesukaannya. Tapi kali ini dia hanya ingin mengunci dirinya dalam mobil.
Pikirannya kembali memutar hasil
diskusi dengan manajemennya tadi. Dia teringat lagi apa yang telah dia katakan
pada konferensi persnya.
“Jung Yonghwa Ssi, apa itu artinya anda mengakui hubungan istimewa anda
dengan Seohyun SNSD?” Seorang reporter infotainment mulai bertanya. Dengan tatapan
sendu, dan bayang wajah Joohyun yang tergambar jelas dalam benaknya, Yonghwa
menjawab pertanyaan itu.
“Animida. Hubungan saya dan Seohyun SNSD hanya hubungan profesional.” Suaranya
terdengar sendu.
Aaah... Yonghwa menutup matanya
dengan lengan kanannya. Kali ini manajemen nya pasti tidak sedang main-main. SM
maupun FNC berjanji akan membiarkan dirinya dan Joohyun terlibat hubungan hanya
dengan catatan tidak membuat skandal dan tidak diketahui publik. Saat sebuah
skandal tentang mereka muncul dan mengganggu elektabilitas SNSD maupun CNBLUE,
maka saat itu juga semuanya harus dihentikan.
Mereka tidak ingin ambil resiko
seperti yang telah mereka lakukan pada Taeyeon. Saat hubungan Taeyeon dan
Baekhyun tertangkap kamera paparazi, SM lalu membuat pernyataan yang seolah
mendukung hubungan keduanya. Tapi lihat pada akhirnya... EXO membubarkan diri
di tengah kariernya karena konflik internal dan kecaman fans. Dan Taeyeon harus
menjalani serangkaian terapi anti depresi yang diakibatkan oleh tekanan fans.
SM tidak ingin hal serupa terjadi pada Seo Joohyun mengingat kini kariernya lah
yang paling bersinar di antara member SNSD lainnya.
Yonghwa menyadari, bahwa SM
bukanlah lawan yang bisa dengan mudah dia taklukan. Dia tidak bisa bersikap
egois dengan mengabaikan kepentingan agency nya dan juga para idol yang
bernaung di dalamnya. Bila kali ini dia salah dalam mengambil keputusan, maka akan
sangat sulitbagi agencynya bila SM menutup akses performa mereka dibeberapa
event musik di Korea, hanya demi mencegah Yonghwa dan Joohyun untuk bertemu.
Untuk mencegah ketegangan antar managemen, akhirnya, Yonghwa mengambil langkah
bijak dengan menyetujui keinginan FNC. Meski itu artinya, CNBLUE harus kembali
mengasingkan diri kenegara lain.
Tiba-tiba hp Yonghwa berbunyi.
Sebuah pesan masuk.
From : Sarang Bit
"Oppa... aku sudah melihatnya. Aku mengerti dengan keadaanmu saat
ini. Kau pasti sangat menderita, Oppa..! Nan gwaenchanna, Oppa. Aku percaya
bahwa kau terpaksa melakukan semua itu karena terlalu banyak yang harus kau
lindungi. Oppa, aku tak ingin jadi bebanmu. Tapi membayangkan bahwa kisah kita
harus berakhir seperti ini, aku benar-benar tak rela, Oppa. Membayangkan bahwa
kau akan mengabaikanku setiap kali kita bertemu, sungguh menyakitkan. Oppa, setelah
kurelakan masa mudaku demi mimpi ini,apakah kini aku harus kehilanganmu juga?
Mianhae, Oppa.. karena cintaku akhirnya aku membuatmu terluka. Saranghae..
mianhae... "
Yonghwa mengatur ritme nafasnya
yang sejak tadi terasa berat dan sesak. Menahan nyeri yang kini terasa semakin
menyayat hatinya. Ditambah lagi dengan pesan yang dikirim Joohyun-nya barusan.
Sekuatnya dia menahan tangis. Tapi semua ini lebih berat dari yang dia
bayangkan. Kenapa semuanya seolah berada dalam tanggung jawabnya? Apakah
seorang seperti dirinya telah melakukan dosa besar karena mencintai seorang
seperti Joohyun sehingga dia harus menghadapi dilema seberat ini?
Akhirnya, air mata itupun jatuh
tertumpah. Yonghwa tersedu sendiri dalam mobilnya tanpa seorang pun mengetahuinya.
Dia berharap bisa menghilang saat itu. Pergi ke satu tempat yang tanpa
seorangpun akan mengenalinya. Atau hilang ingatan saja, biar dia yang melupakan
semua orang. Dunia yang seharusnya sederhana, dengan popularitasnya justru
terasa begitu sepi dan hampa. Lelaki itu menangis. Terisak sendu karena
kenyataan yag pedih mengiris.
****
Di dalam dorm, para dongsaeng
telah menunggu di temani manajer hyung nya. Tampaknya sang manajer telah
mengatakan segalanya. Dan kini yang mereka khawatirkan adalah keadaan leader
mereka. Jung Yonghwa, seorang yang selalu positif, ceria dan bersinar itu,
akankah kehilangan cahaya hidupnya karena insiden ini? Begitu yonghwa membuka
pintu, serempak semua member berdiri menyambutnya. Rasa khawatir dan penasaran
akan kondisi hyung nya, terlihat jelas dari tatapan mereka.
"Hyung.. gwaenchana?"
Jonghyun langsung bertanya sambil terus manatap hyungnya penuh rasa cemas.
"Gwaenchana.." Yonghwa
menukar sepatunya dengan sandal rumahnya lalu datang menghampiri member
lainnya. "Jungshin, boleh aku minta tolong diambilkan segelas air?"
"Ahraseo.. hyung! Akan
segera ku ambilkan." Tanpa berlama-lama, Jungshin segera bangkit dan
bergegas mengambilkan minum untuk Yonghwa. Yang lain menunggu Yonghwa untuk
mengatakan sesuatu. Kemudian Yonghwa pun mulai menjelaskan segalanya kepada
dongsaengnya.
"Kalian pasti sudah
mendengar semuanya dari manajer hyung. Mianhae... kalian harus ikut
menanggungnya karena keegoisanku." Lagi-lagi Yonghwa menundukan kepalanya
penuh rasa sesal. Lalu Minhyuk menjawab hyung nya dengan penuh simpati.
"Gwaenchana, hyung. Kami
tidak pernah dan tidak akan pernah menyalahkanmu. Kau jangan merasa terbebani
oleh kami. Kami akan baik-baik saja menjalani semua konsekuensi ini. Lagi pula
kita hanya pindah tempat kerja saja. Anggap saja kita sedang bekerja di luar
negeri. Dulu kita pun pernah menjalaninya dan bahkan lebih berat dari saat ini.
Banyak hal yang bisa kita lakukan di Jepang nanti, hyung. Aku yakin kita akan lebih
produktif lagi. Geok Cheongma, kau tidak sendirian, hyung.. Kami akan selalu
jadi tim yang akan berdiri tepat dibalik punggungmu. Kemanapun langkahmu, kami aka
nada disana bersamamu. Himnae, Hyung!" Kata-kata Minhyuk seolah mengundang
lagi tangisnya yang baru saja reda. Yonghwa hanya mengangguk-anggukan kepalanya
sambil menahan air matanya. Suaranya terdengar parau.
"Gomawo.. Minhyuk ah! Aku
benar-benar tidak tahu lagi harus mengatakan apa." Dengan sigap Yonghwa
mengusap butiran air mata yang gagal dibendungnya. Jonghyun segera menyadari
kepedihan itu kemudian bergegas merangkul pundak Yonghwa.
"Gwaenchanna, hyung..Gwaenchanna!
Seperti hal nya selama ini kau yang selalu menjaga kami dengan baik, kali ini
biarkan kami yang menjagamu. Minhyuk benar, kau tak sendirian, hyung."
"Tapi.. apa yang akan kau
lakukan pada Hyeongseonim, hyung?" Tiba-tiba pertanyaan Jungshin membuat
yang lain terhenyak. Yonghwa meneguk air putih yang di bawakan Jungshin lalu
menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan itu.
"Molla..! Aku masih
memikirkannya. Aku juga harus benar-benar meperhatikan agar jangan ada siapapun
yang terluka lagi. Saat ini aku masih belum tahu." Yonghwa menepuk
punggung Jungshin. Kemudian beranjak dan memasuki kamarnya sementara member
yang lain terus memperhatikannya penuh rasa cemas.
"Gawat, kali ini hyung kita
benar-benar akan kehilangan sinarnya. Aku masih ingat saat kita mengalami kesusahan
dan kelaparan di Jepang pada awal debut kita. Saat itu keadaan kita bahkan lebih sulit ini. Tapi aku
tidak pernah melihatnya sesedih ini. Uri hyung tetap terlihat bersemangat dan
tak ernah bosan menularkan semnagatnya pada kita. Tapi kalian lihat sorot
matanya tadi? Aku belum pernah melihat dia seperti itu. Hatiku benar-benar
sakit melihatnya." Kata-kata jonghyun itu kemudian di iyakan oleh Minhyuk
dan Jungshin.
Yonghwa mengerutkan tubuhnya di
atas tempat tidurnya. Menutup kepalanya dengan bantal dan... entahlah.. hari
ini air
"Joohyun ah.. ijae
eottokhae?" Bisiknya lirih...
“Uri eottokhae, Hyuun….”
If I promise to
believe will you believe
That there's
nowhere that we'd rather be
Nowhere describes
where we are
I’ve no choice, I
love you
Leave,.. love you wave goodbye
And all I ever
wanted was to stay
And nothing in
this worlds gonna change, change
Never wanna wake
up from this night
Never wanna leave
this moment
Waiting for you
only, only you
Never gonna
forget every single thing you do
When loving you
is my finest hour
Leaving you, the
hardest day of my life
The hardest day of my life
(The Hardest Day – The Corrs )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar