Mid Summer Story...
Author : Jingga8
Main Cast : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNBLUE, SNSD
Genre : Romance
Rating : T
Chaptered
Chapter 11
The Heart Breaking…
Ditempat lain, ada sekelompok
orang dengan kesedihan yang sama. Seo Joohyun yang hatinya terluka tak dapat
menahan aliran air matanya. Dalam pelukan Tiffany, dan dikelilingi oleh semua
eonninya, Joohyun meluapkan tangisnya. Mereka tidak bisa berpura-pura tenang
setelah melihat isi konferensi pers Yonghwa siang tadi.
"Uljima.. honey!
Uljima..." Tiffany mencoba meredakan tangis magnaenya meskipun ia sendiri
tak mampu menahan air matanya melihat kesedihan Joohyun. Begitu pun dengan
member yang lain. Tak satupun dari mereka yang sanggup menahan air matanya. Terlebih
sang leader. Setengah terisak dia meluapkan emosinya.
"Mitjoseo! Benar-benar
membuatku gila! Bagaimana bisa semua ini dibuat menjadi masalah sebesar ini?
Apa yang salah bila seorang yang dewasa seperti kita jatuh cinta dengan
seseorang? Baiklaah.. aku mengerti kalau kita ini super star, kita ini milik
fans, kita ini bla.. bla.. bla.. terserah mereka menilai kita apa. Tapi
bukankah ini terlalu berlebihan? Mengancam agency grup lain? Apa kalian pikir
ini tidak gila? Benar-benar keterlaluan!"
Taeyeon ternyata mengetahui dari
manajer oppa tentang apa yang akan
dialami CNBLUE apabila Yonghwa tidak melakukan konferensi pers tadi.
"Eonni... tenangkan
dirimu!" Yoona mencoba meredam emosi Taeyeon yang sejak awal terlihat
gusar sambil mondar-mandir tak jelas dengan wajah kesalnya. Meski dalam
batinnya, fikiran Yoona terus terpaut pada member lain dalam CNBLUE yang
beberapa waktu terakhir ini menjadi pemilik hatinya. Yup, Lee Jonghyun.
Seberapa besarnya pun rintangan yang Yoona dan Jonghyun hadapi, pada akhirnya,
takdir mengembalikan cinta mereka pada tempat yang seharusnya. Tapi belum puas
mereka bersama, Jepang harus menjadi satu lagi faktor yang memperjauh bentangan
jarak diantara mereka.
"Aku benar-benar tak habis
pikir, dari mana datangnya ide konyol itu? Kenapa tidak cukup menyelesaikan
semua ini diantara kita saja? Apa yang harus aku katakan saat aku bertemu
Yonghwa nanti? Haah.. SNSD, dengan nama besarnya ternyata hanya sebuah grup
yang arogan. Begitu.. yang akan mereka pikir tentang kita?" Taeyeon masih
dengan aktifitas mondar-mandirnya sambil sesekali mengacak-acak tatanan
rambutnya. Tampak sekali bahwa dia tak mampu menyembunyikan kegundahannya.
"Aku juga memikirkan itu.
Bagaimana bisa pamanku tidak mengetahui semua ini? Bukankah ini terlalu
berlebihan? Bahkan masyarakat pun tidak semuanya menilai foto-foto kemarin dengan buruk. Sebagian menganggap
foto-foto itu biasa saja dan tak ada yang aneh. Aku benar-benar tak mengerti
ada apa dengan semua ini." Sunny yang notabene adalah keponakan mantan CEO
dari SM ent pun tak mengerti dengan tindakan yang diambil manajemennya.
"Kalian tenang saja dulu,
besok aku akan mengkonfirmasikan segalanya agar lebih jelas. Aku pikir, tidak
mungkin semua ini hanya karena insiden di talk show kemarin. Joohyun ah.. apa
kau sudah menghubungi Yonghwa?" Joohyun yang kala itu masih tersedu di
pelukan Tiffany, perlahan bangkit dan menyeka air matanya.
"Ajig.. eonnie..! Aku tak
punya keberanian untuk mendengar suaranya. Aku takut dia akan membenciku. Aku
takut dia benar-benar mengabaikanku, eonnie. Eotthokaeo?" Joohyun kembali
terisak dan lagi-lagi Tiffany menenangkannya. Mendengarnya, Taeyeon menghela
nafas panjang.
"Aku mengerti, Joohyun ah..
eonnie mianhae! Karena tak mampu mencegah semua ini. Biar aku yang menelepon
Yonghwa. Aku akan menjelaskan semuanya secara pribadi. Setidaknya mereka tidak
akan terlalu terluka bila tahu bahwa pikiran kita berbeda dengan manajemen
kita."
Taeyeon lalu menekan nomor hp
Yonghwa. Dan..
"Yeoboseo?" Seorang
namja menjawab diseberang sana. Dari suaranya, Taeyeon segera mengetahui betapa
lelah dan tertekannya Jung Yonghwa.
"Annyeong Yonghwa ah.. Na Ya
Taeyeonie. Kau sedang ada di dorm mu?" Taeyeon membuka pembicaraan.
" Oh... Taeyeoni. Ada yang
bisa kubantu?" Jawab Yonghwa.
"Mwo yah... kenapa kesannya
aku meneloponmu untuk meminta bantuan?" Taeyeon sedikit mencairkan suasana
dengan candaan kecilnya. Yonghwa menjadi gugup karena merasa salah dengan
ucapannya.
"A.. aniea.. bukan begitu
maksudku. Hanya saja aku sedikit terkejut tiba-tiba saja menerima telepon
darimu."
"Yonghwa ah.. aku sudah
mendengar semuanya dari manajer oppa, dan aku sangat menyesali semua ini. Aku
benar-benar tak tahu harus mengatakan apa padamu. Aku malu sekali padamu dan
CNBLUE. Atas nama pribadi dan seluruh memberku, aku benar-benar minta maaf,
Yonghwa ah.." Dengan lirih Taeyeon mengungkapkan penyesalannya dan
berharap Yonghwa mengerti.
"Wae a.. Taeyeon ah...
kenapa kau berpikir seperti itu? Aku dan memberku yang lain tidak satu pun dari
kami yang menyalahkan kalian. Aku mengerti dari sudut pandang sebuah agency
yang ingin melindungi idolnya, hal seperti ini wajar di lakukan. Dan semua ini
bukan salah kalian. Managemenku pun dalam hal ini ikut berkepentingan. Jadi
tolong jangan merasa bersalah seperti itu, kau membuatku canggung Taeyeon ah..."
Mendengar jawaban Yonghwa,
Taeyeon akhirnya bisa bernafas lega. Sambil menyeka butiran air matanya..
"Gomawo.. Yonghwa ah! Dari
awal aku tahu, bahwa kau dan juga member CNBLUE adalah orang-orang yang baik.
Aku juga akan tetap mengupayakan negosiasi lebih lanjut, agar segala urusan
manajemen kami tidak harus merugikan manajemen kalian. Kita ini sama-sama grup
yg bekerja keras demi mencapai keberhasilan seperti saat ini. Aku tak akan
membiarkan statment yang tidak adil bisa menghancurkan apa yang kalian
perjuangkan sejak awal. Terlebih jika kami sebagai penyebabnya."
"Nde.. ahraseo, Taeyeon ah..
na do gomawo.."
Sesaat suasana hening antara
keduanya. Hingga Yonghwa mengajukan sebuah pertanyaan. "Taeyeon ah... uri
Joohyun.. bagaimana keadaan dia sekarang?"
Mendengar itu, Taeyeon segera me-loud
speaker-kan hp nya hingga percakapan mereka bisa di dengar semua member.
"Joohyun? Menurutmu dia akan
seperti apa saat ini? Haaah... aku bisa merasakan apa yang kalian rasakan,
Yonghwa ah."
"Yeoksi... dia menangis
terus yah? Tapi dia mau makan kan? Aku minta tolong padamu, Taeyeon ah.. paksa
Joohyun untuk tetap hidup dengan teratur. Aku khawatir dia akan menyalahkan
dirinya sendiri sampai tak bisa makan dan tidur dengan baik." Nyata sekali
dari suaranya, betapa Yonghwa benar-benar menghawatirkan Joohyun-nya.
"Kenapa tak kau katakan
sendiri padanya? Kau kan bisa meneleponnya. Saat ini dia benar-benar berantakan.
Matanya sudah seperti pancake. Nyaris tak terlihat lagi."
Yonghwa tak menyadari bahwa
sebenarnya percakapan mereka di dengar oleh semua member. Termasuk Joohyun.
"Benarkah? Ahhh.. yang benar
saja, Seo Joohyun! Kenapa dia selalu
saja membuatku khawatir. Sejujurnya aku ingin menelepon dia. Aku ingin
mendengar suaranya dan mengatakan bahwa aku baik-baik saja. Tapi dalam
keadaanku saat ini, aku takut melakukan kesalahan yang akan membuat memberku
lebih menderita. Bukan aku membencinya atau tak ingin berbicara padanya. Tapi
mengertilah, Taeyeon ah.. posisiku saat ini lebih sulit dari sebelumnya.
Karena itu.. jebbal.. aku minta
bantuanmu. Tolong bantu aku menjaga Joohyun. Jangan biarkan dia terpuruk
sendiri. Katakan padanya aku akan baik-baik saja. Dia hanya perlu menunggu
sebentar lagi. Hingga posisiku lebih kuat untuk melakukan sesuatu. Aku
berjanji, saat semua mereda, aku akan menghubunginya. Tolong aku, Taeyeon ah..
"
Suara Yonghwa terdengar parau.
Seperti menahan sesuatu yang tercekat di tenggorokannya. Semua member kompak
menutup bibir mereka dengan kedua tanggan mereka. Mereka pun menahan tangis dan
isakan yang mungkin akan di dengar Yonghwa melalui telepon. Hingga Taeyeon pun
mengakhiri percakapannya dengan Yonghwa.
"Kau dengar.. Seo Joohyun ?
Jadilah wanita yang lebih kuat. Karena saat ini, laki-laki yang kau cintai pun
sedang memaksa dirinya untuk menjadi laki-laki yang lebih kuat agar bisa melindungi
membernya, dan juga kau. Jadi mulai sekarang, hentikan tangismu. Bantu
perjuangan Yonghwa-mu dengan menjadi Joohyun yang mandiri dan berprestasi.
Sementara itu aku pun tak akan lelah untuk mencoba menegosiasikan solusi yang
lebih bijaksana. Kumohon, Hyunie.. bertahanlah.. "
Joohyun mengangguk setuju dengan
permohonan Taeyeon. Dia pun membenarkan kata-kata eonni nya, bahwa dia tidak
boleh terpuruk. Karena semua itu akan membuat CNBLUE jadi lebih sulit. Dia
beruntung, memiliki rekan kerja, sekaligus kakak-kakak yang selalu menjaga dan
mendukungnya. Grup lain belum tentu memiliki ikatan batin seperti mereka.
Terlebih jika kasusnya seperti ini.

BalasHapusGoguma couple😀😀😀
Akhirnya nemu blog yg isinya uri goguma..
Thanks udh kerja keras buat ff ini..
And finally, nangis di chapter ini..
Fighting jingga oranye😁😁