Senin, 19 Januari 2015

Mid Summer Story Chapter 14


Mid Summer Story...


Author           : Jingga8
Main Cast      : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNBLUE, SNSD
Genre             : Romance
Rating            : T

Chaptered





Chapter 14

Damn... I Miss You...

Tak terasa 6 bulan sudah jarak memisahkan kerinduan ini dari pemiliknya. Yonghwa di sibukkan dengan segala jadwal konser dan recordingnya. Mulai dari menyiapkan materi lagu, membuat aransemen, take vocal, editing, begitulah setiap hari bergulir. Dia bahkan hanya bisa berhubungan dengan Eomma nya 2 kali dalam 1 bulan. Itu pun karena Eomma nya yang menelepon lebih dulu. Kali ini Yonghwa benar-benar mencurahkan segala usahanya untuk proyek album dan konsernya di Jepang. Tak ada lagi yang dia pikirkan selain kesuksesan pekerjaannya. Selain proyek album, CNBLUE juga dipercaya untuk menggarap beberapa lagu untuk soundtrack dorama Jepang.

Yah, tidak ada yang berubah dalam karier CNBLUE. Bisa dikatakan, kini materi bermusik mereka lebih matang.

Dan tentang Seo Joohyun? Hmm... sepertinya kesibukan ini mampu menyembuhkan lukanya. Perlahan dia kini mampu mengembalikan keteraturan hidupnya. Hampir 2 bulan ini dia tak lagi mengalami insomnia. Dia bisa tidur dan makan dengan baik.

Bukan.. bukan karena ia tak lagi merindukan Joohyun. Bagaimana mungkin dia mampu mengusir Joohyun dari dalam hati dan pikirannya? Semua yang dijalaninya kini semata karena dia ingin menjadikan dirinya pantas untuk Joohyun. Semua ini untuk Joohyun. Untuk bisa membangun benteng kekuatan yang bisa sepenuhnya melindungi Joohyun dari segala ancaman dan penderitaan. Dan utnuk semua itu, tidak ada pilihan lain selain bekerja lebih keras. Dan bila pekerjaan ini selesai lebih cepat, manajemen nya sudah memberi ijin mereka untuk kembali ke Korea tanpa harus menunggu akhir tahun.

Minhyuk datang membawa setumpuk kertas berisi materi lagu dan jadwal album mereka.

"Hyung, ini beberapa lirik yang coba aku dan Jungshin tulis. Mungkin butuh kau retouch lagi karena kau tahu sendiri, diantara kita hanya aku dan jungshin yang paling miskin soal pengalaman hidup."  Yonghwa menyeringai mendengar kata-kata Minhyuk barusan.

"Mwo ya... pengalaman hidup seperti apa yang kau maksud? Kau pikir aku dan Jonghyun punya pengalaman sebanyak apa? Kau ini...!" Yonghwa menepuk pundak dongsaeng nya lalu mengambil gitarnya.

"Setidaknya kau dan Jonghyun hyung pernah punya kisah cinta yang seru. Kisah cintaku yang abadi yah.. hanya dengan si Jungshin itu. Makanya, tolong kau lihat lagi dengan teliti, aku takut tanpa sadar lirik lagu yang kutulis itu tersirat seperti kisah cinta sepasang gay."

Yonghwa terbahak seketika mendengar kekonyolan Minhyuk. Yah, Yonghwa tertawa! Akhirnya dia bisa lagi tertawa terpingkal-pingkal sampai memegang perutnya. Berhasil! Minhyuk berhasil mengembalikan keceriaan Yonghwa. Meski Minhyuk tahu, kali ini hyung nya hanya sedang menutupi rasa sakitnya saja. Tapi setidaknnya, kali ini Yonghwa menyembunyikannya dengan lebih rapi dan tak lagi menampakkan wajah sendunya.

"Ohh.. ya.. hyung! Di situ juga ada song list yang akan kita bawakan di Music bank Singapur nanti. Kau susun lagi, dan segera kembalikan pada manajer hyung."

"Ahraseo!" Yonghwa membaca song list yang diberikan Minhyuk. Hhmm.. hanya 3 lagu rupanya. Love light, I'm sorry, dan Can't Stop..

"Hmm... Love light?" Sesaat, kenangan membawanya kembali pada gadis pemilik lagu ini.

"Oke.. aku mengerti! Hwaighting!!" Gumamnya pada diri sendiri.

***

Cuaca Singapura siang itu cukup terik. Disini mereka bisa berpakaian lebih casual hanya dengan casual Tee dan celana jeans saja. Ada waktu 2 jam sebelum Mubank dimulai. CNBLUE dan tim nya sudah bersiap di ruang tunggu mereka. Jonghyun dan Jungshin tampak sedang melakukan fingering dengan gitar dan bass mereka. Sementara Minhyuk yang akan mengeluarkan energi lebih besar dengan gebukan drumnya, tengah sibuk mengisi perutnya. Ritual sebelum manggung. Bagaimana dengan sang leader? Ah... ternyata dia masih sibuk dengan tabletnya. Kerja? Bukan..! Tepatnya sedang main game. Begitulah cara mereka melakukan relaksasi sebelum konser dimulai. Tiba-tiba cordy noona mereka datang sambil berlari dengan nafasnya terengah-engah. Sontak tingkahnya itu mengagetkan semua member.

" Yonghwa ah... gawat!!" Katanya sambil sibuk mengatur nafasnya.

"Moseumniriseo, noona? Apa yang gawat?" Yonghwa terlihat panik karena ulah sang cordy. Member yang lain pun tak kalah paniknya. Mereka segera menegakkan badan mereka dan mendekat menghampiri sang noona.

"Itu... kau.. sudah baca nama-nama grup yang akan tampil?" Semua member kompak mengerutkan kening mereka.

"Sudah. Waeyo?" Tanya Yonghwa penasaran.

"Jeongmal?!! Kau sudah melihatnya dan kau baik-baik saja?" Tambahnya, masih dengan keadaan terengah-engah.

"Memangnya kenapa? Apa yang salah?"

Yonghwa semakin bingung dan buru-buru mengambil tablet nya untuk melihat ulang jadwal acara dan urutan grup yang akan tampil. Saat melihatnya, tak sedikitpun Yonghwa merasa ada keanehan.

"Noona, apanya yang gawat? Aku sama sekali tak mengerti.." Yonghwa menyerahkan tablet nya pada cordy noona. Giliran sang cordy yang penasaran, benarkah Yonghwa tidak menyadarinya?

"Ahhh... ini jadwal yang di rencanakan bulan lalu. Kau belum dapat revisi nya?" Kali ini Yonghwa benar-benar bingung.

"Revisi?"

"Iya... revisi nya. Aku melihatnya di ruangan FT-island. Hongki yang memberitahuku. Haah.. sudah kuduga, ini pasti ada yang tidak beres."

Semua member CNBLUE malah semakin di buat pusing oleh keterangan cordy noona yang setengah-setengah. Jungshin jadi tidak sabaran karenanya.

"Ahh.. noona, sebenarnya kenapa sih? Coba kau jelaskan dengan jelas. Pernyataanmu yang menggatung seperti itu membuatku hampir gila.." 

"Iya, noona.. katakan saja poin nya. Sebenarnya kenapa?" Jonghyun menambahkan.

"SNSD!! Ah.. ania.. TaeTiSeo akan tampil tepat setelah kalian menyelesaikan perform lagu pertama. Semula yang akan mengisi posisi itu adalah Fx. Tapi tiba-tiba manajemen mereka merubahnya. Kalian benar-benar tidak tahu?"

Bugg!!! Rasanya seperti ada yang memukul kepala dan dada Yonghwa. Semua ini terlalu tiba-tiba. Setelah 6 bulan ini tanpa sekalipun kontak dengan Joohyun, tiba-tiba hari ini harus bertemu disini. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Dia bahkan tidak mempersipkan diri. Tangannya mulai gemetar. Mendadak otaknya tak mampu berfikir jernih. Ia lantas menjatuhkan tubuhnya ke atas sofa tempat dirinya duduk tadi. Jonghyun menyadari kondisi ini dan menelepon manajer nya.

"Hyung.. tentang revisi jadwal, kenapa kau tak memberi tahu kami sebelumnya?" Jonghyun sebetulnya khawatir dengan psikologis Yonghwa dalam situasi ini.

"Mwo? Kau sudah memberikannya pada kami? ~ Kapan? ~ Di Tokyo? ~ Minhyuk?"

Serentak semua mata tertuju pada sang drummer. Menyadari tingkahnya sedang ditelanjangi, Minhyuk menundukan kepalanya sambil mengerutkan bahunya, menghindari tatapan orang-orang yang sebentar lagi akan menginterogasinya. Benar saja..

"Yak.. Kang Minhyuk!! Jelaskan padaku apa yang sebenarnya kau lakukan?" Jonghyun mengangkat intonasi suaranya yang membuat Minhyuk segera menyembunyikan tubuhnya dibelakang tubuh Jungshin.

"Mi... mianhae, hyung.. sebenarnya... maksudku hanya agar Yonghwa hyung tidak merasa terpengaruh dan tetap bisa bekerja dengan fokus. Aku takut kabar ini akan kembali membuat Yonghwa hyung terluka. Kalian tahu, seperti apa wajahnya saat pertama kali tiba di Tokyo? Tapi kemarin sebelum kita berangkat ke sini, aku bisa melihat Yonghwa hyung tertawa lagi. Tertawa lepas sambil memegang perutnya. Aku tak tega membuatnya berhenti tertawa dengan memberi tahukan kebenaran ini padanya."

Minhyuk menunduk sedih. Dia begitu khawatir dan mengerti segala kesulitan hyung nya. Mendengar itu, Jonghyun pun menurunkan nada bicaranya.

"Tapi setidaknya kau harus memberi tahuku dan Jungshin, Minhyuk ah... bila terjadi hal seperti ini, kau mau bilang apa? Yonghwa hyung bahkan lebih terkejut sekarang."

"Maaf kan aku, hyung. Aku benar-benar salah. Tapi maksudku baik. Aku hanya tak ingin...." Tiba-tiba Yonghwa menyela perkataan Minhyuk.

"Gwaenchanna, Minhyuk ah. Aku tak menyalahkanmu. Cepat atau lambat aku harus menemui hal seperti ini. Akupun tak selamanya bisa menghindar dan terus bersembunyi . Tapi Minhyuk ah... lain kali, apapun yang terjadi, bila itu berhubungan dengan grup kita, kau harus mengatakannya padaku. Setidaknya aku harus mempersiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi. Lagi pula, sekarang ini aku bukan lagi anak remaja yang tak mampu mengendalikan diri dan emosiku. Aku sudah cukup dewasa untuk menjadi hyung kalian. Meski begitu, tetap terima kasih, Minhyuk. Karena memikirkanku sampai seperti itu. Kajja... kita harus segera bersiap-siap! Pastikan kita melakukan yang terbaik."

Yonghwa menutupi kegundahannya dengan senyum. Bila harus terjadi, maka terjadilah. Dia tak harus bersembunyi lagi.

***

"Everybody.. please welcome.. CNBLUE!!!! "

Show pun dimulai. Acoustic version of Love light membuka performa mereka. Yonghwa dengan segala pesonanya berhasil menghipnotis para audience. Suasana pun kian hidup dan meriah. Lagu bergulir dengan rapi dan sempurna. Khas CNBLUE yang energic dan charming. Tak terbantahkan lagi kemampuan Yonghwa dkk dalam memainkan alat musik. Diusia muda seperti mereka, mereka mampu menyuguhkan performa yang membuat para penikmat musik berdecak kagum.

Ditengah lagu, Yonghwa tak sengaja melirik ke sayap panggung. Ada pemandangan yang membuatnya bahagia sekaligus menoreh lagi kepedihan yang beberapa waktu ini berhasil dia sembuhkan. Wajah itu…  harusnya menjadi penawar segala kerinduan ini. Tapi entah kenapa, hatinya tetap terasa sakit meski gadis yang berdiri di sayap panggung itu melemparkan senyumnya untuk Yonghwa. Yonghwa membalas senyumnya lalu meneruskan aksi panggungnya dan berusaha untuk tidak terganggu oleh perasaan kalutnya. Belum saatnya. Dia belum sepenuhnya menjadi laki-laki yang pantas untuk gadis pemilik senyuman bidadari itu..

'My angel.. ingatkah lagu ini? Lagu yang kucipta saat kuingat wajahmu. Senyum itu.. senyum secantik malaikat yang mengikat hatiku sejak awal kita bertemu. Neomu bogoshiposeo.. Angel...' Rintihnya dalam hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar