Senin, 19 Januari 2015

Mid Summer Story Chapter 13


Mid Summer Story...


Author           : Jingga8
Main Cast      : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNBLUE, SNSD
Genre             : Romance
Rating            : T

Chaptered



Chapter 13

Anyeong, Nae Sarang Bit.....

Incheon Airport, penghujung musim gugur….

Langkahnya gontai, lemah tak bertenaga. Seperti ratusan kilo beban terantai di kedua kakinya. Yonghwa terus menyeret langkahnya, memaksa kakinya untuk berjalan menjauh, meski hati dan pikirannya menolak. Setiap langkah kian pasti membentangkan jarak antara dirinya dengan Joohyun. Gadis yang kini teramat sangat dia rindukan. Sejak malam itu, di tempat yang sama saat terakhir kali Yonghwa menangis sendiri dalam mobilnya..

***

Angin diakhir musim gugur menambah pekatnya luka malam itu. Ketika mulutnya dipaksa untuk mengatakan hal yang akan teramat melukai gadisnya. Bila saja ada jalan lain yang dapat dia tempuh tanpa harus melewati semua ini, tentu saja dia tidak akan pernah rela melihat gadis yang paling ingin dia lindungi harus terluka oleh kata-katanya sendiri.

"Mianhae Seo Joohyun.." Suaranya lirih bergetar mengucapkan kalimat itu. Joohyun menangis sedih. Tangisnya pilu tanpa suara membuat luka dalam hati Yonghwa terasa kian menganga. Wajahnya merah menahan isakan.

"Haruskan sejauh ini, Oppa?" Suara Joohyun pun tak kalah bergetar di sela tangisnya. Yonghwa lantas mengangguk tanpa berani mengangkat kepalanya.

"Oppa.. kau yakin bahwa kita tak akan menyesali ini? Benarkah semua ini yang kau inginkan?" Kali ini suara Joohyun benar-benar parau. Tak kuasa lagi dia menahan isaknya.

"Jongmal mianhae, Joohyun ah.. aku tak tahu jika pada akhirnya hanya rasa sakit ini yang akan ku berikan padamu. Hyun, sejak awal hubungan kita ini mungkin memang sebuah kesalahan. Karena kita egois, kita hampir saja mengacaukan tujuan kita sebelumnya untuk meraih mimpi kita. Kita lupa, bahwa selain cinta ini, ada mereka yang bisa ikut terluka karena kita.

Jadi kita akhiri saja semua nya, Hyun. Kau pun pasti sangat lelah, bukan? Seo Joohyun yang dulu kukenal lugu dan ceria, dimasa depan tidak perlu lagi menanggung beban seberat ini karena aku. Mengertilah... Hyun..  semua ini kulakukan demi kebaikan kita semua.."

"Mwo? Kesalahan? Apa yang salah dengan cinta ini, Oppa? Apa salah kita.. bila diluar kuasa kita rasa ini tiba-tiba hadir dan tumbuh menjadi bagian yang tidak boleh tidak ada dalam hidup kita? Aku hanya ingin bisa mencintaimu, Oppa. Hanya itu. Bedosakah aku dengan keinginan itu?  Kenapa kau lakukan ini? Kau hanya perlu memintaku untuk menunggu, maka aku akan menunggumu selama apapun itu. Kau cukup katakan padaku untuk selalu percaya padamu, maka aku akan selalu ada untukmu hingga kapanpun itu. Oppa kumohon, jangan menyerah. Jebbal..!"

Disela derai air matanya, Seo Joohyun dengan hatinya yang lemah berusaha untuk mempertahankan sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya sekali lagi. Demi Tuhan pemadangan itu semakin mencabik hati lelaki dihadapannya. Melihat betapa rapuhnya Joohyun, nyaris saja meruntuhkan dinding pertahanannya. Bila saja wajah Jonghyun, Minhyuk dan Jungshin tidak terlintas dalam benaknya, maka saat itu yang akan dia lakukan adalah menarik tangan gadis ini dan membawanya pergi ketempat yang tidak akan ada seorangpun yang menemukan mereka.

Joohyun menangis kian tersedu. Begitupun kesesakan yang terasa kian menghimpit jantung Jung Yonghwa. Bagaimana mungkin dia setega ini menorehkan luka pada perempuan yang paling ingin dia lindungi? Pada akhirnya, dia tak mampu melindungi Joohyun dari penderitaan yang dia sebabkan. 

Yonghwa mengusap lembut wajah perempuan dihadapannya dengan lembut. Menyeka deraian air mata yang tak henti-hentinya mengalir dan dialah penyebabnya. Ditatapnya Seo Joohyun dengan segenap cinta yang tak akan pernah sanggup dia rangkai dalam kata.

"Hyun, hidupmu terlalu berharga untuk kau pertaruhkan hanya demi seorang sepertiku. Aku tak ingin menjadi sisi gelap yang pernah hadir dalam hidupmu. Aku tak ingin menjadi laki-laki yang melukis kenangan buruk di hidupmu. Sekeras apapun perjuangan kita, kita belum cukup kuat untuk melawannya. Kariermu, dan semua yang kau miliki saat ini adalah sesuatu yang memang seharusnya terus ada dalam hidupmu. Kau tahu, saat ini yang tak mampu aku berikan padamu adalah perlindungan meski sekeras apapun aku teriakan betapa aku mencintaimu. Cintaku tak akan pernah cukup untuk menjagamu dari rasa sakit yang akan disebabkan oleh media, fans, dan juga karier kita. Aku tak ingin memberimu rasa sakit lebih banyak. Berhentilah memaksakan diri, Hyun. Hhhm? Kita akhiri saja!" Joohyun menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Kali ini luka itu sudah pada batasnya. Ketika lelaki yang dia harap akan bertahan memegang erat tangannya, malam itu justru memintanya untuk menyerah. Joohyun tak sanggup menahannya lagi.

"Kau benar-benar jahat, Oppa! Kau benar-benar jahat!!”

Meledaklah pertahanan diri Joohyun. Tangisnya kian menjadi, membuat Yonghwa tak kuasa lagi dan segera menarik tubuh gadis itu kedalam peluknya. Seo Joohyun meraung sejadi-jadinya dalam pelukan Yonghwa. Rasanya tidak tersisa lagi kekuatan dalam diri Yonghwa, bahkan hanya sekedar untuk menahan air matanya. Yah… seperti hari itu, malam itupun Yonghwa menangis lirih sambil memeluk cintanya.

“Mianhae, Hyun! Jeongmal mianhae…” Suaranya nyaris tak terdengar disela isakannya.

"Kumohon mengertilah.. Joohyun ah! Saat ini, hanya ini yang bisa aku lakukan. "

Keduanya larut dalam tangis. Beberapa saat, Joohyun hanya tersedu dalam dekapan Yonghwa yang mungkin akan menjadi dekap terakhirnya. Hingga akhirnya tangisnya mulai reda. Joohyun mulai mengusap wajahnya dan mengatur ritme nafasnya. Begitu pun Jung Yonghwa.

"Alghaeseo.. Oppa. Bila memang itu keputusanmu. Sejak awal aku memang tak pernah cukup kuat untuk menahanmu tetap disisku. Ahrasso, pada akhirnya… cinta yang pernah kau perkenalkan padaku dulu hanya menyisakan luka seperih ini. Hhm.. aku tidak tahu, bila ternyata untuk menjaga agar dandelionku tetap tumbuh aku harus melewati rasa sakit sehebat ini. Bila saja saat ini kau tanyakan lagi padaku.. apa itu cinta? Maka saat ini, aku akan menjawab.. cinta adalah ilusi yang memberiku kebahagian semu. Dan cinta adalah hal tidak boleh ada dalam hidup seorang idol sepertiku.”

Joohyun tersenyum pahit sambil menyeka sisa air matanya. Tatapannya mencabik-cabik hati Yonghwa. Selama 6 tahun bersamanya, ini pertama kalinya Joohyun menatapnya seperti itu.

"Jalgara, Oppa.. dan pastikan kau tidak menyesali keputusanmu ini!! Pastikan untuk menjadi musisi yang sukses. Karena untuk menjadi semua itu, kau harus membayarnya dengan harga yang sangat mahal. Anyeong, Yonghwa Oppa…. " Joohyun membalikan tubuhnya lalu berjalan menjauhi Yonghwa. Meninggalkannya dengan kepingan hati yang telah remuk dibuatnya.

"Anyeong.. Nae Sarang Bit..! Jongmal mianhae… Neol do.. Geokk haengbokhaseo! "

Yonghwa terus menatap punggung gadisnya yang kian menjauh. Bulir-bulir hangat mengalir tak tertahan di pipinya. Joohyun benar, bila hari ini dirinya kembali ditanya tentang apa itu cinta? Maka jawabannya adalah… kepedihan tak berujung. Ya, Yonghwa merasa dirinya pantas di hukum seperti ini. Kepedihan ini adalah hukuman yang layak untuknya. Biarlah,  dia akan menanggungnya. Dia akan menahannya.

Please be happy.
I hope that you will always be someone who shines brightly.
Saying goodbye with a smile
A little more (sound of ball hitting) Now, it’s goodbye.
Farewell, we’re saying goodbye now.
My love, my precious person.
As hot as the suns rays,
you who hugs me.
While looking at you with brimming eyes, goodbye.
While smiling brightly, oh~ goodbye.
Farewell, precious person.
The beautiful and sparkling you who gives me light.
Goodbye, my love.
While looking at you, goodbye.
While looking at you a little more,
Goodbye.
( Bye – Kim Taeyeon )



***

Bandara Incheon siang itu begitu riuh. Padat dengan penumpang yang datang ataupun hendak pergi meninggalkan Korea. Tapi tidak untuk Yonghwa. Baginya dunia yang bingar ini tiba-tiba saja terasa sepi dan kosong. Dalam beberapa menit, dia harus menempatkan tubuhnya di atas kursi pesawat yang akan membawanya terbang menjauh dari cintanya. Yah.. hari ini CNBLUE akan memulai proyek nya di Jepang. Harusnya Jepang bukanlah negara yang terlalu jauh dari  Korea. Tapi bukan jarak yang menjadikannya terasa begitu jauh. Keadaan dan jalan hidup mereka lah yang kini membentangkan jarak yang teramat jauh untuk di gapai.

Hatinya remuk. Sakit. Sesak. Tapi bisa apa lagi? Bila saat ini dia mengikuti keinginannya dan berlari ke arah Joohyun, lalu masa depan akan seperti apa? Cukupkah cinta yang dia berikan pada Joohyun bisa membuat gadis nya bahagia? Bisakah Joohyun hidup meninggalkan dunia gemerlapnya untuk menjalani hidup yang sederhana dengan Yonghwa? Mungkin Joohyun akan baik-baik saja karena dia memang gadis yang tulus dan sederhana. Dia bukan gadis yang menuhankan kariernya diatas segalanya.

Tapi tidak bagi Yonghwa. Untuknya, mencintai Joohyun haruslah dengan segala kesempurnaan yang dia bisa berikan dan dia lakukan. Hatinya tak akan pernah tega membiarkan Joohyun kehilangan segala keistimewaan dirinya hanya demi hidup bersamanya. Cinta untuknya lebih dari sekedar memiliki. Biarlah sementara ini dia belenggu rasa rindunya, agar suatu hari saat dia datang lagi ke dalam hidup Joohyun, dia telah menjadi laki-laki yang lebih pantas untuk berdiri di sisinya. Itupun jika saat itu Joohyun masih menunggunya..

Waktu penerbangan pun tiba.....

"Aku pergi Joohyun ah.. jaga dirimu, hiduplah dengan baik dan teratur. Maafkan aku.. hanya itu yang bisa aku katakan padamu saat ini.."

Untaian kata itu hanya mampu Yonghwa layangkan lewat pesan singkat sebelum akhirnya dia harus mematikan hp nya selama penerbangan. Di tempat duduknya, dia memandang kearah jendela. Diamatinya hujan rintik-rintik yang membasahi Incheon siang itu. Pemandangan sendu itu yang harus mengantarnya pergi. Dan pesawat pun benar-benar terbang. Menjauh dari cinta yang dia tinggalkan.

'Jalga.. nae sojungan saram.. nae Seo Joohyun..' Bisik hatinya.

Sementara itu sang cinta yang ditinggalkan hanya mampu menelan segala rasa pedihnya sambil membaca pesan Yonghwa yang kini sudah pergi meninggalkannya. Selain merelakannya, bisa apa lagi? Semoga masa depan tidak akan mengingkari janjinya. Hari ini, tangisnya mengiringi Yonghwa pergi. Tapi saat Yonghwa kembali nanti, dia berjanji akan menyambutnya dengan senyum.

'Jalga.. nae sarang... my first love... my love light! Aku akan menunggumu.. '

Batin nya lirih diiringi tetesan air mata pedihnya. Sudah! ini harus jadi tangisan terakhir baginya. Dia hanya akan memeluk segala kenangan dan janji masa depan yang dia miliki bersama Yonghwa.

Malam itu dia memang benar-benar marah pada Yonghwa. Bukan karena dia membencinya, tapi malam itu Joohyun hanya ingin merasakan dirinya diinginkan dan dipertahankan. Dia rela bila harus menunggu berapa lamapun itu. Bahkan bila saat itu di Busan Yonghwa tak berlari ke arahnya, mungkin Joohyun yang akan berlari ke arahnya. Apa bedanya bila semua rasa itu akhirnya bernama sama yaitu cinta. Untuknya Yonghwa itu benar-benar phabo. Setidaknya bila jarak yang harus menjauhkannya dari Joohyun, bawalah cinta Joohyun bersamanya. Bukan mengabaikannya begitu saja seolah dia mampu menempatkan segalnya pada posisi sebelumnya.

CNBLUE akhirnya tiba di tempat kerja baru mereka. Ahhh... akankah satu tahun ini terlewati dengan cepat? Entahlah.. satu jam pun rasanya waktu terlalu lambat. But the show must goon.. Fans mereka di Jepang dan beberapa negara di Asia lain sedang menunggu karya-karya emas nya. Eommanya pun sekali lagi harus merelakan anak bungsunya untuk tinggal jauh dari penjagaannya hanya demi mendukung cita-cita anaknya untuk menjadi seorang musisi yang diakui dan di cintai dunia karena karyanya. Dan seperti yang Joohyun katakan, dia harus membayar mahal untuk keputusan yang dipilihnya. Jadi pastikan semua itu tidak sia-sia…




 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar