Sabtu, 17 Januari 2015

Mid Summer Story Chapter 6



Mid Summer Story...


Author           : Jingga8
Main Cast      : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNBLUE, SNSD
Genre             : Romance
Rating            : T

Chaptered



Chapter 6

Wonderful Night Journey...

Akhirnya.. seperti mimpi, Joohyun duduk di kursi itu lagi. Dalam mobil itu lagi seperti saat terakhir Yonghwa mengantarnya. Entah kenapa, ada rasa was-was saat dia duduk di sana. Terasa akan bayang-bayang perpisahan yang membuat hati mereka tak tenang. Mungkin karena saat terakhir mobil ini mengantar Joohyun, sejak itulah mereka mulai kesulitan untuk berkomunikasi satu sama lain. Saat itu pula segala kesedihan berawal. Syukurlah... karena itu tidak berlangsung lebih lama. Terima kasih Tuhan.. untuk libur akhir pekan ini.. bisik mereka dalam hati.

Sepanjang perjalanan, banyak hal yang saling mereka ceritakan. Satu diantaranya adalah tentang apa yg masing-masing lakukan setelah malam perpisahan itu. Joohyun yang pertama kali penasaran tentang perasaan Yonghwa sepulangnya dia dari dorm SNSD. Dan Yonghwa pun menjawab.

"Sebenarnya malam itu aku berada di mobilku cukup lama. Entahlah.. rasanya hatiku seperti di cabik-cabik. Seperti ada sesuatu yang diambil dengan paksa dari hidupku dan aku tak bisa melakukan apa-apa."

Ya.. saat itu Yonghwa memang cukup lama berada di dalam mobil yang diparkirnya di samping dorm SNSD. Merenung, menikmati pahitnya kehilangan. Memaksa hatinya untuk merelakan sesuatu yang masih teramat ingin dimilikinya.

"Dan kau? apa yang kau lakukan setelah itu Hyun ah..?" Kali ini pertanyaan yang sama untuk Joohyun.

"Hmm.. malam itu, aku putuskan untuk tidak menaiki elevator. Aku menghabiskan waktu cukup lama untuk duduk ditangga."

"Mwo? Apa yang kau lakukan di tangga sendirian di malam selarut itu?"

Joohyun tersenyum tipis sambil menjawab pertanyaan Yonghwa.

"Sama seperti mu Oppa.. akupun merasa sesuatu yang paling membahagiakan telah hilang dari hidupku. Rasanya aku belum lama memiliki semua kebahagiaan itu. Dan meskipun aku ingin, keadaan melarangku untuk menginginkannya. Sebelumnya, aku bahkan tidak tahu apa bedanya rasa suka dan cinta itu. Dan setelah aku tahu dan merasakannya, tiba-tiba aku harus mengetahui dan merasakan satu perasaan lagi, yaitu patah hati.

Haah... rasanya sesak sekali dadaku, Oppa.. saat berfikir bahwa besok tak ada lagi panggilan ~Hyuun~ seperti yang selama ini biasa kau lakukan. Eottokhaeo.. tak akan ada lagi yang akan ku buatkan banana milk shake kesukaanmu. Tak akan ada lagi seorang teman baik yang selalu mendengarkan segala ceritaku tentang apa yang kulakukan setiap harinya. Meski aku punya eonnideul, tapi berbagi cerita denganmu rasanya berbeda, Oppa. Rasanya seperti memiliki teman yang sangat baik yang akan selalu mendukungku. Malam itu... aku menangis sejadi-jadinya, Oppa. Dan itu membuat semua eonniku panik dan kebingungan melihat mataku yang membengkak."

"Benarkah?" Yonghwa menghela nafas panjang kemudian gilirannya untuk bercerita betapa malam itu pun sama menakutkannya untuk dia.

"Na do hyun ah. Laki-laki seperti akupun bisa kehilangan tembok pertahanannya saat itu. Meski sekuatnya ku tahan, tapi tak berhasil. Aku juga menangis sendiri malam itu. Dalam mobil yang gelap, berharap tak akan ada seorangpun yang akan menemukanku di sana. Sampai di dormku, dongsaengku pun menampakan ekspresi yang sama. Tapi mereka tak berani bertanya apapun. Sepertinya mereka mengerti apa yang hari itu aku alami. Sehingga tanpa banyak bertanya, mareka hanya membiarkanku masuk ke kamarku begitu saja.

Dan kau tahu... aku melanjukan tangisan babak ke2 ku di kamarku saat ku simpan story book darimu. Aku semakin tersadar betapa bodohnya aku yang hanya melewatkan kebersamaan kita selama ini begitu saja. Melihat story book darimu, menyadarkanku tentang betapa berharganya semua itu. Dan aku baru saja kehilangannya.

Lalu tangisan babak ke3 ku dimulai saat aku melihatmu menangis pada black room interview di episode terakhir kita di WGM. Entahlah.. rasanya sakit sekali melihat air matamu mengalir. Waaah... kau benar-benar hebat, Hyun ah! Telah membuat pria penuh karisma sepertiku menjadi anak bodoh yang menangis karenamu."

Mereka pun tertawa. Bukan karena merasa lucu. Lebih karena mereka sadari betapa cinta yang begitu sederhana bagi sebagian orang, ternyata harus dibayar mahal oleh idol mereka.

"Gomawoio.. Oppa, telah membiarkanku mengetahui segalanya. Saranghaeo... Yooong~… Oppa pasti sangat lelah." Joohyun mulai berani mengatakan kata ajaib itu. Kali ini di tambah dengan keberaniannya menyentuh kepala Yonghwa sambil merapihkan rambutnya. Yonghwa sedikit terkejut melihat Seo Joohyun yang dikenalnya telah mengalami perubahan seperti ini. Tapi dia tak dapat menyembunyikan kegembiraannya.

"Whooa.. uri Hyunie sekarang lebih pintar merayu yah? Siapa yang mengajarkanmu selama aku tak ada? Huh?" Yonghwa menggodanya dan membuat wajah Joohyun merah seperti udang rebus.

"Aah.. Oppa... kau ini..! Aku menyesal mengatakannya." Joohyun menutup wajahnya yang membuat Yonghwa semakin gemas melihatnya.

"Wae? Kenapa menyesal? Itu memang sudah seharusnya. Kau tahu, Hyuun.. selain Eomma, cuma kau yang pernah melihatku menangis. Dan aku menangis karena mu. Sudah sepantasnya kalau kau sangat mencintaiku dan tetap menjagaku untuk tetap disisimu. Sebagai lelaki, aku sudah menyerahkan harga diriku di hadapanmu, kau tahu?"

Mendengarnya, Joohyun lantas membelalakan mata.

"Whoaaa.. Oppa... jinjja.. kali ini kau benar-benar mengerikan yah..! Harga diri apa maksudmu? Whoaa... kau benar-benar menakutkan, Oppa!"

Melihat aegyeo gadisnya itu, Yonghwa terkekeh geli.

"Tentu saja itu harga diriku! Bagi seorang pria, air mata adalah harga dirinya. Dan karenamu aku kehilangan itu. Aaah.. eottokhae, Joohyun ah.. aku seperti anak cengeng dihadapanmu. Jadi pastikan kali ini kau tetap menjagaku, Hyunnie ! Dan jangan katakan pada siapapun! Yakseokhae?!" Kali ini giliran Joohyun yang tertawa kegelian.

"Yang benar saja Oppa...! Mwo ah... menangis babak 1, menangis babak 2, menangis babak 3, kau ini..! Whoaaaa... uri Yoong... jinjjaroo..." Joohyun terbahak setelah puas mengejek Yonghwa.

"Yaak!! Seo Joohyun! Berani-beraninya kau meledekku!!" Yonghwa mencubit chubinya pipi Joohyun.

"Wae?! Memangnya kenapa? Oppa tak suka?"

"Yaa.. jinjja.. Hyun aah.."

"Jinjja.. Oppa.. ya.."

Begitulah malam itu berlalu. Itu adalah perjalanan paling membahagiakan dalam hidup mereka. Saling terbuka, saling merayu, saling menyatakan cinta, bahkan saling mengejek satu sama lain. Benar-benar ajaib. Feels like a dream...

There are three words, that I've been dying to say to you
Burns in my heart, like a fire that ain't goin' out
There are three words, & I want you to know they are true...
I need to let you know

I wanna say I love you, I wanna hold you tight
I want your arms around me & I, want your lips on mine
I wanna say I love you, but, babe I'm terrified
My hands are shaking, my heart is racing
Cause it's something I can't hide, it's something I can't deny
So here I go...
Baby I love you

I've never said, these words to anyone, anyone at all
Never got this close, cause I was always afraid I would falll
But now i know, that I'll fall right in-to your arms...
Don't ever let me go

I wanna say I love you, I wanna hold you tight
I want your arms around me & I, want your lips on mine
I wanna say I love you, but, babe I'm terrified
My hands are shaking, my heart is racing
Cause it's something I can't hide, it's something I can't deny
So here I go...
Baby I love you

Take it in, breathe the air
What is there to really fear
I can't contain, what my heart's sayin'
I gotta say it out loud...

I wanna say I love you, I wanna hold you tight
I want your arms around me & I, want your lips on mine
I wanna say I love you, but, babe I'm terrified
My hands are shaking, my heart is racing
Cause it's something I can't hide, it's something I can't deny
So here I go...
Baby I love you

( Baby I Love You – Tiffany Alvord )
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar