Mid Summer Story...
Author : Jingga8
Main Cast : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNBLUE, SNSD
Genre : Romance
Rating : T
Chaptered
Chapter 13
Anyeong, Nae Sarang Bit.....
Incheon Airport,
penghujung musim gugur….
Langkahnya
gontai, lemah tak bertenaga. Seperti ratusan kilo beban terantai di kedua
kakinya. Yonghwa terus menyeret langkahnya, memaksa kakinya untuk berjalan menjauh,
meski hati dan pikirannya menolak. Setiap langkah kian pasti membentangkan
jarak antara dirinya dengan Joohyun. Gadis yang kini teramat sangat dia
rindukan. Sejak malam itu, di tempat yang sama saat terakhir kali Yonghwa
menangis sendiri dalam mobilnya..
***
Angin diakhir
musim gugur menambah pekatnya luka malam itu. Ketika mulutnya dipaksa untuk
mengatakan hal yang akan teramat melukai gadisnya. Bila saja ada jalan lain
yang dapat dia tempuh tanpa harus melewati semua ini, tentu saja dia tidak akan
pernah rela melihat gadis yang paling ingin dia lindungi harus terluka oleh
kata-katanya sendiri.
"Mianhae Seo
Joohyun.." Suaranya lirih bergetar mengucapkan kalimat itu. Joohyun menangis
sedih. Tangisnya pilu tanpa suara membuat luka dalam hati Yonghwa terasa kian
menganga. Wajahnya merah menahan isakan.
"Haruskan
sejauh ini, Oppa?" Suara Joohyun pun tak kalah bergetar di sela tangisnya.
Yonghwa lantas mengangguk tanpa berani mengangkat kepalanya.
"Oppa.. kau
yakin bahwa kita tak akan menyesali ini? Benarkah semua ini yang kau
inginkan?" Kali ini suara Joohyun benar-benar parau. Tak kuasa lagi dia
menahan isaknya.
"Jongmal
mianhae, Joohyun ah.. aku tak tahu jika pada akhirnya hanya rasa sakit ini yang
akan ku berikan padamu. Hyun, sejak awal hubungan kita ini mungkin memang
sebuah kesalahan. Karena kita egois, kita hampir saja mengacaukan tujuan kita
sebelumnya untuk meraih mimpi kita. Kita lupa, bahwa selain cinta ini, ada
mereka yang bisa ikut terluka karena kita.
Jadi kita akhiri
saja semua nya, Hyun. Kau pun pasti sangat lelah, bukan? Seo Joohyun yang dulu
kukenal lugu dan ceria, dimasa depan tidak perlu lagi menanggung beban seberat
ini karena aku. Mengertilah... Hyun.. semua ini kulakukan demi kebaikan kita
semua.."
"Mwo?
Kesalahan? Apa yang salah dengan cinta ini, Oppa? Apa salah kita.. bila diluar
kuasa kita rasa ini tiba-tiba hadir dan tumbuh menjadi bagian yang tidak boleh
tidak ada dalam hidup kita? Aku hanya ingin bisa mencintaimu, Oppa. Hanya itu.
Bedosakah aku dengan keinginan itu? Kenapa
kau lakukan ini? Kau hanya perlu memintaku untuk menunggu, maka aku akan
menunggumu selama apapun itu. Kau cukup katakan padaku untuk selalu percaya
padamu, maka aku akan selalu ada untukmu hingga kapanpun itu. Oppa kumohon,
jangan menyerah. Jebbal..!"
Disela derai air
matanya, Seo Joohyun dengan hatinya yang lemah berusaha untuk mempertahankan
sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya sekali lagi. Demi Tuhan pemadangan
itu semakin mencabik hati lelaki dihadapannya. Melihat betapa rapuhnya Joohyun,
nyaris saja meruntuhkan dinding pertahanannya. Bila saja wajah Jonghyun,
Minhyuk dan Jungshin tidak terlintas dalam benaknya, maka saat itu yang akan
dia lakukan adalah menarik tangan gadis ini dan membawanya pergi ketempat yang
tidak akan ada seorangpun yang menemukan mereka.
Joohyun menangis
kian tersedu. Begitupun kesesakan yang terasa kian menghimpit jantung Jung
Yonghwa. Bagaimana mungkin dia setega ini menorehkan luka pada perempuan yang
paling ingin dia lindungi? Pada akhirnya, dia tak mampu melindungi Joohyun dari
penderitaan yang dia sebabkan.
Yonghwa mengusap
lembut wajah perempuan dihadapannya dengan lembut. Menyeka deraian air mata
yang tak henti-hentinya mengalir dan dialah penyebabnya. Ditatapnya Seo Joohyun
dengan segenap cinta yang tak akan pernah sanggup dia rangkai dalam kata.
"Hyun,
hidupmu terlalu berharga untuk kau pertaruhkan hanya demi seorang sepertiku.
Aku tak ingin menjadi sisi gelap yang pernah hadir dalam hidupmu. Aku tak ingin
menjadi laki-laki yang melukis kenangan buruk di hidupmu. Sekeras apapun
perjuangan kita, kita belum cukup kuat untuk melawannya. Kariermu, dan semua
yang kau miliki saat ini adalah sesuatu yang memang seharusnya terus ada dalam
hidupmu. Kau tahu, saat ini yang tak mampu aku berikan padamu adalah
perlindungan meski sekeras apapun aku teriakan betapa aku mencintaimu. Cintaku
tak akan pernah cukup untuk menjagamu dari rasa sakit yang akan disebabkan oleh
media, fans, dan juga karier kita. Aku tak ingin memberimu rasa sakit lebih
banyak. Berhentilah memaksakan diri, Hyun. Hhhm? Kita akhiri saja!" Joohyun
menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Kali ini luka itu sudah pada
batasnya. Ketika lelaki yang dia harap akan bertahan memegang erat tangannya,
malam itu justru memintanya untuk menyerah. Joohyun tak sanggup menahannya
lagi.
"Kau
benar-benar jahat, Oppa! Kau benar-benar jahat!!”
Meledaklah
pertahanan diri Joohyun. Tangisnya kian menjadi, membuat Yonghwa tak kuasa lagi
dan segera menarik tubuh gadis itu kedalam peluknya. Seo Joohyun meraung
sejadi-jadinya dalam pelukan Yonghwa. Rasanya tidak tersisa lagi kekuatan dalam
diri Yonghwa, bahkan hanya sekedar untuk menahan air matanya. Yah… seperti hari
itu, malam itupun Yonghwa menangis lirih sambil memeluk cintanya.
“Mianhae, Hyun!
Jeongmal mianhae…” Suaranya nyaris tak terdengar disela isakannya.
"Kumohon
mengertilah.. Joohyun ah! Saat ini, hanya ini yang bisa aku lakukan. "
Keduanya larut
dalam tangis. Beberapa saat, Joohyun hanya tersedu dalam dekapan Yonghwa yang
mungkin akan menjadi dekap terakhirnya. Hingga akhirnya tangisnya mulai reda.
Joohyun mulai mengusap wajahnya dan mengatur ritme nafasnya. Begitu pun Jung
Yonghwa.
"Alghaeseo..
Oppa. Bila memang itu keputusanmu. Sejak awal aku memang tak pernah cukup kuat
untuk menahanmu tetap disisku. Ahrasso, pada akhirnya… cinta yang pernah kau
perkenalkan padaku dulu hanya menyisakan luka seperih ini. Hhm.. aku tidak
tahu, bila ternyata untuk menjaga agar dandelionku tetap tumbuh aku harus
melewati rasa sakit sehebat ini. Bila saja saat ini kau tanyakan lagi padaku..
apa itu cinta? Maka saat ini, aku akan menjawab.. cinta adalah ilusi yang
memberiku kebahagian semu. Dan cinta adalah hal tidak boleh ada dalam hidup
seorang idol sepertiku.”
Joohyun tersenyum
pahit sambil menyeka sisa air matanya. Tatapannya mencabik-cabik hati Yonghwa.
Selama 6 tahun bersamanya, ini pertama kalinya Joohyun menatapnya seperti itu.
"Jalgara,
Oppa.. dan pastikan kau tidak menyesali keputusanmu ini!! Pastikan untuk
menjadi musisi yang sukses. Karena untuk menjadi semua itu, kau harus
membayarnya dengan harga yang sangat mahal. Anyeong, Yonghwa Oppa…. "
Joohyun membalikan tubuhnya lalu berjalan menjauhi Yonghwa. Meninggalkannya
dengan kepingan hati yang telah remuk dibuatnya.
"Anyeong..
Nae Sarang Bit..! Jongmal mianhae… Neol do.. Geokk haengbokhaseo! "
Yonghwa terus
menatap punggung gadisnya yang kian menjauh. Bulir-bulir hangat mengalir tak
tertahan di pipinya. Joohyun benar, bila hari ini dirinya kembali ditanya
tentang apa itu cinta? Maka jawabannya adalah… kepedihan tak berujung. Ya,
Yonghwa merasa dirinya pantas di hukum seperti ini. Kepedihan ini adalah
hukuman yang layak untuknya. Biarlah,
dia akan menanggungnya. Dia akan menahannya.
Please be happy.
I hope that you will always be someone who shines brightly.
I hope that you will always be someone who shines brightly.
Saying goodbye with a smile
A little more (sound of ball hitting) Now, it’s goodbye.
A little more (sound of ball hitting) Now, it’s goodbye.
Farewell, we’re saying goodbye now.
My love, my precious person.
My love, my precious person.
As hot as the suns rays,
you who hugs me.
you who hugs me.
While looking at you with brimming eyes, goodbye.
While smiling brightly, oh~ goodbye.
While smiling brightly, oh~ goodbye.
Farewell, precious person.
The beautiful and sparkling you who gives me light.
The beautiful and sparkling you who gives me light.
Goodbye, my love.
While looking at you, goodbye.
While looking at you a little more,
Goodbye.
While looking at you, goodbye.
While looking at you a little more,
Goodbye.
( Bye – Kim Taeyeon )
***
Bandara Incheon
siang itu begitu riuh. Padat dengan penumpang yang datang ataupun hendak pergi
meninggalkan Korea. Tapi tidak untuk Yonghwa. Baginya dunia yang bingar ini
tiba-tiba saja terasa sepi dan kosong. Dalam beberapa menit, dia harus
menempatkan tubuhnya di atas kursi pesawat yang akan membawanya terbang menjauh
dari cintanya. Yah.. hari ini CNBLUE akan memulai proyek nya di Jepang.
Harusnya Jepang bukanlah negara yang terlalu jauh dari Korea. Tapi bukan jarak yang menjadikannya
terasa begitu jauh. Keadaan dan jalan hidup mereka lah yang kini membentangkan
jarak yang teramat jauh untuk di gapai.
Hatinya remuk.
Sakit. Sesak. Tapi bisa apa lagi? Bila saat ini dia mengikuti keinginannya dan
berlari ke arah Joohyun, lalu masa depan akan seperti apa? Cukupkah cinta yang
dia berikan pada Joohyun bisa membuat gadis nya bahagia? Bisakah Joohyun hidup
meninggalkan dunia gemerlapnya untuk menjalani hidup yang sederhana dengan
Yonghwa? Mungkin Joohyun akan baik-baik saja karena dia memang gadis yang tulus
dan sederhana. Dia bukan gadis yang menuhankan kariernya diatas segalanya.
Tapi tidak bagi
Yonghwa. Untuknya, mencintai Joohyun haruslah dengan segala kesempurnaan yang
dia bisa berikan dan dia lakukan. Hatinya tak akan pernah tega membiarkan
Joohyun kehilangan segala keistimewaan dirinya hanya demi hidup bersamanya.
Cinta untuknya lebih dari sekedar memiliki. Biarlah sementara ini dia belenggu
rasa rindunya, agar suatu hari saat dia datang lagi ke dalam hidup Joohyun, dia
telah menjadi laki-laki yang lebih pantas untuk berdiri di sisinya. Itupun jika
saat itu Joohyun masih menunggunya..
Waktu penerbangan
pun tiba.....
"Aku pergi Joohyun ah.. jaga dirimu, hiduplah dengan baik dan
teratur. Maafkan aku.. hanya itu yang bisa aku katakan padamu saat ini.."
Untaian kata itu
hanya mampu Yonghwa layangkan lewat pesan singkat sebelum akhirnya dia harus
mematikan hp nya selama penerbangan. Di tempat duduknya, dia memandang kearah
jendela. Diamatinya hujan rintik-rintik yang membasahi Incheon siang itu.
Pemandangan sendu itu yang harus mengantarnya pergi. Dan pesawat pun
benar-benar terbang. Menjauh dari cinta yang dia tinggalkan.
'Jalga.. nae sojungan saram.. nae Seo Joohyun..'
Bisik hatinya.
Sementara itu sang
cinta yang ditinggalkan hanya mampu menelan segala rasa pedihnya sambil membaca
pesan Yonghwa yang kini sudah pergi meninggalkannya. Selain merelakannya, bisa
apa lagi? Semoga masa depan tidak akan mengingkari janjinya. Hari ini,
tangisnya mengiringi Yonghwa pergi. Tapi saat Yonghwa kembali nanti, dia
berjanji akan menyambutnya dengan senyum.
'Jalga.. nae sarang... my first love... my love light! Aku akan
menunggumu.. '
Batin nya lirih
diiringi tetesan air mata pedihnya. Sudah! ini harus jadi tangisan terakhir
baginya. Dia hanya akan memeluk segala kenangan dan janji masa depan yang dia
miliki bersama Yonghwa.
Malam itu dia
memang benar-benar marah pada Yonghwa. Bukan karena dia membencinya, tapi malam
itu Joohyun hanya ingin merasakan dirinya diinginkan dan dipertahankan. Dia
rela bila harus menunggu berapa lamapun itu. Bahkan bila saat itu di Busan
Yonghwa tak berlari ke arahnya, mungkin Joohyun yang akan berlari ke arahnya.
Apa bedanya bila semua rasa itu akhirnya bernama sama yaitu cinta. Untuknya
Yonghwa itu benar-benar phabo. Setidaknya bila jarak yang harus menjauhkannya
dari Joohyun, bawalah cinta Joohyun bersamanya. Bukan mengabaikannya begitu
saja seolah dia mampu menempatkan segalnya pada posisi sebelumnya.
CNBLUE akhirnya
tiba di tempat kerja baru mereka. Ahhh... akankah satu tahun ini terlewati
dengan cepat? Entahlah.. satu jam pun rasanya waktu terlalu lambat. But the
show must goon.. Fans mereka di Jepang dan beberapa negara di Asia lain sedang
menunggu karya-karya emas nya. Eommanya pun sekali lagi harus merelakan anak
bungsunya untuk tinggal jauh dari penjagaannya hanya demi mendukung cita-cita
anaknya untuk menjadi seorang musisi yang diakui dan di cintai dunia karena
karyanya. Dan seperti yang Joohyun katakan, dia harus membayar mahal untuk
keputusan yang dipilihnya. Jadi pastikan semua itu tidak sia-sia…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar