Author : Jingga8
Base Story : Dubu Jung
Main Cast : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNBLUE, SNSD
Genre : Romance
Rating : T to M
One Shoot...
BED TIME
CONVERSATION.... (Bukan Yadong!)
Malam mulai larut.
Seusai membereskan sisa makan malam, Seohyun
langsung menuju kamar tidurnya. Setelah lelah dengan aktifitas drama musikalnya
hari ini, Seohyun benar-benar membutuhkan waktu untuk me-refresh pikirannya.
Dia lalu bersandar di sandaran tempat tidurnya dan mulai membaca beberapa buku.
Ritual sebelum tidur. Tak lama kemudian Yonghwa datang dan berbaring di
pangkuan buinya.
"Hyuun..."
Lembut, Yonghwa memanggilnya.
"Hmmm.."
Seohyun menjawabnya tanpa sedikitpun mengalihkan
perhatiannya dari buku yang sedang di bacanya.
"Hyuu~n...."
Sekali
lagi Yonghwa memanggilnya dengan manja.
"Wae geurae,
Oppa?" Jawab Seohyun yang masih asyik dengan bukunya.
"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu... " Sedikit ragu
Yonghwa memulainya.
"Wae?" Masih tak menghiraukan Yonghwa
“Jebbal.. dengarkan aku, Hyun… ini tentang albumku.” Medengar kata album
disebut, Seohyun
lalu meletakkan bukunya dan mulai menatap yonghwa
"Album? Ada masalah dengan albummu, Oppa?"
"Aniya...., Geunyang….” Sekali lagi Yonghwa merasa ragu
untuk memulainya.
“Wae? Apa yang sebenarnya ingin Oppa katakan? Geunyang marhaebwa!” Seohyun
mulai merasa risih dengan keragu-raguan Nampyeonnya.
“Igeon… hhmmm… tapi kau harus berjanji, Hyun… jangan marah..” Yonghwa
menampakkan senyum termanis dan sedikit mengeluarkan aegyo andalannya. Dan itu
membuat Seohyun semakin sebal.
“Jebbal… Oppa.. geumanhae!! Berhenti bersikap sok imut, dan katakan ada
apa!” Seketika senyum diwajahnya lenyap saat Seohyun-nya mulai melemparkan
tatapan tajamnya.
“Tuh… kan… belum apa-apa sudah galak…” Kali ini Yonghwa mengerutkan
bibirnya dan itu mebuatnya terlihat lucu. Seohyun tak bisa menahannya dan
diapun tertawa.
“Aigooo.. uri Yong~… jinjja…! Okay, aku janji… aku tidak akan marah.
Sekarang katakan, ada apa dengan albummu?” Seohyun menyisir rambut nampyeonnya
dengan jemarinya. Dalam batinnya dia merasa, betapapun waktu berlalu seiring
usia mereka yang juga kian bertambah setiap tahunnya, tapi Yong-nya tetap saja
seperti choding yang dia kenal 5 tahun lalu.
“Kiss me first…” Yonghwa mengisyaratkan dengan mengerutkan bibirnya dan
meminta buinnya untuk segera mengikuti permintaannya.
“Aigooo…. Choding!!!” Seohyun menghela nafas panjang. Namun akhirnya,
dia menyerah juga. Sebuah kecupan mendarat dengan manis di bibir Yonghwa.
“Thank you, Angel…” Puas dengan kecupan itu, Yonghwa pun kembali
tersenyum hingga menampakkan gingsul khasnya.
“You’re welcome, Rocker! And now… tell me.. what’s the matter? Palli…
sebelum aku berubah fikiran!” Mendengarnya, Yonghwa lalu bangkit dari posisi
tidurnya. Dia lalu duduk tepat dihadapan Hyun-nya. Diraihnya tangan Seohyun dan
dia genggam di tangannya.
“Tentang MV-ku…. Hhmm… aku sudah menemukan ide untuk story line nya.”
Seohyun mulai antusias mendengarnya.
“Jinjja? Whoa… chukkhae, Oppa. Tentang apa?” Dengan mata berbinar,
Seohyun bertanya.
"WGM...." Yonghwa menjawabnya diiringi dengan senyum penuh misteri. Tangannya kini mengelus lembut kepala Buinnya
dan merapikan poninya.
"WGM..???!!!" Kini Seohyun semakin antusias. Sedikit terkejut sejujurnya, hingga dia mulai menghentikan tangannya yang sebelumnya bermain-main dengan rambut Nampyeonya.
"Iya....WGM. Untuk One Fine Day MV, aku rasa aku ingin
menggambarkan lagi kenangan-kenangan kita
lewat MV-ku ini. Kamu tahu kan, lagu itu aku tulis 3 bulan setelah kita
berpisah malam itu. Lagu itu menceritakan tentang betapa berat dan
menyakitkannya masa-masa itu untukku. Saat aku merindukanmu, tapi aku tak mampu
menggapaimu. Ahh… neomu himdeuro…” Sesaat fikirannya melayang pada saat-saat
menyakitkan itu. Yonghwa masih mengingatnya dan itulah alasan kenapa dia
mengabadikan semua itu lewat lagunya. Seohyun yang saat itu mulai melihat raut
kesedihan diwajah Yonghwa, segera memeluk lelaki dihadapannya.
“Gwaenchanna, Oppa. Jigeum naega yeogie. Sekarang aku ada dihadapanmu,
memelukmu, mencintaimu, menjadi istrimu…” Seohyun mengusap punggung Suaminya
dengan lembut. Yonghwa mulai melingkarkan tangannya ditubuh istrinya dan
mengusap lembut kepalanya.
“Gomawo.. Hyuuun… ! Gomawo, untuk menerimaku, dan bersedia menjadi
istriku. Meski saat ini keadaan belum memungkinkan untukku membawamu dihadapan
publik, tapi aku janji… Aku janji, sayang… segera setelah semua project ku
dengan FNC selesai dan aku diperbolehkan memperbaharui kontrak kerjaku, aku
akan mendaftarkan pernikahan kita secara resmi. Mianhae, membuatmu menunggu
begitu lama.” Yonghwa melepaskan pelukannya, dan kini dia mengecup kening
istrinya.
“Arasso, Oppa. Lagipula bukan hanya Oppa yang harus menyelesaikan
kontrak. Aku juga begitu. Meski begitu, aku tetap bersyukur, kok. Betapa
menariknya hidup kita ini, bukan? Bagiku ini lebih baik daripada masa-masa itu.
Untuk bisa melihatmu saja aku perlu alasan yang jelas. Setidaknya saat ini aku
bisa menghabiskan ribuan malam denganmu. Meski disiang harinya aku kembali
harus menjadi orang asing untukmu.” Seohyun meletakkan kedua tangannya di pipi
Yonghwa. Dia tersenyum dan menatap Yonghwa dengan binar matanya. Ough…
bagaimana mungkin Yonghwa tidak jatuh mencintanya sedalam ini?
“So… apa idemu tentang WGM di MV-mu?” Seohyun kembali menegakkan
badannya dan bersiap untuk mendengarkan kelanjutan ide suaminya.
“Kau tau.. Seojin? Anak trainee FNC yang saat itu pernah aku kenalkan
padamu?” Seohyun sejenak mengerutkan keningnya.
“Seojin? Ah.. ara.. aku menyukainya. Dia benar-benar cantik.” Seohyun
tersenyum tulus.
“Rencananya, dia yang akan aku jadikan sebagai model MV-ku. “
“Geurae? Aku rasa itu ide yang bagus. Hajiman.. wae Seojin Ssi?” Seohyun
mulai merasa penasaran.
“Karena, beberapa orang di FNC mengatakan padaku bahwa Seojin itu
sedikit mirip denganmu. Mungkin karena dia juga memiliki rambut yang panjang. Meski
menurutku, didunia ini tidak ada yang bisa menandingi kecantikan Buin-ku.”
Yonghwa mencubit pipi Seohyun.
“Dan dalam MV itu, aku ingin membuat beberapa scene yang sangat relatif
dengan hari-hari kita di WGM dulu. Sehingga bait demi bait lirik laguku akan
semakin terasa nyata lewat MV itu.” Seohyun masih terdiam. Fikirannya berusaha
mencerna kembali kata-kata suaminya barusan.
“Tapi, Oppa… bukankah itu terlalu beresiko? Kita tahu kan… Goguma tidak
pernah gagal dalam menemukan hal sekecil apapun tentang kita. Bahkan kita saja
terkadang tidak menyadarinya, tapi mereka tahu itu. Dan MV tentang WGM… kau
yakin itu tidak justru malah membahayakan solo album-mu?” Seohyun benar-benar
terlihat khawatir saat itu. Tapi yonghwa malah tersenyum sambil menggelengkan
kepalanya.
"Aniya, Joohyun ah… aku justru sengaja
membuatnya seperti ini karena aku ingin memberikan hadiah untuk mereka.” Seohyun
kembali terpaku. Hadiah?
“Seonmul? Hadiah untuk apa?”
“Our 5th anniversary, Honey. Selama 5 tahun ini, mereka tidak
henti-hentinya memberi kita dukungan, cinta dan kau lihat barang-barang itu.
Mereka memberikan semua itu karena mereka benar-benar mencintai kita. Mereka
percaya bahwa cinta kita ini nyata. Dan mereka benar. Aku merasa bersalah Hyun,
karena kita membiarkan mereka tetap menunggu dan terus berharap tentang kita.
Karenanya, lewat lagu-laguku, lewat karyaku, lewat MV ini, aku ingin mengatakan
pada mereka bahwa kita benar-benar real. Yongseo is real since the first time.
Dan aku yakin, uri Goguma bisa menangkap pesanku dengan baik. Mereka itu cerdas
sepertimu, sayang!” Kali ini Yonghwa mencubit hidung Seohyun. Seohyun lalu
tersenyum setelah mendengar pennjelasan Yonghwa.
“Maja, Oppa… bila bukan karena mereka, mungkin aku tidak akan seyakin
ini dalam mengambil langkah untuk bersamamu. Dukungan mereka memberiku kekuatan
untuk tetap berdiri disisimu. Ditengah kejamnya cacian haters, aku selalu berfikir
bahwa ada jutaan Goguma yang mencintaiku dengan tulus, hingga rasanya semua
makian menyakitkan itu tidak berarti apa-apa dalam hidupku. Geurae, Oppa… aku
setuju dengan idemu.”
“Jeongmal?”
“Hmm… jinjja…”
“Good…”
“Scene mana saja yang akan Oppa masukan salam MV-mu?” Yonghwa berfikir
sejenak kemudian dia kembali merebahkan kepalanya di pangkuan Seohyun.
"Hmmm… beberapa scene yang cukup mencolok,
mungkin. White house, kau dan buku-bukumu, hmm… stasiun, berjalan berdua sambil
bergandengan tangan, restouran, dan beberapa detail kecil yang aku yakin Goguma
pasti akan mengenalinya. Meski awal dan endingnya akan aku dramatisir
sedemikian rupa sehingga tidak terlalu beresiko skandal. “ Seohyun tampak
mengangguk-anggukkan kepalanya pertanda dia mengerti maksud perkataan Yonghwa.
“Ohh iya, besok kau ada jadwal drama musikal lagi kan?” Tiba-tiba
Yonghwa teralihkan perhatiannya.
“Hmm… wae?” Dengan polos Seohyun menjawabnya.
“Siapa co star mu besok?” Kini giliran Yonghwa yang mulai antusias.
“Jinmo Oppa. Wae?” Mendengar nama Jinmo disebut, Yonghwa seketika
bangkit dari posisinya dan dengan sigap dia menghadapkan badannya kembali
dihadapan Seohyun.
“Mwo?!!! Ju JinMo Sunbae?!! Yaa… Seo Joohyun… kau bilang kau tidak ada
jadwal yang akan berpasangan dengannya? Wae kamjagie?” Entah kenapa Yonghwa
kini merasa terganggu saat tahu istrinya akan berpasangan dengan Ju Jinmo dalam
dramanya. Yang pasti, tidak mudah baginya untuk merelakan tubuh istrinya di
peluk lelaki lain. Dan bibirnya… Hhhh… Tuhan tahu betapa hampir gilanya Jung
Yonghwa saat Seohyun pertama kali meminta ijinnya untuk berperan dalam drama
musikalnya kali ini dan mengetahui akan ada beberapa scene yang mengharuskan
istrinya mencium pria lain.
“Awalnya memang begitu, Oppa… tapi ternyata ada beberapa waktu yang Bada
Eonnie tidak bisa menjalani pementasan ini secara berturut-turut. Belum lagi
akupun harus menukar jadwalku untuk event GDA Beijing minggu depan. Aku tidak
punya pilihan lain selain bersikap profesional.” Dengan tenang, Seohyun
menjelaskannya. Tapi tidak dengan Yonghwa. Bagaimana mungkin dia merasa tenang?
Dia masih ingat bagaimana tersipunya wajah Ju Jinmo saat memuji Joohyun-nya di
acara press con GWTW. Sebagai lelaki dia tahu, Ju Jinmo pasti tertarik pada
Seohyun.
“Mwo? Profesional? Seo Joohyun… bagaimana bisa kau mendeskripsikan semua
ini dengan begitu sederhana? Profesional? Kau akan menciumnya hanya karena
alasan profesional?” Kali ini Yonghwa mulai panik.
“Lalu alasan apa yang Oppa mau? Haruskah aku menciumnya karena aku
menyukainya?” Seohyun malah semakin menggoda suaminya yang jelas-jelas
pencemburu itu.
“Mwo? YAAAAK…. JUNG JOOHYUN!!! Kau gila yah?” Yonghwa membelalakan
matanya seolah tak percaya dengan apa yang didengarnya. Dan nama Jung Joohyun
sengaja dia tekankan untuk mengingatkan Seohyun bahwa dia kini adalah istrinya.
“Wae? Aku memakai alasan profesional… Oppa tetap marah. Lalu harus
alasan apa lagi?” Yonghwa mulai terdiam. Dia fikir, Seohyun ada benarnya. Tapi…
“Iya… tapi… aahhh… Joohyun ah… jebbal… bagaimana mungkin aku rela melihatmu
dicium pria lain? Terlebih dia adalah aktor tampan Ju Jinmo. Auggh… molla…!!”
Seperti anak kecil, choding itu kini membenamkan wajahnya diatas bantal.
“Ya sudah, Oppa tak usah melihatnya. Gampang kan?” Lagi-lagi dengan
wajah inosen nya Seohyun menguji kesabaran suaminya.
“Mwo? Jung Joohyun…. Kau mengujiku kesabaranku yah?” Yonghwa kembali
bangkit dan duduk menghadap Seohyun yang kini sedang menahan tawanya.
“Mwo ya.. Oppa? Begini salah, begitu salah! Jadi kau ingin aku
bagaimana?”
“Pura-pura sakit! Yah… bilang saja kau sakit, Joohyun ah. Memohon saja
pada Bada Noona, untuk menggantikanmu kali ini. Hhm? Sini,,, biar aku yang
menelepon Bada Noona biar dia percaya.” Seperti orang bodoh, Yonghwa berniat
mengambil handphone-nya. Namun tangan Seohyun menahannya.
“Geumanhae, Oppa! Apa kau fikir aku ini orang yang seperti itu? Apa
dimatamu aku ini artis yang akan lari dari tanggung jawabku? Apa selama ini kau
pernah melihatku sebagai idol yang manja yang akan menyerah hanya karena aku
sakit?” Kali ini Seohyun menatap Yonghwa dengan serius. Dan itu membuat Yonghwa
tidak mampu menatapnya kembali. Yonghwa menundukkan kepalanya, karena kini dia
tahu Seohyun sedang tidak main-main.
“Oppa… dengarkan aku! Saranghae, Oppa. Aku sangat mencintaimu dan karena
itulah aku rela menghabiskan separuh masa mudaku untuk menjadi istrimu. Ya… aku
ini istrimu dan Tuhan yang menjadi saksi atas janji yang kuucapkan padamu
dihari pernikahan kita. Tapi Oppa… bukankah Oppa pun tahu, bahwa musik dan
akting juga merupakan dunia yang tidak bisa dipisahkan dari hidupku? Bahkan
sebelum aku mengenalmu, aku sudah terlebih dahulu mengenal dunia ini.
Geurokhae, jebbal… Oppa… Apapun yang aku lakukan dalam pekerjaanku, apapun
peran yang aku mainkan, siapapun lawan main yang menjadi partnerku, semua itu
tidak akan merubah kenyataan bahwa aku ini milikmu. Jadi aku mohon… percayalah
padaku, Oppa. Aku mencintaimu lebih dari apapun dan kau tahu itu.” Dengan
lembut, Seohyun mengusap pipi suaminya yang kini menampakan wajah super kusut.
“Aku percaya padamu, Hyun… tapi aku tidak percaya pada Jinmo Hyung. Cara
dia melihatmu, memujimu…”
“Dia tahu aku ini istrimu, Oppa! Semua orang dalam project ini tahu itu.
Keugae, Geok cheongma… ini semua hanya pekerjaan untukku.” Dengan susah payah,
akhirnya Yonghwa menganggukkan kepalanya. Namun ekspresi wajahnya masih belum
berubah.
“Ahrasso!” Akhirnya dia menjawabnya. Seohyun pun tersenyum dan bergegas
memeluk Yonghwa dihadapannya.
“Gomawo… Yooong..!! You know I love you that much, right?” Sekali lagi,
masih dengan raut wajah kusutnya, Yonghwa menganggukkan kepalanya.
“Ah…. Tentang MV-ku….” Yonghwa kembali ragu. Dia menatap mata istrinya
dan memastikan reaksi seperti apa yang akan Seohyun berikan saat dia
mengatakannya nanti.
“Kenapa lagi dengan MV-mu?” Seohyun menjawab dengan tenang.
“Like I said before, MV-ku ini bercerita tentang perjalanan kita, kan?
So…”
“So…..” Seohyun sedikit tidak sabar mendengar kelanjutan kalimat
Yonghwa.
“So… including Kissing scene…” Yonghwa sengaja memelankan kata kiss
dalam kalimatnya. Matanya sedikit meringis mengantisipasi barangkali sebentar
lagi akan ada sebuah bantal yang melayang kekepalanya.
“Mwo?” Seohyun masih belum mengerti.
“Kiss.. Hyun… kissing scene….” Dan kali ini…
“KISS???!!!!! Dalam MV-mu kau akan mencium modelmu?!!! YAAKKK… JUNG
YONGHWA? KAU GILA YAH?!!!” Bukan main terkejutnya Seohyun saat mendengar ide
gila suaminya.
“Wae? Just popo, baby… hanya sebuah kecupan saja.” Yonghwa mencoba
meredam emosi Seohyun yang kini mulai tampak dimatanya.
“Popo? Tapi untuk apa, Oppa? Kau bilang MV-mu akan seperti WGM? Mana
pernah kita berciuman disana?” Seohyun mulai mengacak rambutnya dan itu
artinya, dia benar-benar kesal.
“Eiii… apa kau lupa? Saat aku mengantarmu pulang usai wedding foto
kita?” Seohyun terdiam sejenak. Fikirannya mencoba mengingat semua itu. Dan…
“Ahh… itu kan diluar kamera, Oppa! Tidak ada satu Goguma pun yang akan
tahu semua itu. Jadi untuk apa kau masukkan itu dalam MV-mu? Jangan macam-macam,
Oppa… atau…”
“Profesional, Hyun….! Profesional…” Dengan nada dan gaya bicara yang
sama, Yonghwa menirukan kata-kata Seohyun tadi. Dan Seohyun dibuat terbelalak
oleh semua itu. Tidak ada kata-kata yang tepat untuk dia katakan pada Yonghwa
saat itu mengingat baru saja dia menjelaskan arti kata profesional tadi pada
suami pencemburunya.
“Tapi Oppa… dalam hal ini semua itu berbeda. Kau tidak harus melakukan
itu. Itu hanya MV dan..”
“Mwo… jadi menurutmu pekerjaanku ini tidak lebih penting dari
pekerjaanmu? Apa bedanya? Seperti halnya drama itu penting untukmu, MV ini pun
penting untukku. Ini album solo pertamaku dan langkah awal karier soloku, Hyun.”
Tidak mau kalah, Yonghwa memberanikan diri memperkuat argumennya. Dan
sepertinya kali ini Yonghwa berhasil.
“Jeoha!! Lakukanlah!!” Dengan ekspresi tidak peduli, Seohyun kembali
mengambil bukunya, dan pura-pura untuk fokus pada apa yang dibacanya.
“Mwo? Maksudmu… kau setuju?” Yonghwa tidak percaya.
“Kalau aku bilang tidak, kau akan tetap melakukannya juga kan?” Sejenak,
Seohyun melirik suaminya dengan tatapan dinginnya sebelum kemudian kembali pada
bukunya.
“Ya… kenapa jadi kau yang marah? Kita impas dong! You get one and I get
one too…” Yonghwa tersenyum penuh semangat kemenangan. Tapi di balas dengan
sikap sok acuh Buinnya yang langsung asyik dengan bukunya. Yonghwa tak peduli,
yang penting kali ini dia pemenangnya. Joohyun-nya marah, artinya dia cemburu.
“Arasso! Just do it, Oppa! You’ll get one, but…. Honey… I’ll get more
than 20 times kisses. So… nikmatilah MV-mu sebaik-baiknya, Oppa! Jangan
sia-siakan satu-satu kissing scenemu!” Seohyun dengan tenang mengatakannya.
Matanya masih pura-pura membaca bukunya. Dalam hatinya, dia sedang mengibarkan
semangat perangnya. Mildang time…
“MWO?!!! More than 20 times? Jung…”
“Seo Joohyun the actreess, Oppa! Dipanggung nanti, aku adalah Scarlett
yang penuh pesona dan juga gairah…”
Dan kalimatnya terhenti karena sesuatu tiba-tiba terasa menyumbat
mulutnya. Seohyun mendapati tiba-tiba wajah suaminya berada begitu dekat tepat
didepan wajanya. Dan bibirnya… pantas saja, Seohyun tidak lagi bisa bicara.
Mulut suaminya menguncinya dan kini, Yonghwa menguncinya lebih erat sehingga
tidak ada pilihan lain bagi Seohyun selain menerimanya.
Yeah… she enjoy it, anyway…! Bagaimana tidak? Kissing with the most adorable
man whom every women eager to have it, mungkin ini adalah keberuntungannya,
karena dia satu-satunya perempuan yang bisa merasakan ciuman ini kapanpun dan
sebanyak apapun dia mau.
Yonghwa akhirnya melepaskan ciumannya. Sejenak, dia tatap lekat wajah
perempuan dihadapannya. Dengan lembut dia usap wajah Seohyun dan diam-diam
memuja betapa cantiknya Seo Joohyun.
“Ingat itu baik-baik, Hyun! Ingatlah apa yang kau rasakan saat aku
menciummu. Tidak akan ada yang bisa dan boleh menciummu seperti itu. Kau
mengerti?” Seohyun yang masih terkejut dengan serangan tiba-tiba itu, hanya
bisa mengangguk tanpa berkata-kata.
“Jarieseo, Mrs. Jung! Besok pagi, biar aku yang mengantarmu. Sorenya,
aku juga yang akan menjemputmu. “
“Tapi Oppa… itu terlalu berbahaya untukmu. Banyak fans yang akan ada di
sana. Bagaimana bila mereka melihatmu dan menyebarkan rumor?”
“I… Don’t…Care! Kalo mereka melihatnya, kita buka saja semuanya
sekalian!!”
“Hhhh… kau mulai lagi, Mr. Jung!”
“Wae? Bahkan diantar suamimu pun tak mau?”
“Ahh… Molla!!!” Seohyun menarik selimutnya lalu tidur membelakangi
Yonghwa. Yonghwa lagi-lagi merasa dirinya dikalahkan.
“Yakk… Mrs. Jung!!! Jangan dulu tiduuuurr…!!!” Yonghwa berusaha menarik
selimut itu dari tubuh Seohyun, tapi Seohyun malah menariknya lebih rapat.
“Aku malas berdebat dengan choding sepertimu!!” Yonghwa bisa dengan
jelas mendengar suara Buinnya dari balik selimut.
“Heoll!!! Memangnya aku tidak malas? Aku juga malas, berdebat dengan
perempuan keras kepala sepertimu!” Tidak mau kalah, Yonghwa menarik lagi
selimut itu dan kini dia berbagi selimut itu dengan buinnya. Mereka kini saling
membelakangi.
“Mwo? Keras kepala katamu?” Kali ini Seohyun membuka selimutnya dan
berbalik kearah Yonghwa. Namun yang dia temui hanyalah punggungnya.
“Wae? Apa kata-kataku salah?” Yonghwa tetap tidak membalikan badannya
dan Seohyun semakin kesal di buatnya. Lalu…
Buuggg!!! Yonghwa merasa seperti sebuah bantal mendarat dengan manis
dikepalanya. Memang benar, bantal itu bukan benda keras, tapi rasanya lumayan
juga… saat bantal itu bercampur dengan tenaga dalam Seo Joohyun.
“Awwww!!!! Sakit, Yeobo!!!” Yonghwa berbalik ke arah istrinya sambil
mengusap-usap kepalanya. Didapatinya Seohyun sedang menatapnya dengan tatapan
yang mengerikan.
“Geurae!!! Lihat saja, besok! Aku akan mencium Jinmo Oppa dengan sepenuh
hatiku! Buat apa aku memikirkanmu! Dasar Choding!”
“Mwo???!!!” Yonghwa tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
“Wae???!!!!” Seohyun tidak kalah sengit.
“Arasso…!!! Aku pun akan membuat NG yang banyak!” Jawab Yonghwa dengan
tatapan menantang.
“Geurae!! Tetap saja kissing scene ku lebih banyak, Oppa!! Dengan 3
orang yang berbeda, bila kau tidak tahu!” Seohyun tak kalah menantang.
“Haah??? Maldo andwe!” Yonghwa bergumam tak percaya.
“So… lakukan NG sebanyak yang kau mau, Oppa! Maka….”
“ANDWEEEE!!!! Jangan bilang kau akan membuka mulutmu saat Jinmo Oppa
menciummu!! Jebbal… Hyun… aahh… jebbal…” Kali ini Yonghwa mulai merengek.
Merengek layaknya anak kecil sambil menarik-narik baju istrinya.
“Wae? Kau lakukan saja part mu itu dengan baik. Biar aku juga…”
“ANDWEEEE!!! Andwe… Hyun.. jebbal!! Aah… aku ingin menangis rasanya.
Mianhae… Buin ah..! Mianhae, yeobo!” Yonghwa benar-benar nyaris menangis
menerima serangan istrinya. Dia mengaku kalah. Dia benar-benar tidak rela, bila
istrinya melakukan ciuman seperti itu.
“Okay, sayang… aku tidak keberatan dengan peranmu. Lakukan saja sesuai
skenario dengan profesional. Tapi jangan lebih dari itu yah? Please honey… aku
mengaku kalah!” Setelah mendengarnya, Seohyun tidak tahan lagi. Meledaklah
tawanya yang membuat Yonghwa terpaku.
“Yaa… kenapa kau tertawa?” Yonghwa masih bingung.
“You’re so funny, Mr. Jung! But damn… I love you so much!! Kau tahu,
Oppa… kau paling menyebalkan saat kau cemburu. Tapi demi Tuhan, kau membuatku
semakin mencintaimu!” Seohyun meletakan kedua tangannya di pipi Yonghwa.
Perlahan, dia mengecup bibir suaminya. Beberapa lama, mereka berbagi cinta
lewat ciuman itu. Yah… tanpa harus Yonghwa ingatkan, Seohyun akan selalu ingat
bagaimana ciuman ini terasa. Tidak akan terganti. Tidak akan tersaingi.
“Now tell me… who’s the hottest
one, Mrs. Jung?” Dengan nakal Yonghwa bertanya.
“Of course, you are.. Mr. Jung!” Jawab Seohyun tak kalah nakalnya.
“Just make it once for me!” Yonghwa menarik tubuh Seo Joohyun kedalam
dekapnya.
“Just once? I was about to give you, twice!
Even thrice!”
“Jinjaaa???? You’re mine.... Jung Joohyuuuuun!!!!!”
*End*

Keren...abis...please bikin yg byk. ..gw slalu dukung yongseo couple...cinta mereka murni ga d buat2...thanks bgt ceritanya...Kalo bs buat aja bukunya...pasti byk yg Ngan ma mereka...skali lg thanks atas ceritanya...
BalasHapus👍👍👍
BalasHapus