Jumat, 16 Januari 2015

Mid Summer Story Chapter 2








Mid Summer Story...


Author           : Jingga8
Main Cast      : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNBLUE, SNSD
Genre             : Romance
Rating            : T

Chaptered




Chapter 2

How are you....

Musim semi,  8 tahun sebelumnya…      

I know you're somewhere out there..
Somewhere far away...
I want you back.. yes I want you back..
At night when the stars light up my room..
I sit by myself..
Talking to the moon..
Tryin' to get to you..
In hopes you're on the other side..
Talking to me too..
Or am I a fool?
Who sits alone..
Talking to the moon..
(Talking to the moon - Bruno Mars)

Disebuah ruangan, dengan 2 tempat tidur yang berjajar rapi. Disamping jendela bergorden ivory tepat salah satu tempat tidur itu diletakan, seorang gadis dengan piyama putih bermotif hati dan rambutnya yang terikat tengah duduk mengahadap jendela sambil memeluk boneka beruang yg ukurannya nyaris sebesar tubuhnya. Pikirannya menerawang entah sejauh apa. Hatinya gusar, pilu, resah, rindu....

Entahlah... yang pasti betapapun besarnya rasa itu, tetap saja tak cukup kuat menggerakan jemarinya untuk menekan tombol handphone di samping tempat tidurnya. Ia mengingat nomor itu. Tentu saja dia mengingatnya. Tapi betapa lemahnya hati itu dan tak pernah cukup kuat untuk meruntuhkan benteng dirinya. Joohyun tak pernah berani menghubunginya.

Hhaahh... ia mendesah. Mengutuk dirinya sendiri yang lebih memilih tersiksa dengan rasa rindunya daripada mencoba sekali saja untuk menghubungi lelaki itu. Kendatipun rasa rindu dan penasarannya kian menggunung, memenuhi ruang hatinya dan hampir membuatnya sulit bernafas.

"Oppa... apa kau di sana hidup dengan baik?"

Batinnya. Tatapnya kian nanar, membentuk genangan air di kelopak matanya yang dengan mudah akan mengalir hanya dengan satu kedipan saja.

2 bulan sudah, sejak program pernikahan virtual mereka berakhir. Sejak malam itu, malam terakhir saat mata mereka saling menatap satu sama lain dan mereka harus saling melepaskan tepat di depan gerbang Dormitory SNSD, mereka benar-benar kesulitan untuk saling menghubungi satu sama lain. Bukan... bukan karena kesibukan dan jadwal mereka yang padat. Lebih sederhana dari itu, ialah karena masing-masing tidak memiliki alasan yang tepat untuk saling menghubungi. Meski beberapa kali bertemu di sebuah event musik dimana SNSD dan CNBLUE harus perform di panggung yang sama, mereka hanya bisa saling menyapa sekedarnya saja. Mengingat akan banyak mata yang merekam apa yang mereka lakukan, dan juga demi menjaga profesionalisme mereka terhadap management yang sudah membesarkan nama mereka.

Yaah... sekuat hati mereka menahannya. Entah sampai kapan, dan entah sebesar apa kekuatan yang mereka miliki untuk dapat menahannya agar rasa itu tidak meledak saat kapasitas hati mereka sudah tak sanggup lagi.

Jauh di sana, di sebuah apartemen dengan 4 orang pria sebagai penghuninya, seseorang dengan kegundahan yang sama juga tengah larut dalam lamunan sambil memetik gitar di depan meja kamarnya. Nada demi nada mengalun sendu. Serupa... benaknya memutar kembali memori tentang gadis yang pernah membuatnya sangat bahagia. Gadis yang dulu pernah duduk didepan meja ini sambil menulis lirik demi lirik lagu yang kini hanya menjadi kenangan. Hhm... rasanya baru kemarin, senyum manisnya menghangatkan ruang kamar itu. Rindu sekali pada tawanya.....

"Joohyun ah.. jebbal... berhentilah berlari-lari dalam pikiranku. Kenapa aku hanya bisa mengingat semua tentangmu? Bahkan setiap lirik dan melodi yang kucipta seperti sebuah refleksi dari ingatan-ingatan ini. Jongmal bogoshipda..  nae goguma!"

Lirih... kata-kata itu mengalun tepat di hadapan laptop dengan foto Joohyun sebagai wall paper nya. Tentu saja..  dengan cara itu Joohyun tidak akan pernah mendengar rintih rindunya. Pengecut memang. Seorang namja harusnya lebih punya inisiatif untuk memulai komunikasi ini. Tapi kenyataan tentang siapa Seo Joohyun dan dari girls band apa dia berasal, memaksanya untuk menahan semua rasa itu sekuatnya. Bukan hanya untuk Joohyun, tapi juga untuk semua member SNSD dan CNBLUE. Sebagian netizen bahkan men-cap Yonghwa tengah mendompleng populatitas mantan istri virtualnya itu. Tentu saja semua itu tidak hanya melukai Yonghwa. Tapi juga berimbas pada member CNBLUE yang lain. Karena semua alasan itu, Yonghwa lebih senang menjadi seorang pengecut dan menyimpan rasa itu seorang diri. Meski terasa amat lelah dan menyesakan harus terus bersembunyi dari perasaan yang ingin sekali ia tunjukan dengan jujur.

Jumat sore, Taeyeon sang leader membawa draft yang berisi jadwal mereka selama 2 minggu kedepan. Seluruh member bersorak kegirangan saat tahu jadwal mereka luang dalam 2 minggu ini. Adalah keajaiban besar bagi grup ini apabila dalam satu minggu mereka bisa memiliki satu hari off. Dan ini 2 minggu? Whoa... benar-benar jackpot! Bahkan tidak ada jadwal di akhir pekan.

Semua member begitu antusias menyusun rencana liburan mereka. Kecuali si magnae, yang membaca isi draft itu sambil mengangkat alisnya dengan ekspresi datar.

"Wae... hyunie.. yang lain antusias, tapi kau tampak tak bersemangat?" Taeyeon segera menyadari ada yang salah dengan ekspresi Joohyun. Sadar perasaannya hampir di telanjangi, Joohyun buru- buru menjawab pertanyaan eonninya.

"A.. anieo... eonnie... aku cuma tak punya rencana apa-apa saat tak ada jadwal. Mungkin aku hanya akan membaca beberapa buku yang belum sempat kubaca. Atau mungkin aku akan pulang dan menghabiskan waktu dengan orang tuaku." Jawabnya, gugup.

"Ahh...  " Taeyon hanya mengagguk puas. Huufft... hampir saja... pikirnya...

Akhirnya Joohyun memilih untuk pulang ke rumah orang tuanya. Pikirnya, lebih baik mengisi waktu kosongnya bersama eomma. Ke mall, ke salon, atau sekedar belajar memasak di rumah. Yah... harus diakuinya bahwa perannya sebagai istri virtual telah banyak membuatnya berubah.

Memasak? Hmm.. dulu hal yang satu itu tidak pernah menjadi prioritas untuk dia pelajari. Selama ada Eomma, maka Appa nya hanya akan puas dengan masakan Eomma nya. Lalu siapa yang akan menikmati masakannya? Pikirnya.

Tapi setelah mengikuti WGM, dimana salah satu missi nya adalah memasak sesuatu untuk suami virtualnya, Joohyun akhirnya menyadari, ternyata memasak sesuatu untuk seseorang, lalu orang tersebut menyukai masakannya, adalah hal yang paling membahagiakan. Terlebih jika seseorang itu adalah orang yang teramat ingin dia bahagiakan.

Haah... lagi- lagi semuanya tentang Jung Yonghwa. Tekadang segala tentangnya membuat Joohyun nyaris putus asa. Bahkan dia tak pernah tahu apakah disana Yonghwa juga merasakan hal yang sama. Atau hanya dia sendiri dengan delusi nya yang berharap bahwa kisah mereka masih bisa menuliskan lebih banyak kenangan meski pernikahan virtual mereka telah berakhir. Entahlah... bagaimana dia tahu, sementara ia hanya berani bertanya pada boneka beruang pemberian Yonghwa yang sampai kapanpun tak akan pernah bisa menjawabnya.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar