Mid Summer Story...
Author : Jingga8
Main Cast : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNBLUE, SNSD
Genre : Romance
Rating : T
Chaptered
Chapter 4
Finding My Destiny 2
Gurat penyesalan tampak jelas di
mata Yonghwa kala gadisnya terisak sendu dalam tangis tepat dihadapannya.
"Hyuun... uljima
jebbal..." Bujuknya sekali lagi dengan suara yang tak kalah lirih. Kali
ini Joohyun berusaha menghentikannya. Perlahan dia atur ritme nafasnya sambil
sesekali tangannya mengepal dan memukul-mukul dada kirinya. Berharap gerakan
itu mampu menghilangkan sesak di dadanya. Saat lebih tenang, Joohyun mulai membuka mulutnya. Meski sedikit
masih terisak...
"Oppa kau tahu? Kau adalah
orang yang paling kejam yang pernah ku kenal. Tega sekali selama ini
mengabaikanku tanpa kabar apapun. Kau tidak memegang janjimu, bahwa meski
pernikahan kita berakhir, kau akan tetap menjadi teman baikku. Jangankan menjadi
teman baikku, bahkan 1 sms pun tak pernah ada. Oppa tahu? Aku…. Seorang Seo
Joohyun yang dulu tidak mengerti apa-apa, selama berbulan-bulan ini benar-benar
menderita. Tiap kali kau muncul dalam pikiranku, rasanya dadaku sesak dan
membuatku sulit bernafas. Aku tahu, ini bodoh.. Oppa. Tapi aku benar-benar
kehilangan diriku yang dulu. Waeo.. Oppa? Kenapa semua berubah menjadi tidak
bahagia seperti ini?"
Dan tangisnya kembali berurai.
Lebih deras dan menyakitkan.
Rasanya ada yang menekan di dada
dan tenggorokan Yonghwa. Rasa sakitnya terasa hingga ke area kelopak matanya.
Nyaris membentuk genangan air yang siap mengalir. Namun dia menahan sekuatnya.
Andwe.. tak boleh air matanya itu menetes di hadapan Joohyun dan menjadikannya
tampak lebih bodoh dan menyedihkan. Meski tak mampu dia sembunyikan, bahwa dia
pun merasakan kepedihan yang sama. Dia pun menderita.
"Jongmal mianhae.. Hyun
ah... aku tak mengira bahwa kau akan sesakit ini. Aku pikir kau akan baik-baik
saja dengan karier dan duniamu yang lebih bersinar dari dunia yang kumiliki.
Jalmothaeseo..Hyun, Semua karena aku terlalu pengecut dan tak mampu
memperjuangkan perasaanku sendiri. Kuharap kau mengerti, bahwa di antara kita bukan hanya ada kita dan
perasaan kita saja. Tapi juga ada 8 orang eonnimu dan 3 orang dongsaengku. Aku
hanya tak ingin menyulitkan mereka hanya karena perasaan pribadiku. Demi
melindungi mereka, tanpa sengaja aku malah melukaimu. Jongmal mianhae, Hyun ah.. Maafkan aku karena tidak peka dan
mengabaikan perasaanmu."
Suaranya sedikit tercekat. Kali ini
takanan di tenggoroknnya terasa lebih berat. Membuatnya sulit bernafas dan
hufffhh... butiran hangat itu menetes juga. Tapi dengan sigap disekanya. Maldo
andwe... belum pernah sepanjang hidupnya dia menangis dihadapan wanita selain
Eommanya. Tidak juga di hadapan Joohyun. Tapi terlambat, Joohyun kali ini
melihatnya. Kini, ada 2 perempuan yang pernah melihat air matanya. Keduanya
adalah perempuan luar biasa yang amat dicintainya dengan segenap hati.
"Aku tahu, Oppa.. bahwa kita
terlahir dengan takdir istimewa. Dikelilingi banyak cinta dari banyak orang
yang bukan keluarga kita. Akupun sangat mengerti itu. Tapi oppa.. terkadang aku
marah pada takdir itu. Kadang aku lelah dan hanya ingin menjadi perempuan biasa
saja, bukan member dari sebuah girls band ternama. Aku ingin bebas meneleponmu,
bertemu denganmu kapan dan dimanapun aku mau. Aku ingin bisa dengan bebas
mengatakan pada dunia kalau kau adalah namjaku. Aku benci rasa sesak di dadaku
setiap kali aku merindukanmu. Bahkan untuk menghubungimu saja aku harus
dikerubuti jutaan rasa takut. Oppa.. aku.. "
Belum sempat Joohyun meneruskan
kata-katanya, Yonghwa menarik tubuh gadis itu kedalam peluknya. Saat ini
benar-benar tak pedulikan apapun lagi selain kata hatinya yang tak kuasa
lagi dia ingkari.
"Mianhae Hyun, jinjja mianhae..."
Erat... di dekapnya tubuh mungil
itu. Mengecup rambutnya, pundaknya, meluapkan rasa rindu yang selama ini
terbelenggu. Mungkin ini bukan pelukan pertamanya. Tapi ini lebih erat dan
lebih dalam di banding saat malam mereka berpisah. Yah.. seperti inilah
seharusnya. Harusnya pelukan seperti ini yang Yonghwa lakukan malam itu.
Yonghwa tak peduli lagi berapa banyak air mata yang mengalir dipipinya, meski
Joohyun melihatnya. Biar saja.. biar Joohyun tahu, bahwa selama ini bukan hanya
dia yang terluka sendiri. Yonghwa pun sama tertekannya.
Cukup lama Joohyun terbenam dalam
peluknya. Angin pantai menyapu seiring derasnya rindu. Perlahan peluk itu dia
lepaskan. Kini wajah gadis lugu itu berada sangat dekat, tepat dihadapan wajahnya. Dan mata
itu.. ahh... demi Tuhan, mata sebening
embun itu sangat dia rindukan. Perlahan, Yonghwa mendekatkan wajahnya. Dan...
sebuah kecupan hangat terasa di bibir mereka. Lembut... hangat... Waktu seakan
berhenti saat itu. Seketika beban yang menggantung dalam hati mereka selama ini
seakan lenyap begitu saja. Tiba-tiba hati mereka terasa begitu ringan, begitu
tenang, begitu nyaman.
Yonghwa melepaskan kecupannya
tanpa menarik terlalu jauh wajahnya dari wajah Joohyun. Sambil menatap lekat
mata malaikat itu...
"Saranghae... Seo Joohyun!
Neomu saranghanda! Kau harus tahu, bahwa aku yang lebih dulu jatuh untukmu. Aku
yg pertama menyukaimu. Dan aku akan mulai menjagamu sejak saat ini. Bisa kan?
Kau hanya perlu percaya padaku seperti aku yang akan selalu percaya padamu.
Apapun yang terjadi denganku dan pekerjaanku di masa depan, yakinlah bahwa
hatiku milikmu dan tidak akan pernah berubah. Percayalah bahwa apa yang ingin
aku capai itu semata-mata agar aku bisa menjadi pria yang layak mendampingimu.
Aku akan bekerja lebih keras, agar di masa depan aku bisa jadi pria yang bisa
kau andalkan, Hyun. "
Tak kuasa menahan haru, Joohyun
mengecup bibir Yonghwa sekali lagi. Kali ini, entah dari mana datangnya
keberanian itu, Joohyun yang lebih dulu mengecup bibirnya.
"Gomawoio.. Oppa! Terima
kasih telah mengatakannya dan membiarkanku mengetahuinya. Aku merasa sangat
beruntung. Na do neol saranghae.. Oppa..."
Malam hampir berada di puncaknya.
Dan Joohyun menyadari bahwa eomma nya pasti khawatir mencarinya. Berat hati,
Yonghwa harus mengantar gadis ini ke hotelnya. Sekali lagi adegan ini terulang.
Tapi kali ini tidak dengan senyuman sendu, melainkan dengan senyum yang penuh
harapan bahwa besok, lusa, esoknya lagi, hingga jutaan hari di masa depan
mereka masih akan bertemu lagi. Tidak akan berprasangka dan terbunuh rindu
lagi.
Hopefully we can
speak Banmal to each other..
Even though it’s
still awkward and unfamiliar
Instead of saying ‘Thank
you’
Talk to me in a
friendlier way…
Hopefully we can
speak Banmal to each other…
You walk towards me
slowly, step by step…
Now look at my two
eyes and tell me…. I love you…
Hopefully we can fall
in love with each other…
I’ll never lt go of
your two hands from my grasp..
The light of your
eyes, gazing at me
I hope there will
only be joyful smile…
Hopefully we can
falling in love to each other…
We can lean on one
another and take care of each other..
Looking into your
eyes, my two eyes…
They’re talking to
you… I love you…..
( For The First Time Lover / Banmal Song – Jung Yonghwa )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar