Mid Summer Story...
Author : Jingga8
Main Cast : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNBLUE, SNSD
Genre : Romance
Rating : T
Chaptered
Chapter 2
How are you....
Musim semi, 8 tahun sebelumnya…
I know you're somewhere out there..
Somewhere far away...
I want you back.. yes I want you back..
At night when the stars light up my room..
I sit by myself..
Talking to the moon..
Tryin' to get to you..
In hopes you're on the other side..
Talking to me too..
Or am I a fool?
Who sits alone..
Talking to the moon..
(Talking to the moon - Bruno
Mars)
Disebuah ruangan, dengan 2 tempat
tidur yang berjajar rapi. Disamping jendela bergorden ivory tepat salah satu
tempat tidur itu diletakan, seorang gadis dengan piyama putih bermotif hati dan
rambutnya yang terikat tengah duduk mengahadap jendela sambil memeluk boneka
beruang yg ukurannya nyaris sebesar tubuhnya. Pikirannya menerawang entah sejauh
apa. Hatinya gusar, pilu, resah, rindu....
Entahlah... yang pasti betapapun
besarnya rasa itu, tetap saja tak cukup kuat menggerakan jemarinya untuk
menekan tombol handphone di samping tempat tidurnya. Ia mengingat nomor itu.
Tentu saja dia mengingatnya. Tapi betapa lemahnya hati itu dan tak pernah cukup
kuat untuk meruntuhkan benteng dirinya. Joohyun tak pernah berani menghubunginya.
Hhaahh... ia mendesah. Mengutuk
dirinya sendiri yang lebih memilih tersiksa dengan rasa rindunya daripada
mencoba sekali saja untuk menghubungi lelaki itu. Kendatipun rasa rindu dan
penasarannya kian menggunung, memenuhi ruang hatinya dan hampir membuatnya sulit
bernafas.
"Oppa... apa kau di sana
hidup dengan baik?"
Batinnya. Tatapnya kian nanar,
membentuk genangan air di kelopak matanya yang dengan mudah akan mengalir hanya
dengan satu kedipan saja.
2 bulan sudah, sejak program
pernikahan virtual mereka berakhir. Sejak malam itu, malam terakhir saat mata
mereka saling menatap satu sama lain dan mereka harus saling melepaskan tepat
di depan gerbang Dormitory SNSD, mereka benar-benar kesulitan untuk saling
menghubungi satu sama lain. Bukan... bukan karena kesibukan dan jadwal mereka
yang padat. Lebih sederhana dari itu, ialah karena masing-masing tidak memiliki
alasan yang tepat untuk saling menghubungi. Meski beberapa kali bertemu di
sebuah event musik dimana SNSD dan CNBLUE harus perform di panggung yang sama,
mereka hanya bisa saling menyapa sekedarnya saja. Mengingat akan banyak mata
yang merekam apa yang mereka lakukan, dan juga demi menjaga profesionalisme
mereka terhadap management yang sudah membesarkan nama mereka.
Yaah... sekuat hati mereka menahannya.
Entah sampai kapan, dan entah sebesar apa kekuatan yang mereka miliki untuk
dapat menahannya agar rasa itu tidak meledak saat kapasitas hati mereka sudah
tak sanggup lagi.
Jauh di sana, di sebuah apartemen
dengan 4 orang pria sebagai penghuninya, seseorang dengan kegundahan yang sama
juga tengah larut dalam lamunan sambil memetik gitar di depan meja kamarnya.
Nada demi nada mengalun sendu. Serupa... benaknya memutar kembali memori
tentang gadis yang pernah membuatnya sangat bahagia. Gadis yang dulu pernah duduk
didepan meja ini sambil menulis lirik demi lirik lagu yang kini hanya menjadi
kenangan. Hhm... rasanya baru kemarin, senyum manisnya menghangatkan ruang
kamar itu. Rindu sekali pada tawanya.....
"Joohyun ah.. jebbal...
berhentilah berlari-lari dalam pikiranku. Kenapa aku hanya bisa mengingat semua
tentangmu? Bahkan setiap lirik dan melodi yang kucipta seperti sebuah refleksi
dari ingatan-ingatan ini. Jongmal bogoshipda..
nae goguma!"
Lirih... kata-kata itu mengalun
tepat di hadapan laptop dengan foto Joohyun sebagai wall paper nya. Tentu
saja.. dengan cara itu Joohyun tidak
akan pernah mendengar rintih rindunya. Pengecut memang. Seorang namja harusnya
lebih punya inisiatif untuk memulai komunikasi ini. Tapi kenyataan tentang
siapa Seo Joohyun dan dari girls band apa dia berasal, memaksanya untuk menahan
semua rasa itu sekuatnya. Bukan hanya untuk Joohyun, tapi juga untuk semua
member SNSD dan CNBLUE. Sebagian netizen bahkan men-cap Yonghwa tengah
mendompleng populatitas mantan istri virtualnya itu. Tentu saja semua itu tidak
hanya melukai Yonghwa. Tapi juga berimbas pada member CNBLUE yang lain. Karena
semua alasan itu, Yonghwa lebih senang menjadi seorang pengecut dan menyimpan
rasa itu seorang diri. Meski terasa amat lelah dan menyesakan harus terus bersembunyi
dari perasaan yang ingin sekali ia tunjukan dengan jujur.
Jumat sore, Taeyeon sang leader
membawa draft yang berisi jadwal mereka selama 2 minggu kedepan. Seluruh member
bersorak kegirangan saat tahu jadwal mereka luang dalam 2 minggu ini. Adalah
keajaiban besar bagi grup ini apabila dalam satu minggu mereka bisa memiliki
satu hari off. Dan ini 2 minggu? Whoa... benar-benar jackpot! Bahkan tidak ada
jadwal di akhir pekan.
Semua member begitu antusias
menyusun rencana liburan mereka. Kecuali si magnae, yang membaca isi draft itu
sambil mengangkat alisnya dengan ekspresi datar.
"Wae... hyunie.. yang lain
antusias, tapi kau tampak tak bersemangat?" Taeyeon segera menyadari ada
yang salah dengan ekspresi Joohyun. Sadar perasaannya hampir di telanjangi,
Joohyun buru- buru menjawab pertanyaan eonninya.
"A.. anieo... eonnie... aku
cuma tak punya rencana apa-apa saat tak ada jadwal. Mungkin aku hanya akan
membaca beberapa buku yang belum sempat kubaca. Atau mungkin aku akan pulang
dan menghabiskan waktu dengan orang tuaku." Jawabnya, gugup.
"Ahh... " Taeyon hanya mengagguk puas. Huufft...
hampir saja... pikirnya...
Akhirnya Joohyun memilih untuk
pulang ke rumah orang tuanya. Pikirnya, lebih baik mengisi waktu kosongnya
bersama eomma. Ke mall, ke salon, atau sekedar belajar memasak di rumah. Yah...
harus diakuinya bahwa perannya sebagai istri virtual telah banyak membuatnya
berubah.
Memasak? Hmm.. dulu hal yang satu
itu tidak pernah menjadi prioritas untuk dia pelajari. Selama ada Eomma, maka
Appa nya hanya akan puas dengan masakan Eomma nya. Lalu siapa yang akan
menikmati masakannya? Pikirnya.
Tapi setelah mengikuti WGM,
dimana salah satu missi nya adalah memasak sesuatu untuk suami virtualnya,
Joohyun akhirnya menyadari, ternyata memasak sesuatu untuk seseorang, lalu
orang tersebut menyukai masakannya, adalah hal yang paling membahagiakan.
Terlebih jika seseorang itu adalah orang yang teramat ingin dia bahagiakan.
Haah... lagi- lagi semuanya
tentang Jung Yonghwa. Tekadang segala tentangnya membuat Joohyun nyaris putus
asa. Bahkan dia tak pernah tahu apakah disana Yonghwa juga merasakan hal yang
sama. Atau hanya dia sendiri dengan delusi nya yang berharap bahwa kisah mereka
masih bisa menuliskan lebih banyak kenangan meski pernikahan virtual mereka
telah berakhir. Entahlah... bagaimana dia tahu, sementara ia hanya berani
bertanya pada boneka beruang pemberian Yonghwa yang sampai kapanpun tak akan
pernah bisa menjawabnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar