Minggu, 18 Januari 2015

Mid Summer Story Chapter 9



Mid Summer Story...


Author           : Jingga8
Main Cast      : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNBLUE, SNSD
Genre             : Romance
Rating            : T

Chaptered



Chapter 9

The Hardest Day

Di tempat lain, tempat pria yang di serang dalam acara talk show tadi, kegundahan yang tak kalah hebatnya pun melanda para penghuninya. Tentu saja, terlalu lantang disebutkan bahwa Yonghwa adalah orang yang menyedihkan, dan CNBLUE adalah band tanpa prestasi yang hanya bisa mencapai popularitas dengan cara mendompleng karier SNSD. Ini benar-benar membuat mereka gila. Setelah kerja keras mereka selama ini, dengan tertatih membangun karier musik mereka dari nol, hingga kini setelah kerja keras itu terbayar dengan album-album yang laris manis bukan hanya di Korea, bahkan di dunia, mwo? Semua itu hasil mendompleng katanya? Bohong bila pria-pria ini mengatakan bahwa mereka baik-baik saja.

"Nde, hyung... arraseo.. mianhaeo.. jalmothaeseoyo, semua harus mengalami ini. ~ Nde.. aku akan menjelaskannya pada manajemen besok pagi. ~ Nde.. Jeoseonghaeo.. hyung... aku benar-benar minta maaf... "

Telepon tidak henti-henti nya berdering begitu acara itu selesai di tayangkan. Mulai dari manager mereka, orang tua mereka, teman satu agensi, sahabat, dan beberapa kerabat yang merasa penasaran dengan kebenaran yang terjadi. Hingga netizen seluruh dunia pun mulai ribut dengan issu ini. Yang membela dan yang menyudutkan kini saling serang dan saling menjatuhkan. Mereka bahkan belum sempat mendiskusikan kejadian ini satu sama lain saking sibuknya menjawab telepon dan menjelaskan duduk perkaranya. Hingga...

"Geummanhae!! Cukup! Kalian tak usah angkat lagi teleponnya. Matikan saja semua ponsel kalian. Besok biar aku yang mengurus segalanya. Termasuk konferensi pers yang akan di atur oleh manager hyung. Kalian istirahat saja!" Yonghwa memberi instruksi pada dongsaengnya.

"Tapi hyung..."

"Aku bilang matikan saja hpmu, Jonghyun! Besok aku yang akan menyelesaikannya. Semua ini aku yang memulai dan menyebabkannya. Jadi biar aku saja yang akan menyelesaikan semuanya. Aku tidak ingin kalian terseret lebih jauh lagi. Mianhae, Jonghyun ah, Minhyuk ah, Jungshin ah, na ttaemunhae, uri CNBLUE tiba-tiba tampak seperti pecundang."

Yonghwa tak mampu menyembunyikan raut wajah sedih dan kecewanya. Dalam hati, dia mengutuk dirinya sendiri yang telah menyebabkan semua ini.

Jonghyun segera membantah pernyataan Yonghwa barusan. Wajah hyungnya benar-benar menyedihkan saat itu.

"Jangan seperti itu, hyung! Gwaenchanna! Semua ini bukan salahmu. Aku merasa seperti ada yang sengaja melakukan ini untuk menjatuhkan kita. Kau lihat... semua pertanyaan tadi menyudutkan siapa? Dan yeoja tadi.. eeuuhh.. siapa namanya? Ah... aku bahkan tidak mengingatnya.. perempuan itu mulutnya benar-benar seperti ular. Heol.. jinjja.. membuatku ingin meninjunya meski dia wanita. Berani sekali, dia!" Jonghyun pun tak dapat lagi menyembunyikan kemarahannya.

"Tapi hyung... kenapa Seohyun hanya diam saja? Kenapa dia hanya menangis dan tidak mencoba menjelaskan sesuatu yang bisa membela kita? Malah Sunny noona yang berdiri membela kita. Kalau saja Seohyun mau membuka mulutnya tadi, mungkin persepsi masyarakat akan sedikit berbeda." Minhyuk yang sedih mengajukan pertanyaan yang tak mampu di jawab Yonghwa.

Sebenarnya Yonghwa pun berpikir hal yang sama. Tapi dia enggan berasumsi sendiri tanpa tahu pasti kondisi Joohyun yang sebenarnya. Dia mengerti, bahwa situasi tadi membuat gadisnya amat tertekan. Dia bisa melihatnya, betapa pundak kecilnya harus menanggung beban yang begitu berat. Saat itu Joohyun harus menanggungnya seorang diri karena Yonghwa tidak ada disampingnya. Dan saat ini pasti Joohyun-nya sedang menangis dalam pelukan eonni-eonninya.. pikirnya. Kemudian giliran Jungshin yang angkat bicara.

"Aniya, minhyuk ah… Menurutku Seohyun juga sangat menderita. Kalian lihat tadi, dia bahkan tak mampu mengatakan apa-apa. Bukan karena dia tak ingin melakukannya, tapi dia terlalu lelah. Bila dia memaksakan diri untuk bicara saat itu, mungkin yang terjadi justru akan lebih buruk dari ini. Mungkin saja dia bisa meledakan emosinya dan malah mengatakan hal yang tidak seharusnya dikatakan. Dia juga seseorang yang harus melindungi grupnya apapun yang terjadi. Aku justru merasa kasihan padanya. Dia tampak menahan segalanya sendiri sekuat tenaganya. Makanya, dia hanya bisa menangis. Seohyun yang kita kenal, adalah seorang yang lembut. Menghadapi cercaan seperti itu aku tahu seberapa terlukanya dia. Tapi dia tetap memaksakan diri menjadi seorang yang kuat karena dia tahu.. bila saja dia membela dirinya saat itu, itu sama artinya dia telah menyia-nyiakan apa yang selama ini kita perjuangkan dengan susah payah. Dan Seohyun bukanlah seorang yang egois seperti itu."

Minhyuk terdiam sesaat lalu mengangguk-anggukan kepalanya. Ia menyadari prasangkanya salah. Jungshin yang sejak hubungan hyung nya kembali dekat, dirinya dan Seohyun secara tak sengaja menjadi sahabat yang sering bertukar pikiran. Tak jarang, Jungshinlah yang selalu menjadi mediator saat kedua Lover ini bertengkar. Dan melihat sahabatnya diintimidasi seperti itu, tentu saja membuat Jungshin semakin geram.

Yonghwa menundukan kepalanya. Guratan sendu kini tampak semakin jelas. Terlebih mendengar kata-kata Jungshin barusan. Jungshin benar, Joohyun pasti sangat menderita karena harus menahannya seorang diri. Tiba-tiba terlintas di benaknya, bila saja saat itu dia tidak memulainya kembali. Jika saja dia hanya membiarkan keping-keping perasaannya menjadi sampah yang membusuk dalam hatinya saja, tanpa harus menyeret Joohyun untuk masuk kedalamnya dan menanggung segala kelelahan ini. Haah... andai saja dia mampu mengendalikan perasaan bodohnya itu, semua orang tidak harus mendapat kesulitan seperti ini.

***

Yonghwa membaringkan tubuhnya di kamar sementara yang lain masih serius dengan laptop mereka dan terus memantau perkembangan asumsi publik tentang talk show tadi. Beruntung masih banyak orang yang respect pada karya-karya mereka. Para Boice dan Goguma diseluruh dunia bahkan langsung sibuk mengumpulkan petisi bahwa mereka mendukung CNBLUE dan mengakui karya mereka sebagai karya yang menghibur dan menginspirasi. Para goguma juga tak kalah sigapnya mengumpulkan petisi dukungan mereka untuk hubungan Joohyun dan Yonghwa. Sedikit lega dan juga terharu, melihat para fans begitu antusias mendukung mereka. Meski segelintir haters hadir menyulut api, mereka tidak ingin mempedulikannya. Bagi mereka, haters itu tidak pernah exist di dunia ini!

Di kamarnya, Yonghwa melayangkan pikirannya pada gadis yang pasti sedang menangis saat ini. Sambil berbaring, dia melihat layar ponselnya dan menekan nomor Joohyun. Dia hendak menghubungi Joohyun dan menanyakan apa sekarang dia baik-baik saja. Tapi sebuah keraguan menggantung dalam pikirannya. Tepatkah bila dia menghubungi nya sekarang? Baikkah untuk mereka berdua? Belum selesai Yonghwa mempertimbangkan niatnya, tiba-tiba sebuah pesan masuk.

From : Sarang Bit
"Oppa... mianhae.. kau pasti sangat membenciku saat ini. Aku benar-benar malu padamu dan juga pada member CNBLUE yang lain. Oppa.. kau marah? aku mengerti bila kau marah. Aku memang bodoh dan tidak berguna. Maafkan aku yang begitu pengecut dan tak mampu mengatakan betapa berharganya Oppa untukku. Oppa.. eottokhae? Bagaimana bila kau tidak mau melihatku lagi?"

"Phabo Hyunie! Bagaimana bisa dia berpikir seperti itu?" Yonghwa bergumam sendiri setelah membaca pesan itu. Yup! Kali ini hatinya mantap untuk menghubungi Joohyun.

"Oppaaa... " Benar saja, gadis itu menjawab teleponnya dengan suara terisak.

"Wae.. Hyun ah.. apa kau sedang menangis?" Yonghwa mencoba untuk menenangkan Joohyun.

"Oppa mianhae.. jongmal mianhae..." Bukan mereda, kali ini tangisnya malah semakin menjadi.

"Ya.. Seo Joohyuh, uljima jebbal... sudah kubilang jangan menangis saat aku tak ada di dekatmu. Kau membuatku khawatir. Gwaenchana.. Hyun, aku sama sekali tidak marah padamu. Member yang lainpun sama. Bagaimana bisa kau berfikir bahwa aku akan membencimu dan tak ingin lagi melihatmu? Phabo!!

Kau tahu? Saat ini yang paling ingin aku lakukan adalah berlari ke arahmu lalu memelukmu dan mengatakan semua akan baik-baik saja. Hajiman.. mianhae, Angel... saat ini aku hanya bisa memelukmu dalam hatiku saja. Setelah ini, petualangan kita akan lebih melelahkan, Hyun.. kau bisa menahannya kan? Aku pun tidak akan hanya diam, aku berjanji padamu, bahwa aku akan melindungimu dan juga mimpimu. So my lovely.. don't cry.. beri aku kekuatan dengan senyum mu, ahratji?"

Diseberang telepon Joohyun menganggukan kepalanya sambil mengusap air matanya.

"Tapi Oppa... bagaimana bila manajemen berubah pikiran karena insiden ini dan kita tidak bisa lagi meneruskan hubungan kita? Oppa.. aku benar-benar takut."  Joohyun belum juga mampu meredakan tangis nya.

"Tidak akan terjadi hal seperti itu, Sweety. Percayalah padaku, aku akan melakukan segalanya untuk melindungimu dan member grup kita yang lain. Semua ini salahku yang tidak berhati-hati. Kau tenang saja, yah. Uljima... Hyuuun... kau hampir membuatku ikut menangis. Jebbal...!" Kala itu Yonghwa juga merasa tenggorokannya seperti tercekat dan ingin menangis sekeras-kerasnya. Tapi ditahannya. Bagaimana nasib member yang lain bila dia selaku leadernya tak cukup kuat dalam mengendalikan diri.

"Oppa.. tentang fotoku dengan Jinwoon, itu.." Belum sempat Joohyun menjelaskannya, Yonghwa tiba-tiba menyela.

"Gwaenchana, Hyunnie! 6 tahun ini akulah yang lebih mengenalmu melebihi siapapun. Aku percaya padamu tanpa sedikitpun aku ragu. Gwaenchana.."

***

Member CNBLUE pun tidak menyalahkan Yonghwa dan Joohyun dalam hal ini. Bagaimana bisa? Setelah selama ini, hyungnya lah yang paling bekerja keras untuk memperkuat eksistensi mereka. Hyungnya yang paling sering tidur terlambat karena harus meng-komposing lagu dan menyusun materi album. Bahkan variety show WGM yang pada akhirnya mengikat hatinya pada Joohyun pun semata dia ikuti untuk memperkenalkan pada publik akan eksistensi CNBLUE. Jadi bila kini terjadi masalah seperti ini, bagaimana mungkin mereka hanya menyalahkan Yonghwa. Mereka pun sedih, karena mulai saat ini, hyung nya akan bekerja lebih melelahkan dari sebelumnya.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar