Mid Summer Story...
Author : Jingga8
Main Cast : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNBLUE, SNSD
Genre : Romance
Rating : T
Chaptered
Chapter 14
Damn... I Miss You...
Tak terasa 6 bulan sudah jarak
memisahkan kerinduan ini dari pemiliknya. Yonghwa di sibukkan dengan segala
jadwal konser dan recordingnya. Mulai dari menyiapkan materi lagu, membuat
aransemen, take vocal, editing, begitulah setiap hari bergulir. Dia bahkan
hanya bisa berhubungan dengan Eomma nya 2 kali dalam 1 bulan. Itu pun karena
Eomma nya yang menelepon lebih dulu. Kali ini Yonghwa benar-benar mencurahkan
segala usahanya untuk proyek album dan konsernya di Jepang. Tak ada lagi yang
dia pikirkan selain kesuksesan pekerjaannya. Selain proyek album, CNBLUE juga
dipercaya untuk menggarap beberapa lagu untuk soundtrack dorama Jepang.
Yah, tidak ada yang berubah dalam
karier CNBLUE. Bisa dikatakan, kini materi bermusik mereka lebih matang.
Dan tentang Seo Joohyun? Hmm...
sepertinya kesibukan ini mampu menyembuhkan lukanya. Perlahan dia kini mampu
mengembalikan keteraturan hidupnya. Hampir 2 bulan ini dia tak lagi mengalami
insomnia. Dia bisa tidur dan makan dengan baik.
Bukan.. bukan karena ia tak lagi
merindukan Joohyun. Bagaimana mungkin dia mampu mengusir Joohyun dari dalam
hati dan pikirannya? Semua yang dijalaninya kini semata karena dia ingin
menjadikan dirinya pantas untuk Joohyun. Semua ini untuk Joohyun. Untuk bisa
membangun benteng kekuatan yang bisa sepenuhnya melindungi Joohyun dari segala
ancaman dan penderitaan. Dan utnuk semua itu, tidak ada pilihan lain selain
bekerja lebih keras. Dan bila pekerjaan ini selesai lebih cepat, manajemen nya
sudah memberi ijin mereka untuk kembali ke Korea tanpa harus menunggu akhir
tahun.
Minhyuk datang membawa setumpuk
kertas berisi materi lagu dan jadwal album mereka.
"Hyung, ini beberapa lirik
yang coba aku dan Jungshin tulis. Mungkin butuh kau retouch lagi karena kau
tahu sendiri, diantara kita hanya aku dan jungshin yang paling miskin soal
pengalaman hidup." Yonghwa
menyeringai mendengar kata-kata Minhyuk barusan.
"Mwo ya... pengalaman hidup
seperti apa yang kau maksud? Kau pikir aku dan Jonghyun punya pengalaman
sebanyak apa? Kau ini...!" Yonghwa menepuk pundak dongsaeng nya lalu
mengambil gitarnya.
"Setidaknya kau dan Jonghyun
hyung pernah punya kisah cinta yang seru. Kisah cintaku yang abadi yah.. hanya
dengan si Jungshin itu. Makanya, tolong kau lihat lagi dengan teliti, aku takut
tanpa sadar lirik lagu yang kutulis itu tersirat seperti kisah cinta sepasang
gay."
Yonghwa terbahak seketika
mendengar kekonyolan Minhyuk. Yah, Yonghwa tertawa! Akhirnya dia bisa lagi
tertawa terpingkal-pingkal sampai memegang perutnya. Berhasil! Minhyuk berhasil
mengembalikan keceriaan Yonghwa. Meski Minhyuk tahu, kali ini hyung nya hanya
sedang menutupi rasa sakitnya saja. Tapi setidaknnya, kali ini Yonghwa
menyembunyikannya dengan lebih rapi dan tak lagi menampakkan wajah sendunya.
"Ohh.. ya.. hyung! Di situ
juga ada song list yang akan kita bawakan di Music bank Singapur nanti. Kau
susun lagi, dan segera kembalikan pada manajer hyung."
"Ahraseo!" Yonghwa
membaca song list yang diberikan Minhyuk. Hhmm.. hanya 3 lagu rupanya. Love
light, I'm sorry, dan Can't Stop..
"Hmm... Love light?"
Sesaat, kenangan membawanya kembali pada gadis pemilik lagu ini.
"Oke.. aku mengerti!
Hwaighting!!" Gumamnya pada diri sendiri.
***
Cuaca Singapura siang itu cukup
terik. Disini mereka bisa berpakaian lebih casual hanya dengan casual Tee dan
celana jeans saja. Ada waktu 2 jam sebelum Mubank dimulai. CNBLUE dan tim nya
sudah bersiap di ruang tunggu mereka. Jonghyun dan Jungshin tampak sedang
melakukan fingering dengan gitar dan bass mereka. Sementara Minhyuk yang akan
mengeluarkan energi lebih besar dengan gebukan drumnya, tengah sibuk mengisi
perutnya. Ritual sebelum manggung. Bagaimana dengan sang leader? Ah... ternyata
dia masih sibuk dengan tabletnya. Kerja? Bukan..! Tepatnya sedang main game.
Begitulah cara mereka melakukan relaksasi sebelum konser dimulai. Tiba-tiba
cordy noona mereka datang sambil berlari dengan nafasnya terengah-engah. Sontak
tingkahnya itu mengagetkan semua member.
" Yonghwa ah...
gawat!!" Katanya sambil sibuk mengatur nafasnya.
"Moseumniriseo, noona? Apa
yang gawat?" Yonghwa terlihat panik karena ulah sang cordy. Member yang
lain pun tak kalah paniknya. Mereka segera menegakkan badan mereka dan mendekat
menghampiri sang noona.
"Itu... kau.. sudah baca
nama-nama grup yang akan tampil?" Semua member kompak mengerutkan kening
mereka.
"Sudah. Waeyo?" Tanya
Yonghwa penasaran.
"Jeongmal?!! Kau sudah
melihatnya dan kau baik-baik saja?" Tambahnya, masih dengan keadaan
terengah-engah.
"Memangnya kenapa? Apa yang
salah?"
Yonghwa semakin bingung dan
buru-buru mengambil tablet nya untuk melihat ulang jadwal acara dan urutan grup
yang akan tampil. Saat melihatnya, tak sedikitpun Yonghwa merasa ada keanehan.
"Noona, apanya yang gawat?
Aku sama sekali tak mengerti.." Yonghwa menyerahkan tablet nya pada cordy
noona. Giliran sang cordy yang penasaran, benarkah Yonghwa tidak menyadarinya?
"Ahhh... ini jadwal yang di
rencanakan bulan lalu. Kau belum dapat revisi nya?" Kali ini Yonghwa
benar-benar bingung.
"Revisi?"
"Iya... revisi nya. Aku
melihatnya di ruangan FT-island. Hongki yang memberitahuku. Haah.. sudah
kuduga, ini pasti ada yang tidak beres."
Semua member CNBLUE malah semakin
di buat pusing oleh keterangan cordy noona yang setengah-setengah. Jungshin
jadi tidak sabaran karenanya.
"Ahh.. noona, sebenarnya
kenapa sih? Coba kau jelaskan dengan jelas. Pernyataanmu yang menggatung
seperti itu membuatku hampir gila.."
"Iya, noona.. katakan saja
poin nya. Sebenarnya kenapa?" Jonghyun menambahkan.
"SNSD!! Ah.. ania.. TaeTiSeo
akan tampil tepat setelah kalian menyelesaikan perform lagu pertama. Semula
yang akan mengisi posisi itu adalah Fx. Tapi tiba-tiba manajemen mereka
merubahnya. Kalian benar-benar tidak tahu?"
Bugg!!! Rasanya seperti ada yang
memukul kepala dan dada Yonghwa. Semua ini terlalu tiba-tiba. Setelah 6 bulan
ini tanpa sekalipun kontak dengan Joohyun, tiba-tiba hari ini harus bertemu
disini. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Dia bahkan tidak
mempersipkan diri. Tangannya mulai gemetar. Mendadak otaknya tak mampu berfikir
jernih. Ia lantas menjatuhkan tubuhnya ke atas sofa tempat dirinya duduk tadi.
Jonghyun menyadari kondisi ini dan menelepon manajer nya.
"Hyung.. tentang revisi
jadwal, kenapa kau tak memberi tahu kami sebelumnya?" Jonghyun sebetulnya
khawatir dengan psikologis Yonghwa dalam situasi ini.
"Mwo? Kau sudah
memberikannya pada kami? ~ Kapan? ~ Di Tokyo? ~ Minhyuk?"
Serentak semua mata tertuju pada sang
drummer. Menyadari tingkahnya sedang ditelanjangi, Minhyuk menundukan kepalanya
sambil mengerutkan bahunya, menghindari tatapan orang-orang yang sebentar lagi
akan menginterogasinya. Benar saja..
"Yak.. Kang Minhyuk!!
Jelaskan padaku apa yang sebenarnya kau lakukan?" Jonghyun mengangkat
intonasi suaranya yang membuat Minhyuk segera menyembunyikan tubuhnya dibelakang
tubuh Jungshin.
"Mi... mianhae, hyung..
sebenarnya... maksudku hanya agar Yonghwa hyung tidak merasa terpengaruh dan
tetap bisa bekerja dengan fokus. Aku takut kabar ini akan kembali membuat
Yonghwa hyung terluka. Kalian tahu, seperti apa wajahnya saat pertama kali tiba
di Tokyo? Tapi kemarin sebelum kita berangkat ke sini, aku bisa melihat Yonghwa
hyung tertawa lagi. Tertawa lepas sambil memegang perutnya. Aku tak tega
membuatnya berhenti tertawa dengan memberi tahukan kebenaran ini padanya."
Minhyuk menunduk sedih. Dia
begitu khawatir dan mengerti segala kesulitan hyung nya. Mendengar itu,
Jonghyun pun menurunkan nada bicaranya.
"Tapi setidaknya kau harus
memberi tahuku dan Jungshin, Minhyuk ah... bila terjadi hal seperti ini, kau
mau bilang apa? Yonghwa hyung bahkan lebih terkejut sekarang."
"Maaf kan aku, hyung. Aku
benar-benar salah. Tapi maksudku baik. Aku hanya tak ingin...." Tiba-tiba
Yonghwa menyela perkataan Minhyuk.
"Gwaenchanna, Minhyuk ah.
Aku tak menyalahkanmu. Cepat atau lambat aku harus menemui hal seperti ini.
Akupun tak selamanya bisa menghindar dan terus bersembunyi . Tapi Minhyuk ah...
lain kali, apapun yang terjadi, bila itu berhubungan dengan grup kita, kau
harus mengatakannya padaku. Setidaknya aku harus mempersiapkan segala
kemungkinan yang akan terjadi. Lagi pula, sekarang ini aku bukan lagi anak
remaja yang tak mampu mengendalikan diri dan emosiku. Aku sudah cukup dewasa
untuk menjadi hyung kalian. Meski begitu, tetap terima kasih, Minhyuk. Karena
memikirkanku sampai seperti itu. Kajja... kita harus segera bersiap-siap!
Pastikan kita melakukan yang terbaik."
Yonghwa menutupi kegundahannya
dengan senyum. Bila harus terjadi, maka terjadilah. Dia tak harus bersembunyi
lagi.
***
"Everybody.. please
welcome.. CNBLUE!!!! "
Show pun dimulai. Acoustic
version of Love light membuka performa mereka. Yonghwa dengan segala pesonanya
berhasil menghipnotis para audience. Suasana pun kian hidup dan meriah. Lagu
bergulir dengan rapi dan sempurna. Khas CNBLUE yang energic dan charming. Tak
terbantahkan lagi kemampuan Yonghwa dkk dalam memainkan alat musik. Diusia muda
seperti mereka, mereka mampu menyuguhkan performa yang membuat para penikmat
musik berdecak kagum.
Ditengah lagu, Yonghwa tak
sengaja melirik ke sayap panggung. Ada pemandangan yang membuatnya bahagia
sekaligus menoreh lagi kepedihan yang beberapa waktu ini berhasil dia
sembuhkan. Wajah itu… harusnya menjadi
penawar segala kerinduan ini. Tapi entah kenapa, hatinya tetap terasa sakit
meski gadis yang berdiri di sayap panggung itu melemparkan senyumnya untuk
Yonghwa. Yonghwa membalas senyumnya lalu meneruskan aksi panggungnya dan
berusaha untuk tidak terganggu oleh perasaan kalutnya. Belum saatnya. Dia belum
sepenuhnya menjadi laki-laki yang pantas untuk gadis pemilik senyuman bidadari
itu..
'My angel.. ingatkah lagu ini? Lagu yang kucipta saat kuingat wajahmu.
Senyum itu.. senyum secantik malaikat yang mengikat hatiku sejak awal kita
bertemu. Neomu bogoshiposeo.. Angel...' Rintihnya dalam hati.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar