Mid Summer Story...
Author : Jingga8
Main Cast : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNBLUE, SNSD
Genre : Romance
Rating : T
Chaptered
Chapter 9
The Hardest Day
Di tempat lain, tempat pria yang
di serang dalam acara talk show tadi, kegundahan yang tak kalah hebatnya pun
melanda para penghuninya. Tentu saja, terlalu lantang disebutkan bahwa Yonghwa
adalah orang yang menyedihkan, dan CNBLUE adalah band tanpa prestasi yang hanya
bisa mencapai popularitas dengan cara mendompleng karier SNSD. Ini benar-benar
membuat mereka gila. Setelah kerja keras mereka selama ini, dengan tertatih
membangun karier musik mereka dari nol, hingga kini setelah kerja keras itu
terbayar dengan album-album yang laris manis bukan hanya di Korea, bahkan di
dunia, mwo? Semua itu hasil mendompleng katanya? Bohong bila pria-pria ini
mengatakan bahwa mereka baik-baik saja.
"Nde, hyung... arraseo.. mianhaeo..
jalmothaeseoyo, semua harus mengalami ini. ~ Nde.. aku akan menjelaskannya pada
manajemen besok pagi. ~ Nde.. Jeoseonghaeo.. hyung... aku benar-benar minta
maaf... "
Telepon tidak henti-henti nya
berdering begitu acara itu selesai di tayangkan. Mulai dari manager mereka,
orang tua mereka, teman satu agensi, sahabat, dan beberapa kerabat yang merasa
penasaran dengan kebenaran yang terjadi. Hingga netizen seluruh dunia pun mulai
ribut dengan issu ini. Yang membela dan yang menyudutkan kini saling serang dan
saling menjatuhkan. Mereka bahkan belum sempat mendiskusikan kejadian ini satu
sama lain saking sibuknya menjawab telepon dan menjelaskan duduk perkaranya.
Hingga...
"Geummanhae!! Cukup! Kalian
tak usah angkat lagi teleponnya. Matikan saja semua ponsel kalian. Besok biar
aku yang mengurus segalanya. Termasuk konferensi pers yang akan di atur oleh
manager hyung. Kalian istirahat saja!" Yonghwa memberi instruksi pada
dongsaengnya.
"Tapi hyung..."
"Aku bilang matikan saja
hpmu, Jonghyun! Besok aku yang akan menyelesaikannya. Semua ini aku yang
memulai dan menyebabkannya. Jadi biar aku saja yang akan menyelesaikan
semuanya. Aku tidak ingin kalian terseret lebih jauh lagi. Mianhae, Jonghyun
ah, Minhyuk ah, Jungshin ah, na ttaemunhae, uri CNBLUE tiba-tiba tampak seperti
pecundang."
Yonghwa tak mampu menyembunyikan
raut wajah sedih dan kecewanya. Dalam hati, dia mengutuk dirinya sendiri yang
telah menyebabkan semua ini.
Jonghyun segera membantah
pernyataan Yonghwa barusan. Wajah hyungnya benar-benar menyedihkan saat itu.
"Jangan seperti itu, hyung!
Gwaenchanna! Semua ini bukan salahmu. Aku merasa seperti ada yang sengaja
melakukan ini untuk menjatuhkan kita. Kau lihat... semua pertanyaan tadi
menyudutkan siapa? Dan yeoja tadi.. eeuuhh.. siapa namanya? Ah... aku bahkan
tidak mengingatnya.. perempuan itu mulutnya benar-benar seperti ular. Heol..
jinjja.. membuatku ingin meninjunya meski dia wanita. Berani sekali, dia!"
Jonghyun pun tak dapat lagi menyembunyikan kemarahannya.
"Tapi hyung... kenapa Seohyun
hanya diam saja? Kenapa dia hanya menangis dan tidak mencoba menjelaskan
sesuatu yang bisa membela kita? Malah Sunny noona yang berdiri membela kita. Kalau
saja Seohyun mau membuka mulutnya tadi, mungkin persepsi masyarakat akan
sedikit berbeda." Minhyuk yang sedih mengajukan pertanyaan yang tak mampu
di jawab Yonghwa.
Sebenarnya Yonghwa pun berpikir
hal yang sama. Tapi dia enggan berasumsi sendiri tanpa tahu pasti kondisi
Joohyun yang sebenarnya. Dia mengerti, bahwa situasi tadi membuat gadisnya amat
tertekan. Dia bisa melihatnya, betapa pundak kecilnya harus menanggung beban
yang begitu berat. Saat itu Joohyun harus menanggungnya seorang diri karena Yonghwa
tidak ada disampingnya. Dan saat ini pasti Joohyun-nya sedang menangis dalam
pelukan eonni-eonninya.. pikirnya. Kemudian giliran Jungshin yang angkat
bicara.
"Aniya, minhyuk ah… Menurutku
Seohyun juga sangat menderita. Kalian lihat tadi, dia bahkan tak mampu
mengatakan apa-apa. Bukan karena dia tak ingin melakukannya, tapi dia terlalu
lelah. Bila dia memaksakan diri untuk bicara saat itu, mungkin yang terjadi
justru akan lebih buruk dari ini. Mungkin saja dia bisa meledakan emosinya dan
malah mengatakan hal yang tidak seharusnya dikatakan. Dia juga seseorang yang
harus melindungi grupnya apapun yang terjadi. Aku justru merasa kasihan
padanya. Dia tampak menahan segalanya sendiri sekuat tenaganya. Makanya, dia
hanya bisa menangis. Seohyun yang kita kenal, adalah seorang yang lembut.
Menghadapi cercaan seperti itu aku tahu seberapa terlukanya dia. Tapi dia tetap
memaksakan diri menjadi seorang yang kuat karena dia tahu.. bila saja dia
membela dirinya saat itu, itu sama artinya dia telah menyia-nyiakan apa yang
selama ini kita perjuangkan dengan susah payah. Dan Seohyun bukanlah seorang
yang egois seperti itu."
Minhyuk terdiam sesaat lalu
mengangguk-anggukan kepalanya. Ia menyadari prasangkanya salah. Jungshin yang
sejak hubungan hyung nya kembali dekat, dirinya dan Seohyun secara tak sengaja
menjadi sahabat yang sering bertukar pikiran. Tak jarang, Jungshinlah yang
selalu menjadi mediator saat kedua Lover ini bertengkar. Dan melihat sahabatnya
diintimidasi seperti itu, tentu saja membuat Jungshin semakin geram.
Yonghwa menundukan kepalanya.
Guratan sendu kini tampak semakin jelas. Terlebih mendengar kata-kata Jungshin
barusan. Jungshin benar, Joohyun pasti sangat menderita karena harus menahannya
seorang diri. Tiba-tiba terlintas di benaknya, bila saja saat itu dia tidak
memulainya kembali. Jika saja dia hanya membiarkan keping-keping perasaannya
menjadi sampah yang membusuk dalam hatinya saja, tanpa harus menyeret Joohyun
untuk masuk kedalamnya dan menanggung segala kelelahan ini. Haah... andai saja
dia mampu mengendalikan perasaan bodohnya itu, semua orang tidak harus mendapat
kesulitan seperti ini.
***
Yonghwa membaringkan tubuhnya di
kamar sementara yang lain masih serius dengan laptop mereka dan terus memantau
perkembangan asumsi publik tentang talk show tadi. Beruntung masih banyak orang
yang respect pada karya-karya mereka. Para Boice dan Goguma diseluruh dunia
bahkan langsung sibuk mengumpulkan petisi bahwa mereka mendukung CNBLUE dan mengakui
karya mereka sebagai karya yang menghibur dan menginspirasi. Para goguma juga
tak kalah sigapnya mengumpulkan petisi dukungan mereka untuk hubungan Joohyun
dan Yonghwa. Sedikit lega dan juga terharu, melihat para fans begitu antusias
mendukung mereka. Meski segelintir haters hadir menyulut api, mereka tidak
ingin mempedulikannya. Bagi mereka, haters itu tidak pernah exist di dunia ini!
Di kamarnya, Yonghwa melayangkan
pikirannya pada gadis yang pasti sedang menangis saat ini. Sambil berbaring,
dia melihat layar ponselnya dan menekan nomor Joohyun. Dia hendak menghubungi
Joohyun dan menanyakan apa sekarang dia baik-baik saja. Tapi sebuah keraguan
menggantung dalam pikirannya. Tepatkah bila dia menghubungi nya sekarang?
Baikkah untuk mereka berdua? Belum selesai Yonghwa mempertimbangkan niatnya, tiba-tiba
sebuah pesan masuk.
From : Sarang Bit
"Oppa... mianhae.. kau pasti sangat membenciku saat ini. Aku
benar-benar malu padamu dan juga pada member CNBLUE yang lain. Oppa.. kau
marah? aku mengerti bila kau marah. Aku memang bodoh dan tidak berguna. Maafkan
aku yang begitu pengecut dan tak mampu mengatakan betapa berharganya Oppa
untukku. Oppa.. eottokhae? Bagaimana bila kau tidak mau melihatku lagi?"
"Phabo Hyunie! Bagaimana
bisa dia berpikir seperti itu?" Yonghwa bergumam sendiri setelah membaca pesan
itu. Yup! Kali ini hatinya mantap untuk menghubungi Joohyun.
"Oppaaa... " Benar
saja, gadis itu menjawab teleponnya dengan suara terisak.
"Wae.. Hyun ah.. apa kau
sedang menangis?" Yonghwa mencoba untuk menenangkan Joohyun.
"Oppa mianhae.. jongmal mianhae..."
Bukan mereda, kali ini tangisnya malah semakin menjadi.
"Ya.. Seo Joohyuh, uljima
jebbal... sudah kubilang jangan menangis saat aku tak ada di dekatmu. Kau
membuatku khawatir. Gwaenchana.. Hyun, aku sama sekali tidak marah padamu.
Member yang lainpun sama. Bagaimana bisa kau berfikir bahwa aku akan membencimu
dan tak ingin lagi melihatmu? Phabo!!
Kau tahu? Saat ini yang paling
ingin aku lakukan adalah berlari ke arahmu lalu memelukmu dan mengatakan semua
akan baik-baik saja. Hajiman.. mianhae, Angel... saat ini aku hanya bisa
memelukmu dalam hatiku saja. Setelah ini, petualangan kita akan lebih
melelahkan, Hyun.. kau bisa menahannya kan? Aku pun tidak akan hanya diam, aku
berjanji padamu, bahwa aku akan melindungimu dan juga mimpimu. So my lovely..
don't cry.. beri aku kekuatan dengan senyum mu, ahratji?"
Diseberang telepon Joohyun menganggukan
kepalanya sambil mengusap air matanya.
"Tapi Oppa... bagaimana bila
manajemen berubah pikiran karena insiden ini dan kita tidak bisa lagi meneruskan
hubungan kita? Oppa.. aku benar-benar takut." Joohyun belum juga mampu meredakan tangis
nya.
"Tidak akan terjadi hal
seperti itu, Sweety. Percayalah padaku, aku akan melakukan segalanya untuk
melindungimu dan member grup kita yang lain. Semua ini salahku yang tidak
berhati-hati. Kau tenang saja, yah. Uljima... Hyuuun... kau hampir membuatku
ikut menangis. Jebbal...!" Kala itu Yonghwa juga merasa tenggorokannya
seperti tercekat dan ingin menangis sekeras-kerasnya. Tapi ditahannya.
Bagaimana nasib member yang lain bila dia selaku leadernya tak cukup kuat dalam
mengendalikan diri.
"Oppa.. tentang fotoku
dengan Jinwoon, itu.." Belum sempat Joohyun menjelaskannya, Yonghwa
tiba-tiba menyela.
"Gwaenchana, Hyunnie! 6
tahun ini akulah yang lebih mengenalmu melebihi siapapun. Aku percaya padamu
tanpa sedikitpun aku ragu. Gwaenchana.."
***
Member CNBLUE pun tidak
menyalahkan Yonghwa dan Joohyun dalam hal ini. Bagaimana bisa? Setelah selama
ini, hyungnya lah yang paling bekerja keras untuk memperkuat eksistensi mereka.
Hyungnya yang paling sering tidur terlambat karena harus meng-komposing lagu
dan menyusun materi album. Bahkan variety show WGM yang pada akhirnya mengikat
hatinya pada Joohyun pun semata dia ikuti untuk memperkenalkan pada publik akan
eksistensi CNBLUE. Jadi bila kini terjadi masalah seperti ini, bagaimana
mungkin mereka hanya menyalahkan Yonghwa. Mereka pun sedih, karena mulai saat
ini, hyung nya akan bekerja lebih melelahkan dari sebelumnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar