Minggu, 18 Januari 2015

Mid Summer Story Chapter 11



Mid Summer Story...


Author           : Jingga8
Main Cast      : Jung Yonghwa, Seo Joohyun, CNBLUE, SNSD
Genre             : Romance
Rating            : T

Chaptered



Chapter 11

The Heart Breaking…

Ditempat lain, ada sekelompok orang dengan kesedihan yang sama. Seo Joohyun yang hatinya terluka tak dapat menahan aliran air matanya. Dalam pelukan Tiffany, dan dikelilingi oleh semua eonninya, Joohyun meluapkan tangisnya. Mereka tidak bisa berpura-pura tenang setelah melihat isi konferensi pers Yonghwa siang tadi.

"Uljima.. honey! Uljima..." Tiffany mencoba meredakan tangis magnaenya meskipun ia sendiri tak mampu menahan air matanya melihat kesedihan Joohyun. Begitu pun dengan member yang lain. Tak satupun dari mereka yang sanggup menahan air matanya. Terlebih sang leader. Setengah terisak dia meluapkan emosinya.

"Mitjoseo! Benar-benar membuatku gila! Bagaimana bisa semua ini dibuat menjadi masalah sebesar ini? Apa yang salah bila seorang yang dewasa seperti kita jatuh cinta dengan seseorang? Baiklaah.. aku mengerti kalau kita ini super star, kita ini milik fans, kita ini bla.. bla.. bla.. terserah mereka menilai kita apa. Tapi bukankah ini terlalu berlebihan? Mengancam agency grup lain? Apa kalian pikir ini tidak gila? Benar-benar keterlaluan!"

Taeyeon ternyata mengetahui dari manajer oppa tentang  apa yang akan dialami CNBLUE apabila Yonghwa tidak melakukan konferensi pers tadi.

"Eonni... tenangkan dirimu!" Yoona mencoba meredam emosi Taeyeon yang sejak awal terlihat gusar sambil mondar-mandir tak jelas dengan wajah kesalnya. Meski dalam batinnya, fikiran Yoona terus terpaut pada member lain dalam CNBLUE yang beberapa waktu terakhir ini menjadi pemilik hatinya. Yup, Lee Jonghyun. Seberapa besarnya pun rintangan yang Yoona dan Jonghyun hadapi, pada akhirnya, takdir mengembalikan cinta mereka pada tempat yang seharusnya. Tapi belum puas mereka bersama, Jepang harus menjadi satu lagi faktor yang memperjauh bentangan jarak diantara mereka.

"Aku benar-benar tak habis pikir, dari mana datangnya ide konyol itu? Kenapa tidak cukup menyelesaikan semua ini diantara kita saja? Apa yang harus aku katakan saat aku bertemu Yonghwa nanti? Haah.. SNSD, dengan nama besarnya ternyata hanya sebuah grup yang arogan. Begitu.. yang akan mereka pikir tentang kita?" Taeyeon masih dengan aktifitas mondar-mandirnya sambil sesekali mengacak-acak tatanan rambutnya. Tampak sekali bahwa dia tak mampu menyembunyikan kegundahannya.

"Aku juga memikirkan itu. Bagaimana bisa pamanku tidak mengetahui semua ini? Bukankah ini terlalu berlebihan? Bahkan masyarakat pun tidak semuanya menilai  foto-foto kemarin dengan buruk. Sebagian menganggap foto-foto itu biasa saja dan tak ada yang aneh. Aku benar-benar tak mengerti ada apa dengan semua ini." Sunny yang notabene adalah keponakan mantan CEO dari SM ent pun tak mengerti dengan tindakan yang diambil manajemennya.

"Kalian tenang saja dulu, besok aku akan mengkonfirmasikan segalanya agar lebih jelas. Aku pikir, tidak mungkin semua ini hanya karena insiden di talk show kemarin. Joohyun ah.. apa kau sudah menghubungi Yonghwa?" Joohyun yang kala itu masih tersedu di pelukan Tiffany, perlahan bangkit dan menyeka air matanya.

"Ajig.. eonnie..! Aku tak punya keberanian untuk mendengar suaranya. Aku takut dia akan membenciku. Aku takut dia benar-benar mengabaikanku, eonnie. Eotthokaeo?" Joohyun kembali terisak dan lagi-lagi Tiffany menenangkannya. Mendengarnya, Taeyeon menghela nafas panjang.

"Aku mengerti, Joohyun ah.. eonnie mianhae! Karena tak mampu mencegah semua ini. Biar aku yang menelepon Yonghwa. Aku akan menjelaskan semuanya secara pribadi. Setidaknya mereka tidak akan terlalu terluka bila tahu bahwa pikiran kita berbeda dengan manajemen kita."

Taeyeon lalu menekan nomor hp Yonghwa. Dan..

"Yeoboseo?" Seorang namja menjawab diseberang sana. Dari suaranya, Taeyeon segera mengetahui betapa lelah dan tertekannya Jung Yonghwa.

"Annyeong Yonghwa ah.. Na Ya Taeyeonie. Kau sedang ada di dorm mu?" Taeyeon membuka pembicaraan.

" Oh... Taeyeoni. Ada yang bisa kubantu?" Jawab Yonghwa.

"Mwo yah... kenapa kesannya aku meneloponmu untuk meminta bantuan?" Taeyeon sedikit mencairkan suasana dengan candaan kecilnya. Yonghwa menjadi gugup karena merasa salah dengan ucapannya.

"A.. aniea.. bukan begitu maksudku. Hanya saja aku sedikit terkejut tiba-tiba saja menerima telepon darimu."

"Yonghwa ah.. aku sudah mendengar semuanya dari manajer oppa, dan aku sangat menyesali semua ini. Aku benar-benar tak tahu harus mengatakan apa padamu. Aku malu sekali padamu dan CNBLUE. Atas nama pribadi dan seluruh memberku, aku benar-benar minta maaf, Yonghwa ah.." Dengan lirih Taeyeon mengungkapkan penyesalannya dan berharap Yonghwa mengerti.

"Wae a.. Taeyeon ah... kenapa kau berpikir seperti itu? Aku dan memberku yang lain tidak satu pun dari kami yang menyalahkan kalian. Aku mengerti dari sudut pandang sebuah agency yang ingin melindungi idolnya, hal seperti ini wajar di lakukan. Dan semua ini bukan salah kalian. Managemenku pun dalam hal ini ikut berkepentingan. Jadi tolong jangan merasa bersalah seperti itu, kau membuatku canggung Taeyeon ah..."

Mendengar jawaban Yonghwa, Taeyeon akhirnya bisa bernafas lega. Sambil menyeka butiran air matanya..

"Gomawo.. Yonghwa ah! Dari awal aku tahu, bahwa kau dan juga member CNBLUE adalah orang-orang yang baik. Aku juga akan tetap mengupayakan negosiasi lebih lanjut, agar segala urusan manajemen kami tidak harus merugikan manajemen kalian. Kita ini sama-sama grup yg bekerja keras demi mencapai keberhasilan seperti saat ini. Aku tak akan membiarkan statment yang tidak adil bisa menghancurkan apa yang kalian perjuangkan sejak awal. Terlebih jika kami sebagai penyebabnya."

"Nde.. ahraseo, Taeyeon ah.. na do gomawo.."

Sesaat suasana hening antara keduanya. Hingga Yonghwa mengajukan sebuah pertanyaan. "Taeyeon ah... uri Joohyun.. bagaimana keadaan dia sekarang?"

Mendengar itu, Taeyeon segera me-loud speaker-kan hp nya hingga percakapan mereka bisa di dengar semua member.

"Joohyun? Menurutmu dia akan seperti apa saat ini? Haaah... aku bisa merasakan apa yang kalian rasakan, Yonghwa ah."

"Yeoksi... dia menangis terus yah? Tapi dia mau makan kan? Aku minta tolong padamu, Taeyeon ah.. paksa Joohyun untuk tetap hidup dengan teratur. Aku khawatir dia akan menyalahkan dirinya sendiri sampai tak bisa makan dan tidur dengan baik." Nyata sekali dari suaranya, betapa Yonghwa benar-benar menghawatirkan Joohyun-nya.

"Kenapa tak kau katakan sendiri padanya? Kau kan bisa meneleponnya. Saat ini dia benar-benar berantakan. Matanya sudah seperti pancake. Nyaris tak terlihat lagi."

Yonghwa tak menyadari bahwa sebenarnya percakapan mereka di dengar oleh semua member. Termasuk Joohyun.

"Benarkah? Ahhh.. yang benar saja,  Seo Joohyun! Kenapa dia selalu saja membuatku khawatir. Sejujurnya aku ingin menelepon dia. Aku ingin mendengar suaranya dan mengatakan bahwa aku baik-baik saja. Tapi dalam keadaanku saat ini, aku takut melakukan kesalahan yang akan membuat memberku lebih menderita. Bukan aku membencinya atau tak ingin berbicara padanya. Tapi mengertilah, Taeyeon ah.. posisiku saat ini lebih sulit dari sebelumnya.

Karena itu.. jebbal.. aku minta bantuanmu. Tolong bantu aku menjaga Joohyun. Jangan biarkan dia terpuruk sendiri. Katakan padanya aku akan baik-baik saja. Dia hanya perlu menunggu sebentar lagi. Hingga posisiku lebih kuat untuk melakukan sesuatu. Aku berjanji, saat semua mereda, aku akan menghubunginya. Tolong aku, Taeyeon ah.. "

Suara Yonghwa terdengar parau. Seperti menahan sesuatu yang tercekat di tenggorokannya. Semua member kompak menutup bibir mereka dengan kedua tanggan mereka. Mereka pun menahan tangis dan isakan yang mungkin akan di dengar Yonghwa melalui telepon. Hingga Taeyeon pun mengakhiri percakapannya dengan Yonghwa.

"Kau dengar.. Seo Joohyun ? Jadilah wanita yang lebih kuat. Karena saat ini, laki-laki yang kau cintai pun sedang memaksa dirinya untuk menjadi laki-laki yang lebih kuat agar bisa melindungi membernya, dan juga kau. Jadi mulai sekarang, hentikan tangismu. Bantu perjuangan Yonghwa-mu dengan menjadi Joohyun yang mandiri dan berprestasi. Sementara itu aku pun tak akan lelah untuk mencoba menegosiasikan solusi yang lebih bijaksana. Kumohon, Hyunie.. bertahanlah.. "

Joohyun mengangguk setuju dengan permohonan Taeyeon. Dia pun membenarkan kata-kata eonni nya, bahwa dia tidak boleh terpuruk. Karena semua itu akan membuat CNBLUE jadi lebih sulit. Dia beruntung, memiliki rekan kerja, sekaligus kakak-kakak yang selalu menjaga dan mendukungnya. Grup lain belum tentu memiliki ikatan batin seperti mereka. Terlebih jika kasusnya seperti ini.


 

1 komentar:


  1. Goguma couple😀😀😀
    Akhirnya nemu blog yg isinya uri goguma..

    Thanks udh kerja keras buat ff ini..

    And finally, nangis di chapter ini..

    Fighting jingga oranye😁😁

    BalasHapus