Jumat, 16 Januari 2015

Mid Summer Story Chapter 4



Mid Summer Story...


Author           : Jingga8
Main Cast      : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNBLUE, SNSD
Genre             : Romance
Rating            : T

Chaptered



Chapter 4

Finding My Destiny 2

Gurat penyesalan tampak jelas di mata Yonghwa kala gadisnya terisak sendu dalam tangis tepat dihadapannya.

"Hyuun... uljima jebbal..." Bujuknya sekali lagi dengan suara yang tak kalah lirih. Kali ini Joohyun berusaha menghentikannya. Perlahan dia atur ritme nafasnya sambil sesekali tangannya mengepal dan memukul-mukul dada kirinya. Berharap gerakan itu mampu menghilangkan sesak di dadanya. Saat lebih tenang,  Joohyun mulai membuka mulutnya. Meski sedikit masih terisak...

"Oppa kau tahu? Kau adalah orang yang paling kejam yang pernah ku kenal. Tega sekali selama ini mengabaikanku tanpa kabar apapun. Kau tidak memegang janjimu, bahwa meski pernikahan kita berakhir, kau akan tetap menjadi teman baikku. Jangankan menjadi teman baikku, bahkan 1 sms pun tak pernah ada. Oppa tahu? Aku…. Seorang Seo Joohyun yang dulu tidak mengerti apa-apa, selama berbulan-bulan ini benar-benar menderita. Tiap kali kau muncul dalam pikiranku, rasanya dadaku sesak dan membuatku sulit bernafas. Aku tahu, ini bodoh.. Oppa. Tapi aku benar-benar kehilangan diriku yang dulu. Waeo.. Oppa? Kenapa semua berubah menjadi tidak bahagia seperti ini?"

Dan tangisnya kembali berurai. Lebih deras dan menyakitkan.

Rasanya ada yang menekan di dada dan tenggorokan Yonghwa. Rasa sakitnya terasa hingga ke area kelopak matanya. Nyaris membentuk genangan air yang siap mengalir. Namun dia menahan sekuatnya. Andwe.. tak boleh air matanya itu menetes di hadapan Joohyun dan menjadikannya tampak lebih bodoh dan menyedihkan. Meski tak mampu dia sembunyikan, bahwa dia pun merasakan kepedihan yang sama. Dia pun menderita.

"Jongmal mianhae.. Hyun ah... aku tak mengira bahwa kau akan sesakit ini. Aku pikir kau akan baik-baik saja dengan karier dan duniamu yang lebih bersinar dari dunia yang kumiliki. Jalmothaeseo..Hyun, Semua karena aku terlalu pengecut dan tak mampu memperjuangkan perasaanku sendiri. Kuharap kau mengerti,  bahwa di antara kita bukan hanya ada kita dan perasaan kita saja. Tapi juga ada 8 orang eonnimu dan 3 orang dongsaengku. Aku hanya tak ingin menyulitkan mereka hanya karena perasaan pribadiku. Demi melindungi mereka, tanpa sengaja aku malah melukaimu. Jongmal mianhae,  Hyun ah.. Maafkan aku karena tidak peka dan mengabaikan perasaanmu."

Suaranya sedikit tercekat. Kali ini takanan di tenggoroknnya terasa lebih berat. Membuatnya sulit bernafas dan hufffhh... butiran hangat itu menetes juga. Tapi dengan sigap disekanya. Maldo andwe... belum pernah sepanjang hidupnya dia menangis dihadapan wanita selain Eommanya. Tidak juga di hadapan Joohyun. Tapi terlambat, Joohyun kali ini melihatnya. Kini, ada 2 perempuan yang pernah melihat air matanya. Keduanya adalah perempuan luar biasa yang amat dicintainya dengan segenap hati.

"Aku tahu, Oppa.. bahwa kita terlahir dengan takdir istimewa. Dikelilingi banyak cinta dari banyak orang yang bukan keluarga kita. Akupun sangat mengerti itu. Tapi oppa.. terkadang aku marah pada takdir itu. Kadang aku lelah dan hanya ingin menjadi perempuan biasa saja, bukan member dari sebuah girls band ternama. Aku ingin bebas meneleponmu, bertemu denganmu kapan dan dimanapun aku mau. Aku ingin bisa dengan bebas mengatakan pada dunia kalau kau adalah namjaku. Aku benci rasa sesak di dadaku setiap kali aku merindukanmu. Bahkan untuk menghubungimu saja aku harus dikerubuti jutaan rasa takut. Oppa.. aku.. "

Belum sempat Joohyun meneruskan kata-katanya, Yonghwa menarik tubuh gadis itu kedalam peluknya. Saat ini benar-benar tak pedulikan apapun lagi selain kata hatinya yang tak kuasa lagi  dia ingkari.

"Mianhae Hyun, jinjja mianhae..."

Erat... di dekapnya tubuh mungil itu. Mengecup rambutnya, pundaknya, meluapkan rasa rindu yang selama ini terbelenggu. Mungkin ini bukan pelukan pertamanya. Tapi ini lebih erat dan lebih dalam di banding saat malam mereka berpisah. Yah.. seperti inilah seharusnya. Harusnya pelukan seperti ini yang Yonghwa lakukan malam itu. Yonghwa tak peduli lagi berapa banyak air mata yang mengalir dipipinya, meski Joohyun melihatnya. Biar saja.. biar Joohyun tahu, bahwa selama ini bukan hanya dia yang terluka sendiri. Yonghwa pun sama tertekannya.

Cukup lama Joohyun terbenam dalam peluknya. Angin pantai menyapu seiring derasnya rindu. Perlahan peluk itu dia lepaskan. Kini wajah gadis lugu itu berada sangat  dekat, tepat dihadapan wajahnya. Dan mata itu.. ahh... demi Tuhan, mata  sebening embun itu sangat dia rindukan. Perlahan, Yonghwa mendekatkan wajahnya. Dan... sebuah kecupan hangat terasa di bibir mereka. Lembut... hangat... Waktu seakan berhenti saat itu. Seketika beban yang menggantung dalam hati mereka selama ini seakan lenyap begitu saja. Tiba-tiba hati mereka terasa begitu ringan, begitu tenang, begitu nyaman.

Yonghwa melepaskan kecupannya tanpa menarik terlalu jauh wajahnya dari wajah Joohyun. Sambil menatap lekat mata malaikat itu...

"Saranghae... Seo Joohyun! Neomu saranghanda! Kau harus tahu, bahwa aku yang lebih dulu jatuh untukmu. Aku yg pertama menyukaimu. Dan aku akan mulai menjagamu sejak saat ini. Bisa kan? Kau hanya perlu percaya padaku seperti aku yang akan selalu percaya padamu. Apapun yang terjadi denganku dan pekerjaanku di masa depan, yakinlah bahwa hatiku milikmu dan tidak akan pernah berubah. Percayalah bahwa apa yang ingin aku capai itu semata-mata agar aku bisa menjadi pria yang layak mendampingimu. Aku akan bekerja lebih keras, agar di masa depan aku bisa jadi pria yang bisa kau andalkan, Hyun. "

Tak kuasa menahan haru, Joohyun mengecup bibir Yonghwa sekali lagi. Kali ini, entah dari mana datangnya keberanian itu, Joohyun yang lebih dulu mengecup bibirnya.

"Gomawoio.. Oppa! Terima kasih telah mengatakannya dan membiarkanku mengetahuinya. Aku merasa sangat beruntung. Na do neol saranghae.. Oppa..."

Malam hampir berada di puncaknya. Dan Joohyun menyadari bahwa eomma nya pasti khawatir mencarinya. Berat hati, Yonghwa harus mengantar gadis ini ke hotelnya. Sekali lagi adegan ini terulang. Tapi kali ini tidak dengan senyuman sendu, melainkan dengan senyum yang penuh harapan bahwa besok, lusa, esoknya lagi, hingga jutaan hari di masa depan mereka masih akan bertemu lagi. Tidak akan berprasangka dan terbunuh rindu lagi.

Hopefully we can speak Banmal to each other..
Even though it’s still awkward and unfamiliar
Instead of saying ‘Thank you’
Talk to me in a friendlier way…

Hopefully we can speak Banmal to each other…
You walk towards me slowly, step by step…
Now look at my two eyes and tell me…. I love you…

Hopefully we can fall in love with each other…
I’ll never lt go of your two hands from my grasp..
The light of your eyes, gazing at me
I hope there will only be joyful smile…

Hopefully we can falling in love to each other…
We can lean on one another and take care of each other..
Looking into your eyes, my two eyes…

They’re talking to you… I love you…..

( For The First Time Lover / Banmal Song – Jung Yonghwa )
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar